Mar 272017
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia

NEW DELHI – Menteri Pertahanan India, Arun Jaitley mengatakan di depan parlemen India ketika menjawab pertanyaan tentang laporan berita mengenai kesepakatan S-400. Surat kabar The Economic Times (India) dan Defense News (AS) melaporkan bahwa kontrak pembelian pertahanan senilai USD 10 milyar, termasuk frigat siluman dan sistem pertahanan udara S-400 dengan Rusia akan terhambat oleh terbitnya sanksi AS.

Sebagaimana dilansir dari Defence Update, Jaitley mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat memberlakukan sanksi, perusahaan Rusia tidak akan menghadapi rintangan dalam pemberian jaminan yang diperlukan dari bank India.

“Biaya pengadaan alutsista dilakukan sesuai dengan ketentuan Prosedur Pengadaan Pertahanan (DPP). Berdasarkan DPP yang masih ada, dalam kasus yang melibatkan pengeluaran diatas USD 3 juta (sekitar 20 crore), India dan vendor asing diwajibkan untuk menandatangani Pakta Integritas pra-kontrak dan harus memberikan sebuah Pakta Integritas Jaminan Bank (IPBG) untuk jumlah yang ditetapkan dari bank sektor publik India, bersama dengan tawaran komersial. Persyaratan ini tidak berlaku untuk kategori pengadaan modal tertentu, termasuk dari instansi pemerintah Rusia”, kata Jaitley dalam jawabannya.

“India dan Federasi Rusia menikmati kemitraan strategis khusus dan istimewa. Rusia telah lama mendukung kami dan mitra pertahanan terpercaya, pemerintah India berkomitmen untuk melanjutkan hubungan yang saling menguntungkan antar-kedua negara”, katanya.

Angkatan bersenjata India memiliki 70 persen peralatan yang berasal dari Rusia. Dan secara luas diharapkan bahwa hubungan pertahanan akan lebih ditingkatkan dengan komitmen yang baru-baru ini dibuat oleh perusahaan pertahanan Rusia, mengenai kontrak pasokan jangka panjang terhadap suku cadang serta pembuatan suku cadang melalui joint venture dan transfer teknologi dengan perusahaan India.

  15 Responses to “Sanksi AS Tak Pengaruhi Kesepakatan S-400 Rusia dan India”

  1. “India dan Federasi Rusia menikmati kemitraan strategis khusus dan istimewa. Rusia telah lama mendukung kami dan mitra pertahanan terpercaya, pemerintah India berkomitmen untuk melanjutkan hubungan yang saling menguntungkan antar-kedua negara”

    Begitu katanya.
    Hm…

  2. indonesia kapan ya punya yang beginian. setidaknya yg jarak sedang g pp. khabar NASAM nya gimana ya kok ga kedengeran lagi

  3. Hanya mampu mendeteksi pesawat stealth dari jarak 50km, makanan Empuk B-2 dan F-35

  4. harusnya us diberi sanksi oleh seluruh dunia

  5. Hahahaha…
    Ngapain amerika ngasi sanksi ke rusia?krn Crimea ya?
    Ngasi sanksi kok ttg g boleh jualan Ama negara lain?
    Kalo amerika..Sapa yang ngasi sanksi ke amerika?Israel?Indonesia?
    Sampe saat ini,Blum Ada tuh yg brani ngasi sanksi ke amerika…hahahahaha
    Ketauan banget dagelan nya amerika..bebek owh bebek…

    • sepanjang perjalanan sejarah negara adidaya mang begitu
      jadi percuma demo,komplain.mengejek hanya akan dianggap angin lalu

    • Namanya juga negara adidaya, china juga sdh adidaya, dan tdk ada yg berani menghentikan langkahnya Di LCS dan LCT

    • Russia itu sekarang sedang mundur ekonominya karena sanksi AS. Sejak tahun 1990 baru sekali ini Russia memotong anggaran pertahanan s/d 25% dari RUB3.8 trillion (USD65.4 billion) ke RUB2.8 trillion.

      India itu walau rakyatnya kere tapi dana militernya besar dan terbukti. Kemungkinan ada lembaga keuangan / bank India yg berani menjadi lembaga penjamin keuangan.

  6. Kapan beli ginian?

  7. RI-Rusia telah teken kontrak produksi bersama S500 didalam negri.Ha3.ngayal bolehkan?

  8. Gue yang mau beli kenapa sana yang larang…. emangnya pakai duit bantuan Lo…

    70% alutsista india berasal dari Rusia….wajarlah mereka iri disatu sisi india kalau membeli alutsista kagak pakai ngeteng sekali beli penuh kontainer itu yang ingin mereka ambil alih.

 Leave a Reply