Oct 232018
 

Jet tempur siluman F-35i © Angkatan Udara Israel via Times of Israel

JakartaGreater.com – Kantor berita Suriah, SANA telah mengungkapkan bahwa radar sistem S-300 mampu mendeteksi serta mengunci jet tempur F-35I Angkatan Udara Israel (IAF) setelah sistem tersebut dialihkan ke Suriah oleh Rusia, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah mengerahkan skuadron tempur F-35I untuk terbang di sepanjang perbatasan Suriah, menjelajahi operasi sistem pertahanan udara S-300 yang canggih. Dalam proses patrolinya di sepanjang perbatasan Suriah hingga Lebanon, radar S-300 mendeteksi dan memantau seluruh perjalanan dari empat F-35.

Berdasarkan data yang diperoleh dari radar sistem S-300, jelas menujukkan bahwa itu adalah jet tempur siluman F-35 IAF. Setelah radar memonitor dan mengunci target, empat jet tempur F-35I “Adir” Israel segera menjauh dari jangkauan efektif S-300.

Fakta ini telah menyangkal semua pernyataan sebelumnya oleh para jenderal dan ahli militer Barat bahwa jet tempur F-35 tidak dapat dideteksi oleh radar yang terpasang di sistem rudal anti-pesawat yang ada saat ini.

Sebagai perbandingan, beberapa waktu yang lalu sebuah situs web penerbangan sipil FlightRadar2 juga telah melacak keberadaan jet tempur siluman Israel tersebut.

Data FlightRadar24 pada tanggal 23 Juli menunjukkan pesawat tempur siluman F-35I beroperasi di wilayah utara Israel. Militer Israel sendiri juga telah membuat beberapa hipotesis bahwa F-35I telah memaparkan data penerbangan, termasuk kegagalan pilot untuk melepaskan lokus jet tempur siluman itu.

Sumber di FlightRadar24 menunjukkan bahwa jet tempur F-35I dengan kode AF351F, lepas landas dari Pangkalan Udara Nevatim, terbang di atas Jalur Gaza dan menuju ke arah laut.

F-35I telah terbang di sepanjang pantai dengan kecepatan maksimum 1.175 km/jam, sebelum mencapai kepulauan diatas wilayah Haifa, dekat perbatasan Israel-Lebanon. Seluruh perjalanan itu berlangsung selama sekitar satu jam, sebut FlightRadar24.

Meskipun ada banyak alasan yang diberikan oleh Israel untuk menjelaskan eksposur jet siluman, namun itu tidak cukup untuk menghilangkan kecurigaan bahwa F-35I ini tidak sesiluman yang diiklankan. Dengan demikian, pertemuan F-35I dengan S-300 di Suriah merupakan tantangan yang tidak akan berani dilewati oleh Israel.