Sambut Kapal Induk Baru, Tiongkok Rekrut Calon Pilot Besar-Besaran


Pesawat tempur J-15 Angkatan Laut China (foto:Wikipedia)

Lebih dari 4.500 orang telah berhasil melewati seleksi awal perekrutan pilot pesawat berbasis kapal induk China, jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari tahun lalu.

Dengan akan segera bergabungnya kapal induk kedua ke dalam Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tahun ini, perekrutan besar ini dilakukan untuk memastikan kecukupan personel memenuhi kebutuhan pilot pesawat tempur J-15 yang berbasis di kapal induk.

Tahap pemeriksaan perekrutan tahun 2019 untuk kadet pilot kapal induk dimulai pada Januari dan akan berakhir pada bulan April. Siswa calon pilot akan menjalani tes fisik, psikologis dan ujian politik, rilis situs web Angkatan Laut PLA n.8.8. Cn pada hari Minggu.

Ujian fisik tahun ini menambahkan serangkaian tes yang harus dilewati oleh calon pilot yang berbasis di kapal induk, termasuk tes penglihatan dan pendengaran pada fungsi vestibular, topografi kornea dan stereovision, tulis laporan itu. Lebih dari 4.500 siswa yang lulus ujian pendaftaran akan diikutkan pada tahap berikutnya.

Pada proses perekrutan yang diadakan tahun lalu, sekitar 2600 calon pilot berhasil menyelesaikan ujian komprehensif, rilis situs web perekrutan. Jumlah itu kemudian mengerucut menjadi hanya 800 hingga pada tahap pemilihan akhir. Tidak diketahui berapa banyak yang akhirnya lulus dan menjadi calon pilot tahun lalu.

Kapal induk kedua Tiongkok, Tipe 001A, diperkirakan akan dikirim ke Angkatan Laut PLA tahun ini, diperkirakan akan ada 5 hingga 6 kapal induk memperkuat PLA pada tahun 2030-an, tulis laporan.

Kapal induk pertama dan kedua Liaoning dan Tipe 001A hanya dapat membawa sekitar 30 pesawat tempur, kapal induk masa depan PLA mungkin dirancang untuk membawa lebih dari 60 pesawat tempur, kata seorang ahli militer di Beijing kepada Global Times pada hari Senin.

Diperlukan lebih banyak lagi pilot jet tempur untuk memastikan kemampuan tempur penuh kapal induk, kata pakar itu, dan mencatat tidak semua calon pilot yang lulus ujian dapat menjadi pilot yang mampu menerbangkan jet tempur yang berbasis di kapal induk, yang merupakan tugas dengan kesulitan “sangat tinggi”.

China saat ini mengoperasikan pesawat tempur J-15 satu kursi di kapal indk Liaoning, tetapi dilaporkan baru-baru ini Tiongkok mengembangkan J-15 versi tandem, yang memiliki keunggulan pada peperangan elektronik tetapi mengorbankan mobilitas dan daya angkut persenjataan. Kursi tambahan juga dapat digunakan untuk melatih pilot baru, lapor cctv.com.

Nantinya kapal induk masa depan PLA diharapkan akan dilengkapi dengan ketapel elektromagnetik untuk meluncurkan pesawat, menggantikan sistem jumping deck konvensional. Teknologi baru ini memungkinkan pesawat yang lebih berat dapat lepas landas.

Pesawat tempur stealth FC-31 dan pesawat peringatan dini KJ-600 kemungkinan akan menjadi bagian dari armada kapal induk baru tersebut, kata para ahli.

Li Jie, seorang pakar angkatan laut di Beijing, menyatakan bahwa China akan mengembangkan serangkaian metode pelatihan pilot dengan cara baru karena teknologi dan peralatan juga akan mengalami perubahan di tahun-tahun mendatang.

Pilot berbakat yang telah menguasai J-15 mungkin juga akan belajar menerbangkan pesawat tempur stealth FC-31, kata Li.
Globaltimes

Tinggalkan komentar