Jan 232018
 

Satgas Kesehatan TNI Evakuasi Pasien Ke RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Agats, Kab. Asmat, Papua, Jakartagreater.com – Personel Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) terus melaksanakan pengobatan terhadap anak-anak yang terkena campak dan gizi buruk. Mereka dirawat di Puskemas yang tersebar di beberapa Distrik Kabupaten Asmat.

Sementara itu, pasien yang kondisinya parah dan harus mendapatkan penanganan serius di evakuasi menuju RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Berdasarkan data laporan Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI KLB menerangkan bahwa terdapat 51 orang anak yang dirawat inap di RSUD Agats dan 42 orang anak rawat inap di Aula GPI Betlehem yang berada di belakang rumah sakit.

Pada hari ini berhasil di evakuasi 4 orang anak yang berasal dari Distrik Kopay Safan dan Distrik Sawaerma. Para dokter spesialis dan paramedis tergabung dalam Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI KLB terus melakukan upaya evakuasi ke RSUD Agats guna mendapatkan penanganan intensif.

Sementara itu di beberapa tempat lainnya, Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI KLB terus melakukan vakasinasi pengobatan dan pendataan pasien. Namun upaya evakuasi tidaklah mudah dan membutuhkan waktu lama. Hal ini dikarenakan letak Distrik yang berjauhan dan sulit dijangkau.

“Permasalahan utama yang menjadi kendala dalam pergerakan personel Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI adalah masalah transportasi, karena jarak kampung-kampung pedalaman Asmat cukup jauh, demikian juga keterbatasan signal telekomunikasi sebagai sarana untuk melakukan koordinasi,” ucap Kapuskes TNI Mayjen TNI dr Ben Yura Rimba.

Disamping pengobatan dan evakuasi pasien, Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI KLB juga membantu pendistribusian sembako dan ditambah T2ABC/FD3/TB2 sebanyak 162 paket ke beberapa kampung meliputi Kp Yagamit, Kp Saramit, Kp Sarmafo, Kp Esseif, Kp Bawor, Kp Sampai, Kp Kagas, Kp Mapane, Kp Wiyar, Kp Ainam Sato.

Adapun data sementara campak dan gizi buruk terhitung mulai tanggal 17 s.d. 22 Januari 2018 wabah penyakit yang sudah mendapat pelayanan medis dari Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI terjadi di Kabupaten Asmat berjumlah 6.552 orang yang terdiri dari, campak 463 orang, gizi buruk 142 orang, malaria 5 orang, TBC 4 orang, Dyapepsia/lambung 5 orang, imunisasi 5.368 orang, meninggal dunia 46 orang dan lain-lain 519 orang. (Puspen TNI)

  12 Responses to “Satgas Kesehatan TNI Evakuasi Pasien ke RSUD di Asmat”

  1.  

    sedih,ketika pemerintah dgn semangatnya membangun infrstruktur d mana-mana,dan sibuk meresmikannya,di sisi lain rakyat menderita gizi buruk,itu d akibatkan karena msyarak masih ksusahan untuk makan yg brgizi,.lebih-lebih harga pangan mahal,.sempat dngar ucapan fadli zon “infrastruktru kita bagus,jalan tol kita bagus,masa masyarakat harus makan infrasturktur dan coran”semoga pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya lagi.salam NKRI

    •  

      Skrng klo ga ada infrastruktur klimpungan ga tuh tim2 yg terjun ke rimba papua untyk sampai ke daerah target KLB , infrastruktur sebagai penunjang kesehatan dan ekonomi rakyat , suplai lancar aktivitas lancar di jamin segala hambatan pun bisa di minimalisir , tolong sudut pandang anda yg sempit di perluas sedikit , di bangun salah ga di bangun salah mau nya apa , lo kira semua bisa selesai dng ngoceh kritik di sini doang , sgala bawa corong maut bau sampah … hadeed

    •  

      sabar bung, klo gizi buruk dimana2 baru sedih, ini baru ditempat terpencil, akses sulit, penderita di bawah 100.

      itu sedih politik..

  2.  

    sedih,ketika pemerintah dgn semangatnya membangun infrstruktur d mana-mana,dan sibuk meresmikannya,di sisi lain rakyat menderita gizi buruk,itu d akibatkan karena msyarak masih ksusahan untuk makan yg brgizi,.lebih-lebih harga pangan mahal,.sempat dngar ucapan fadli zon “infrastruktru kita bagus,jalan tol kita bagus,masa masyarakat harus makan infrasturktur dan coran”semoga pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya lagi.salam NKRI..

  3.  

    sedih,ketika pemerintah dgn semangatnya membangun infrstruktur d mana-mana,dan sibuk meresmikannya,di sisi lain rakyat menderita gizi buruk,itu d karenakan msyarak masih ksusahan untuk makan yg brgizi,.lebih-lebih harga pangan mahal,.sempat dngar ucapan fadli zon “infrastruktru kita bagus,jalan tol kita bagus,masa masyarakat harus makan infrasturktur dan coran”semoga pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya lagi.salam NKRI..

    •  

      Kalo infrastruktur gak dibangun, gimana mau distribusiin pangan kayak di Papua?? Pake pesawat lagi?? Mahal Bung. Makanya infrastruktur dibangun dulu biar cepet dan mudah distribusiin pangan, obat dsb.

      •  

        Mantap! Klu infrastruktur sudah merata terutama akses jalan yg baik maka laju distribusi jg ekonomi bs semakin baik! Lbh baik lagi pemerintah memberdayakan masyarakat sekitar dgn pertanian holtikultura dan perikanan dan peternakan agar bs mandiri jgn berharap saja dr ubi sebagai makanan pokok karena bs kurang gizi tanpa asupan dr proitein hewani dan bertanam ubi jg lambat menghasilkan bgt juga sagu. Klu gizi tercukupi pasti masyarakat lbh sehat dgn daya tahan tubuh lbh kuat.

  4.  

    Dipapua apbd cukup besar dibandingkan rakyatnya,ini bupati kinerjanya apa ? Tiap desa dikasih 1 m bisa beli susu,daging,vitamin,obat karena kampung dipapua paling ada 2 ribu org. kemana dana desa? Jika ada apbd 10 t rakyatnya 4 jt bisa yg tak mampu diberikan subsidi tpi jika pemimpinnya bersih dan benar