Aug 072019
 

jet tempur Su-27P seri awal

Pengembangan pesawat tempur Su-27 yang terkenal dimulai pada tahun 1960-an oleh Uni Soviet sebagai tanggapan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh jet tempur berat generasi keempat Amerika Serikat yang memiliki jangkauan yang luar biasa, persenjataan berat, dan ketangkasan yang hebat.

Dilansir dari The Aviationgeekclub, tugas jet tempur Su-27 itu sangat berat, sulit dan lama dalam meningkatkan kemampuan tempurnya karena terkendala situasi politik dan perekonomian Uni Soviet kala itu.

Selama Perang Dingin dengan Amerika Serikat, pesawat tempur dan pesawat pengintai AS sering memeriksa pertahanan udara Uni Soviet, dan pesawat-pesawat itu sering dicegat oleh Su-27.

Diceritakan oleh Yefim Gordon dan Dmitriy Komissarov dalam buku mereka Sukhoi Su-27 & 30/33/34/35, misalnya, hanya dalam tiga bulan pada tahun 1997 saja setelah runtuhnya Soviet, unit radar Angkatan Udara ke-10 PVO Rusia mendeteksi dan melacak pergerakan 20 pesawat ‘ferret’ dan 141 pesawat tempur asing. Termasuk pesawat intai P-3 dari platform Boeing RC-135 ELINT.

Pada empat kesempatan, jet tempur Su-27P dari skuadron IAP ke-941 yang dikomandoi oleh Sniper Pilot ( tingkat keahlian pilot) Kolonel Nikolay Ovechkin bergegas untuk menangkal potensi dari pesawat pengganggu.

Pilot Nikolay Ovechkin bercerita, saya sendirian di perairan internasional dan jauh dari pantai ketika sepasang F-16 muncul dan, dari cara berbicara, pilot F-16 meminta saya untuk keluar. Mereka datang dalam jarak 164 m. Saya bisa melihat wajah pilot yang ditutupi oleh masker oksigen. Kami semua dipersenjatai dengan rudal. Kami mengikuti jalur penerbangan paralel untuk sementara waktu, kemudian mulai menunjukkan manuver satu sama lain apa yang bisa dilakukan pesawat kami: wing over, yoyo, dan lain sebagainya. Itu semacam pertempuran tiruan. Namun, pergumulannya singkat, karena pada ketinggian 32 m, Su-27 memiliki keunggulan dibandingkan F-16.

Segera “para tamu” itu pergi dan aku sendirian lagi. Senang rasanya mengetahui bahwa mereka menyerah dan tidak menakuti saya. Namun, sangat mungkin mereka hanya kehabisan bahan bakar. ”

Namun, terlepas dari kenyataan bahwa pilot IAP skuadron ke-941 berulang kali berhasil mencegah penyusupan di barat laut Rusia, keterampilan terbang mereka agak memburuk seiring berjalannya waktu.

Pada musim gugur 1997, 15 perwira unit tidak memiliki peringkat kelas sama sekali atau peringkat Kelas Perintis 3 – sejak tahun 1990. Alasan kegagalan mereka untuk meningkatkan ke peringkat yang lebih tinggi adalah karena kekurangan bahan bakar yang terus-menerus membuat pelatihan kemampuan menjadi sangat mustahil.

Pada kuartal pertama 1997, skuadron IAP ke-941 mengakumulasi hanya 1.500 jam terbang daripada 3.000 jam yang seharusnya karena alasan kekurangan bahan bakar.

 Posted by on August 7, 2019

  23 Responses to “Saat Su-27 Rusia “Dogfight” Singkat dengan F-16 AS”

  1.  

    Sdh pasti unggul SU-27 lah, baik dr tenaga fan kemampuan manuver.

    Pesawat Nato itu khusus berhadapan dng pesawst2 buatan Rusia yg dipiloti negara2 timur tengah garis keras yg minim pengalaman. Tp jika berhadapan dng pilot Rusia, sdh bisa dipastikan selain ngacir ketakutan, yg ads malah ngomel bahwa pilot Rusia tidak berlaku profesional sambil mewek…..hikhikhikhik

  2.  

    Dimasa sekarang pilot jet tempur lebih memilih menembakkan rudal jarak jauh daripada repot-repot melakukan dogfight contohnya amerika menggunakan rudal amraam dlm perang teluk dan iran menggunakan rudal phoenix yg diluncurkan dr jet tempur F14 utk menghadapi jet tempur irak.

  3.  

    sebenarnya mungkin pilot F16 memang hanya mengusir saja tetapi karena tidak bisa bahasa Rusia maka pilot Nikolay Ovechkin memaknai perkataan pilot F16 sebagai tantangan langsung makanya begitu diladeni oleh Su-27 dan kedua pesawat F16 menyadari ketidak mampuannya hadapi Su-27 makanya langsung pergi, sangat sopan dan rendah hati dan penuh hormat perkataan Pilot Nikolay Ovechkin bahwa F16 kehabisan bahan bakar….salut kepada pilot Rusia dan lebih salut lagi kepada pesawat tempurnya Su-27

  4.  

    PESAWAT USA DGN PILOT USA

    VS

    PESAWAT RUSIA DGN PILOT RUSIA

    JAWABNYA

    RUSIA STROOONG

    •  

      jawabnya:

      “Pilot-pilot Russia tidak profesional dan melakukan gerakan yang membahayakan…bla…bla…bla…”

      terjemahan: “maaf kumendan, kami minta pensiun dini dari USAF”

  5.  

    SANGAT SETUJU SEKALI , gak usah dibikin baper , ini untuk membuat rasa tanda tanya atau penasaran para penggemar kedirgantaraan …BUKAN MASALAH menang kalahnya ya…tapi cuma rasa keingin-tahuan saja MENANG MANA SIH ,, SU 35 VS F 35 , SU 27 VS F 16 , F 22 Raptor VS SU 57 ..dst dst ..gak melulu punya AS dan Rusia , bisa punya India ..China Tejas dan JF ..misalkan ..

  6.  

    Mungkin bisa ditanyakan ke penerbang Skadron udara 3 dan 11, mana dari pespur masing-masing yg menang kalo lagi latihan dogfight.

    Indonesia adalah salah satu negara yg paling beruntung bisa menjajal kemampuan pespur terbaik dari USA dan Rusia. Mungkin kalo Indonesia bisa beli F-35 maka Indonesia bisa berlatih sekaligus mencoba bagaimana cara menghadapi Flanker China dg F-35 di Laut Natuna Utara kalo konflik beneran pecah. Apalagi kalo Su-35 jadi datang, sebaiknya langsung diuji aja ke Red Flag atau Pitch Black.

    •  

      Ssh dibuktikan mbah oleh pilot india dlm setiap latihan bersama dng pihak NATO, selalu saja pesawat NATO jd bulan2an Sukhoi MKI India. Coba dibaca artikel2 lawas mbah yg mengulas tentang ini. Bahkan F-22 habis dipecundangi oleh MKI terlepas dr modus silumannya.

      Jadi menghadapi Flanker China dng jet tempur buatan barat bukan lawan yg sepadan. Sebab radar sang Flanker lebih jauh jarak deteksinya ketimbang F-16 versi terbaru milik TNI. Beda nantinya jika IFX sdh masuk lini layanan TNI AU, mungkin masih bisa mengimbangi.
      Jadi utk menghadapi flanker China, rumusnya Flanker VS Flanker. Jadi mirip spt Turkey vs Yunani, yg berhadapan F-16 vs F-16 ….xicixicixicixi

      Jng mbah andalkan Amraam dr F-16 krn china pun punya rudal BVR yg lebih jauh jangkauannya dr Amraam……xicizicixicixi

      •  

        Jangkauan radar Flanker yg mana dulu nih, kalo Su-27SKM atau Su-30MK2 masih dibawah 200 km, kalo Su-35 baru sampe hampir 400an km

        Tapi perlu diingat Dhek Ruskye, jangkauan jauh itu untuk mendeteksi pesawat Segede Antonov Mriya. Kalo F-16/18/15 apalagi F-35/22 tuh Flanker harus lebih dekat lagi dan pake IRST yg jaraknya dibawah 60 km baru bisa ketahuan. Belum juga nyampe jarak 60 km udah dibuat kocar-kacir tuh Flanker Ama Amraam kayak Su-30MKI India kemaren ngadepin Amraam Pakistan. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

        •  

          Mbah ini bahas kok muter2 sih. Ini akibat kecerdasan yg dibuat buat pastinya….xicixicixi

          Komen mbah diatas kan bahas cara menghadapi pespur china dalam artian SU-35.

          Referensi dr mana yg mengatakan jangkauan jauh itu untuk mendeteksi pesawat segede Antonov Mriya.? Jng suka ngarang asbun ya mbah….xicixicixi

          Yg rontok milik india Mig 21 mbah bukan MKI, diingat ya mbah, justru F-16 yg rontok dng MKI. Gmn sih mbah.?….xicixicixi

          Justru f-16 gak punya kesempatan mendekat mbah dng rudal bvr terbaru Sukhoi. Kita bicara fakta aja mbah jng mengandai2 bagaikan pungguk merindukan bulan. Aset kita yg ada bisa diandalkan utk berhadapan dng china hanya F-16 dan Sukhoi family. Syukur2 SU-35 segera datang, jg bisa tau SU-35 siapa yg lebih handal.
          Kok menghayalnya f-35 yg di usulkan aja blom …….xicixicixi
          Kebayakan mimpi si mbah.

          •  

            Nih artikelnya kenapa India malah milih Derby daripada R-77
            https://jakartagreater.com/pertempuran-itu-membuat-india-akan-persenjatai-su-30-dengan-rudal-israel/

            Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Kena lg senjata makan tuan ya mbah……xicixicixicixi

            ” Di antara para Jet tempur Angkatan Udara India yang menjadi sasaran adalah 2 Sukhoi-30 yang berhasil menghindari AMRAAM yang ditembakkan mendekati jarak maksimum 100 kilometer.”

            Artinya boleh dibilang “Amraam is loser ” buay MKI mbah……xicixicixi

            KO lg si mvah dng link rujukannya sendiri……xicixicixi
            Cuma kecerdasan yg dibuat buat sih…xicixicixi

          •  

            Pertanyaannya, kenapa India gak bales nembak pake R-77 yg ada di Su-30MKI?? Padahal kalo dibandingin secara teori harusnya Su-30MKI bisa mengatasi F-16 apalagi lawan JF-17 loh dan R-77 punya jangkauan sejauh 130 km untuk varian standar ekspor, kok jarak 100 km tuh Flanker malah kabur?? Katanya jangkauan radar Su-30MKI juga jauh kan?? Makanya Gegara Flanker India kabur akhirnya Mig India yg jadi korban kan??

            Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Kan di link yg mbah kirim itu ssh dijelaskan mbah. Berarti mbah nda baca ya? Atau sengaja tutup mata.?…..xicixicixic
            Disitu dikatakan “tidak mendapat peeintah utk diluncurkan”

            Baca jg komen saya diartikel itu dibawah nya mbah……xicixcixicixi

            Kena lg si mbah…..xiciixicixici

        •  

          Semakin besar penampang maka semakin mudah dilihat, semakin kecil penampang maka akan lebih sulit dilihat.

          Ente kalo dilaut, dg jarak yg sama akan lebih mudah liat kapal tanker daripada liat sonobuoy dari jarak katakan 3 km. Ya gitu juga dg radar.

          Kalo mau ngetroll tuh Ama si Tungkir. Masak mesin aja ente paham tapi pelajaran anak SMP aja ente gak paham?? Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Tuh kan mulai esmosi si mbah, sebentar lg stroke nih….bagian ini yg aku suka…..xicizicixicixi

            Kita bicara jangkauan radar mbah nda bicara tanker.
            Pahamkan maksud saya mbah.?….xicixicixi
            Sdh pasti barang besar gampang terlihat. Yg saya tanyakan dasar komen ente yg mengatakan jangkauan yg jauh radar sukhoi hanya utk deteksi pesawat sebesar Antonov mirya.? Berarti apa bedanya jangkauan jauh radar F-35 atau F-22 kalo berdasarkan argumen fisika ente……..xicixicixicixi
            Kena jebakan batman deh si mbah

          •  

            Anggap aja Ane nulisnya kurang lengkap tadi jadi ente salah nangkep. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Gpp mbah…..kalo mbah mengaku kalah bukan berarti mengaku bhodoh mbah. Kan cuma berdebat sambil bercandaan….xicixicixi

            Tp masuk perangkap jg kan…..xicixicixi

          •  

            Cuman ente aja yg masalah sepele digede-gedein. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

          •  

            Lhaa….mbah sdh tau masalah sepele kok dibahas dan malam di blow up……xicixicixi

            Sdh mbah…mau tidur ngantuk. Makin malam makin ngelantur komen si mbah…..xicixicixi

  7.  

    Jelas dari tulisan diatas kalo….
    Su 27 akan sangat handal dan terjamin dgn kualitas pilot yg munpuni

    Masalahnya adalah jam terbang pilot ditargetkan 3000 jam malahan cuman dpt 1500 karena alasan

    BIAYA BENSIN

    Selama masalah avtur untuk TNI AU blm beres wah bisa dbayangkan pesawat bagus ujung2nya ga kepake maksimal grgara bahan bakrnya kurang

    Mgkn klo yg pke negara kaya sih okay aj

    Solusinya ya benahin sistemnyadan jg siapin aja pesawat F16 buat workhorse

  8.  

    Ada benernya jg. Tp pemerintah Pengenya yg heavy feghter tuk gantiin F5. Pasti pilihan ya su 35 – f 15 yg pke 2 mesin.