Sep 072019
 

J-20 China. (@ People’s Daily, China)

Angkatan Laut Tiongkok (PLAN) dilaporkan akan menjadikan jet tempur siluman J-20 sebagai pesawat tempur berbasis kapal induk, lansir The Diplomat.

Sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post, keputusan untuk menjadikan J-20 sebagai sayap udara kapal induk dikarenakan kekhawatiran tentang pengembangan FC-31 yang mengalami kemunduran dari jadwal, selain itu juga karena kekhawatiran penurunan ekonomi yang dapat membuat Angkatan Laut kekurangan anggaran.

J-20 terhitung memiliki ukuran yang besar sebagai pesawat tempur berbasis kapal induk. Namun sebelumnya juga sudah ada beberapa jet tempur besar yang berbasis dikapal induk, F-14 Tomcat memiliki bobot take-off yang sedikit lebih berat, meskipun sedikit lebih pendek. A-5 Vigilante, yang beroperasi dari kapal induk AS pada 1960-an, sedikit lebih panjang tetapi berbobot lebih ringan. J-15, yang dioperasikan oleh dua kapal induk China yang ada, sedikit lebih panjang tetapi juga lebih ringan.

Garis waktu untuk mengembangkan varian J-20 berbasis kapal induk masih belum jelas. Mengubah pesawat ke versi angkatan laut mungkin membutuhkan waktu. Gagasan mengambil jet tempur berbasis darat dan mengubahnya untuk dek penerbangan bukanlah hal yang tidak pernah terjadi, J-15 adalah contoh nyata dari konversi yang relatif sukses, seperti MiG-29. Amerika Serikat bermain-main dengan gagasan mengembangkan varian F-15 sebelum akhirnya memilih F-14 dan akhirnya F-18. F-18 Hornet tumbuh dari Proyek Pesawat Tempur Ringan YF-17, yang bersaing langsung dengan F-16 untuk menyediakan pesawat terbang yang terjangkau ke Angkatan Udara A.S.

Beroperasi dari kapal induk memungkinkan J-20 untuk melakukan dua misi strategis sekaligus, serangan udara jarak jauh dan superioritas udara jarak jauh. Dengan menggunakan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15, grup tempur kapal induk dengan J-20 dapat membahayakan pesawat tanker AS dan pesawat peringatan dini di Pasifik, serta mengancam instalasi seperti di Guam.

Tentu saja, setiap kapal induk PLAN yang meninggalkan batas terluar perbatasan lautnya akan menjadi sangat rentan terhadap serangan dari kapal selam dan pesawat tempur AS.

Tampaknya tidak mungkin saat ini PLAN akan mengoperasikan J-20 dari salah satu kapal induk yang ada, karena desain dan beratnya akan menyusahkan dek dan kapasitas peluncuran. Tapi mungkin J-20 bisa mengisi geladak kapal induk Cina seri berikutnya. Kapal induk 003, nantinya dilengkapi dengan ketapel elektromagnetik yang mungkin bisa mengoperasikan J-20.

Masih harus dilihat apakah Cina akan melanjutkan pengembangan pada pesawat tempur siluman yang lebih kecil yang bisa terbang dari dua kapal induk pertama dan kedua. Jika tidak, akan ada perbedaan yang lebih jelas antara kedua generasi kapal induk China, karena yang terakhir akan terjebak dengan tetap mengoperasikan J-15 yang tanpa kemampuan siluman untuk masa mendatang.

 Posted by on September 7, 2019