Saab Tawarkan Transfer Teknologi Radar Pada India

27
4

GOTHENBURG – Perusahaan Pertahanan dan Dirgantara Swedia, SAAB Group berencana untuk memperkenalkan radar tempur terbaru di India. Mereka juga siap menawarkan transfer teknologi penuh di bawah program “Dibuat di India”.

“SAAB sebagai pemasok radar akan menawarkan dan mentransfer radar teknologi tinggi untuk jet tempur”, kata Lars Tossman, Wakil Presiden dan Kepala unit bisnis Airborne Surveillance, SAAB.

SAAB, yang memproduksi jet tempur Gripen, bersedia untuk memproduksi bersama radar AESA (Active Electronically Scanned Array) Gallium Nitrida (GaN) terbaru dengan perusahaan pertahanan India, Tossman menambahkan.

“Idenya adalah untuk melengkapi pengalaman industri India untuk menciptakan sistem radar tempur di masa depan bersama-sama dengan SAAB”.

Awal tahun ini, SAAB mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi dari Departemen Pertahanan dan Angkatan Udara untuk bersama-sama mengembangkan teknologi jika pemerintah India menyetujui produksi Gripen di negara tersebut.

SAAB adalah perusahaan pertama yang mengembangkan dan menyebarkan radar AESA Gallium Nitrida. SAAB juga telah menerima pesanan radar tersebut untuk program pesawat tempur lain di seluruh dunia.

SAAB juga telah menawarkan program ini kepada India bersama dengan program pengembangan jet tempur ringan Tejas. Namun, Kementerian Pertahanan India masih belum menanggapi tawaran itu, ujar Tossman.

GaN (Gallium Nitrida) adalah bahan semi-konduktif yang saat ini telah sedang dikembangkan secara intensif. Area penggunaannya meliputi lampu LED dan komponen Blu-ray, namun sekarang juga sedang telah diterapkan ke dalam aplikasi microwave dalam industri militer.

swedia-gripen-radar

Teknologi mutakhir ini sudah termasuk dalam anggota baru dari keluarga besar radar permukaan SAAB, yang diluncurkan pada tahun 2014 silam.

GaN memberikan efisiensi daya lebih baik, dengan keluaran daya lebih besar dan merupakan bahan yang lebih kuat sebagai desain chip. Hal ini memungkinkan jangkauan lebih panjang melalui output dan keandalan yang lebih baik.

Dalam pengawasan udara, SAAB sudah terlibat dengan program Dhruv India untuk spektrum penuh Sistem Perlindungan Diri Terpadu. Pengiriman sistem ini telah berjalan sejak tahun 2012. Pada program tersebut, SAAB sepenuhnya mendukung transfer teknologi dalam pemeliharaan dan produksi.

 

Vegassus © JakartaGreater.com

27 COMMENTS

      • @lingkar

        Belum tentu oom….tergantung besarnya kuantiti pesanan dan kemampuan industri dalam negri menyerap TOT radar, kalo india kan kebutuhannya luar biasa serta mereka sdh punya kemampuan dlm rancang bangun radar.

        Lagipula radar galium nitride ini adl generasi awal jd harganya masih muahal

        • @lingkar

          Gini lho bro….radar GaN ini baru diaplikasikan pd globaleye dan radar giraffe a-4, sedangkan miniaturnya utk pesawat tempur belum terlaksana dan gripen NG masih menggunakan radar buatan selex/itali.

          Jadi bisa dikatakan radar aesa berbahan GaN utk pesawat tempur ini belum exist, dan belum bisa ditawarkan dlm daftar TOT yang akan diberikan….india saja ditawari pengembangan radar ini, dg syarat ikut mendanai dan menggunakannya ketika radar ini masuk tahap produksi

  1. SAAB strategi dagangnya jitu.

    Dengan jualan lisensi maka dia bisa dapat duit tanpa bekerja (passive income).

    Di saat yg sama dia bisa kerjakan pesawat untuk negara2 pemesan yg lain dengan metode yg sama.

    Dengan demikian semakin banyak negara yg pegang lisensi semakin banyak Swedia dapat duit passive income dan Swedia pun tak perlu pusing2 perluas pabrik pesawatnya.

    Saat produksi di pabriknya berkurang, SAAB akan luncurkan produk terbaru dan tawarkan lisensi lagi untuk dapat passive income lagi…

    Benar-benar otak dagang.

  2. Lagi gak mood bahas alutsista. Lg serius mengamati program Tax Amnesty. Di hari terakhir batas program sesi pertama sudah tembus 3000 T.

    Sudah gatal telinga ini pingin dengar singaporno lg kepanasan krn duitnya bocor terus ke Indonesia.
    Ibarat kapal, lambungnya sdh ada kebocoran. Sebentar lg FIR diakuisisi Indonesia. Makin.bocor tuh kapal. Mari kita nikmati saat2 kapal yg bernama singaporno oleng dan karam.
    Jaya Indonesia…..MERDEKAAA…!!

  3. Negara-negara Eropa sedang krisis dan sedang mengadakan big sale alutistanya untuk bisa tetap berrahan di dunia militer globl.
    Ada yang menawarkan sewa, potongan harga, ToT, upgrade pahe, hingga skema pembayaran yang super lunak.
    Semoga Indonesia / TNI AU dapat tetap fokus untuk program KFX / IFX nya ataupun rencana pembelian Sukhoi SU-35 yang menurut saya pribadi lebih baik dari pesawat militer made in Prancis, Swedia dan Negara Eropalainnya (Eurofigjter)

LEAVE A REPLY