Oct 172018
 

Permainan-permainan layaknya Pramuka ini mampu membuat anak-anak sejenak melupakan bencana telah memaksa mereka berada di pengungsian. Selain hiburan, anak-anak juga diajarkan menyanyikan lagu-lagu nasional.

Palu, Jakartagreater.com – Dalam rangka membantu pulihkan trauma dan mental anak-anak pengungsian pada 14-10-2018 di Sub Sektor Balaroa personel Yonif PR 433 Kostrad yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam Divif 3 Kostrad menghibur anak-anak dengan permainan dan psikologi lapangan yang dipandu oleh Lettu Inf Bremen Tomy Pandu Wiraguna, S.T.Han.

Di tempat pengungsian Bolaroa, setiap tenda pengungsian dihuni orang dewasa, lansia hingga anak-anak. Dengan kondisi seperti itu anak-anak cukup stres apabila hidup dilingkungan seperti itu. Untuk mencegah hal itu semakin memburuk, Satgas Penanggulangan Bencana Alam Divif 3 Kostrad, mengisi waktu anak-anak dengan hiburan, layaknya di tempat Pramuka.

Tujuannya adalah untuk memulihkan mental anak-anak dari situasi terpuruk di pengungsian. Anak-anak dikumpulkan di sebuah ruang terbuka. Mereka diajak bernyanyi, kemudian dihibur dengan permainan-permainan seru.

Mereka cukup terhibur dengan layanan Psikologi lapangan dari Personel Yonif PR 433 Kostrad. “Selain masalah logistik, hiburan bagi anak-anak juga sangat penting, ini untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak,” kata Lettu Inf Bremen Tomy Pandu Wiraguna, S.T.Han.

Permainan-permainan layaknya Pramuka ini mampu membuat anak-anak sejenak melupakan bencana telah memaksa mereka berada di pengungsian. Selain hiburan, anak-anak juga diajarkan menyanyikan lagu-lagu nasional. Ini sebagai bentuk implementasi dari hak anak, yakni hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi.  (Penkostrad)

 Leave a Reply