Jul 132016
 

Kasus perompakan sekaligus penyanderaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) akan terus terjadi jika Indonesia, Malaysia dan Filipina tak serius membangun kerja sama keamanan laut bersama. Maka itu, patroli bersama yang melibatkan tiga negara itu di wilayah rawan perompakan dianggap perlu segera dimulai.

“Mengingat di wilayah perbatasan laut ketiga negara merupakan wilayah tangkapan nelayan tradisional, sekaligus berfungsi sebagai perlintasan perdagangan antar pulau yang sudah berlangsung cukup lama, sebelum negara terbentuk,” ujar Anggota Komisi I DPR? Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga ?saat dihubungi wartawan, Selasa (12/7/2016).

Politikus Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, tidak hanya kelompok Abu Sayyaf yang beroperasi di wilayah perbatasan laut ketiga negara itu. “Karena itulah kerja sama menjadi sangat penting bagi ketiga negara ini,” ucapnya.

Sekadar diketahui, kasus penyanderaan terhadap WNI itu telah terjadi empat kali dalam kurun waktu dua bulan belakangan.? Terakhir, tiga WNI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diculik oleh kelompok bersenjata di Lahad Datu, Malaysia belum lama ini.

Salim tak yakin pelaku penyandera tiga WNI asal NTT itu merupakan kelompok Abu Sayyaf, jika melihat pola yang digunakan.? “Besar kemungkinan mereka sesungguhnya adalah perompak,” imbuhnya.

Atau, lanjut dia, para pelaku penyandera merupakan bagian dari kelompok perlawanan yang ada Filipina alias sempalan yang sudah tidak loyal.? Adapun patroli bersama Indonesia, Filipina dan Malaysia dikabarkan bakal dimulai bulan Juli ini. Patroli bersama itu telah disepakati oleh ketiga negara tersebut pada Kamis 5 Mei 2016 lalu.

Bagikan Artikel:

  6 Responses to “Salim S Mengga: sudah saatnya negara di Asean sering melakukan patroli di kawasan maritim Asean”

  1. YAng rukun ya ASEAN, jangan sampai dipecah belah oleh bangsa keturunan Eropa & Amrik

    • Nggih mas Wagiman. Saya sudah sadar bangsa keturunan Anglo Saxon(ASU, British, Australia) juga rakus SDA di seluruh dunia. Mereka standar ganda jika menyangkut penguasaan sumber saya alam suatu negara.

  2. “Mengingat di wilayah perbatasan laut ketiga negara merupakan wilayah tangkapan nelayan tradisional, sekaligus berfungsi sebagai perlintasan perdagangan antar pulau yang sudah berlangsung cukup lama, sebelum negara terbentuk,”

    Makanya China menugaskan coastguardnya ke situ ya pak..

  3. Owh… begitu ya…

  4. Malon dan pinoy setengah hati bwt komitmen dan menjalankan patroli bersama. Klo malon bs jd krn alasan lbh banyak kepentingan indonesia dan pinoy di dalamnya, sdgkn klo pinoy alasan krn kurang anggaran dan sarana patroli.

    Sy miris gan krn banyak lanun menyandera pelaut RI, namun sekaligus salud bwt para pelaut RI krn hny mrk yg berani melaut di area berbahaya dan menguasai jalur distribusi di sana.

    Saran sj buat tni seandainya jd ambil opsi militer agar tdk emosional dan dihitung siapa yg bakal diuntungkan dr opsi ini? Spy tdk dimanfaatkan pihak2/negara lain yg jg mendompleng kepentingan.

  5. Yang ribet tuh filipina omm.. .makanya masalah teroris abu gosok ga pernah bisa selesai2,makanya pak Gatot panglima TNI ngeluarin pernyataan sementara bekukan pengiriman batu bara ke filipina dikarenakan kesal thd filipina yg gak becus nangani abu gosok dkk.

 Leave a Reply