Nov 052016
 

gripen

Saab Swedia menawarkan jet tempur multi-peran Gripen untuk kebutuhan pengganti pesawat F-5 Indonesia, dan menawarkan transfer teknologi serta kesempatan bagi industri Indonesia untuk berpartisipasi penuh dalam produksi pesawat.

Indonesia telah mengalokasikan dana untuk jet tempur baru dalam rencana belanja lima tahun 2015-2019. Saab mengatakan bisa memberikan pesawat pertama 12 bulan setelah tanda tangan kontrak.

Karena kebutuhan yang mendesak, Saab menawarkan versi MS20 terbaru dari Gripen C / D dari pada Gripen NG yang masih dalam pengembangan. MS20 memasuki layanan angkatan udara Swedia pada bulan Mei 2016, dan membawa kemampuan baru yang signifikan untuk Gripen, yang saat ini merupakan satu-satunya jet tempur operasional dengan kemampuan membawa rudal Meteor long-range air-to-air missile, buatan MBDA.

Pesawat MS20 juga memiliki tambahan kemampuan untuk menggunakan bom presisi-guided SDB berdiameter kecil. Bersama dengan rudal anti kapal RBS-15F Saab, Gripen C/ D sekarang menawarkan long-range deterrent terhadap ancaman di udara, darat dan laut. Saab telah mengusulkan pengiriman 14 pesawat ditambah semua dukungan, transfer teknologi dan pelatihan untuk awak udara dan darat, yang sepenuhnya merangkul konsep ‘train the trainer’ untuk mempercepat transfer pengetahuan bagi tenaga Kerja Indonesia.

Proposal Gripen sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan industri pertahanan udara Indonesia. PT DI akan memainkan peran besar dalam produksi Gripen, memberikan dasar teknologi untuk menyerap transfer keahlian tambahan.

Jika Gripen terpilih, insinyur PT DI akan terlibat dalam produksi dari awal, awalnya bekerja bersama teknisi Swedia di pabrik Linköping Saab, belajar sehingga saat mereka pulang, produksi pesawat bisa ditransfer, langkah demi langkah, untuk fasilitas PT DI Bandung.

Rencananya, produksi terakhir dari 14 pesawat, akan dibangun seluruhnya di Indonesia. Memiliki pabrik lokal yang mampu membangun Gripen, yang menawarkan potensi besar untuk akuisisi selanjutnya. hal ini karena Indonesia membutuhkan banyak lagi pesawat tempur untuk memenuhi persyaratan minimum essential force Indonesia.

Sumber : Janes.com

Bagikan:

  79 Responses to “SAAB Tawarkan Pembangunan Pesawat Gripen di Indonesia”

  1.  

    PertamaXXX

    •  

      HAHAHAHAHAHAAH , numpang lapak nya bung Koko dan Bung Bejo.

      Bener khan yang saya bilang , … SAAB nawarin produk Gripen C/D.
      Jika Gripen C/D , buat APAAAAAAAA ?

      Mending beli FA50 atau F16 lagi. Bahkan dengan harga C/D sudah bisa dapat MIG35 yang sekelas dengan Gripen.

      Promosinya sebakul about Gripen NG , saya tunggu saja apa yang Magnus komen sampaikan about Gripen NG …… ehhhh bener yang ditawarin versi Jadul dan weak Gripen C/D.

      Udah gitu mau ngrecokin Lini Produksi PT. DI yang lagi kejar tayang IFX/ N219/ CN 235 / CN 295.
      Nih asal tau juga temen-temen, … TOT Gripen n Brazil sudah berjalan 2 tahun, masih saja belum nampak fisik, masih on job training engineer Brazil, … lah ini janjinya satu tahun sudah produksi di Indonesia. Bisa terjadi memang tapi itu lini produksi IFX/CN235/295/N219 dll disuruh minggat dulu …..

  2.  

    Anjirr cobaan bagi indonesiaa :v

  3.  

    Gripen CD lagu lama kaset kusut…!

    Dikirain yang NG tidak tahunya CD…

    LoL… 😀

  4.  

    Gak mutu, JADI kalang sama singapornok

  5.  

    Gak mutu, JADI kaleng deh wkwkkwkk

  6.  

    Pesawat terlalu byk getaran…masih ringan f16…

  7.  

    semangat pantang menyerah dari sales gripen..mumpung su35 blom dateng…kwk..

  8.  

    ibaratnya indonesia ditawarin cewe bahenol mulu wkwk

  9.  

    thypon uda nawarin juga,,,,saab lebih gila lagi nawarin…usa dgn viper …. cuma sukhoi yg adem ayem…..

  10.  

    Yang dikasih pasti gripen C/D bekas AU Swedia…!!!! Dan Indonesia dikelilingi pesawat tempur kelas berat : Cina (J 11, J 20, J 31, SU 35), Australia (F 18 Super Hornet, F 35), Singapore (F 15 Eagle, F 15 Silent Eagle, F 16 Block 52, Kemungkinan F 35), Meley (F 18 Hornet, Su 30 MKM), India (Su 30 MKI, Rafale), Vietnam (Su 27, Su 30). Apakah Grippen yang ditawarkan Swedia ini mampu menghadapi mereka semua..???. Saya rasa tidak…….!!

  11.  

    Borong lah Gripennya buat patroli 14 unit
    Su 35 tetep dibeli 10 unit aja tapi full armament.

  12.  

    HaHaHaHaHaHa… 😀

  13.  

    Tawaran dari SAAB itu kaya jebakan Batman..yang ditawarin ke kita itu Gripen C/D versi lama bukan yang NG..Gripen nawarin buka line produksi rakitan di PT. DI kalau jadi beli Gripen..lah nanti line produksi buat IFX di PT. DI gimana..? Masa dalam kurun waktu sama ada 2 line produksi..selain makan waktu dan biaya..yg logis itu tawaran dari Typoon..selain Airbus sdh kerjasama dengan PT.DI selama 40 tahun..mungkin teknologi inti yg tdk kita dapat dai ASU dalam pengembangan pesawat IFX bisa kita ambil dari Typoon (Airbus) ini..

    •  

      Opsinya ada 2 pilihan bug@naufal.. mau yg murah dan cepet ya Gripen C/D.. mau yg canggihan ya agak lama.. 2018/2019 gripen NG udah mulai produksi.. cepet atau ga nya trgantung indonesia dealnya kapan.. IFX baru mulai produksi 2025/2026,, itu juga kalo ga ngaret.. daripd yg C/D ane sih lebih pilih Yg NG + GlobalEye kalo mau akusisi.. nunggu lama dikit tp dpt yg canggih..

  14.  

    Indonesia makin mesra dg malaysia jaya dg sama sama memakai gripen dan bekerjasama memproduksi gripen
    Malaysia berupaya menghidupkan dan membesarkan industri militer indonesis dg memesan beberapa kapal dll di indonesia.

    Malaysia Jaya bersams Indonesia

  15.  

    Produsen pesawat lain banting harga, permainan cantik Indonesia dan sukhoi???

  16.  

    PESAWAT ODONG-ODONG…!!!
    JANGAN DI BELI…!!!

    GRIPEN CD SPESIPIKASINYA MASIH DIBAWAH SU-35, TYPOON, VIPER & KFX/IFX…!!!

    JANGAN SAMPAI TERTIPU SALES GRIPEN…!!!

  17.  

    ” Rencananya, produksi terakhir dari 14 pesawat, akan
    dibangun seluruhnya di Indonesia.”

    apakah maksud dari saab memberikan indonesia merakit pesawat gripen setelah kita membeli 14 pesawat? lalu berapakah pesawat gripen yg harus kita beli untuk mendapatkan tot dari saab???

  18.  

    lho kok sepi, habis begadang semua kali

  19.  

    gak jadi beli apapun rupiah melemah sebelum dan sesudah demo 4/11 silahkan semua peserta pameran pulang jangan lupa sampah yang berserakan dibersihkan masing2 peserta pameran panitia gak punya biaya buat bersihkan

  20.  

    Typhoon minggir krn hrg muahaal & punya masalah,,,Rafale minggri , meski cantiq nan canggih tp harga gak ketulugan muahalnya,,,F16 Block 72Viper dipertimbangkan jika ada duitnya,,SU 35 pasti dibeli lbh percaya kl barang dah smp,,SAAB Gripen bagus, setara Rafale, harga murah,,namun Brand image belum bs menggerakkan hati para pembuat keputusan di RI meski dengan penawaran yg menggiurkan,,kalu saya ambil SU 35 1 Sqq dan JAS 39 Gripen C/D MS20 1 Sqa..lalu fokus kejar produksi, sebab kalu pilh JAS 39 akan dpt rudal MBDA Meteor yg masuk BVR..meski DPR & Pemerintah AS telah menyetujui Rudal BVR AMRAAM, namun tetep aja paket comphrehenship akan lbh canggih S’Pore,,jd pilohlah SU 35 dan JS 39 Gripen C/D MS20..kalu masih ada duit lg oke la nambah F16 B72 Viper

  21.  

    Kasian liat para wakil2 negara yg memamerkan alutsista mrk di indo defence, semua seolah2 yg dipilih indonesia utk dibeli atau diajak kerjasama dgn mrk, tp blm ada satupun jet tempur yg dipilih, baik gripen, typhoon, viper dan su35, semua ditolak mentah2….bsk2 lbh baik ga usah bikin event2 macem ini, krn fa bakalan pemerintah kita beli dlm wkt cepat, krn kendalanya dana….dana dana dan dana tok alasannya…..bosennnn dgrnya…

  22.  

    ya dana ya dana danaaaaa….ya dana ya dana danaaaaa…..ya dana ya dana danaaaaaa….ya dana ya dana danaaaaaaa……..

  23.  

    Penawaran nya sangat menarik…
    Dan membuat Orang jadi kepikiran ..Dan kepingin Beli…
    Tapi ..Sebaiknya nanti ..
    Jangan dilupakan….
    Sebagai pengganti pesawat tempur Hawk…
    Karena ini tidak bisa dijadikan pengganti pesawat Sukhoi 35…

  24.  

    Keputusan pembelian pespur RI sengaja menunggu dealnya proyek MRCA-jilid 2 India….biar ada barengannya

  25.  

    Sekarang saya mau tanya :

    Adakah di antara warjager yang bisa bikin pesawat tempur ?

    Nggak ada bukan ?

    Kalau tidak bisa, jangan pernah menjelek2an satu jenis atau merek pesawat tertentu.

    Gripen C/D sudah digunakan di banyak negara dan juga efektif untuk scramble.

    IFX ? Belum jadi. Barangnya pun belum jadi, sehingga mana bisa kita bilang IFX lebih bagus. Jadi jangan terlalu Pede ya.

    Nah, sekarang kita butuh pesawat advance jet trainer (AJT) yang bisa merangkap sebagai second layer pasti adalah FA-50. Minimal AJT yang dibutuhkan 64 unit.

    Kita juga butuh pesawat untuk Kohanudnas, minimal 2 skuadron aka 28 unit.

    F16V Block 72 adalah pespur paling bagus untuk Kohanudnas.

    Gripen CD dengan upgrade MLS20 pasti lebih unggul dari Gripen CD yang biasa sebab bisa BVR.

    Ingat tadi, jika opsi cepat gripen CD diambil sebagai pengganti F5, 14 unit akan diambil.

    Gripen NG bisa jadi akan diambil juga namun untuk penambahan skuadron multirole saja dan cadangan jika IFX gagal.

    Baik F16, Gripen dan IFX akan berperan sebagai pesawat multirole first layer untuk melindungi RI sampai ke batas 200 mil laut ZEE.

    Sukhoi ? Hanya untuk pre-emptive strike saja.

    •  

      @tukang Iteung, PhD

      Jadi selama doktrinnya masih pertahanan defensive….berarti yang jaguh-jaguh itu belum perlu ya bung…?

      •  

        Paling Minimum itu defensif pasif. Hanya sampai di wilayah teritorial saja.

        Minimum defensif aktif. Sampai ZEE.

        Ideal pre-emptive strike jika ada ancaman. Luar ZEE.

        Tak hingga – ofensif.

    •  

      @Tukang Ngitung, PhD. : IFX gagal…?

      Maksudnya…?

      •  

        Cadangan jika IFX gagal maksudnya setiap proyek pembangunan pesawat tempur itu pasti ada kemungkinan gagalnya.

        Prospek 80 unit IFX jika proyek IFX itu gagal maka akan diganti pesawat lainnya.

        RI meniru sistem pertahanan negara-negara Nordic maka pesawat yang paling mungkin diambil jika proyek IFX jadi kacau adalah Gripen NG.

        Sementara ini Gripen NG hanya diproyeksikan untuk menambah skuadron saja.

        Negara2 Nordic : Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia.

        Itulah sebabnya RI mendekati Swedia untuk RBS70 NG, mendekati Swedia juga untuk radar Giraffe dan kemungkinan rudal anti kapal RBS15.

        RI juga mendekati Norwegia untuk sistem rudal jarak pendek. Kemungkinan RI akan mendekati Finlandia untuk TOT Truk merk SISU untuk pengangkut NASAMS.

        RI juga mendekati Denmark untuk pembuatan Fregatnya.

        •  

          Kata kuncinya mendekati. Silahkan memaknai kata mendekati, wong cuma mendekati kok..

          •  

            Masa ke luar kota ikut.
            Dan Mohon Maaf ea Inyong Nggak Tau kalau Bapak Kamu Itu Polisi…
            Sebentar
            Huuffftttt
            Hua Hua Hua Hua
            Bundaaaaa…
            Hiks Hiks
            Hiks
            Hiks
            Yang Menyita Dompet beserta Isinya
            Bapak’e Polisi

            Hua Hua Hua
            Hua

            Bundaaaa ku.
            Inyong
            Yang Cantik,
            Payudaranya Gede,
            Koplak

            Mana ngga tau alamat nya. nomer handhone nya.
            Hiks
            Hiks
            Hiks
            Hiks

    •  

      Bung Tukang Itung,
      Dengan statement Bung yang “Adakah di antara warjager yang bisa bikin pesawat tempur ?” praktis kita tidak bisa koment dech buat seluruh rtikel disini ?

      Penawaran versi C/D ms20 sekalipun sangat kentara untuk kepentingan Saab saja tanpa melihat keperluan dan urgensi Indonesia.
      Cuci gudang itu kesan yang diterima.
      Jika penawaran itu adalah versi Gripen NG tentu bisa dipikirkan untuk mendukung IFX. Hal inipun memperhatikan sbb :
      1. Uji operasional prototype Gripen NG lancar di tahun 2019
      2. Melihat contoh TOT Gripen NG dengan Brazil, mengingat baru Saab di dunia ini yang benar-benar melakukan mirror produksi/lini produksi lain di negara lain.
      3. Tahun 2020 prototype IFX GAGAL !!!

      Menunggu tahun itu, apa gunanya mengakuisi versi C/D ms20 ? selain menghabiskan dana juga akan semakin mempersulit pilihan praktis pespur dalam waktu dekat dengan logistic nightmare berbagai varian perpur di TNI AU ?

      Akuisisi Gripen C/D ms20 ini tidak sesuai dengen keperluan short term kita. Pesawat ini akan inferior dengan J20/Su35 RRC, F35/Super Horny Sing dan Ausie, Hornet/SU30 Malon dalam kurun waktu 2017-2020an,

      Satu lagi, kemampuan BVR dengan Meteor sepertinya menjadi PRESTASI yang sangat dibanggakan dan diunggulkan. Padahal kemampuan ini sudah jauh-jauh hari dilakukan oleh pesawat kita, bahkan sekelas SU27 (vympel) dan F16 bekas pun (amraam).

      Pengguna C/D adalah Hungaria, Ceko, Thailand, Afrika Selatan , negara-negara yang dikenal dengan Zero Enemies dengan risiko yang rendah.

    •  

      Salah satu sales gripen.
      Detected…!!!

      •  

        Sales Gripen ??? Saya ???

        Xixixixixi

        Mana tahaaaan ….

        Xixixixi

        Pekerjaan saya itu hanya berpikir dan menulis konsep dan mengetik. Itupun hasil pikiran saya kebanyakan hanya saya berikan gratis…tis…tis (pakai echo) seperti kontribusi saya ke blog ini.

        Nggak ada hubungannya dengan jualan pesawat, apalagi pespur !!!

        Saya hanya melihat kesempatan bagi RI untuk mendapatkan pesawat yg cukup murah namun ada kesempatan TOT nya.

        Kemarin saya usul kalau mau dapat yg benar2 hebat kenapa tidak kita tandingkan saja pespur2 yg ditawarkan dengan rudal jarak dekat yg ditawarkan.

        Nah rudal yg paling hebat itulah yg kita beli. Dan pespur yg paling banyak berhasil menghindar dari rudal itulah yg kita beli.

        Tapi usul saya kan tidak diterima, dibilang tak bermoral-lah…dsb.

    •  

      Wah klo semuanya seperti komen bung Tukang ngitung : Adakah di antara warjager yang bisa bikin pesawat tempur ?
      Ga ada yg berani komen di JKGR.

      Penawaran gripen c/d benar2 memperlihatkan kepentingan SAAB saja tanpa memperhatikan keperluan kita.
      malah lebih baik menawarkan gripen NG bisa dipertimbangkan untuk ifx dengan catatan :
      1. Gripen NG sudah berhasil sertifikasi tahun 2019
      2. TOT dengan Brazil berhasil 2020-2025, karena baru SAAB yg benar benar akan melakukan mirror produksi/ lini produksil lain di negara lain.
      3. IFX prototype 2020 GAGaL

      Penawaran gripen c/d terkesan cuci gudang dan tidak memperhatikan keperluan kita yang urgent saat ini.
      Kecuali menghabiskan Dana, juga pilihan praktis pespur menghadapi kawasan menjadi sulit, logistic nightmare dan campuran pespur yg beragam.

      Keperluan deteren kita dalan waktu dekat 2017-2023 juga tidak dipenuhi oleh gripen c/d ini. Bagaimana mungkin menghadapi super horny, F35, J20, su35 dan su30 dengan gripen c/d.

      Yg lucunya kemampuan bvr meteor dijadikan PRESTASI yg luar biasa dari gripen c/d, padahal su27 dan F16 bahkan sudah bisa melakukan 10 tahun yg lalu.

      •  

        @Senopati Pamungkas : Di dunia ini tidak ada yang pure murni dapat membuat pespur.
        Bahkan sekelas Pak Habibie hanya dapat memberi ilmunyaakan tetapi teknis di lapangan di berikan tanggung jawab kepada yang lebih ahli, contoh : Apakah mungkin Pak Habibie menjadi tukang las atau operator forklift?
        Jujur saja, saya malas mengomentari pertanyaan yang sifatnya abstrak!
        Karena sedikit atau banyaknya pada kenyataannya setiap warga negara Indonesia yang taat pajak dapat membuat pespur dengan caranya masing-masing.
        Mungkin dia lupa bahwa salah satu uang negara adalah hasil pajak warga negara!

        Teori atau kenyataan?
        Yang jelas jika manusianya paham bahwa PDB adalah nilai yang di gunakan untuk pembelian, perakitan, perawatan dan sebagainya ada diantaranya dari WARJAG khususnya WARGA NEGARA TAAT PAJAK.

        Semoga saja yang bersangkutan hanya menuliskan komentar tersebut berdasarkan opini pribadi dengan maksud dan tujuan yang mungkin hanya dia yang memahaminya.

        •  

          @wk
          Analisanya melebar bung.. tolong diperuncing sesuai konsep dan ruang lingkup diskusinya biar enakan kami bacanya antara sales gripen dgn analis dirgantara.

          Klo sy sependapat dgn bung senopati.

        •  

          @Cicak Rowo : Saya dan @Senopati Pamungkas pernah membahas mengenai SAAB Gripen di kesempatan yang lalu (beda artikel).
          Saya informasikan kepada beliau (jika tidak salah) pespur yang di tawarkan SAAB adalah seri CD dan sekarang di muat artikelnya oleh bung mimin.
          Anyway saya dan @Senopati Pamungkas sepakat dengan artian untuk apa beli Gripen CD?
          Dikesempatan ini saya masih tetap sama dengan kemarin mengenai prspur SAAB Gripen dan menyambung komentar yang tidak dapat di jawab oleh bung @Senopati Pamungkas, yaitu, “WARJAG MEMBUAT PESPUR.”

          hhmmm…

          Mungkin akan gagal paham atau kurang paham untuk mengartikan komentar saya di atas karena bung @Cicak Rowo hanya mengetahui argumen postingan saya di akhir.

          Btw salam kenal mas @Cicak Rowo

        •  

          @Cicak Rowo : Mungkin jika ingin saya persempit saya mungkin akan menambahkan komentar bung @Senopati Pamungkas, yaitu mengenai Rudal Meteor / PL-12 / PL-15 yang hanya dapat di cantelkan di hard point pespur benua biru (tidak untuk Hawk Series)
          Intinya kita beli dahulu pespurnya + barang cantelannya.
          Berapa jumlah biaya dari total kedua anggaran tersebut?
          Rudal PL-15 memang bagus, akan tetapi masih banyak juga rudal yang bagus atau lebih bagus dari PL-15 yang selalu di promosikan oleh SAAP Gripen.
          Saya mencontohkan Rudal Kh-58UShE.
          Rudal Kh-58UShE adalah rudal Àir to Air jenis terbaru untuk cantelan di hard point Sukhoi SU27/30/35

        •  

          Salam bung wangsa dan bung cicak
          Ssttt..aku kasih tau utk menghemat cost gripen NG maka, iru ms20 c/d mau di copot lagi dan dikanibal ke NG loooo,
          Kata parlemennya 40 persen gripen c/d yg ada harus bisa dijual utk menutup biaya produksi NG.
          Sstttt…rahasia loo bung

          •  

            @Senopati Pamungkas : ckckckckck…

            Inikan pespur, buakn angkot, metromini ataupun odong-odong…

            Jika memang terjadi Indonesia dipastikan hanya membeli produk yang kualitasnya sedikit di atas garis kualitas China.

            Jujur saja, saya terkadang bingung, pespur Gripen CD/NG ini untuk antidot pespur apa???

            Di setiap artikel Gripen selalu gembar gembor rudal Meteor, memangnya beli pespur Gripen geratis rudal Meteor?

            Saya sih berpikiran pespur ini tidak jauh beda dengan angkot, metromini ataupun odong-odong.
            Karena para salesnya selalu bilang irit bahan bakar…

  26.  

    .

  27.  

    ….

  28.  

    Sampai lebaran kuda juga tak akan di beli gripun ,percaya deh..

  29.  

    Ambiillll….buat lapis kedua & SU-35 tetap lapis legit wkwkwk…..

  30.  

    Di tawarkan gripen c/d walaupun versi lawas tapi versi ms20 bisa menggotong rudal meteor.

    Rafale, ef thypoon, dan f35(inggris/itali) saja menggotong rudal meteor. kenapa negara itu mengandalkan rudal meteor?

    Pembelian ef thypoon/gripen bisa jadi alternatif untuk upgrade ifx block 2/block3 bisa mengotong rudal dari produsen selain As saja.

    Jet tempur swedia mungkin banyak yg menilai buruk tapi kemampuan para ahli dari saab lah yg harus di ambil ilmunya, mig 29 poland saja di perbaiki, dan upgrade oleh saab.

    imho….

    •  

      @Odhie : Untuk mendapatkan Rudal Meteor kita harus beli SAAB GRIPEN CD dahulu…?

      hhmmm…

      Apa tidak pemborosan anggaran?

      Kenapa rencananya tidak di rubah menjadi membeli Rudal Kh-58UShE dari Rusky?

      Rudal Kh-58UShE adalah salah satu rudal terbaru dengan range jauh, rudal tersebut juga dapat di cantelkan di pespur Sukhoi SU-27/30 TNI AU serta Sukhoi SU-35.

      Jika TNI AU membeli Rudal Kh-58UShE tersebut dalam jumlah yang cukup, mungkin kita akan mendapatkan ToT rudal tersebut.

      Apakah masih akan berpolemik kembali untuk membeli pespur jadul + cantelannya?

      Atau…

      Kita hanya fokus untuk membeli cantelannya saja, karena kita sudah memiliki pespurnya.

      Anyway…

      ToT?

      No problem…!

      IMHO 🙂

  31.  

    Gripen, Rafale, Typhoon, Sukhoi, Semua perlu diborong.. agar sluruh kemampuannya dpt disatukan dlm wadah IFX

  32.  

    Tes

  33.  

    Lumayan tuh, manatau pt.di bisa modif jadi gripen versi 2 engine lol

  34.  

    Coba dicek dulu :

    24 F16 hibah diupgrade : tahun berapa diadakan.
    2014 mulai datang.
    2017 baru selesai pengiriman.

    6 Su-30 tahun berapa diadakan, tahun berapa mulai datang dan kapan selesai pengiriman.

    14 F16V jika dittd Desember 2016 kapan mulai datang (prediksi saja berdasar rekam jejak 24 F16 hibah dan upgrade).
    14 Su-35 jika dittd Desember 2016 kapan mulai datang (prediksi saja berdasar rekam jejak 6 unit Su-30).
    14 Gripen C/D jika dittd Desember 2016 maka 1 tahun sesudahnya yaitu Desember 2017 akan mulai datang. Maret 2018 akan mulai beroperasi. 2019 akhir atau 2020 awal akan selesai pengiriman.

  35.  

    @wangsa kencana

    saya menilainya dr kemampuan para insinyur mereka saab dalam hal intergrasi rudal, perbaikan, dan upgrade di jet tempur.

    Afsel – Brazil punya rudal nasional udara ke udara a-darter yg di aplikasikan ke gripen c/d NG, bae hawk, dan f5.

    baca komentar saya aliena no 3. intinya agar supaya nanti ifx block2/3 bisa menggotong rudal selain dari produk as. syukur² negara kita punya rudal udara ke udara nasional sendiri..

    ———–
    ———–

    untuk rudal kh
    58 bisa jadi opsi pilihan produk bersama Rusia – Indonesia dengan syarat pembelian Su 30 mki/sm.

    produk rusia, saya lebih pilih Su 30 sm. kenapa saya pilih su 30 sm karena secara teknologi hampir sama dengan su 35.
    —————

    As dan rusia produsen utama senjata dunia. untuk hal berguru lebih baik dari negara eropa..

    imho.

    •  

      @Odhie : Amerika dan Rusia memang dua kutub untuk teknologi alutista dunia.
      Oleh sebab itu proyek KFX/IFX menggunakan komponen salah satu dari mereka.
      Ada yang perlu di garis bawahi oleh kita adalah jika negara Indonesia melakukan proyek untuk pespur IFX Block 2 di luar dari 2 blok tersebut, kemungkinan terbesarnya adalah masuknya sub kontarak / tender untuk komponen vital pespur IFX Block 2.
      Hal tersebut jika kita mengacu pada proyek KFX/IFX yang menggunakan brands Amerika / General Electric untuk mesinnya.

      Jika kita membandingkan SAAB Gripen CD dengan KFX/IFX sudah pasti beda teknologi, karena KFX/IFX masuk gen 4.5 atau minimalnya SAAB Gripen NG.
      Setelah itu kita masih menyisakan PR untuk barang yang akan di cantelkan di hard poin dari proyek KFX/IFX yang kemungkinan terbesarnya lebih aviable untuk rudal brans Amerika.

      Jika kita ingin mengembangkan IFX Block 2 menurut hemat saya kita lebih merapatkan kepada Rusia / MIG, yang dikarenakan saat ini Moyokan berniat mencari rekanan untuk membangun pespur gen 5 kelas medium fighter.
      Jika kita tidak ingin merapat kepada Rusia, mungkin kita harus merapatkan diri kepada Amerika untuk membuat pespur yang minimalnya IFX Block 2 yang termasuk kelas heavy fighter, setidaknya di atas F-18 Super Hornet USAF.

      Menurut saya, dua hal tersebut lebih realistis dikarenakan Miyokan sedang krisis anggaran dan Amerika lebih berfokus mengembangkan F-35 untuk peremajaan pespurnya dan ekspornya.

      Intinya jika hanya argument ToT yang dikedepankan, setidaknya kita dapat mencontoh India.

      Intinya,, jika kedua negara tersebut sudah percaya kepada Indonesia, sudah pasti Indonesia memiliki lisensi untuk meriset, memproduksi dan menjual pespur tersebut.

      Setidaknya modal yang besar tergantikan dengan ilmu, produksi, perawatan dan keuntungan dari penjualan pespur tersebut.

      Itulah mengapa KAI / Korsel dapat lebih maju dari Indonesia dalam hal pespur.
      Perlu di ingat juga dalam peoyek KFX/IFX Korsel lebih dominan menentukan produk untuk pihak ketiga dan sudah pasti mereka (para ahli Korsel) menerima langsung ToT dari pihak ketiga.
      Jikapun Indonesia di libatkan, sudah pasti perbandingannya tidak relevan untuk Indonesia di bandingkan Korea Selatan.

      Salam…

  36.  

    @wangsa kencana

    mig gen 5?
    mig 1.42/1.44 kah?

    mig 1.42 = j20 = mig 1.44.

  37.  

    @Odhie : Saat ini produksi teranyar mereka adalah MIG-35.

    MIG-35 adalah pespur second layer Rusia.
    MIG-35 adalah hasil pengmbangan MIG-29 dan di masukan pespur gen 4.5 kelas medium fighter.
    Miyokan saat ini sedang krisis keuangan untuk mengembangkan pespur gen 5 untuk kelas medium fighter, karena Rusia dan India menghabiskan banyak dana dan waktu untuk mengembangakan pespur gen 5 heavy fighter / Sukhoi PAK FA T-50.

  38.  

    anda salah kaprah. saab masih memproduksi gripen c/d dengan ms20. namun gripen ng lebih murah lagi. dan dilengkapi dengan radar AESA. kalo beli sukhoi ato f16 itu membuat indonesia terjebak ke perangkap yg lebih menyiksa. ingatkan masih tentang embargo soviet yg membuat alutsista kita yg super gahar 97% lumpuh. beli su 35 itu sama saja dengan proyek macan omponk

    •  

      @Eki Masardika : Anda mabok lem aibon?

      Anda lebih paham dari user alutista militer Indonesia?

      TNI AU dalam hal ini lebih pandai dari sekedar manusia ompong seperti anda ini.
      Lain kali jangan menuliskan komentar yang sifatnya provokasi dengan menyebutkan yang tanda kutipnya negatif untuk TNI.

 Leave a Reply