SAM Medium Indonesia

129
1571
SAM Medium NASAMS II
SAM Medium NASAMS II

Jakarta – Indonesia tampaknya akan melirik rudal pertahanan udara / Surface to air missile (SAM) jarak menengah dalam MEF II, 2015 -2019. Alutsista ini sudah dilihat oleh user dan mereka mengaku puas terhadap performanya. Namun keputusan akhir akan berada di tangan Presiden Terpilih Joko Widodo saat nanti beliau menjabat, dan tentunya juga persetujuan Komisi I DPR.

Menurut rekan warjag (Bung Sempak), kemungkinan besar SAM jarak menengah itu buatan Eropa, alutsista yang dipakai NATO.

Clue dari SAM jarak menengah ini adalah, Menteri Pertahanan Indonesia sudah melakukan lawatan ke negara tersebut. Begitu pula dengan Panglima TNI.

Medium dan Long Range SAM rencananya akan berada di bawah Arhanud yang menjadi operatornya, bukan dari Paskhas atau TNI AU.

Pembelian Alutsista TNI
Pembelian Alutsista TNI (by Jalo)

Dari dokumentasi yang dimiliki warjag, rudal NASAMS merupakan, alutsista yang juga dimintai oleh PT DI, untuk dikembangkan di Indonesia. NASAMS menggunakan rudal AIM-120 Amraam, sehingga familiar dengan Indonesia. (baca link: NASAMS).

Sistem Pertahanan Udara Jarak Menengah NASAMS
Sistem Pertahanan Udara Jarak Menengah NASAMS

Tentu rudal NASAMS yang akan dijadikan SAM medium Indonesia di MEF 2, masih berupa dugaan semata. Dugaan ini bisa dipertajam, dengan memecahkan sejumlah clue yang telah disampaikan rekan Warjag Bung Sempak dan Bung Jalo, dengan opsi, jika disetujui Pemerintahan yang baru nanti. (JKGR).

*Thanks Bung Sempak. Sukses Selalu.

129 KOMENTAR

  1. Apapun jenis SAM nya kita dukung apalagi jika ada medium dan long range SAM Alhamdulillah, jadi inget masa Pak Sukarno yg membeli paket persenjataan termasuk akusisi SA 2, yg pada masa itu konon bisa mencium u2 amrik. untuk nasam ini menggunakan AIM-120, bagaimana performancenya yg mana missile AA digunakan untuk SA ? apakah tidak mengurangi kegesitannya ? atau missile envelope nya ? setahu saya missile ini adalah active radar homing, bagaimana untuk menembak dengan tepat pada sasaran yg disekelilingnya misal banyak pesawat sipil atau teman sendiri. jika memang banyak ground launcher yg bs menembak AA missile, keknya bisa pake R77 atau R27ER yg notabene gak usah pake izin Amrik. oya kira kira doktrin penembakan di kita bagaimana ya? apakah di salvo 3 missile yg notabene meningkatkan kill ratio ?

    • bung Strio, bung Nara, bung PS, Danu, bung Sempak, bung Ngurahrai, dan semuanya para sesepuh warjager selamat malam semuanya, semoga senantiasa diberi kesehatan.
      udah lama gak baca coretan bung Nara kemana, kangen sama hoax-nya, hehee

      oiya mohon maaf bung Danu tempo kemarin jika sampai menyinggung atau buat bung Danu tidak nyaman, sungguh saya tidak bermaksud sampai hati bung Danu jadi marah.. juga buat semuanya penghuni warjager disini terutama para sesepuh mohon maaf atas perkataan saya yg tidak santun..
      saya tak mengira jika bung Waduh tersinggung saya panggil “pak Guru”, saya fikir itu patut.. dilain sisi pengetahuan lebih luas sehingga saya agak segan, juga karna usia pun yg tidak saya ketahui. saya butuh pencerahan disni untuk hal hal yg tidak saya ketahui, saya butuh pemahaman untuk pembelajaran pengetahuan. semoga bung Danu mengerti 🙂 salam damai..

  2. Selama sedetik muncul gambar A4 Skyhawk terparkir di Iswahyudi. Apakah pesawat2 A4 TNI-AU statusnya sudah tidak bisa terbang lagi atau masih bisa terbang untuk cadangan?

    Seandainya ada open day di lanud2 kita dengan pesawat2 lama dan pesawat saat ini pasti bagus buat pameran.

    Salam.

  3. Renstra TNI AU 2015-2019 Pengadaan Rudal Jarak Menengah Jauh untuk memperkuat pertahanan udara yang direncanakan untuk mengaktifkan kembali Wing 100 Kohanudnas TNI AU yang terintegrasi dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional TNI AU, terdiri dari :
    1. Wing 100 Peluncur Rudal Menengah Jauh Paskhas TNI AU (Hanud Area dan Terminal)
    2. Wing 200 Satuan-Satuan Radar
    3. Wing 300 Skadron Tempur Sergap
    4. Wing 400 Den Hanud Paskhas (Hanud Titik)