Jan 182019
 


Su-35 in action

JakartaGreater.Com – Menurut berita yang ramai dirilis media Nasional, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berencana membeli drone tempur dan di saat yang sama sedang proses menunggu proses persetujuan tiga kementerian untuk finalisasi pembelian pesawat tempur Su-35, sebagaimana dirilis Tribune News, 17/1/2019.

“Pembelian Sukhoi itu kan menunggu persetujuan tiga kementerian. Sampai ke saya sudah final, saya sudah tanda tangan, sudah salaman tapi yang bayar bukan saya,” jelasnya.

Ryamizard memastikan bahwa setelah pembayaran dilunasi, maka 11 unit Sukhoi itu akan tiba di Indonesia.

Adapun soal pembelian drone, menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk memperkuat alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia.

Melihat dari arah pembicaraan Menteri Pertahanan, kemungkinan drone tersebut adalah drone buatan Tiongkok, meski masih ada beberapa kandidat drone dari negara lain yang masih dipertimbangkan seperti drone Turki.

Namun dari segi harga, drone buatan Tongkok lebih memungkinkan. Apalagi dari segi teknologi, pengalaman tempur dan kebebasan penggunaannya. Drone buatan Tiongkok saai ini laris dipasar timur tengah dan beberapa kali terlibat dalam misi tempur di Irak.

Drone yang kemungkinan adalah seri Rainbow CH-4 adalah drone tempur yang sudah kenyang pengalaman perang.

Beberapa bulan sebelumnya, saat menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Hadi Tjahjanto. Beliau sangat mengapresiasi kemampuan drone Rainbow CH-4 buatan Tiongkok.

“Rainbow CH-4 punya bentang sayap sepanjang 18 meter, besarnya hampir sama dengan Sukhoi. Drone ini yang paling banyak diminati dan kenyang dengan pengalaman tempur. Di Irak, misalnya, sukses menggunakan drone yang bentuknya menyerupai MQ-9 Reaper dan MQ-1 Predator itu untuk memerangi ISIS,” ungkap Hadi sebagaiman dirilis oleh News Detik.

Dengan bentang sayap yang besar , CH-4 sanggup membawa beban persenjataan hingga seberat 300 kg. Mampu terbang hingga ketinggian 8.000 meter dan jarak jelajah sekitar 250 km.

Drone dapat dipersenjatai dengan roket curah, rudal udara ke darat AR-1 buatan Tiongkok, dan bom berpandu GPS.

  24 Responses to “Sambil Menunggu Finalisasi Su-35, Indonesia Beli Drone Tempur”

  1.  

    tes

  2.  

    Bukannya udah di batalin ya?? Kabarnya akhirnya yg di pilih drone anka buatan turki, kok balik lagi ke china??

    •  

      Semua punya kelebihan tersendiri dek…yang menentukan pembelian adalah negonya…pembeli ingin harga murah dan kemudahan serta mempunyai nilai lebih,,,kalou penjual ingin barang laku dan dapat banyak keuntunganya…jadi nego nego itu yang buat cari kesepakatanya…bisa jadi cina menawarkan lebih baik dari turki atau setidaknya menawarkan pie lebih besar dari turkie…!;!!!

    •  

      Harga mungkin lebih murah, tapi drone turki mngkin spesifikasinya lebih mumpuni selain itu turki jga menawarkan TOT lagi. Jadi kalo saya pilih turki dengan segala bonusnya.

      •  

        Semua ada kalkulasi dan itung itunganya sendiri dek….kalo masalah lebih ungul produk mana itu cuma diatas kertas dan didalam brosur saja…karna perkembangan tehnologi saat ini sudah payah ditentukan apa lagi dengan pasar terbuka saat ini…maka suku cadang dan komponen itu bukan lagi hal yang exclusiv dalam satu produsen tertentu….bisa jadi produk turki pake komponen cina atau sebaliknya…!!!
        Kalou masalah tot itu urutan kesekian ratus…kita beli dari dulu juga ngomongin tot tapi buktinya cuma segelintir saja yang benar ada buktinya…jangan samakan tot dengan kerja sama seperti tank medium atau kapal korea selatan….karna semua ada kesepakatan dan nilainya….seperti satu prodak kerja sama kita harus beli suku cadang dan komponenya dari mereka…belum lagi tenaga ahli mereka masih diperlukan dan diperkerjakan…jadi tot bisa dibilang omdo…tok…!!!

      •  

        SOGOK dan KOMISI LAGI KAh…..

  3.  

    Berarti nanti rudalnya beli dr china jg swpaket dng drone tempurnya.

  4.  

    Bebas digunakan, tapi tidak leluasa beroperasi di LCS (Natuna)…. jadi mungkin perlu skadron campuran

    •  

      Ngapa engak leluasa dek….apa karna untuk menghadapi cina apa maka engak leluasa…???
      Kalo untuk menghadapi cina kita serahkan pada Fpda aja. ..apa lagi neneknya dah mau buat pangkalan dimari…itu juga kalo engak mereka yang buat kita kacau dimari…xaxaxaxa…

  5.  

    Udah, batalin aja tuh Kacang sukro,kagak moncer tuh barang. Mending F-35 aja. Hhhhhhhhhhhhhhhh

  6.  

    yg ini beda sama su lima tujugh yg pake baut keling…..
    yg ini sudah pake stiker asli pabrikan, sama scotlite anti radar 3m, sekaligus anti maling enjin, dan anti ejek kat hanggar…..

  7.  

    Beli yg bisa totlah kan kita sdh bisa bikin drone, tinggal nunggu rudal saja indonesia itu, kalo sdh bisa bikin rudal sendiri baru beres

  8.  

    Mikir keras ane duitnya dari mana ya belanja terus wkwaaaw..

  9.  

    Indonesia seharusnya buat rudal balistik dipasang sateliti luar angkasa.kalo tinggal nyerang dari luar angkasa kebumi pasti ledakkannya sangat kuat.
    Bisa tenggelamkan pulau.