Des 032018
 

ilustrasi: Peluncuran roket ruang angkasa India. (India Department of Space –wikimedia)

Jakartagreater.com  –  India telah masuk ke kelompok negara elit yang memiliki penguasaan dalam teknologi pencitraan spektral-hiper. Satelit akan mulai mengirim gambar 5 hari setelah peluncuran. HysIS merupakan teknologi state-of-the-art yang akan digunakan untuk identifikasi objek, material, atau proses yang berbeda di Bumi, dirilis pada Kamis 29-11-2018 oleh Sputniknews.com.

New Delhi (Sputnik) – The Indian Space Research Organisation (ISRO) berhasil menempatkan Satelit Imaging Hyper-Spectral pertama (HySIS) ke orbit bumi pada hari Kamis 28-11-2018 dalam apa yang disebut sebagai ‘aset luar angkasa yang sangat baik’ oleh organisasi.

Satelit akan digunakan untuk berbagai aplikasi seperti pertanian, penilaian zona pesisir dan pekerjaan pengawasan untuk Angkatan Bersenjata India. Diluncurkan pada ISRO’s PSLV-C43, semua dari 31 satelit berhasil dipisahkan dalam waktu 1 jam 53 menit setelah peluncuran.

doc. South India satellite. commons wikipedia

‘Tugas kita adalah terutama membangun satelit yang dapat mengidentifikasi objek dengan tepat. Penggunaannya, kami tidak mengganggu. Itu tergantung pada pengguna. Sekarang ini dimaksudkan untuk misi Pengamatan Bumi. Tapi setelah melihat hasilnya, mungkin, tapi itu bukan di tangan kita, K. Sivan, kepala ISRO, menjawab pertanyaan apakah HySIS dapat digunakan untuk operasi anti-teror.

Chip detektor pencitraan optik dari satelit HySIS telah dirancang secara lokal oleh Pusat Aplikasi Luar Angkasa ISRO dan dibuat di laboratorium semikonduktor di Chandigarh. Satelit dapat melihat di 55 spektrum atau pita warna dari 630 km di atas.

‘HySIS adalah satelit observasi bumi yang dikembangkan oleh ISRO. Kehidupan misi satelit adalah 5 tahun. Tujuan utama dari HySIS adalah untuk mempelajari permukaan bumi di daerah inframerah yang terlihat, dekat inframerah dan gelombang pendek dari spektrum elektromagnetik ‘, sebuah dokumen ISRO berbunyi.

Selain HySIS, PSLV-C43 membawa muatan lain, termasuk 23 satelit mikro dari AS, dan satu satelit mikro masing-masing dari Australia, Kanada, Columbia, Finlandia, Malaysia, Belanda, dan Spanyol dalam peluncuran.

Bagikan:

  2 Responses to “Satelit Imaging Hyper-Spectral India Mencapai Orbit Bumi”

  1.  

    ORBIT SATELIT NYA SEPERTI MASIH DI ATMOSFER BUMI ….. KLO DI ATAS ATMOSFER MASUK KE RG.ANGKASA APAKAH SATELIT MASIH BERFUNGSI MELIHAT DG JELAS………SELAIN RAWAN RADIASI FANAS…… SATELIT AKAN HANCEUR…..

    •  

      wah ini pengikut bumi datar 😆
      tapi ga pa pa ,,,, kita harus hargai keyakinan mereka, ga kaya mbah mien itu tuh, yg sewot lihat orang punya pemahaman bumi datar 😆

      jadi kemungkinan bahan dasar satelit adalah inconel dan titanium jenis baru yg tahan panas begitu dek………. 😕

 Leave a Reply