Mar 132015
 
Pesawat tempur Saab JAS39 Gripen D berkursi tandem unjuk kemampuan dalam demo terbang khusus di hadapan para wartawan Indonesia di fasilitas khusus Saab di kota Linkoping, Swedia, Rabu (11/3).

Pesawat tempur Saab JAS39 Gripen D berkursi tandem unjuk kemampuan dalam demo terbang khusus di hadapan para wartawan Indonesia di fasilitas khusus Saab di kota Linkoping, Swedia, Rabu (11/3).

STOCKHOLM, KOMPAS — Menghadapi persaingan yang makin keras terkait program penggantian pesawat tempur F-5E Tiger II milik TNI Angkatan Udara, pabrikan pertahanan asal Swedia, Saab, memutuskan bertempur habis-habisan dengan menawarkan sebuah “paket kekuatan udara lengkap”.

“Berlawanan dengan apa yang ditawarkan Sukhoi, kami menawarkan paket kekuatan udara lengkap, tidak hanya pesawat. Sukhoi hanya menawarkan pesawat,” kata Peter Carlqvist, Wakil Presiden Saab dan Kepala Saab Indonesia, kepada para wartawan Indonesia, termasuk Kompas, di Stockholm, Swedia, Kamis (12/3).

Carlqvist mengaku telah mendengar bahwa TNI AU masih menginginkan pesawat tempur Sukhoi Su-35 karena ingin memiliki kemampuan daya angkut persenjataan yang besar dan daya jelajah yang tinggi. “Kami juga mendengar bahwa mereka juga akan gembira memiliki Gripen, tetapi itu terserah Kementerian Pertahanan dan Presiden (Indonesia) untuk memutuskan,” katanya.

Menurut dia, paket terbaru yang ditawarkan Saab saat ini meliputi jet tempur JAS39 Gripen, sistem peringatan dini dan kendali udara (AEW&C) Erieye, sistem tautan data taktis (tactical data link) yang bisa diintegrasikan dengan aset tempur matra lain, ditambah pusat perawatan pesawat dan pusat operasi penerbangan taktis (operation tactical flight center) untuk para pilot. “Karena ini bukan cuma soal pilot bisa lepas landas dan mendarat dengan pesawat itu. Mereka juga perlu tahu apa saja senjata dan sensor yang mereka bawa di pesawat,” ujar Carlqvist yang mengatakan, pilot akan dilatih melakukan operasi taktis, tidak sekadar bisa menerbangkan Gripen.

Paket itu juga meliputi berbagai pilihan senjata, termasuk rudal Meteor dan RBS-15. Terkait rudal RBS-15, Saab bahkan sudah menawarkan proses perakitan dilakukan di PT Dirgantara Indonesia di Bandung.

Selain itu, demikian kata Carlqvist, Gripen menawarkan biaya operasi yang jauh lebih murah, yakni 4.700 dollar AS per jam, dibandingkan Sukhoi Su-30 yang mencapai 40.000 dollar AS-49.000 dollar AS per jam. Ia juga mengklaim bahwa biaya operasi Gripen hanya seperempat dibandingkan biaya operasi pesawat Eurofighter Typhoon yang juga menjadi salah satu kandidat pengganti F-5 TNI AU.

Persaingan para calon pengganti Si Macan Terbang pun makin panas. (kompas.com)

Bagikan :
 Posted by on March 13, 2015  Tagged with:

  137 Responses to “Saab Tawarkan “Paket Kekuatan Udara Lengkap” Pengganti F-5”

  1.  

    Hati2 rawan embargo

  2.  

    emoooh tetep sukhoi aelah….

  3.  

    bukanya SU35 sdh deal??? Atau grippen mereupakan pembelian tambahan lain?

    •  

      tambahan itu kan sudah tipun om. hehe

    •  

      Pengganti hawk yg sdah pensiun adalah peswat korsel t 50 golden,,brarti da opsi pnambhan skuadron bru..

    •  

      Benar bung. Ada kemungkinan Rusia memihak RRC jika konflik LCS terjadi krn lawan2 RRC nanti sekutu2 AS & Barat. Vietnam sendiri akan babak belur krn alutsista2nya made in Rusia versi ekspor (down grade) kalah spek & jam terbang dibanding RRC hingga nanti Vietnam ‘dibantu’ persenjataan barat dkk. Indonesia nanti berusaha netral sampe nantinya bergabung sama sekutu barat ketika RRC mulai merebut Natuna. Sukhoi2 kita nanti kemungkinan malah tdk bisa optimal menangkal serbuan RRC krn kalah spek & lemahnya manajemen tempur terpadu antar matra TNI serta negara2 tetangga.

      Ancaman perang yg udah jelas di depan mata adalah di LCS itu & bisa menjalar jd perang dunia. Bukan konflik perbatasan biasa dgn negara2 persemakmuran. Tren perkembangan militer RRC saat ini mirip dgn Jerman & Jepang jelang Perang Dunia 2 yg mulai bersenggolan dgn kepentingan negara2 sekitarnya.

      Sebelum konflik itu terjadi, Indonesia musti secepatnya mencapai kemandirian persenjataan & memperkuat ketahanan negara (pangan, energi, ekonomi, infrastruktur di berbagai pulau, dsb). Selain itu musti secepatnya menjalin kerjasama2 dgn berbagai negara, khususnya bidang pertahanan.

      Untuk survive di konflik LCS nanti amat membutuhkan yg namanya kerjasama. Termasuk kerjasama antar alutsista. Senjata2 menggentarkan nanti tdk ada gunanya kalo tdk bisa bertempur secara terpadu. Bisa2 insiden laut Arafuru Trikora & insiden Long Bawang Dwikora terulangi lg: aset2 tempur kita hancur sia2.

      Musti sangat cermat menentukan pilihan sebagi antisipasi dinamika global masa depan. Tidak segampang memilih SU-35 krn tetangga punya F-35.
      ——

      *moga2 ane gak didor mafia2 senjata Rusia yg banyak meramaikan warung ini XD

  4.  

    Nanti aja , kita lg sibuk urus pembelian SU 35

  5.  

    Sabeni…Sabeni…

  6.  

    Sekalian diborong aja gripen,su 35 buat nyerang,gripen buat ngronda

  7.  

    Semuanya… Bungkuuuss!! Tinggal bayarnya aja dipikirkan pake apa.. hehehe..

  8.  

    kok roman-romanya bakal dibungkus semua ya…. saya pribadi lebih kesukhoi yaa..

  9.  

    Masih blum jelas semuanya8-)

  10.  

    Maaf oot bingitz..
    Bung gue, bung diego..
    Gimana nihh kaos JKGR kok nasibnya masih ngambang..trimss..
    Maaf bila ada salah kata atau timing tidak pas..

  11.  

    Sukhoi lanjutkan

  12.  

    Hati2 rusky or asu adalah bandar senjata terbesar dunia, mereka hanya ingin dagangannya laku

  13.  

    Sukoy dan gipen nya di bungkus mang …. Ga pake lama ya

  14.  

    Cocok untuk pengganti hawk MK53 yang sudah pensiun atau hawk lainnya….

  15.  

    …….semoga list bung Nara semakin cetar membahana dan valid….clue-nya adalah ketika kedaulatan Indonesia terusik maka:
    > muncul statement dari menhan
    > muncul statement dari dpr
    > muncul statement dari panglima
    > muncul statement dari kepala staf
    > muncul statement unjuk kekuatan dari komandan tempur trimatra
    > muncul statement dari dubes sahabat kita
    > muncul statement dari produsen alutsista
    > muncul artikel fresh n up to date dari para senior dimari
    > muncul cerita sci-fi dimari
    > muncul pooling atas satu alutsista dimari
    > muncul artikel bung Nara sbg puncaknya
    …..ups……bener ga ya…

    selama sweden bisa setuju dengan klausul kontrak dengan pihak Indonesia atas ToT dan jaminan bebas embargo apapun alasannya…….bungkus aja teknologi sweden dan bawa serta kembangkan dimari…..

  16.  

    sya yakin setelah terima tawaran ini, dan tot 0,99% hingga menumpuk alutsista brasal SABB maka embargo akan berlaku atas dasar ham, gak tau ham yg mana

  17.  

    harganya mahal amat om si gripen padahal enjin satu sedang sukoi su 35 doble enjin lebih murahkok bida ya

  18.  

    bungkus dua duanya biar pindad bisa tot buat rudal sendiri kita pati bisa

  19.  

    Ditawarin paket kekuatan udara lengkap, yang dibayar juga ya semuanya,saja aja boong pak
    Kecuali yg ditawarin paket lengkap, tapi yg dibayar seharga pesawat doank, nah itu tuh baru ajib

  20.  

    Mungkin Su35 ditandemkan Gripen NG bakal top :mrgreen:
    kalo soal SAAB, saya msh percaya dgn perusahaan ini di bidang Matra Laut :mrgreen: apalagi ada kbr SAAB & Lundin bakal Joint u menyaingi PAL hehe :mrgreen:
    harus diakui, menurut pandangan saya SAAB cukup baik bekerjasama dgn RI diliat dr Klewang dan Bonefish :mrgreen:
    apalagi ada RBS 15, Sea Giraffe yg bikin ngiler

  21.  

    Udah pasnya gini aja:
    1. Dealin dulu kontrak untuk su 35 nya..
    2.Kalo su 35 udah teken kontrak,baru beli typoon dengan syarat anti embargo suku cadang,senjata dll.
    3.Penambahan su 30 supaya 2 skuad..
    4.Beli pesawat aewc..
    5.Beli radar militer dan satelit.
    6.Beli 2 unit killo class,kapal destroyer 3 unit dan s400.
    7.Kasih dana untuk operasional polri untuk menjaga keamanan masyarakat,supaya polisi bisa kerja dengan maksimal.

    •  

      Perancis yang terkenal dengan sebutan si badung dari eropa saja harus takluk oleh tekanan politik us apalagi swedia.

      •  

        Jangan mau ter tipu pak menhan ini politik supaya gak jadi beli sukoi 35.kalau mau beli gripen 8 buah saja ambil tot nya.lalu jangan lupa sukoi 35 satu skuatdron.kombinasikan teknologi sukoi 35 dgn gripen buatlah pesawat buatan anak negri.indonesia kan bisa bikin senjata sniper terbaik didunia pasti bisa bikin pesawat tempur tercanggih didunia dengan kombinasi dua teknologi.oke pak menhan

    •  

      Mending pendamping su35, mig 29 atau mig 35…sama2 rusia produk yg low price

  22.  

    perakitan RBS 15? wow..sebenarnya paket yg menggiurkan tapi mudah2an Kemhan tidak tergoda

  23.  

    gila bener, sales pantang mudur…!!

  24.  

    semua dibeli, bila memungkinkan

  25.  

    …………………

  26.  

    Gripen buatan swedia..kira2 kl jd beli kedepanya akan dikaitkan ga ya dengan GAM diaceh yg notabene mantan petinggi2nya dulu jd warga negara swedia.. maaf kl shl komentar

    •  

      mudah mudahan nggak…kalau iya berabe kita. SAAB sdh lama main di indonesia. Klewang Trimaran Lundin juga SAAB dan RBS 70 TNI AD Pindad juga SAAB….mudah2 baik baik saja dgn Swedia

  27.  

    dari pd ada kelebihan apbn di bagi2 ke partai buat beli gripen pun tidak apa2lah buat ronda. bila ada yg mau bikin rusuh tukang kepruknya baru di keluarin….

  28.  

    Sudahlah kami rakyat indonesia butuh pesawat tempur mematikan yaitu SU-35…bukan pesawat abal-abal seperti Gripik atau Tyflon…apalagi dari negara yang sok suka teriak HAM..sebaiknya sales pesawat Gripik atau Tyflon mundur terhormat daripada dapat caci maki.

  29.  

    Bukan nya pak Moeldoko sudah umumkan kalau TNI AU beli su 35, ya kalau memang jas gripen di beli jg 1 skuadron malah lebih bagus dong,,,,,,

  30.  

    Bungkus langsung.kayax masalah dor gak berlaku. Bukanya mereka tau kita lagi mo nge dor kuli narkoba.knpa saab ngebet banget ya…

  31.  

    Mereka berani ada jaminan tidak akan ada embargo ke depannya?juga TOT yang tidak setengah2 ?kalo mereka menyanggupi,kita punya sukhoi dan Gripen

  32.  

    Gripen itu cocoknya utk negara dng wilayah kecil, kalau dipakai di Indonesia repot, harus nyusu berkali2 atau ngetem berkali2, kemampuan patrolinyapun hanya satu propinsi. Lama terbangnyapun katanya cuma 45 menit kalau tdk nyusu. Sebagai orang awam, sy mikirnya gak cocok blas. xixixi.

    •  

      Ada peluang Bung, hayo buka kios avtur botolan pinggir jalan….

    •  

      Yang ditawarkan Saab ke Indonesia itu bukan versi C/D tapi versi E/F alias Gripen NG (Next Generation).

      NG ini jarak jangkau lebih jauh, radar AESA, supercruise, dan masih menurunkan sifat2 C/D seperti mudah dioperasikan oleh sedikit kru di jalan raya dan lepas landas serta mendarat di landasan pendek.

      Dimensi kecil memang dirancang untuk bisa beroperasi dari jalan raya biasa lho (bukan jalur toll 4 jalur).

      •  

        Versi E/F baru bisa dikirim 2023 ,
        Eh, Saab Malah Nawarin Rental versi C/D, buat nunggu E/F dikirim.
        mau nunggu segitu lama? TNI Nggak akan Mau kalee .., Udah kayak VC/D rentaal.

      •  

        Alasan Utama Pembelian Su-35 / PakFa(maybe) = Keseimbangan Kawasan.

        Klo pakai Gripen, Siap2 Menundukkan Muka selalu di depan tetangga Tengil.

        GAGAL maning jadi “BIG BROTHER”.

    •  

      Pengen ngakak liat komentarnya bung tapi saya setuju …

  33.  

    awas! Semakin kita menginginkan produk rusia maka semakin kuat asu cs berusaha menggagalkan. Buat saab buktikan dulu baru kita bayar setelah tot didapat dan juga pesawat jangan sampai setelah teken kontrak, uang sudah dibayar tapi ditengah jalan kita diembargo.

  34.  

    SAAB KUALAT LUUH AMA RAJA ARAB SAUDI

    BESOKNYA LANGSUNG KALAH DISINI… :mrgreen:

    MAKAAAAN TUH EMBARGOH!!

  35.  

    Sbg rakyat RI kami menyerahkn spnhnya kpd TNI utk menambah pesawat lg buat pengganti f5 tiger, mau Gripen, Typhoon, atau dua2nya, tentunya stlh Su 35, si siluman tergokil.
    Asal mnguntungkn kt, artinya pihak penjual
    1. tdk akan pernah mengait2kn dgn ham yg suka ditafsirkan seenak udelnya.
    2. ada jaminan tdk akan ada embargo suku cadang.
    3. tdk membatasi penggunaan pesawat yg tlh jadi milik, terserah mau kita gunakan utk apa.
    4. teoteot teblung penuh.
    Klu ga mau, ga usah dibeli.
    Hehehe!

  36.  

    Bukankah TNI dan Kemenhan sudah sepakat serta mengambil keputusan bhw pespur pengganti f-5 itu adalah SU-35S buatan Rusia, ???
    lha ini SAAB menawarkan paket Gripen segala, jelas biaya operasional Gripen jauh lebih murah dibandingkan dgn SU-35S, karena speck & kemampuan gripen jauh dibawah speck SU-35S !!!

    •  

      Kadang saya jg tertawa bung kalo biaya operasional heavy fighter dihubungkan dgn light fighter kayak gak masuk di akal saja. Kalo di laut spt membandingkan korvet dgn destroyer jelas tdk sebanding baik dr dimensi maupun persenjataan dan kekuatannya.

  37.  

    Murah tp klo kalahan gimana ? Yg dihadapi kan F35 !!! Sanggup ??? Klo pun bisa harus banyak ato keroyokan menghadapinya .. kita ga sekedar nyari TOT kan ? Tujuan alat pertahanan kan sejatinya adalah untuk melawan ancaman jadi deterence effect lebih penting. Klo ada dana boleh deh tuh ambil dua2nya… agar dpt ilmunya juga membuat alat pertahanan..

    •  

      Dan kita juga harus hati2 juga dengan swedia .. lihat kasus dg arab.. negara yg belinya borongan saja gara2 masalah ham di batalkan sama mereka … apalagi kita..sakitnya tuh disiniii !

  38.  

    Bs bner dah nih kemenhan tarik ulurny. Bka statement fix k sukhoi tp blm d teken kotrak. Skr SAAB kbakaran jenggot buka paket tambahan amunisi rakit d indo. Moga” aj sukhoi gk mw kalah buka paket lisensi produksi pesawat + spare part + amunisi d indo. Klo udh kena ilmu layangan yg hobiny tarik ulur bs bikin pedangang klepek” kepanasan. Hahahaha…

  39.  

    Tetap Su35, Tolak gripen RAWAN EMBARGO

  40.  

    Jangan khawatir TNI dan Kemenhan cuma mempermainkan Diplomasi harga. Tenang, soal Alutsista TNI, Jendral2 TNI dan Kemenhan berkiblat ke Rusia. Gripen/Thypoon/F16 Bekas/Jadul sbagai pesawat tempur patroli udara.

  41.  

    Obral banget dah sales saab nye…. hi hi hi…

  42.  

    Gripeng ma tylon jebakan batman ….ngabisin anggaran ujung2nya embargo, untuk su 35 biaya ops perjam 40000 dolar apalah artinya utk kedaulatan dan keselamatan negara.

  43.  

    Untuk urusan Pespur fokus aja SU-35S Rusia, .. sedangkan khusus pengadaan alutsista yg menggunakan teknologi SAAB Swedia cukup difokuskan dengan kerjasama bersama PT. Pindad yg kini sudah berjalan, antara lain ToT Sistem Pertahanan Darat Berbasis Udara (GBAD) dalam rangka fase pembangunan teknologi roket nasional dimasa yad, … dan mudah2an seluruhnya terlaksana dengan baik!

  44.  

    Su35 sudah pasti dan ada tot rusia sangat ingin jualan karena negaranya lagi krisis dam untuk gripen m typhoon untuk tambahan biar tetap nonblok kalo swedia tot sama indonesia sdh banyak tengok aja daftarnya trus trans jakarta skrg pake scania trmsk tanda2

  45.  

    Go to hell with your griporn

  46.  

    Malem2 gini kok TNI AU masih latihan..

    Sktr kurang lebih 1 tahun yg lalu TNI AU rajin banget latihan, kadang siang kadang malam ataupun pagi2 hari..
    Sepertinya mereka benar2 ingin mencetak banyak pilot handal..

    Salam NKRI

  47.  

    xxx

  48.  

    wihhhh…tawaran gripen benar2 banget nich…pak rya mizar..su 35 nya tetap kita ambil..pespur gripen ama pesawat aew&c sekalian aja pak…

  49.  

    Bisa jadi Gripen diambil juga, tp bukan yg NG melainkan yg C/D kaya Thailand, khusus buat worshore dengan opsi upgrade ke E/F

  50.  

    Hmmm..Hati-hati sama umpan sales gripen…mereka mencoba 1x dayung 3-4 pulau terlewati…:
    – ambil duit pembayaran dari indonesia
    – tot yg dikasih 1/2 ikhlas
    – bantu konco2 nya spy gak khawatir dengan pespur kita
    – pengiriman onderdil dihentikan karena HAM.

    Cuman terawang kemungkinan2 yg bisa teRjadi.

  51.  

    Konsep pertahanan dan keamanan serta penyimpanan alutsista TNI bersifat Mistis dan Syock Teraphy. Mencoba KS US/Sekutu Asianya masuk Indonesia bisa tercium baunya. US + Sekutunya kesulitan analisa dr latihan, kekuatan tempur, stamina, strategi. Kenpap TNI latihan dng US + DLL jg kompetisi dng alutsista dlm negri. TNI punya alutsista Nuklir. Sssstt diam2 ya….Alutsista TNI di bawah gunung.

  52.  

    kalau tawaran perusahaan saab disertai TOT 100% dan semua komponen-komponen teknologi itu bisa dibuat diindonesia, boleh juga untuk dipertimbangkan

  53.  

    dari pada pusing2 bujuk aja vladimir putin agar mau jual lisensi SU 35 ke indonesia dengan cara kredit

  54.  

    Tinggalkan negara2 yg sok mencampuri urusan bangsa lain, apalagi terkait HAM, kelaut aja luh…..kami tidak butuh dikte….mau jual, jual aja jangan banyak maunya

  55.  

    Beneran gak nihh..maaf bkn tdk pcy tp pingin lebih dibedah lg panjang kali lebar..trimss..salam kenal..

  56.  

    Terusin infonya bung.. sedikit lg..

  57.  

    RAWAN EMBARGO 1000%

  58.  

    Marketing / sales Saab memang bagus, mencoba menawarkan apa yang tidak ditawarkan / dipunyai Sukhoi.

    Produk Saab ada di lini darat dan laut juga, dan sudah dekat hubungannya dgn user di AD dan AL, jadi lebih mudah menawarkan produk tambahan yg tidak kalah menarik, misalnya integrasi radar dan informasi tempur ke sesama pesawat bahkan ke kapal laut dan stasiun darat.

    Tinggal masalah harga.

    Ayo RI, kilik2 Sukhoi biar kasih lebih lah. Jangan kalah dgn Saab!

  59.  

    Saab mulai prustasi klh sma su-35. Tpi sy setuju klw Su-35 di bantu gripen.lebih menarik…

  60.  

    Bangun dong Lupus… ayooo banguuuunnn….

  61.  

    beli gripen dan sistemnya yg banyak, syaratnya bayarnya pake rupiah, atau hasil bumi, jangan mau kalo pake dollar..

  62.  

    Sebagai pesawat tempur pertahanan udara dengan kemampuan manuver yang lincah, irit biaya operasional, Gripen cukup bisa diperhatikan, tentunya dengan keharusan untuk dirakit dan diproduksi di dalam negeri.

    Dengan ukuran yang ringkas, ramping, lincah dan gesit, Gripen mungkin diperlukan bagi kebutuhan TNI AL (penerbal) untuk menghadang konvoi kapal-kapal permukaan musuh yang bergerak maju (seperti perang laut di Malvinas) dan menghajar titik pijak pendaratan musuh (seperti pendaratan sekutu di normandi) dan kalau diperlukan, bisa juga dipakai untuk menabrak kapal induk musuh (seperti kamikaze pilot Angkatan Laut jepang di WWII)

    Tetapi harus diperhatikan bahwa Swedia adalah negara yang netral dan “belum” menjadi anggota NATO sehingga cukup berani bersikap dalam hal penegakan HAM, memberikan peringatan yang keras untuk ancaman pemberhentian kerjasama militer bagi negara-negara yang berpotensi melanggar HAM.

    Jika kemampuan teknologi Indonesia bisa dengan cepat merakit, meniru dan membuat segera Gripen beranak pinak, prinsip Swedia tentang HAM bukan masalah serius. Tetapi jika kemampuan teknologi Indonesia belum di level tersebut, sebaiknya hindari kerjasama militer dengan Swedia.

    Sebagai gantinya, Indonesia bisa fokus merakit dan memproduksi pesawat serang ringan dulu, semacam FA-50 Golden eagle.

  63.  

    Tapi harus hati2juga swedia juga ngeTOP n mslh bokep juga.petinggi2 tni jago di lapangan belum tentu kalau di kamar..buat apa pangkat tinggi kalau urusan syahwat peltu??/(nempel metu)sorry oot harap anda maklum..bgtu lah dunia perdagangan.

  64.  

    komentar2 anda memang top , , , , ,
    seandainya indo milih su 35 adakemungkinan naik tingkat ke PakFak

    iniii baru pesawat kelas wahid

 Leave a Reply