Mar 042018
 

Danlanal Tegal Tegal Lantamal V Letkol Marinir SB. Manurung  melaksanakan  Ziarah di Makam Pasongan dan Tugu Pahlawan Comal di Pemalang, Jawa Tengah.

Pemalang, Jakartagreater.com – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal Lantamal V Letkol Marinir SB. Manurung melaksanakan ziarah pada Sabtu 3 Maret 2018 ke Makam Posongan dan Tugu Pahlawan Comal, Pemalang, Jawa Tengah.

Menurut Danlanal Tegal, Letkol Marinir SB. Manurung, kedua tempat ini, merupakan saksi bisu sejarah pertempuran saat berlangsungnya Agresi Militer Belanda Ke-2 tahun 1947.  Di Dukuh Posongan Comal Kab. Pemalang tersebut telah terjadi Pertempuran sengit antara Pejuang-pejuang RI dengan Pasukan Belanda (KNIL) untuk mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang baru di Proklamirkan.

Dalam Pertempuran tersebut mengakibatkan gugurnya 215 Pejuang diantaranya 2 orang Prajurit dari Pangkalan C.A. IV Tegal yaitu Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar. Untuk mengenang peristiwa tersebut maka Komandan Lanal Tegal bersama jajarannya dan Muspika Kecamatan Comal melaksanakan Ziarah.

Dari penelusuran yang berhasil dihimpun melalui Nara Sumber Kasmuri ( 57 ), salah satu Juru Kunci Makam dan merupakan Mantan Wartawan Kartika Kodim 0711 Pemalang (1982 – 1995) serta pernah bekerja di Humas Pemda Kabupaten Pemalang, menuturkan gugurnya kedua Prajurit C.A IV tersebut bermula pada saat kedua Prajurit C.A IV sedang Menaiki Kereta Api menuju Tegal selesai Melaksanakan Dinas dari Surabaya.

Mendadak Kereta tersebut dihentikan dan diperiksa di daerah Comal tepatnya di Dukuh Posongan dikarenakan di daerah tersebut sedang terjadi Pertempuran. Merasa dirinya Tentara dan jiwanya terancam Ke dua prajurit tersebut turun dan ikut bergabung bertempur melawan Tentara Belanda hingga gugur bersama pejuang kemerdekaan lainya dan dimakamkan didaerah itu oleh warga setempat.

Dijelaskan lebih jauh, kedua Pahlawan TNI AL tersebut gugur bersama 215 masyarakat Pejuang yang dibantai secara Massal di jembatan Comal. Jenasah kedua Angkatan Laut tersebut sempat dimakamkan di TPU Dk. Posongan Kec.Comal Kab.Pemalang.

Setelah tahun 1980 dipindahkan lagi ke jembatan Comal setelah adanya pendirian Tugu Pahlawan di jembatan tersebut, sebagai monumen mengingatkan masyarakat akan kejadian masa lalu yang sangat pahit, yang dirasakan oleh masyarakat Pemalang dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Pemindahan tersebut dilaksanakan oleh Pemda Setempat bersama Anggota LVRI yang dipimpin Oleh Mayor KKO (Pur) Panji Suwarno (Ketua LVRI Ranting Comal) yang merupakan Rekan Seperjuangan Letjen Mar (Pur) Ali Sadikin Pada Saat berdinas di C.A IV Tegal tahun1945-1950.

Seiring berjalannya waktu pada tahun 2009 Lanal Tegal yang merupakan Kelanjutan dari C.A. IV. mengadakan Bhakti TNI AL yang melibatkan seluruh Anggota diantaranya Anggota Posal Tanjung Sari Pemalang melaksanakan Renovasi Makam dan meletakan Helm Baja Sebagai simbol makam Ke-2 Prajurit KKO tersebut yang dihadiri oleh Lettu Laut (Pur.) Sudarto yang merupakan Ketua LVRI Cab. Pemalang Pada waktu itu.

Pihak Lanal Tegal melalui Komandannya Letkol Mar. S.B. Manurung terus mengupayakan berkoordinasi dengan Pihak Korps Marinir (Kormar) dan Pemda Kab. Pemalang akan merenovasi Tugu Monumen agar tidak hilang, mengingat sebelahnya tempat makam dan Tugu tersebut adalah sungai Comal yang pada musim penghujan airnya meluap sampai ke pinggir makam.

Mengingat masyarakat setempat mengenal tempat tersebut menyebutnya sebagai Tugu Pahlawan. Dalam acara Ziarah tersebut Komandan didampingi Muspika Kecamatan Comal, Danposal Pemalang serta para Perwira Staf dan beberapa anggota Lanal Tegal. (Pen Lantamal V).

Bagikan:

  5 Responses to ““Saksi Bisu” Pertempuran Dukuh Posongan Comal”

  1.  

    “Patah Tumbuh Hilang Berganti, Mati Satu Tumbuh Seribu, (Cut Nyak Dhien)”.

  2.  

    SUBHANALLAH .. INI KAMPUNG HALAMAN KAKEK DAN NENEKKU…

  3.  

    yang berdua di atas xixi

  4.  

    yang berempat diatas 😛 hehehe

 Leave a Reply