Presiden dan Panglima TNI Bahas Kenaikan Anggaran Pertahanan

45
92
Anggota TNI Kodam Iskandar Muda bersama anggota Brimob Polda Aceh melakukan senam bersama dalam rangka silaturahmi TNI-Polri di Batalyon 112 Raider, Mata Ie, Aceh Besar, Jumat (28/11/2014). Kegiatan tersebut juga diisi dengan permainan outbound, dan sosialisasi keselamatan berkendara oleh anggota polisi lalu lintas
Anggota TNI Kodam Iskandar Muda bersama anggota Brimob Polda Aceh melakukan senam bersama dalam rangka silaturahmi TNI-Polri di Batalyon 112 Raider, Mata Ie, Aceh Besar, Jumat (28/11/2014). Kegiatan tersebut juga diisi dengan permainan outbound, dan sosialisasi keselamatan berkendara oleh anggota polisi lalu lintas

JAKARTA  Presiden Joko Widodo membahas rencana peningkatan anggaran pertahanan dan kesejahteraan prajurit TNI dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Pembicaraan itu dilakukan sambil makan siang bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3/2015).

“Berbicara soal anggaran pertahanan yang akan ditingkatkan,” kata Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto.

Andi mengungkapkan, peningkatan anggaran pertahanan direncanakan naik menjadi Rp 200 triliun. Saat ini, anggaran pertahanan masih di kisaran Rp 102 triliun. Ia melanjutkan, peningkatan anggaran pertahanan dan kesejahteraan akan dilakukan ketika pertumbuhan ekonomi nasional telah mencapai 7 persen.

Presiden mematok target rencana ini bisa terealisasi pada 2017. “Intinya mengenai anggaran pertahanan, peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam pembicaraan Jokowi dengan Panglima dihadiri juga seluruh staf dari Mabes TNI.

Saat kampanye Pilpres 2014, Jokowi menjanjikan peningkatan anggaran pertahanan. Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto mengenai tidak adanya tentara di 300 kabupaten di Indonesia.

Jokowi menjelaskan, anggaran untuk pertahanan Indonesia saat ini mencapai Rp 80 triliun. Jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, Jokowi yakin hingga lima tahun mendatang anggaran untuk pertahanan bisa mencapai tiga kali lipat. (Baca: Jokowi Janji Tingkatkan 3 Kali Lipat Anggaran Pertahanan)  (KOMPAS.com )

Berita Terdahulu :KOMPAS.com, Minggu, 22 Juni 2014,

.

Jokowi Janji Tingkatkan 3 Kali Lipat Anggaran Pertahanan

JAKARTA – Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menilai solusi untuk menambah prajurit TNI, yaitu dengan menambah anggaran. Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, angggaran bisa lebih besar jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen.

“Kuncinya, ekonomi kita harus tumbuh di atas 7 persen untuk kita punya anggaran lebih besar. Dengan anggaran besar, bisa kita gunakan untuk nambah anggaran prajurit kita, menambah alutista, menambah alat pertahanan kita,” ujar Jokowi dalam debat capres di Hotel Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto mengenai tidak adanya tentara di 300 kabupaten di Indonesia.

Jokowi menjelaskan, anggaran untuk pertahanan Indonesia saat ini mencapai Rp 80 triliun. Jika pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, Jokowi yakin hingga lima tahun mendatang anggaran untuk pertahanan bisa mencapai tiga kali lipat.

“Dengan peralatan cukup, personil cukup, baru kita berani menyampaikan kita betul-betul siap. Negara punya wibawa dan akan dihormati negara lain,” kata Jokowi. (KOMPAS.com)

45 KOMENTAR

    • Wkkkkkk agan bisa aja. Tp kl anggaran akan dinaikan sih itu jelas wong memang anggaran suatu departemen pasti naik setiap tahunnya krn untuk mensiasati inflasi, jumlah pegawai, dll. Yg kita butuhkan adalah berapa kenaikan alokasi yg khusus untuk prmbelian alutsista. Tp kita positif thinking sj semoga kedepan anggaran alutsista bisa naik tinggi.

    • Jika target thn 2017 udah 200T berarti ga nunggu kepilih lg dan jka dbandingkan dngn pelemahan rupiah tetap saja kenaikan, bukan penyesuaian.
      Low skrg berarti cuman kisaran $8M
      Low 200T= $ 15M
      bsa kalah nie singapur..
      Itu pun baru naik jd 2x lipat. Padahal target nya jd 3x lipat di 2019

      • Sebetulnya, tanpa pemerintah capek-capek, asal apbn sekarang gak dikorup, semua dana bisa terserap untuk pembangunan, yakin 7% itu soal kecil. Yang masalah adalah, dari seribu sekian trilyun apbn, hampir separuh jadi bancakan, ya gimana mau bangun infrastruktur…

        sayang KPK makin tiarap… 🙄

  1. Klo kerja cuman ngobok2 partai orang bukan pertumbuhan ekonomi yang tercapai tpi perpecahan bangsa yang akan muncul…padahal rakyat menginginkan demokrasi berjalan sehat agar semua target tercapai dengan baik!…demokrasi sehat, pertumbuhan ekonomi membaik, pertahanan menjadi kuat!

  2. Semoga bisa terealisasi rencananya, tapi gak usah ngarep terlalu berlebihan dollar saja sudah tembus Rp 13.000/USD nanti sakit nya diSINI kalo gak terwujud, anggaran pertahanan utk TNI bisa nyampe 150 T/Tahun saja sudah syukur dan bisa membuat panas dingin kawasan

  3. pagaimanapun ekonomi Indonesia kuartal satu jelas melambat, semoga kuartal kedua dan tigga mampu mendekati tujuh persen bahkan melampaui yg ditargetkan.
    tentu saja sebagai masyarakat saya sangat mendukung program2 kedepan yg mengacu pada lajunya pertumbuhan ekonomi yg kuat..

  4. Menurut saya kenaikan anggaran militer dgn embel2 pertumbuhan ekonomi 7% akan sulit terlaksana krn dlm 2-3 thn kedpn pertumbuhan ekonomi cuma berada dikisaran 5%. Bukan saya pesimis tetapi ini memamg kenyataannya. Pertama adlh berhentinya program perlonggaran suku bunga di amerika, kedua melemah pertumbuhan ekonomi dunia terutama cina shg berdampak pd ekspor kita, ketiga menurunnya harga komoditas dunia, keempat melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pd imported inflation malahan saya beranggapan utk tahun fiskal ini, anggaran militer kita malah turun bila dinilai dlm bentuk usd apalagi pembelian kita plg byk dlm bentuk usd.