Nov 182014
 

Rusia terus bertahan di peringkat kedua dunia dalam jumlah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan ekspor senjata dan teknologi militer. Pada awal 2014 lalu diumumkan hasil akhir pendapatan ekspor senjata selama 2013 telah melewati angka 15 miliar dolar AS. Dalam waktu sepuluh bulan terakhir, Presiden Vladimir Putin mengumumkan saat Sidang Komisi Bidang Kerja Sama Militer pada Rabu (5/11) lalu, bahwa para pemesan mancanegara telah mendapatkan teknologi militer milik Rusia seharga 10 miliar dolar AS, atau mencapai 70 persen dari volume pengiriman yang ditargetkan dalam tahun berjalan.

————————————————————————————————————————————————————————–

Sanksi Barat Tak Pengaruhi Minat Ekspor dari Rusia, Termasuk ke Indonesia

Kementerian Pertahanan Indonesia tengah mempertimbangkan opsi pembelian 16 pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Foto: Sukhoi.org

Jumlah pesanan produk industri pertahanan Rusia dari luar negeri kukuh bertahan di angka 50 miliar dolar AS, dan tahun ini para produsen senjata Rusia telah menandatangani kontrak ekspor senjata baru yang nilainya mencapai 7,5 miliar dolar AS.

Kehebohan seputar pemberian sanksi terhadap para produsen senjata Rusia berangsur-angsur menurun secara perlahan, ditandai dengan pameran-pameran senjata dan teknologi militer internasional yang mengundang para pakar senjata dan teknologi militer Rusia beserta produk pertahanan negara dengan tehnologi muktahir miliknya.

Jika pada Juli lalu sebagian delegasi Rusia tak dapat hadir dalam pameran aviasi di Farnborough, pinggiran kota London, karena berbagai penyebab, maka pameran teknologi angkatan laut Euronaval 2014 pada Oktober lalu di Paris justru dihadiri oleh seluruh perwakilan Rusia yang terkait dengan bidang tersebut. Dalam pameran itu, 19 perusahaan Rusia mendapat area khusus untuk memamerkan produk buatannya, beberapa di antaranya adalah Sevmash, Severnoye PKB, Admiralteyskiye Verfi, Baltiyskiy Zavod, Almaz, dan berbagai perusahaan lain. Mereka memamerkan 180 model baik kapal besar, kapal kelas kecil, kompleks peluncur roket dan persenjataan berat, serta berbagai persenjataan muktahir lainnya.

Pada Selasa (11/11), pameran internasional bidang aviasi dan antariksa terbesar di Asia, Airshow China dibuka di Kota Zhuhai. Pameran tersebut dihadiri oleh para delegasi Rusia yang membawa 1.500 produk buatannya. Salah satu dari produk tersebut adalah pesawat tempur multifungsi SU-35, yang rencananya akan dibeli oleh Tiongkok sendiri. Berdasarkan pernyataan dari kepala delegasi grup perusahaan Almaz-Antey Vyacheslav Dzirkaln, para pakar ahli perusahaannya akan melakukan presentasi kepada para mitra Tiongkoknya mengenai salah satu jenis modernisasi dari sistem peluncur rudal balistik Top-M1, yang sebelumnya pernah dikirimkan ke Tiongkok.

Perkembangan hubungan bilateral di jalur pengiriman sistem pertahanan udara terbaru Rusia untuk Tiongkok yang dikategorikan sebagai jenis senjata bertahan ini memiliki arti khusus dalam kondisi aktual saat ini. “Perkembangan tersebut akan membantu memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Asia Pasifik,” tegas Vyacheslav Dzirkaln dalam wawancaranya bersama TASS.

Sebelum pameran di Zhuhai, berlangsung pula pameran senjata dan teknologi militer internasional Indo Defense 2014 di Jakarta. Dalam pameran tersebut, produk-produk Rusia ditampilkan secara gemilang.

Dalam 20 tahun terakhir, Indonesia telah membeli beberapa pesawat tempur multifungsi dari Rusia yakni Su-27 dan Su-30, sepuluh helikopter Mi-35, 14 helikopter Mi-17, 17 kendaraan tempur infanteri BMP-3F, 48 kendaraan lapis baja BTR-80A, dan sembilan ribu senapan Kalashnikov AK-102. Pada Desember 2011, Rusia dan Indonesia telah menandatangani kontrak pengiriman enam pesawat tempur ke Indonesia seharga 500 juta dolar AS. Maka dapat dikatakan bahwa kompleks industri pertahanan Rusia memiliki tempat yang kuat dalam perbendaharaan senjata Indonesia.

Selain itu, Malaysia juga merupakan salah satu mitra yang menjanjikan bagi Rusia dalam bidang persenjataan dan teknologi militer di Asia Tenggara. Bukan tahun pertama Kuala Lumpur menggunakan pesawat tempur multifungsi Rusia Mig-29 dan Su-30MKI. Dalam perbendaharaan senjata Malaysia, terdapat juga kompleks peluncur rudal anti-tank Metis-M1 dan kompleks peluncur rudal antipesawat Igla.

Kerja sama teknologi militer dengan negara-negara asing merupakan hal yang serius dan rumit, sekaligus sangat kompetitif. Namun, contoh yang telah dijabarkan di atas telah menunjukkan bahwa para produsen senjata Rusia mampu memenangkan kompetisi di pasar senjata dunia dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Hal tersebut bisa terwujud bukan hanya karena produk persenjataan Rusia yang lebih baik dan andal dibanding negara lain, namun karena Rusia juga tak pernah melakukan pengiriman senjata menggunakan paksaan ataupun ancaman pemberian embargo. (RBTH Indonesia)

 Posted by on November 18, 2014

  57 Responses to “Sanksi Barat Tak Pengaruhi Minat Ekspor dari Rusia, Termasuk ke Indonesia”

  1.  

    stroong…

  2.  

    absen

  3.  

    Tes

  4.  

    lanjutkan

  5.  

    Nyimak dulu

  6.  

    Baru refres udah nongol banyak

  7.  

    TOTnya yang DiambiL itu yang penting!!!

  8.  

    Mantap . Lanjutkan

  9.  

    Yah Mau gimana lagi soalnya Udah terlanjur Suka sama Alutsistanya Om Beruang sih 😀 😀

  10.  

    wah kapan ya keputusan pemerintah mengakusisi pespur Sukhoi Su-35..thn 2015 besok sdh bisa pesan, saya yakin jika Indonesia yg minta Rusia akan prioritaskan..2 s/d 5 thn ke depan sdh bisa lengkap 1 skuadron….

  11.  

    biarpun mahal tpi buat kebaikan INDONESIA.aq dukung 100%????????

  12.  

    para produsen senjata Rusia mampu memenangkan kompetisi di pasar senjata dunia dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Hal tersebut bisa terwujud bukan hanya karena produk persenjataan Rusia yang lebih baik dan andal dibanding negara lain, namun karena Rusia juga tak pernah melakukan pengiriman senjata menggunakan paksaan ataupun ancaman pemberian embargo.
    Rusia josgandosssssssssss!!!,,,,!!!!!
    Kayaknya di lis ndan NW dah ada 16 es’uu telulimo th2014,,,,,,,maaf klo salah……

  13.  

    Indonesia Jangan Terlalu Takut sama antek antek barat,Rakyat akan merasa senang bila pesawat sukhoi 35 bisa hadir di skuadron indonesia.
    yang penting pemimpin kita….mau condong ke arah mana….??????

    •  

      NKRI tdk pernah condong kemana-mana bung @beti (bebas aktif/non blok)…..tp ada di mana-mana hehehehe….tidak ada negara lain di dunia ini yg alutsistanya gado2 ky RI, ini sangat membanggakan apalagi klau usaha utk “mengawinkan” teknologi barat dan timur menjadi ternologi Nusantara berhasil pasti joss guandoss….salam kenal

  14.  

    Semoga saja 16 Es Telulimo + 32 Teh Phooci segera diakuisisi … biar mak nyusss

  15.  

    kata pak menhan udah 2 ska sukro nya…

    •  

      apa ada link nya bung cah mgt …? ..

      maaf jadi penasaran……………………..
      semoga saja jadi akuisisi sukro-telulimo 16 ae + Teh klepon teluloro ae …….

  16.  

    Bukannya TNI cuma punya 12 unit BTR 80A ? disitu kok ditulis 48 unit ? :mrgreen:

  17.  

    Dalam 20 tahun terakhir, Indonesia telah membeli beberapa pesawat tempur multifungsi dari Rusia yakni Su-27 dan Su-30, sepuluh helikopter Mi-35, 14 helikopter Mi-17, 17 kendaraan tempur infanteri BMP-3F, 48 kendaraan lapis baja BTR-80A, dan sembilan ribu senapan Kalashnikov AK-102. Pada Desember 2011, Rusia dan Indonesia telah menandatangani kontrak pengiriman enam pesawat tempur ke Indonesia seharga 500 juta dolar AS. Maka dapat dikatakan bahwa kompleks industri pertahanan Rusia memiliki tempat yang kuat dalam perbendaharaan senjata Indonesia.

    Selain itu, Malaysia juga merupakan salah satu mitra yang menjanjikan bagi Rusia dalam bidang persenjataan dan teknologi militer di Asia Tenggara. Bukan tahun pertama Kuala Lumpur menggunakan pesawat tempur multifungsi Rusia Mig-29 dan Su-30MKI. Dalam perbendaharaan senjata Malaysia, terdapat juga kompleks peluncur rudal anti-tank Metis-M1 dan kompleks peluncur rudal antipesawat Igla.

    Kerja sama teknologi militer dengan negara-negara asing merupakan hal yang serius dan rumit, sekaligus sangat kompetitif. Namun, contoh yang telah dijabarkan di atas telah menunjukkan bahwa para produsen senjata Rusia mampu memenangkan kompetisi di pasar senjata dunia dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Hal tersebut bisa terwujud bukan hanya karena produk persenjataan Rusia yang lebih baik dan andal dibanding negara lain, namun karena Rusia juga tak pernah melakukan pengiriman senjata menggunakan paksaan ataupun ancaman pemberian embargo. (RBTH Indonesia)
    ====================================================================

    maaf :

    bukannya BMP-3F saat ini TNI sudah punya 54 unit ( 17 + 37 ) ….? dari penulisan diatas 17 unit.

    yang lain lain juga ada sedikit koreksi …… mhn maaf jika saya salah mohon dikoreksi………

    •  

      mungkin salah lansir dari wartawan RBTH,bung@PK.untuk heli mi-35 kita hanya punya 5,untuk BMP-3f kita beli 54 unit,kalo 48 btr-80 mungkin yg dimaksud adalah btr-4 yg gagal kita beli dari Ukraina belakangan ada info kita beli 54 BMD-4 dari Rusia sbg gantinya,sedangkan untuk senapan kalasnikov sepertinya kita tdk beli,bung.karena diprioritaskan pembelian dari dalam negeri karena kita sudah mampu membuatnya..cmiw

  18.  

    anggaran kita cukup gak bung?

    •  

      bung Nusakambangan,
      kalo liat formal budget yg kita punya ya ngga cukup 😛 Utk tahun 2014, anggaran militer yg di publish cuma 7.3 Billion dollar, udah termasuk semua (alat militer, gaji prajurit, etc.). yang saya bikin diatas itu hanya utk beli barangnya saja.
      List A1 yang memang bikin gak karuan hehehe

  19.  

    sulit komentar …… jadi ikut migran xixixixix …

    lah wong subsidi BBM saja sudah bikin pusing APBN ( yang notabene APBN hanya 2000 T)

    semoga saja benar …… pokok e BRAVO TNI lah ….. BRAVO NKRI

  20.  

    sy rasa untuk menjadi negara blue water maritime pasti akan pembelian alutsista besar2an baik d matra ad au al pasti ada korban ya dgn menaikan harga bbm klo d itung2 lebih bxk pengeluaran d sektor bbm ketimbang sektor militer ini yg d coba pemerintahan jokowi sedikit2 demi sedikit menghapus subsisi & mengalihkan k anggaran militer sesuai dgn cita2x itu yg sy terka2,klo salah mohon pencerahanx sesepuh…tks

    •  

      mumpung sesepuh bloom dateng, kita diskusi z bung red… menurut ane kenaikan bbm agar penerima subsidi tepat sasaran. misal pembangunan infrastructure untuk mendongkrak perekonomian yg ujung’a tuk rakyat jg.
      green water navy hanyalah salah satu effect positive dr kenaikan tersebut meskipun tidak menutup kemungkinan ada’a effect negative seperti melemah’a daya beli sebagian masyarakat..
      salam bung…

    •  

      dengan kenaikan BBM saat ini Rp.8500 katanya bisa menghemat subsidi keuangan APBN 150 Trilliun rupiah …….

      150 Trilliun bisa beli =

      16 SU-35 dengan suku cadang , persenjataan, dan amunisi ( 20 T ),
      32 Typhoon dengan suku cadang, persenjataan dan aminisi ( 40 T ),

      3 kapal perang kelas destroyer dengan persenjataan dan amunisi ( 10 T ),
      3 kapal selam Amur Class + amunisi ( rudal ) ……………………… ( 12 T ) ,
      6 kapal perang frigat + amunisi rudal yakhont ……………………… ( 15 T ) ,
      9 kapal perang korfet + amunisi rudal C-803 / 705 ………………… ( 17 T ) ,

      30 kcr-40 + amunisi c-705 ……………………………………………… ( 6 T ) ,
      30 kcr-60 + amunisi c-803 ……………………………………………… ( 8 T ) ,

      100 kapal patroli cepat ………………………………………………….. ( 12 T ),
      800 kapal motor cepat komando ……………………………………… ( 10 T ) ,

      nahh loh …. 150 T sudah dapat alutsista canggih, dan sebagian diproduksi di Indonesia

      •  

        anggaran pertahanan nasional naik sampai 400 % selama 2010-2014. ini disebabkan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.
        saat ini naik lg s/d 1,5 % dr pdb, sedangkan kenaikan bbm akan mempengaruhi pdb, belum lg klo perekonomian membaik…
        waduh… jd total’a brapa tuch bung purwo…
        maritime emang strooong…

  21.  

    diatas langit tobelo halmahera utara dari kemaren saya lihat roket dari moro tai apa pesawat tapi kok gak ada suara,mohon pencerahanya dari sesepuh

  22.  

    Sebenarnya AK 102 ngga usah dibeli tapi DIJIPLAK saja! Sayaa baca di beberapa blog ASU beberapa desa terpencil di Pakistan dekat Afghan, sudah mampu membua ak 47

  23.  

    saya setuju indonesia beli SU-35, tapi ke depan harus bisa buat sendiri pespurnya, semoga setiap pembelian selalu disertai tot biar lebih cepat kemandirian alutsista kita, jayalah NKRI

  24.  

    Salam kenal… 😀

  25.  

    Semoga kemarin yg dikatakan SBY ‘Terima Kasih’ kpd us karena memodernisasi alutsista bukan sedang dalam paksaan ataupun ancaman pemberian embargo.

  26.  

    Rusia memang licin bisa mengelak bahkan menyerang balik setrAtegy asu dan barat.

  27.  

    Beli dong.

  28.  

    Kesempatan kita untuk beli sebenarnya, krna pastinya rusia lg butuh project untuk Bertahan dr embargo barat.

  29.  

    SU-35SI yang akan dibeli Indonesia rencananya 48 unit, tiba 8 unit pada th 2014, kemudian rudal S-300 gladiator exs rusia akan tiba 2014 juga, sudah adakah tanda2 kedatangannya ???

  30.  

    Segera laksanakan pak, kirim pasukan besar 3 matra, lengkap dgn persenjataanya, jangan kelamaan menghitung, hrs gerak cepat, ingat kita sudah kalah langkah dari malon !!!

  31.  

    list Part 1, 2, dan 3 …… kita doakan sama sama semoga benar bung m2m ………. jika saja bisa terealisasi 20% saja dari daftar List, itu sudah sangat baik, dan patut disyukuri ………..

    Ya biasa saja, cara penyampaian seorang narasumber,

    1. ada yang merendah, yang diucapkan adalah dibawah kondisi yang sebenarnya,……
    2, ada yang realistis, yang diucapkan apa adanya ( sesuai data dan fakta ),……
    3, ada yang over flow, dan cenderung ditinggikan, minimal untuk cita cita yang harus …diwujudkan, dengan doa, dan kerja keras ……

    semua ada maksud dan tujuan, sepanjang untuk kebaikan sih… ok ok saja………..

  32.  

    udah bungkus aja SU-35nya

  33.  

    Bangun lah negri ku dari tidurmu yang pulas …. Bangkitkan kembali macan asia mu ….. Kalo bisa presidennya ganti pak prabowo aja . Hehehehe…..

 Leave a Reply