May 312014
 
 Sultan Azlan Shah

Baginda Sultan Azlan Shah, yang dipertuan negeri Perak, Malaysia

Inalillahi Wainaillaihi Raji’un:
SANG PENDAMAI ITU TELAH TIADA

Mendung hitam menggayut dan berarak di atas langit Perak. Baginda Sultan Azlan Shah, yang dipertuan negeri Perak, Malaysia, telah mangkat..!

Kami baru saja menyelesaikan sesi syuting untuk persiapan promo tour di beberapa negara Timur Tengah, yang akan kami laksanakan menjelang bulan Ramadhan, ketika tiba-tiba handphone saya berdering. Bos kami yang kebetulan masih berada di Jedah, meminta konfirmasi atas berita duka yang beliau terima dari sahabatnya di lingkungan Istana Sultan Perak. Mendengar berita yang amat mengejutkan, saya langsung menghubungi kenalan saya yang selama ini menjadi penghubung antara istana dengan beberapa hotel yang berada di bawah naungan management kami. Sungguh sebuah kabar duka yang amat dalam dan terasa begitu kehilangan atas mangkatnya Sultan Azlan Shah, sosok sultan yang amat dicintai rakyatnya karena kesederhanaan, kepedulian dan kecintaannya pada segenap rakyat Perak khususnya, dan Malaysia pada umumnya. Baginda mangkat pada usia 86 tahun.

Dalam sekejap mata, isak tangis terdengar di mana-mana. Puja dan puji melantun seiring doa yang khusyuk mengiring kepergian sang pemimpin yang telah berhasil merebut segenap hati rakyatnya. Untaian kenangan indah itu seolah kembali berirama di setiap sudut dan relung hati insan-insan yang pernah mengenalnya.

Sultan Azlan Shah, adalah individu berwibawa yang berhasil membawa Perak ke dalam kelompok wilayah elit dalam lingkungan negara persekutuan Tanah Melayu. Dengan sumber daya alam melimpah yang dimiliki wilayahnya, Perak pernah mencatatkan diri sebagai daerah penghasil timah terbesar, bukan saja di Malaysia, melainkan hingga ke tingkat dunia. Tidak heran jika kemudian hampir semua negara industri terkemuka dunia menempatkan Malaysia sebagai partner penting dalam pengembangan sektor industrinya. Bagaimana tidak, meskipun sejatinya Malaysia sendiri kaya akan sumber daya migas, nyatanya pada waktu itu, Malaysia dan atau Perak pada khususnya, lebih menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertambangan timah dan perladangan getah serta sawit(perkebunan karet dan kelapa sawit).

Hal yang sebaliknya, justru ditempuh Indonesia. Walaupun memiliki luas wilayah daratan yang sangat luas dan subur, serta pernah mendeklarasikan diri sebagai negara agraris, namun pemerintah Indonesia tidak serta merta menjadikan sektor pertanian sebagai sektor andalan dalam struktur ekonomi nasionalnya. Pemerintah, di awal kepemimpinan Soeharto lebih tertarik untuk mengeruk kekayaan dari sumber daya migas yang dimilikinya. Bisa dimaklumi, karena pada saat itu kita sedang memerlukan dana yang sangat besar untuk menggenjot pembangunan nasional di berbagai bidang. Berbeda dengan Malaysia yang mewarisi struktur dan infrastruktur ekonomi yang lebih baik pasca berakhirnya era kolonialisme bangsa Inggris, kita hanya mewarisi sedikit asset milik Belanda yang teronnggok saat dinasionalisasi, beberapa institusi pendidikan tinggi yang sama sekali tidak memiliki link dengan institusi serupa di belahan bumi lain, bahkan dengan institusi pendidikan tinggi sejenis yang ada di Belanda sekalipun, sarana transportasi yang minim, serta sistem hukum dan perundangan modern Belanda yang hingga ke hari ini masih terpakai, tapi tentu saja di balik segala kekurangan tersebut, kita masih bisa mewarisi sejarah dan semangat kebangsaan yang amat tinggi dari para leluhur dan para pendiri bangsa ini.

Dengan kebijakan pemerintah yang sangat pro migas, secara tidak langsung telah mendorong Pertamina tampil sebagai institusi bisnis milik negara yang paling diandalkan dalam penyediaan anggaran dana pembangunan nasional. Jumlah cadangan minyak yang kala itu masih relatif besar, konsumsi migas domestik yang masih rendah, total lifting yang spektakuler dan harga yang stabil, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara anggota Opec yang suaranya cukup diperhitungkan. Tidak heran jika Soeharto bisa memandang masalah swasembada pangan sebagai sebuah masalah berat yang tidak terlalu memberatkan. Alih-alih memikirkan swasembada pangan, di awal kepemimpinannya, Soeharto justru memilih untuk memulainya dengan program pengendalian dan pemerataan penyebaran penduduk. Pada awal dekade 1970an, kita mulai mengenal istilah transmigrasi dan Keluarga Berencana.

Presiden ke 2 Indonesia, Soeharto sedang  makan di sebuah gubuk

Presiden ke 2 Indonesia, Soeharto sedang makan di sebuah gubuk

Mengapa Soeharto tidak langsung menekankan pada cita-cita swasembada pangannya? Ternyata pada saat itu, kita dinilai belum memiliki tradisi dan kemampuan teknologi budidaya yang mumpuni. Sebagian besar lahan pangan yang kita miliki adalah sawah tadah hujan dan atau ladang berpindah. Melihat kelemahan yang ada, Soeharto pun memanfaatkan ASEAN sebagai media kerja sama dalam bidang peningkatan penguasaan teknologi sektor agrikultur dan holtikultura. Ilmu yang diperolehnya, sebagian diadopsi ke dalam paket transmigrasi, dan sebagian lagi disebar ke berbagai daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan, dan atau memiliki potensi untuk menjadi daerah penting penghasil bahan pangan. Tidak terhitung berapa waduk telah kita bangun, pabrik pupuk didirikan dimana-mana, penelitian dan pengembangan benih dan bibit unggul semakin ditingkatkan, peningkatan kemampuan para penyuluh pertanian, industri kimia dan pestisida dengan sengaja diundang untuk datang, ternyata semuanya tidak terlepas dari faktor kedekatan hubungan antara Soeharto dengan Sultan Azlan Shah.

Soeharto yang punya latar belakang kehidupan sebagai petani, dinilai oleh Sultan Azlan Shah, sebagai sosok penting dibalik lahir dan suksesnya industrialisasi Indonesia melalui Pertaminanya. Melihat kenyataan ini, maka baginda Sultan pun terdorong untuk saling bertukar ilmu dan pengetahuan dengan Soeharto. Perlahan-lahan kedua belah pihak mulai melupakan berbagai konflik di masa lalu. Apalagi Indonesia juga belakangan diketahui berada di balik kesuksesan Malaysia dalam mengusir komunisme dari Bumi Melayu, maka Malaysia pun semakin menaruh hormat dan kepercayaan pada Indonesia. Hal ini diejawantahkan melalui bimbingan langsung para ahli dan petinggi Pertamina dalam membidani kelahiran Petronas, perusahaan migas milik Malaysia. Sementara yang kita peroleh adalah berbagai teknologi bagi pengembangan industri karet dan sawit. Adapun di sektor pertambangan, beberapa perusahaan dan tenaga ahli dari Malaysia, berkolaborasi dengan beberapa perusahaan pertambangan logam, khususnya pertambangan logam timah. Tanpa terasa, jejak persahabatan yang telah terjalin begitu panjang itu, kini telah mampu memperlihatkan wajah ekonomi kedua bangsa dengan segala keunggulan dan kekhasan yang dimilikinya. Untuk sektor migas, Petronas berhasil keluar sebagai salah satu industri migas terbesar di Asia, sementara Pertamina, meskipun baru belakangan ini mampu mencatatkan prestasi yang amat membanggakan, namun nyatanya sudah sekian lama Pertamina menjadi sebuah perusahaan besar yang tidak pernah mampu terlepas dari masalah.

Di sektor perkebunan kelapa sawit, meskipun Indonesia belum mampu menggeser posisi Malaysia sebagai eksportir produk sawit terbesar dunia, namun akhirnya kita telah mampu menjadi negara produsen CPO terbesar di dunia. Begitupun dengan komoditi karet dan timah, kita tetap mampu bertahan di papan atas antara negara-negara produsen terbesar dunia dari kedua komoditi tersebut, sedangkan angka produksi milik Malaysia, terus mengalami penurunan. Untuk produksi beras, kita sudah mampu swasembada, sedangkan Malaysia masih terus import. Bahkan demi menjaga angka produksi berasnya, pemerintah Malaysia harus mengeluarkan kebijakan, dimana pihak kerajaan bukan hanya berhak mengelola jalur distribusi, melainkan juga punya akses langsung untuk mempertahankan besaran luas lahan sawah dan ladang produktif mereka melalui skema kepemilikan penuh kerajaan. Hal yang sama sekali belum pernah saya dengar di Indonesia, dimana Departemen Pertanian menguasai sejumlah area pesawahan. Hehehe..!

Presiden ke 2 RI, Soeharto

Presiden ke 2 RI, Soeharto

Berkat kegigihan Baginda Sultan Azlan Shah pula, kini Perak tampil sebagai daerah yang paling sukses mengembangkan sistem pertanian modern di Malaysia. Hal membanggakan yang pernah saya dengar dari ungkapan sang Putra Mahkota, Dr. Nazrin Shah, bahwa semua persahawan irigasi yang dikelolanya, menggunakan management produksi ala Indonesia, yakni Panca Usaha Tani. Namun dari pengamatan di lapangan, mekanisasi ala Perak sudah menyeluruh hingga ke tahapan panen, sehingga sangat efisien, karena bisa memangkas waktu pada masa panen, kualitas gabah tetap terjaga, karena semua proses pemanenan, pengeringan dan pengemasan bisa selesai dalam waktu satu hari. Indonesia belum mengaplikasikan teknologi ini secara menyeluruh. Hal yang mendorong Malaysia untuk total dalam usaha mekanisasi sektor pertaniannya, adalah karena ketersediaan sumber daya manusia yang menggerakan sektor pertanian di Malaysia sangat minim, sehingga tanpa bantuan mesin, sektor pertanian Malaysia akan terancam punah.

Sedangkan untuk bidang pengembangan Sumber Daya Manusia, Sultan Azlan Shah sudah sejak lama mengirimkan pelajar-pelajar terbaiknya untuk melanjutkan pendidikannya di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Karena itu jangan heran, apabila anda bisa dengan mudah menemukan warga Perak yang mencantumkan gelar akademik dari Indonesia…! Sungguh sebuah keakraban yang amat tulus, walau pun seringkali mendapatkan pembalikan arus sikap dari Putrajaya yang lebih politis dan populis.

Sekarang, kedua tokoh besar dari dua negara serumpun itu telah tiada. Meski kalangan masyarakat urban Indonesia masih antipati dengan kebesaran dinasti Soeharto, namun nyatanya bagi masyarakat pedesaan, kedudukan Soeharto seakan masih belum tergantikan. Pelajaran penting yang bisa kita petik dari apa yang telah mereka lakukan adalah besarnya minat yang ditunjukkan untuk memajukan sektor pertanian di negaranya masing-masing. Swasembada pangan telah dilihat sebagai sebuah tuntutan bagi setiap bangsa dan negara manapun untuk tetap eksis sebagai negara yang berdaulat dengan kadar bargaining power yang tinggi.Swasembada pangan tidak bisa dipolitisasi, melainkan harus menjadi aksi nyata bagi setiap pembuat policy, untuk menjadikannya sebagai tujuan akhir dari berbagai program yang telah dirancang dan dimiliki. Swasembada harus berakhir pada terwujudnya sebuah kesejahteraan, bukan sekedar untuk meraih sebuah penghargaan. Swasembada pangan harus mampu menjadi potret kebesaran kaum tani, agar semua bisa bangga dengan kepala tegak berdiri.

Azlan Shah dan Soeharto telah mengisi ruang kepemimpinan yang membumi, melakukan diplomasi antara dua negara dengan semangat tani yang tinggi. Selanjutnya, pemimpin yang kita nantikan adalah pemimpin yang mampu menyulam semua dimensi kekuatan yang kita miliki, agar tidak lagi terlepas dari sumbu-sumbu kekuatan yang lainnya. Ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan alutsista serta ketahanan spiritual agama dan berbangsa, harus mampu menjadi kekuatan utuh yang manunggal bagi bangsa Indonesia, demi menyongsong hari esok yang cemerlang..!

Terima kasih Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY, kalian telah membawa dan memelihara kami untuk tetap menjadi bangsa yang santun dan berbudi pekerti. Terima kasih Tuanku Baginda Sultan Azlan Shah, untuk segala kerjasama damai yang dijalinkan dengan erat. Saya tahu, semua itu tidak mudah, tapi paduka telah berani memulainya. Doa dan cinta kami mengiringi kepergian Baginda, semoga senantiasa mendapatkan kebahagiaan dan tempat yang layak di sisi-Nya. Amien. Selamat jalan dalam damai..! Al Fatihah..! Salam hangat bung..! (by: yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 31 May 2014).

  120 Responses to “SANG PENDAMAI ITU TELAH TIADA”

  1. pertamax

    • saya jd rindu masa2 dulu… petanni sungguh sejahtera… pak harto memang punya kelebihan dan kekurangan.. tp yg tidak bisa di pungkiri petani merindukan sosok pak harto… untuk itu saya ingin memilih pemimpin yang pro petani tanpa melupakan kekuatan militer yg kuat.. saya yakin itu ada pada sosok ..xxxx.. masi ingatkah kalian harga sapi hancur, petani di desa menjerit sosok siapa yg memimpin pada waktu itu?????

      • Zaman presiden soekarno pemerintah mendukung keanekaragaman bahan pangan pokok selain beras, tp jaman presiden soeharto yg terlalu tersentralisasi sehingga seolah-olah dr sabang sampai merauke harus makan nasi dan mengabaikan potensi sumber pangan dr masing2 daerah. Memang pd awal2 pelitanya soeharto indonesia sempat swasembada beras tp tahun2 berikutnya langsung hancur gagal panen dan harus impor besar2an krn keseragaman pengelolaan cara tanam, pestisida, membuat hama menjadi kebal serta mudah merusak padi, jamannya ora penak. xxxxx pro petani itu cuma iklan, himpunan petani sekarang malah mendukung xxxxx. Ngomong2 terima kasih atas artikelnya yg menarik bung yayan, saya jg turut berduka cita

        • @nugraha…maaf nih jaman megawati bgm…knp gak diterusin cita2 bung karno…tanker pertamina yg baru dibuat dijual jumlahnya 2

          • Bagaimana mau melanjutkan, zaman megawati uang saja hampir nggak ada malah harus bayar tunggakan utang hasil pemerintahan sebelumnya khususnya soeharto yg besarannya kurang lebih naik 4 x lipat krn nilai rupiah jatuh drpd dolar dan jg memikirkan cara menanggulangi defisit APBN, kebijakkan yg katanya menjual aset negara jg bukan tanggung jawab megawati semata karena semuanya sdh dipertimbangkan atas saran ‘pembantu2nya” yaitu menteri dan staf2 ahli tentunya jg atas persetujuan anggota dewan, zaman megawati menjual aset sedang zaman sby menambah hutang itu pilihan. Seandainya betul2 uang negara dan utang negara pd zaman soeharto betul betul di gunakan utk membangun infrastruktur dll demi pemerataan pembangunan dan tendernya di berikan secara fair pd orang yg kompeten bkn kroni dan keluarga saat krisis indonesia tdk akan terlalu terpuruk dan bukan tidak mungkin sekarang kita sdh hampir setara dgn china (perekonomian dan militer). Jayalah NKRI

          • yang lebih konyol tw ngk megawati ngomong apa di mrtro tv… sebelum saya mennyetujui mr. j jadi presiden saya terlebih dulu bicara sama ayah saya bung karno.. dan bungkarno menyetujui mr. j maju jadi capres karena menurut bung karno sosok mr. j tahan banting dan ulet…. kalaw gk percaya cek atw puter ukang aja lagi..bdan itu live lo… bagaimana mubgkin orang yg sudah meninggal dapat di ajak bicara lagi?????

          • Soal tangker pertamina perlu diluruskan disini bukan-lah penjualan fisik asset sebenarnya. Ini adalah pengalihan hak pembelian kapal yang sedang dalam tahap produksi di Korea Selatan krn kondisi perekonomian indonesia saat itu. Tentunya, ini atas persetujuan pihak pembuat kapal tersebut. Intinya indonesia belum beli kapal tangker apapun

        • haaa…

        • Yang pasti rakyat rindu pemeimpin ala suharto yg mengutamakan isi perut rakyat yg akhirnya terjadi stabilitas negara, ingat dijaman soeharto juga teknologi kita mulai maju dan dirintis,, pendapat anda sangat emosional dan tidak sependapat dengan pendapat rakyat pada umummnya,,memang pada jaman soeharto terjadi korupsi oleh antek anteknya akan tetapi sekarang korupsi sdh pada setiap tingkat jabatan pemerintah, jaman soeharto korupsi memang dilokalisir yaitu hny pada pejabat tinggi saja sehingga tdk semua orang bisa korupsi..

      • Si kunyuk ajay12 ini tiap hari kerjaannnya cuma coment berbau kampanye mulu !!!

        Sampe ga nafsu gw baca coment warjager kalau uda ada dia.

        Ajay12 pegi aja lu, kampanye di bundaran HI sana, jgn disini… !!!!!

        • santai aja bung… kita ini manusia ciptaan tuhan… kalau anda merendekan ciptaan tuhan.. lalu apa anda layak di sebut manusia???.. komentar anda mencerminkan akal pikiran yg buruk.. itu passantai aja bung… kita ini manusia ciptaan tuhan… kalau anda merendekan ciptaan tuhan.. lalu apa anda layak di sebut manusia???.. komentar anda mencerminkan akal pikiran yg buruk.. itu pasti.

          • Jangan suka menjelek2an Presiden2 Kita krn kita tdk tahu kondisi yg mereka hadapi ketika beliau menjabat…Pak Harto wajar spt agak memihak barat, krn kekuatan ekonomi yg dominan ketika itu yah Amerika…kalo anda berumur diatas 50 thn ,…masih dapat thn 77 ketika ancaman kelaparan melanda Indonesia, dan hanya Amrik yg mampu memasok beras besar2an ke Indonesia…jaman Megawati kekuatan daya tawar kita masih lemah krn ekonomi yg baru2 bangkit, sdgkan kaum neo lib yg ada dikabinet memberikan harapan kalo swastanisasi bisa memacu ekonomi..terbukti jg kan positif utk tumbuhnya ekonomi sampe skr…walau ada kerugian2 jg..semua kebijakan itu ada resikonya…Seperti Habibie yg harus menerima tekanan PBB utk referendum Timor Leste…krn dimasa itu Indonesia terjepit kondisi ekonomi yg luarbiasa sulit…tapi kita bersyukur semua Presiden kita telah menyelamatkan bangsa ini dari Balkanisasi…yg memang agendanya ada pada saat itu…baik dlm bentuk nasionalisme Aceh dan Papua maupun perang agama Poso, Ambon…..

      • “Hal yang sebaliknya, justru ditempuh Indonesia. Walaupun memiliki luas wilayah daratan yang sangat luas dan subur, serta pernah mendeklarasikan diri sebagai ” negara agraris ”

        inilah yang menurut pendapat saya merupakan kesalahan terbesar pak harto. kita ini bukan negara agraris tapi NEGARA MARITIM !!!

    • Terima kasih untuk segala komen dan pro kontra yang menyertainya. Maaf saya tidak bisa memberikan ulasan-ulasan kecil seperti mana biasanya. Saya sudah mencobanya. Tapi semalaman saya coba, tetapi tetap saja tidak bisa submit comment.

      Mengenai Sultan Azlan Shah dan Soeharto, saya sudah menduganya, akan banyak pihak yang menentang. Tapi adalah bukan maksud dan tujuan saya untuk menciptakan pertentanngan. Ada secuil sejarah yang manis apabila ditelusuri akan sangat membanggakan, walaupun mungkin bagi sebagian kalangan tidak cukup bisa untuk menyembuhkan luka lama. Ada banyak prestasi yang ditorehkan oleh keduanya, yang akan selalu pantas dan bisa untuk kita pelajari bersama.

      Berada dalam kedukaannya dan mengenang segala kebaikannya, adalah pemahaman saya terhadap apa yang disebut fardlu kifayah. Tidak ada misi dan muatan moral lain yang menungganginya. Saya berhak memuji sesorang, tapi untuk melangkah ke tingkat memuja, maaf..! Saya hanya punya satu Tuhan, dan segala yang berada disekeliling Tuhan, maka itu bukanlah Tuhan, dan tidak ada keharusan apalagi kewajiban yang menuntut saya untuk memujanya.

      Saya hanya ingin mengangkat kesamaan concern kedua pemimpin tersebut pada bidang pertanian, walaupun sekali lagi saya mohon maaf karena saya juga bukan ahli dalam bidang ini. Saya hanya melihat potensi yang dimiliki oleh sektor ini, dari apa yang saya konsumsi setiap pagi. Sebelum berangkat ke kantor, isteri saya akan menyiapkan sarapan ini, sepotong roti, telur, beef bacon/smoked chicken/ stewed fish, salad, buah dan secangkir kopi. Artinya saya akan membutuhkan gandum, telur, daging/ayam/ikan, sayuran segar, buah, kopi, gula/tebu, dan atau susu. Ternyata, semua yang saya konsumsi adalah produk yang dihasilkan oleh sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Seandainya kita menjadi negara yang sangat fokus membangun ke empat pilar perekonomian tersebut, masa sih kita gak bisa membangun dan membesarkan bangsa ini.

      Pengalaman saya ketika masih bermukim di Eropa. Kalau kita pergi ke pasar, kita akan menemukan begitu banyak tomat segar dan tomat kering(sun dried tomatoes). Di Indonesia, mulai dari kebun, jalanan sepanjang kebun ke kampung para petani, hingga di pasar, mata kita akan disuguhkan bukan hanya dengan tomat segar, tapi juga tomat layu dan tomat busuk. Disinilah pentingnya teknologi dan mekanisasi, karena nyatanya mata rantai pertanian tidak sebatas pada hukum tebar tuai. Masih ada hal lain yang juga tidak kalah pentingnya, yakni distribusi dan storage. Teknologi dan mekanisasi adalah bidang concern yang diperjuangkan oleh Sultan Azlan Shah. Pertanyaannya, salahkah jika kita belajar dari orang lain, hanya karena dia orang Malaysia?

      Atau, lupakanlah Sultan Azlan Shah, jika memang kita benar-benar tidak berkenan. Mari kita lihat meja makan rakyat Indonesia. Apa yang ada di atas meja makan itu setiap harinya? Adakah sudah tersedia sepotong ikan tuna, ayam goreng, rendang daging, gulai kambing, telur dadar, lalapan dan sambal serta buah segar? Meskipun kita terkenal sebagai penghasil tuna terbesar dunia, nyatanya kita kurang familiar dengan produk unggulan ini. Di Yokohama saya sering menemukan produk laut unggulan dari Indonesia, tapi di Indonesia sendiri, kita seakan tidak dibenarkan mengkonsumsi produk berkualitas prima. Apakah dengan status kualitas ekspor, lantas kita tidak dibenarkan mengkonsumsinya? Hehehe..! Tentu saja bukan karena itu. Ini soal daya beli dan ini soal kesejahteraan. Untuk sebuah kesejahteraan, lupakan permusuhan. Mari kita raih bersama. Selama tidak menggadaikan apalagi harus menjual harga diri bangsa dan negara, apa yang salah dengan sebuah persaudaraan?

      Jika ada peribahasa yang berbunyi, air susu dibalas air tuba. Maka terimalah air tuba itu. Mari kita gunakan untuk menangkap ikan di sungai-sungainya. Apabila segalanya bagaikan nasi sudah menjadi bubur, maka marilah kita nikmati bubur itu bersama ikan-ikan yang kita dapatkan. Contoh sederhana adalah penyajian bubur Manado. Apanya yang harus ditangisi jika yang disuguhkan adalah bubur dengan campuran sayuran segar, ikan dan sambal?

      Sekali lagi lagi, mohon maaf telah bertutur panjang lebar. Semua terdorong oleh kecintaan saya pada bangsa dan negara ini. Saya sadar sepenuhnya bahwa pertahanan negara adalah hal yang penting, tapi kesejahteraan bangsa dan negara juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Terima kasih untuk semuanya. Salam hangat dan penuh hormat, tetap semangat, sehat dan sukses selalu untuk anda. Salam Indonesia Besar..!

      • Salam kenal bung yayan, sy setuju dengan anda… menurut sy sebagai bangsa indonesia tetap sj kita adalah manusia, yg perlu menghormati siapapun yg pantas untuk di hormati, yg hrs menghargai apapun yg harus di hargai, tp sy jg tdk bs menyalahkan yg kontra dgn artikel d atas, krn setiap orang punya pandangan yg berbeda.. bung yayan salut untuk kebesaran jiwa anda..

      • @yayan : tulisan diatas merupakan secuil kisah yang saya sendiri baru tau sekarang bung, terimakasih sudah membagi kisah ini..mengenai rasa benci sebagian warjagers terhadap malaysia,saya rasa perlu adanya pelurusan pandangan, bahwa tidak semua masyarakat malaysia seperti itu..kita lihat siapa pemegang kekuasaan disana saat ini..pola pikir saya kita bisa belajar dari negara lain selama hal itu bukanlah hal yang negatif dan demi kemajuan bangsa..

        nb : turut berduka atas berpulangnya Sultan Azlan Shah..dibalik semua peristiwa tidak mengenakkan antara Indonesia dan tetangga, masih ada hal2 positif di masa lalu yang dapat diambil pelajaran.. salam

  2. keduax ajaa

    • dulu pak harto dikenal sebagai bapak pembangunan tapi tdk seperti pembangunan sekarang yang ngawur… tanah pertanian di ubah memjadi ruko,super market, mini market dll.. apa rakyat indonesia sudah gak doyan makan padi lagi?? apa ganti makan ruko???

      • Betul bung..sebagian besar lahan persawahan di karawang sudah berubah menjadi daerah perumahan dan industri..sangat disayangkan. Ada benarnya seperti yg diuangkap yayan..sebaiknya aset2 berupa lahan pertanian ataupun perkebunan milik rakyat harus dikuasai oleh negara dalam artian jika pemilik lahan tersebut hendak menjual lahannya harus dijual ke pemerintah dan negara wajib membelinya.

      • Betul bung ajay dulu d daerah kami padi tdk habis makan sampai panen lagi kebetulan daerah sy 4 kali musim dlm 1 tahun , padi, kedelai, tembakau dan jagung, tapi sekarang kadang hanya 2ร— panen dalam 1 tahun itupun tdk mencukupi sampai panen lagi d sebabkan harga pupuk dan obat2an yg melambung sehingga petani pun sering rugi d hitung dari biaya produksi, bahkan harga tembakau pun seringkali jauh d bawah biaya produksi, inilah salah satu sebab banyak petani semakin malas untuk menanami lahannya , sekarang mah banyak yg mencari penghidupan d kota

      • Mohon maaf sebesarnya Pada semua tetua JakartaGreater (For Admin Bung Diego) Ijin Comment. Setiap kebijakan Presiden mempunyai karakter serta Plus minusnya tergantung menyikapai dengan arif masing masing individu rakyat RI. Tapi Saya merasakan sendiri sangat lah sulit hidup Pada masa tahun 99 ahir 2003, dimana semua sendi kehidupan berbangsa, RI seakan runtuh dan terkoyak, masih ingat peristiwa berdarah antar anak bangsa ini terjadi mulai dari Ambon, Poso, Sampit-Sambas, Bali, Aceh Dll Belum Lagi ancaman Disintegrasi Bangsa (Lepasnya TIM tim dari Bumi pertiwi) Terjuanya harga diri bangsa (Penjualan Aset penting dari satelit sampai Kapal tengker dengan sangat murah) dan efek yang saya rasakan saat ini dari kebijakan Presiden Tahun 2003 ialah Ketidak pastian nasib saya dalam bekerja ( Umur dibawah 34 tahun udah berganti 9 kali tempat kerja) akibat sistem Outsorsing atau istilah Alih daya. Sehingga Buruh seperti sy ini ngak punya nilai tawar apa apa terhadap tenpat kerja saya.Setiap hari dalam bekerja cuma satu pertanyaan yang ada di benak ” Tahun depan Saya Diperpanjang tidak kontraknya???”.

        • Outsourcing itu memang tidak kayak diberlakukan dan tidak manusiawi. Semoga pemerintahan ke depan, bisa lebih Tegas dan tidak tutup mata.

          • Blok gas Tangguh papua yang di jual sangat murah oleh presiden megawati kepada china juga sungguh tidak ber nasionalisme….

          • Kalau yg menang anak didiknya..ga yakin outsourcing dihilangkan. Kan di zaman kekuasaannya outsorcing dibentuk. Kalau melawan ya bisa “diturunkan” dengan berbagai cara. Ini yg saya takutkan. Seperti wayang golek yg digerakkan sang dalang? Dibantah dengan cara apapun logikanya ga pernah ketemu. Aku rapopo

          • sebenarnya maksud tujuan UU Nomor 13 tahun 2003 terutama pasal tentang Outsourcing bertujuan untuk mengembangkan perusahaan di Indonesia, memproteksi terjadinya monopoli pada satu perusahaan. Namun, sejak diberlakukan 2003 lalu sampai hari ini apa yang diinginkan dari latar belakang dicantumkannya pasal-pasal Outsourcing dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan itu tidak menjadi kenyataan sebab makna Outsourcing yang sesungguhnya tidak dilaksanakan. UU, peraturan yang cukup bagus tidak akan otomatis melahirkan kondisi yang bagus apabila implementasi dari UU, Peraturan itu tidak berjalan. Dalam hal ini yang salah bukan UU, Peraturannya akan tetapi pelaksana dari UU, Peraturan itu sendiri. Kementerian tenaga kerja harus bertanggung jawab semua pesmasalahan Outsourcing ini.
            Banyak perusahaan-perusahaan memanfaatkan kelemahan kementerian tenaga kerja dalam pelaksanaan UU nomor 13 tahun 2003 ini. Globalisasi dan persaingan usaha yang ketat menuntut perusahaan untuk meningkatkan kinerja melalui pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempekerjakan tenaga kerja seminimal mungkin, namun memberi kontribusi maksimal. Akibatnya, upaya perusahaan terfokus pada penanganan pekerjaan yang menjadi bisnis inti atau core business. Sementara pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain. Proses kegiatan inilah yang disebut outsourcing. Banyak buruh sebagai tenaga kontrak, yang direkrut melalui perusahaan pengerah tenaga kerja (outsourced) yang banyak muncul di pusat-pusat industri. Ini terjadi karena bisnis ini sangat menguntungkan bagi perusahaan penyedia buruh kontrak.
            Harus diakui pasal Outsourcing (alih daya) dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sangat lemah, tidak kuat dan bias sehingga mudah disalahgunakan serta tujuan dari Outsourcing yang ingin mengembangkan perusahaan di Indonesia, memproteksi monopoli perusahaan di Indonesia tidak tercapai, betul saya setuju dgn bung diego sdh 2 periode pemerintah yg sekarang seakan tutup mata tidak merevisi atau bahkan menghapus uu tsbt dan saya jg berharap pada pemimpin berikutnya tp bukan pd capres penunggang kuda yg katanya pro buruh faktanya jg masih mempekerjakan tenaga outsourcing blm lg kasus tidak di bayarnya gaji ribuan buruh pabrik kertasnya slm lbh dr 4 bulan

          • Soal indosat yg saya tau bukan di jual semua tp sahamnya sebanyak 40 persen dilepas dan di beli asing dan dgn harga yg tidak murah utk ukuran saat, menurut pengakuan megawati rencananya 10 tahun kemudian menrt perkiraannya saat perekonomian indonesia membaik akan di beli kembali, tp mega cuma 3 tahun jd presiden.

        • @sangaji : maaf bung, saat ini bekerja di bidang apa??saya akan lebih prihatn lagi di saat perdagangan bebas 2015 nanti..akan seperti apa karyawan2 yang masih outsourcing ini…

      • Inilah dampak otda (otonomi daerah) yang bukannya mensejahterakan rakyatnya malah jadi ajang pesta poranya pejabat daerah. Kalau di Papua sampai tak terurus maka jangan salahkan pemerintah pusat, yang sejatinya telah menggelontorkan dana otonomi khusus yang bila digunakan sesuai peruntukannya tentu mampu mensejahterakan rakyatnya. Bila tidak, maka rakyat papua harus melihat ini sebagai pembelajaran, belum tentu putra daerah itu peduli dengan daerahnya atau bahkan bisa saja mereka agen asing yang disusupkan. Maka bila terjadi pertemuan khusus antara Obama dan pejabat2 daerah yang sifatnya rahasia pastilah ada yang disembunyikan, waspadalah…. waspadalah…. ๐Ÿ˜€

        • hutang indonesia 2400 triliun mas,

        • Maaf bung Indonesia hebat, sy tdk bermaksud kampanye kok… maklum ulasan tukang cuci… jgn diambil hati. Ngomong2 soal pilpres jg saya gak maju bung… pak DI… jd kalau skrg pilpresnya saya bingung milihnya. Saya manut bung satrio aja ….. ๐Ÿ˜€

  3. turut berduka

    Inalillahi Wainaillaihi Rajiโ€™un:

  4. Salam kenal Bung Yayan.
    Thanks buat semua tulisannya.
    sorri baru tegur sapa.

  5. ketigax dah

  6. Allohummaghfir lahu warhamhu wa ‘afiihi wa’ fu ‘anhu….

  7. Inilah artikel khas bung Yayan yang sangat menyejukan hati…tapi ada sedihnya kala melihat Photo Presiden RI ke 2 Soeharto…walau bagaimana beliau sangat berjasa pada Negri ini..terimakasih bung yayan atas Photonya.

  8. Inalillahi wainailaihi rojiun..

  9. Selama ini yang saya tahu kedekatan pak Harto dengan pihak Malaysia adalah dengan mantan PM. Dr. M ternyata ada peran Sultan Perak yang sepertnya cukup besar. Trims artikelnya bung Yayan.
    Setelah Suharto dan Mahathir turun, sayangnya para pengganti dan sebagian masyarakatnya banyak memandang rendah Indonesia. Sebagai negara yang di takdirkan bertetangga alangkah elok jika menghargai kesetaraan dengan tetangganya. Meski mereka lebih makmur ta eloklah memandang tetangga selatannya sebagai bangsa rendah dan miskin. Dengan jumlah penduduk 25 juta jiwa (tidak semua kaya) dibanding Indonesia 250 juta jiwa (10 % saja yang kaya) itu sudah setara jumlah seluruh rakyat Malaysia seharusnya membuka mata mereka bahwa mereka membutuhkan tetangganya terutama di bidang ekonomi.

    • Saya merasa hubungan kedua negara selama ini lebih banyak direcoki oleh pers. Bad news is good news. Apapun yang mengungkit sentimen nasionalisme biasanya menjadi headline.

      • Betul sangat setuju sekali. Semenjak kebebasan pers terbuka di indonesia. Rasa rasanya hubungan kedua negara hanya masalah panas saja yg selalu ditampilkan.

  10. 10

  11. Inalillahi wainailaihi rojiun

  12. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.. Lahumul faatihah.

  13. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’unย 

  14. Semoga tulisan bung @yayan kali ini dibaca, dicerna dan jd renungan para pemimpin negeri Malaysia sekarang yg mendewakan, mengkultuskan kepentingan2 pragmatis yg dengan sengaja tlh mengusik dan menyakiti nurani Bangsa Indonesia. Smoga para pemimpin Malingsial skrg sadar bhw saudara tertua berbudi pekerti luhur berada tepat di sebelahnya (Indonesia, Brunai), bukan negara nan jaub di barat sono.
    Saatnya Malaysia kembali ke jln yg benar dgn menempatkan posisinya lbh dekat, bersaudara penuh sahaja dgn kakak besarnya Indonesia.

  15. innalillahi waina ilahi rojiun,,
    semoga Allah SWT memberikan tempat layak disisiNya
    dan kepada keluarga besar almarhum senantiasa diberi kesabaran sehat lahir babtin

  16. Pertamax

  17. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun…smg amal ibadah beliau s trima d sisi Allah SWT…Amin ya robbal Aalamin..

  18. Halah mati aja sana.orang malaysia.berikut sultannya kenapa kali rupanya ,mau maju mau terpuruk mau mati mau idup tuh sultan bukan urusan ane bung yayan ,lagian kata siapa indonesia semenjak mbah kung naik jadi RI 1 indonesia lebih mementingkan eksplorasi migas dan tambang lainnya seingat saya pergerakan industri pertambangan energi dan sumber daya mineral lainnya karena berhasilnya blok barat masuk kemari ,justru kita kebagian pengembangan agro industri sampai sampai swasembada beras kita bisa bikin ayam mati lumbung yang penuh padi,bantuan 1jt ton beras ke ethiopia ,dan negara lain di asia timur yang tidak di publis lebih banyak lagi itu saja dulu buktinya, lain kalikalo ngasih info kayak yang kemarin kemarin aja bung cenderung objektif,tapi yang sekarang ini cenderung subjektif dan kurang berimbang,gini aja bung baik buruknya ini adalah negaraku tetesan darahku yang pertama mengalir saat saya di lahirkan adalah di.sini bukan di malaysia ,dari pada saya harus mengenang tuh sultan yang saya sendiri baru tau rupane ,mending saya belajar mengingat siapa saja pahlawan kami bangsa indonesia,jadi kalau saya harus ikutan nangis dan mengeluarkan air mata dari mana saja mending saya nangis mengingat saya belum bisa memberikan apa apa pada negaraku ini saya berharap tidak jadi benalu di indonesia ku ini saja sudah alhamdullillah bung,maaf ga pake salam ga pake kenalan langsung uring uringan maklum nubie,

    • Hehehe..! Seneng banget bisa baca komen anda. Ke depannya, siapa pun pemimpin bangsa ini harus mampu melihat fakta ini sebagai sebuah realitas. Maaf jika anda kurang berkenan dengan tulisan saya kali ini. Semenjak awal saya sudah menduganya. Hehehe..! Salam hangat bung..!

      • sabar bung yayan…harusnya kita bisa belajar menjadi lebih baik, baik dari para pahlawan kita, pemimpin2 kita ato musuh2 kita.percayalah dengan itu kita makin kuat dan makin disegani.salam buat bung yayan sekeluarga..

      • Saya yang seharusnya minta maaf bung yayan…pemimpin kita baik yang dulu,sekarang,maupun yang akan datang semua bertindak realistis bung,saya bukan sosok penyembah pak harto dengan segala kekurangannya yang tidak mampu keluar dari kekangan barat sehingga sumber daya kita mereka eksploitasi semaksimal mungkin,dan kita harus bertahan dari apa yang mereka sisihkan untuk kita,sehingga hanya dari pertanian kita melanjutkan nafas demi nafas agar nadi perekonomian nasional tetap berjalan dan seluruh anak bangsa bisa berjalan dengan langkah tegap,lihat vietnam basic ekonomi mereka sama seperti kita,dan thailand mereka mampu membeli mesin perang jenis apapun yang mereka inginkan,dan sekarang maupun pemimpin indonesia sadar,undang undang agraria sudah dibentuk tinggal implementasinya seperti apa yang masih di tunggu segenap rakyat indonesia,

      • Hehehe… Sabar bung @yayan beda sudut pandang akan membuat segala sesuatu terlihat berbeda. terimakasih telah berkenan berbagi ilmu bersama kami

        salam hangat, semoga Allah selalu mencintai anda

    • Untuk yang ini saya sepakat dengan bung bagol… jasmerah. Naiknya suharto itu karena ASU…. yang ingin menjajah bangsa ini makanya freeport masuk hingga sekarang. Untung ada pak SBY, meskipun masih alot tapi dengan UU Minerba mereka tidak bisa lagi seenak udele dewe mengeruk kekayaan alam kita. Salut bung bagol… sesepuh sebelah dimari semua bung, panjenengan telat sendiri…. hehehe…. maaf ndan… nyampah. ๐Ÿ˜€

  19. Hehehe..! Tenangkan diri bung Cepot. Semua yang ada disini juga sama geramnya seperti anda. Saya ingin berbagi petuah dari ibunda saya. Beliau selalu bilang begini, Tuhan tidak akan pernah salah..! Hehehe..! Kalau udah dengar petuah ini, biasanya saya hanya bisa mengelus dada. Saya yakin anda juga mengalami hal yang sama. Salam kenal dan salam hangat bung..!

  20. puji tuhan,semoga amal baik&budi pekerti nya bs menjadi contoh buat kedua pemimpin bangsa..setahu saya malaysia memang sangat menghormati pak harto,bahkan ada yg kampungnya diberi nama kampung suharto,rumah sakit suharto dll..itulah bentuk penghargaan sebuah bangsa yg beradab kepada tokoh indonesia yg pantas dihormati..

  21. pak.harto begitu karismatik,, sayang di nodai oleh kelakuan anak2 nya,, jarang pesident di negara ini yang mau ngopi di gubug tua dan makan singkong rebus,,

    pernah denger beliau keluar dari istana tanpa mau di kawal paspampres, dan tanpa ada yang tau beliau keluar, beliau malah menyamar seperti petani biasa,, dengan caping dan duduk di galegan sawah.. tanpa wartawan / pengawalan,,

  22. he3..inget pye kabare …isih penak jamanku to?

  23. cepot@anda salah satu anak dari bangsa besar tp berjiwa kerdil..hahaha
    Kawan yayan@ulasan yg sangat bagus,berimbang..mengajari kedua bangsa khususnya bangsa indonesia akan arti dari sebuah persahabatan walau berbeda bangsa!
    dibutuhkan org2 yg berjiwa besar utk membaca ulasan anda kawan hehe

    • memang betul perlu jiwa besar untuk bisa mencerna maksud dan tujuan dari ulasan bung Yayan, tapi betul juga tak perlu otak pintar dan perlu sekolah untuk tahu maksud dan tujuan anda selama ini dalam komentar d warjag terlepas siapa itu anda…..

      salam

  24. Kl ngomongin pak harto jd inget acar klompen capir di tvri..

  25. Aduuh.
    Gak bisa buka warjag. .sulitnya minta ampun. .

    • Sabar gan, kesalahan terletak pada provider anda. Saat ini beberapa provider (Telkomsel, indosat dan XL) sedang mengalami gangguan.

      ๐Ÿ˜€

  26. Semua pemimpin Negara pasti ada kelebihanya dan pasti ada pula kekurangannya lha presiden juga manusia…tugas kita lah sebagai rakyat utk mengawal jangan sampai Pemimpin kita nanti siapapun yg akan jadi meleceng dari jalurnya…dan Saya harap Pemimpin yg baru nanti lebih banyak dapat mendengar pendapat rakyatnya Amin

  27. malingsial adalah bangsa maling!!!

  28. Sorry sedikit melenceng, Bung Yayan : Mengenai insiden Tanjung Datu ada informasi nggak bagaimana sikap pemerintah Malaysia?

    • Clear and clean, TLDM menarik pasukannya untuk sementara dari wilayah di sekitar perairan Tanjung Datuk. Sekarang sedang ada latgab FPDA. Mungkin mau nyaingin Latgab TNI 2014 kali ya? Ke depannya perlu dipikirin juga buat bikin Latgab yang yang tidak terpusat di satu titik, tapi menyeluruh ke semua wilayah NKRI. Hehehe..! Maaf cuma gurau aja..! Mau nguji nyali mereka aja, bisa gak dia juga buat Latgab seperti Latgab versi Indonesia?

  29. wktu kcil ingt program susunya pak harto..susu putih,susu merah,dan susu hijau yang brmanfaat bt org bnyk..ehh mksdy sapi buat rkyt yg brmnfaat..

    salam bung yayan..

  30. Inalillahiwainnahrajiun smoga amal ibadah bliau ditrima disisi tuhan yg maha esa..slamat jalan sultan

  31. assalamu alaikum @kang Yayan artikel2 anda mang top bgt..

  32. salam damai bung yayan
    ane ane terharu bukan isi komiknya bung
    tp bapak ane yg lg ngelamun bikin saya terharu
    tp alhamdulilah beliau mangkat namanya sudah tidak
    spt th 2000an
    beliau memang pahlawan kita
    ada yg tau namanya mo dipake apa gitu?

  33. cukup satu kalimat, “isih penak jamanku tho?”

  34. bung yayan@
    tiap baca artikel dari anda,jujur bukan hal yang mudah untuk dicerna.terlalu banyak yang tersirat dari yang tersurat.kalo masalah pro dan kontra sih wajar saja bung,gak ada kebenaran yang sebenar benarnya di dunia ini dan mungkin hanya tuhanlah yang paling benar(kalau menurut saya).
    cuman pesan moralnya aja bung yang mungkin dapat di ambil dari tulisan bung yayan kali ini
    1 gak ada manusia yang sempurna presiden sekalipun
    2 sejelek jeleknya seseorang(pemimpin) pasti masih ada kebaikannya
    3 perdamaian/kerukunan antar bangsa
    mohon maaf bung pandangan orang desa.,wassalamualaikum

    • Bagi gue soeharto adalah awal kegagalan indonesia dalam berbagai bidang, betapa tidak, kita di jaman sukarno sudah menjadi macan asia, dan sudah bs buat pesawat dan roket, tp begitu so harto berkuasa semua musnah, bahkan seolah indonesia tidak ada yang cerdasnya, india make motor, tp buatan mereka sendiri, mobil phn demikian, la kita smua inport , bahkan celana dalam pun kita inpor inikan jelas soeharto gagl

  35. Memang tidak salah dengan kalimat “kita akan sangat kehilangan seseorang apabila orang tsb sudah tiada di samping kita”

    Artikel yg bagus…salam kenal bung yayan.

  36. bung yayan,artikel ini kembali mengguratkan berbagai rasa yg berkecamuk dalam hati,negara ini dikaruniai dengan tanah yg subur begitu luas,dan juga warisan teknologi pertanian jaman dahulu dari leluhur lewat kalender tanam yg cukup akurat.ada rasa sedih saat pertanian saat ini masih saja berada dititik terendah.sebuah impian saya kelak pertanian Indonesia akan bangkit,dengan teknologi nano dan alami/organik
    bukan hanya pertanian,tapi perkebunan,peternakan dan jg kelautan
    negeri ini harus kembali ke hittahnya sebagai negeri agraris dan juga maritim
    salam hangat untuk anda beserta keluarga di KL sana

  37. Pemimpin Malaysia Rasis krn tradisi Melayu Supreme yg mnganggap bangsa indo memaluan krn sring kali sbg ras melayu kdg scra ekonomi kalah dgn ras cina dan india…Sdgkn d Malay ras melayu d anggap super shg ad pmbtasan baik politik dan ekonomi thp org india dan cina..ckckckck…..sebuah tradisi yg bila tdk d rubah akan trus mndrah daging dlm setiap bangsa indonesia bahwa Pemerintah Malaysia dan seluruh WN nya adalah segerombolan orang2 curang culas chauvimis yg sama sekali tidak layak utk dihargai biarpun dgn kedok kesamaan suku ras dan religion sekalipun……

  38. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Dari artikel ini mucul fakta yang sebelumnya tidak diketahui secara luas hubungan negarawan dari perak ini. Beliau turut membina hubungan baik Indonesia-Malaysia, akan halnya situasi saat ini telah berubah dengan dinamika yang terjadi antara Indonesia-Malaysia. Kita dapat meninjau cakrawal pengamatan sejarah kedua negara ini. sedikit menambah bung, dalam ucapan penghormatan kepada presiden-presiden Kita, kata kalian kurang berpadanan karena umunya pada bahasa melayu ditujukan pada orang yang lebih muda dari penyampainya. Salam Tabik..artikelnya menjadi penerawangan khusus…

  39. @bung yayan…
    “..melihat logika skrg bgmn malay**a terus2an melakukan teror diwilayah perbatasan,apa sebenarnya yg mereka inginkan..jika melihat kekuatannya ta sebanding dgn negeri ini !!!

  40. Baik jelek Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudoyono adalah presidenku kalian emang sudah buat apa untuk Indonesia? Berani berani menghujat presidenku gawe mabuk, narkoba, dugem berlagak pintar

  41. penjaga hati@ klo mmg tni merasa lbh kuat dr tentara malaysia,pertanyaannya koq mereka berani..apa mmg mereka memancing tni utk memulai peperangan/meletupkan senjata..agar dunia memandang indonesia sbg bangsa bar bar..atau bs jd tni ragu akan kekuatan malaysia sebenarnya,jgn2 malaysia punya kekuatan tersembunyi yg bs memukul habis tni..

    • Tuh, meletupnya keluar….hahah, malon deteck.!

    • Betul bung Frans, Malay memang mempunyai kekuatan tersembunyi… FPDA ada Ausit ada UK bisa juga UK+NATO, tanpa itu saya g yakin mereka berani berulah.
      Kemungkinan kedua adalah kalau Malay tidak membanggakan sekaligus mengandalkan kekuatan-kekuatan gerombolan penyamun tsb berarti Malay adalah negara pongah nan tak tahu diri..

  42. Innalillaahi Wainaillaihi Rojiun. Artikel yg menyejukan. Sebagai orang beragama kitu harus mendoakan orang yg sudah meninggal, bukan mencaci makinya. Baik atau Buruknya Presiden ke 2, dia adalah manusia biasa yg berusaha untuk memajukan negaranya. bagai mana dengan anda! apa yg telah anda berikan untuk negeri tercinta ini. salam NKRI.

  43. frans itu kayaknya orang malaysia teman teman warjager,jadi low komen di sini seenaknya..

  44. Walaupun sebagian besar rakyat dari bangsa ini marahnya sdh sampai di ubun2 oleh ulah Malingshit (kasus kecurangan Sipadan-Ligitan, Ambalat, TKI, pemukulan official olah raga, penyiksaan nelayan, claim budaya, dsb, dsb), Presiden SBY msh menenangkan bangsa ini supaya sabar dan tdk mudah menyulut api peperangan (dan bagaimanapun ini adalah sikap dan tindakan Presiden yg tepat). Sekarang pertanyaan saya, adakah pemimpin2 Malingshit (tdk terkecuali Alm Sultan Azlan Shah) berjiwa dan bersikap spt pemimpin2 kita? Mereka (pemimpin2 Malingshit) saya anggap dgn sengaja melakukan pembiaran atas timbulnya kebencian bangsa ini terhadap Malingshit/Malingsia.

    Memposting Azlan Shah (alm) di JKGR ini saya anggap adalah sesuatu yg TIDAK PANTAS. Malingsia terbukti telah mencuri, mencurangi, dan melecehkan bangsa ini; jika anda tdk setuju dg kalimat saya tsb, pasti anda bukan seorang Bangsa Indonesia sejati. Apa yg berlaku terhadap bangsa dan negara ini (yg dilakukan Malingshit/Malingsia), (sedikit-banyaknya) pasti tdk terlepas oleh sikap dan tindakan para pemimpin Malingsia.

  45. kawan sukro@itukan salah satu kemungkinan,msh byk kemungkinan lain(nyantai dong)..krn sdh sering terjadi insiden2 kecil tp indonesia cm berani protes keras,saya jd ingat petugas dkp yg di tangkap kemudian di tahan aparat malaysia,pemerintah cm braninya protes keras dan menghimbau agar petugas tsb di bebaskan..pdhl petugas dkp ditangkap di perairan indonesia(klaim indonesia),skrg br saya tahu klo itu yg anda maksud dgn indonesia “cerdas”,sipadan ligitan lepas jg krn “kecerdasan” indonesia,saya yakin suatu hari pasti natuna akan di ambil sm china,krn tahu indonesia itu cerdas hehe shalom,semoga TUHAN memberkati anda

    • Kalaupun itu benar, toh Indonesia (Waktu itu) tidak berperang melawan Malaysit tetapi perang melawan UK, tetapi lebih tepatnya Indonesia di keroyok 3 negara. Kalaupun Indonesia gagal waktu itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Indonesia punya nyali

  46. flanker bravo@maaf..mungkin saya org pertama yg tidak setuju komentar anda..sangat pantas utk mengungkap fakta hubungan masa lalu Indonesia& MALAYSIA yg terjalin baik,saling mengisi,membantu dan menghormati..malaysia mengagumi dan menghormati alm soeharto,sudah sepantasnya indonesia juga menghormati alm sultan azlan shah..klo perlu kita mengheningkan cipta dan bendera setengah tiang selama sebulan penuh..nyantai kawan(kabur ah,pasti ada yg ngamuk ni)

    • Silahkan kalau anda atau masyarakat anda Malingsia mengagumi Soeharto atau siapapun dari kami (itu hak anda); tapi supaya anda tahu, tdk satupun dari kami yg mengagumi pemimpin2 anda Malingsia….tai kucing semua…pemimpin2 maling; penjilat2 pantat kaum imperialis!

    • Menurut saya malay hanyalah duri dalam daging, jadi tinggal kita cabut dirinya, kan malay wilayahnya hanya sepetak, sepertinya halaman belakang kalimantan, jd malay bukanlah negara yang punya kekuatan tuk melawan tni

  47. Inalillahi wainalillahi rojiun…, semoga amal baik beliau diterima disisinya, setuju soal pertanian penting…konon dua capres kita ingin memajukan sektor pertanian …semoga terbaik ditetapkan Allah SWT,
    Bener bung yayan….sepertinya dunia seperti roda berputar kdang kita di atas kadang pula di bawah, dulu kita di atas, mungkin di sektor pertanian keadaan kita tentu belum idieal dalam konteks ketahanan pangan maupun memajukan sektor pertanian.
    Dalam sektor perkebunan kelapa sawitpun sebenarnya malaysia lebih dulu belajar di sumatra utara, tapi sekarang cobalah lihat, Ndak usah jauh2 hari ini sebagian midle manajer ke atas perusahaan Kelapa Sawit banyak diisi orang malaysia (selain mungkin dominasi kepemilikan IUP/ Ijin Usaha Perkebunan sawit banyak beralih ke Perusahaan Malaysia)….hari ini mungkin kita menepuk dada total produktitas CPO nasional kita sudah melampaui malaysia namun sejatinya siapa sesungguhnya yang paling menikmati?

    Sebenarnya untuk ukuran areal Kebun kelapa Sawit dengan asumsi produktitas nasional yang masih 22 Ton/ Hektar /tahun jika bisa di tingkatkan…faktanya saya bisa mendapati IUP yang dikelola asing dengan multi source SDM (sd level manajer jg mixed) produktivitas bisa mencapai 33 Ton/Hektar/tahun dan justru capaian kinerja ini dihasilkan pada saat siklus puncak usia produktif usia tanaman sawit seharusnya menurun…..(maklum akuisisi pemodal asing baru terjadi sekitar kurang dari 4 tahun lalu)…artinya kinerja manejemen agroindustri yang handal juga mampu meningkatkan produktivitas.

    Lalu apa untungya buat kita jika produktivitas meningkat…selain sebagai faktor penggerak ekonomi daerah maupun nasional (Devisa & pajak ekspor CPO)…saya juga mengamati tingkat kesejahteraan masyarakat perkebunan kelapa sawit juga meningkat, maklun jika konsisten diterapkan regulasi Permentan yang mengatur minimal 20% IUP wajib dikelola berbasis perkebunan masyarakat (bahkan di Riu capaiin rata-ratanya sudah 40% kebun milik petani) maka tentu memberi dampak riil sember penghidupan di pedesaan. Dalam kasus perusahaan yang sama penghasilan petani mitra mencapai 10juta/kaplin/bulan (1kapling 2 Ha) bahkan tertinggi sampai 14 juta dan itu nettt setelah dipotong biaya produksi dll,……intinya kita balik ke mindset kita bagaimana kita mendapatkan nilai tambah semaksimal mungkin bagi masyarakat….., saya hanya terkesan dengan sikap sederhana pola pikir masyarakat transmigran (jawa) mereka punya pedoman 3N (telu en) yaitu, Niteni, Niru, lan Nambahi……artinya untuk suatu hal positif mereka cenderung untuk bersikap mengamati/mempelajari, meniru dan kalau bisa malah menambahkan hal-hal positif lain berdasarkan daya dukung lingkungan yang ada….

    Damai itu Indah…..NKRI harga Mati…..salam hormat bung Yayan

  48. Malaysia berani klo indonesia it lemah…inget taun 2005 mereka petantang petenteng d ambalat krn mreka merasa superior dgn mesin perang mereka…sekarang berani g Malaysia kirim armada militer head to head dgn tni saat negara ini beli leopard marder caesar astross kh-178/179 yakhont kcr 40/60 pkr dll kliatan sx pda cra pandang militer mreka thp indonesia

  49. Bung Yayan, yang selalu aku tunggu pencerahannya dari sudut pandang orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Memang seja era reformasi, Indonesia belum menemukan jati dirinya. Visi kebangsaan jadi tidak jelas. Berbeda sekali dengan era orde lama, dilanjutkan era orde baru dengan Visi Repelitanya. Tapi saya yakin dengan berbekal Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, bangsa Indonesia yg saat ini lagi menikmati era kebebasan yg kebablasan, akan menuju kepada era kebebasan yg berdemokrasi yg tertata. Memang saat ini budaya Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo Mbangun Karso, Tut Wuri handayani, malah muncul budaya yg negatif dari para pemimpin bangsa. Dampaknya ke bawah sangat luar biasa dasyatnya. Hukum rimba, siapa kuat siapa dapat, sopo sing iso, adigang adigung adiguno jadi budaya yang merasuki darah dan daging rakyat. Harapan rakyat, akan muncul Satrio Piningit yang akan meluruskan semua ini menuju kejayaan Indonesia Raya. Saya selalu menunggu Pencerahan Bung Yayan dari sudut pandang orang Indonesia di luar negeri, yg bisa membangkitkan semangat kebangsaan dan rasa kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Salam bahagia buat Bung Yayan sekeluarga. Mohon maaf kalo mbulet, maklum bahasanya rakyat jelata penjual ayam di pasar.

  50. “Pak Harto itu jasanya besar, tapi dosanya lebih besar, kita maafkan , tapi jangan lupakan kesalahannya” ~Abdurahman Wahid~ Indonesia saatnya dipimpin Generasi Ketiga, Generasi Reformasi.

  51. ########### DIHAPUS ##########

    Peringatan!!!!

    Mohon komentar yg santun, tanpa merendahkan harga diribangsa Indonesia

    Admin

    • Frans…,
      “kita ” ??? Saya akan lebih respek bila Anda mengaku sebagai WNA atau WNI dengan sebenar-benarnya. Bila pun Anda warga negara Malaysia, kenapa harus menutupi jati diri . Apakah Anda tidak bangga terhadap Tanah air Anda ?
      Setelah itu kita bisa lanjutkan diskusi . Terus terang saya kesulitan bagaimana diskusi dengan orang yang plin-plan , kadang ikut kelompok A dan kadang ikut kelompok B .

  52. Siapapun yg menjadi president di Indonesia itu kan hanya tuntutan rakyat yg ingin mengembalikan citra rasa kepedulian terhadap rakyat yg selalu menjadi korbanya tak terbayangkan bila bawahan president yg selalu ada yg bersih dan ada yg kotor dari korupsi seakan-akan Uang yg menjadi patokan bukan Harga Diri lagi atau Moral.

    Apalagi bila suatu politik dimainkan tak ubahnya saudara seperti bukan saudara lagi.
    arti Nasionalisme NKRI dan Beraneka Ragam Budaya dan Agama Tak ubahnya menjadi korban yg sia* bila Genderang Politik sudah dimainkan, apalagi melihat media/TV* sekarang ini yg mempertontonkan antara pendukung capres yg satu dengan yg lainya seperti mau memakan satu sama lainya seolah-olah rakyat disuruh memusuhi saudaranya sendiri.

    Padahal kalau menurut silsilah Rakyat Indonesia sudah banyak belajar berbagai masalah* yg timbul baik dari jaman kerajaan,kolonial,Perjuangan,Revolusi,Reformasi dan seterusnya Apakah kita* ini sebagai keturunanya bangsa yg banyak belajar ini banyak berfikirnya seperti katak didalam tempurung dan semu serta majemuk…??

    Marilah pembesar* negara dan pemerintahan bangkitkanlah semangat juang yg dulu direbut dari waktu ke waktu oleh Nenek Moyang kita bisa dirasakan kebersamaaan untuk membangun Alutsista yg modern untuk generasi penerus bangsa yg kuat dan disegani tanpa ada perhitungan uang dan anggaran untuk membeli alutsista yg memadai bila terjadi perangpun Pemuda-Pemudinya sudah siap dengan genggaman alutsista yg Modern…

  53. kawan awan@saya jelas wni sejati,klo ditanya cinta sm negri ini? Jwbnya bgt..tp pengalaman pribadi(pekerjaan) saya yg byk mengenal kawan2 dr malaysia,singapore,china,yg membuat saya memiliki byk perbedaan pandangan sm kwn2 disini..tp buat saya ga masalah,mo menyerang pribadi atau apa saya anggap itu bagian dr pembelajaran..mungkin saya keliru,tp itu manusiawi krn tdk ada manusia yg sempurna..tp kadang saya jg orgnya iseng sih,suka bikin panas hati org..hahaha

    • suka bikin panas hati org itu ga baik lho bung…perbedaan pergaulan dan lingkungan akan menyebabkan perbedaan cara pandang juga…anda saat ini berkerja dimana dan bidang apa??

  54. Innalillahi wa innalillahi rojiun …
    Ketika kita berjalan sesekali kita menoleh kebelakang sekedar untuk ‘introspeksi diri’ apakah sesuai dengan rencana kita. Tapi ketika berlarut-larut menoleh kebelakang itu ‘pertanda’ kita akan stagnan atau berbalik arah akan kebelakang. Kalau kita ingin maju menatap masa depan … Mari bergerak SINGSINGKAN LENGAN BAJU, kita raih mimpi kita dengan memaksimalkan peran-peran kita demi masa depan yang lebih cerah …
    Janganlah bercerai berai, ambil hal yang positif dari tiap pemimpin bangsa ini, buang hal yang negatif dari mereka.
    Tidak usah saling mencela, baik buruknya seseorang tinggal pengadilan akhirat yang menentukan.
    Kita pun belum tentu menjadi lebih baik dari orang yang kita cela, apabila ditangan kita diberikan kekuasaan, harta, wanita … dll, kekuasaan yang lama, bisa jadi kita lebih jahat.
    JAS MERAH …
    Wassalam …
    MERDEKA …!!!

  55. dewa kembar@hehe mmg terlalu berlebihan jg ga baik sih..cm saya kurang sreg saja jk byk kwn2 yg terlalu berlebihan jg menghujat bangsa lain,seolah2 bangsa ini sdh sempurna,sdh hebat,tdk perlu belajar dr bangsa lain..nasionalis ok,tp tdk harus dgn mencaci maki bangsa lain,msh byk tata bahasa yg lbh santun utk memukul lawan(belajar dgn kawan satrio)..menghujat,mencaci maki,merusak/membakar simbol2 negara lain sdh menjadi pemandangan yg biasa di negri ini,tp keuntungannya japa?tdk ada,justru menambah rusak citra bangsa di mata dunia,menjadikan indonesia salah satu negara yg tdk layak/aman utk dikunjungi,byk vendor2 besar yg batal berinvestasi di negri ini..hm sampoerna(philip morris) menutup bbrp pabrik skt yg menyerap byk tenaga kerja kita,ada rencana toyota utk memindahkan pabriknya ke vietnam/thailand,sungguh menyedihkan..jgn gara2 nila setitik rusak susu sebelanga,puji tuhan msh banyak warga negara indonesia yg memiliki budi pekerti dan menghargai perbedaan..hub dagang dan ekonomi yg baik di tingkat masyarakat seperti antar warga m’sia-s’pore-indonesia-thai dll adlh bukti bahwa mereka tidak terpengaruh dgn hasutan2 yg mengajak utk saling bermusuhan,sbg pelaku psr rasa saling membutuhkan dan saling menghargai antar bangsa itu yg paling penting buat saya dan org2 yg berfikiran sama dgn saya..
    tak mungkin memaksakan kehendak bahwa musuhku adlh musuhmu..musuhmu adlh musuhku..shalom GBU

  56. Membaca tulisan bung yayan bagi saya benar benar bermakna untuk saya pribadi, saya pernah 2,5 th tinggal di malaysia, nomaden di kl dan d’heaven di klang.. selain sangat mengandung makna dan pesan yg sangat tinggi tulisan2 anda yg saya baca selama ini benar2 membuka memori saya seperti tampak nyata didepan mata saat membaca nya.. jalan2 di bukit aman sampai pinggiran jalan pudu raya sampai ke pasar caukit, simpang udang bahkan jalan menuju batas sampai karen nampak nyata.. saya ucapkan terimakasih untuk tulisan2 anda, semoga anda bisa terus menulis dan menginspirasi seluruh anak bangsa agar makin mencintai negara REPUBLIK INDONESIA.. salam hangat dari saya untuk anda dan keluarga semoga tetap lancar dan sukses selama bertugas disana..

    Salam NKRI..
    Merdeka!!!!!!

 Leave a Reply