Jun 272016
 

Setelah berlayar selama 12 hari menggunakan KRI Teluk Bone-511, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Republik Demokrat Timor Leste akhirnya tiba di Dermaga Lantamal VII Kupang. Satgas Pengamanan Perbatasan itu berasal dari Yonif Raider 321/ Galuh Taruna Divisi Infanteri 1 Kostrad dengan dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf M. Ghoffar Ngismangil.

Yonif 321/Galuh Taruna Kostrad yang bermarkas di Majalengka, Jawa Barat, ini akan bertugas di Sektor Barat menggantikan Yonarmed 11/Kostrad. Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, memimpin pelaksanaan upacara penerimaan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL di Lapangan Mako Lantamal VII Kupang, Sabtu (25/06).

Dalam amanatnya, Pangdam IX/Udayana berharap dan meyakini seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas “Telah Sangat Siap” melaksanakan tugas dengan maksimal. Menurutnya, para prajurit telah diberikan pembekalan pratugas yang cukup, tidak hanya untuk menjamin keamanan, tetapi juga untuk menegakkan kedaulatan NKRI di sepanjang wilayah yang menjadi tanggung jawab sektor masing-masing.

Mayjen Kustanto berpesan agar melaksanakan sosialisasi dan pendekatan secara kekeluargaan kepada masyarakat sesuai dengan kultur dan budaya setempat, sehingga mereka paham benar apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di wilayah perbatasan.
Selanjutnya, dalam pergeseran pasukan menuju pos masing-masing dilaksanakan dengan tertib dan lancar dengan memperhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan.

Pangdam menegaskan, agar melaksanakan tugas sesuai Standard Operation Procedur (SOP) utamanya dalam menangani pelintas batas. Koordinasi dengan instansi terkait seperti Imigrasi, Polri dan juga Kepolisian Timor Leste jika terjadi pelanggaran.

Sumber: Tribunnews

 Posted by on Juni 27, 2016

  12 Responses to “Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL dari Kostrad Tiba di Kupang”

  1.  

    selamat bertugas.

  2.  

    komen diatas mbah bowo mulu..
    kebanyakan mbah bowonya, jadi gak seru lagi…

  3.  

    lu gk nyambung bow. .

  4.  

    Selamat bertugas…btw deploy pasukan dari Kalimatan ke NTT saja perlu 12 hari kayaknya TNI perlu pertimbangkan pesawat angkut kelas berat yg dapat mengakut pasukan serta logistik yg sekali angkut dapat memuat banyak

  5.  

    ga asik ah kebanyakan koment bowo…pinginnya baca koment yg menambah wawasan
    .ne malah bowo surowo nyerocos trusss…lieur jadina ieu tarang

  6.  

    Sangat gagah, kami bangga kepada kalian prajurit.

  7.  

    Betul bung, kegiatan perekonomian di daerah perbatasan perlu untuk disokong lebih kuat.
    Mari kita dukung bersama implementasi pemerataan kesejahteraan di Indonesia.

  8.  

    Semua perbatasan sdh mulai di sekat.mengurangi dampak negative bagi keutuhan NKRI..selamat bertugas.!!!

  9.  

    ternyata dari raja galuh toh ….

  10.  

    setuju sama mas seto. harusnya minimal ada batalion mekanis plus sama heli untuk mobud. biar lebih prof. gak jaman lagi tentara gak didukung alutsista. bisa belajar dari negara lain dimana mereka serius dalam menjaga tapal batanya dengan menyediakan fasilitas bagi tentaranya.

    jangan kayak pos batas atau pos terluar kita…katanya jaga nkri..pos penjaga nya aja lebih bagus pos pangkalan ojek diujung jalan kampung….ampun deh…bingung nih gak berubah juga manajemen nya