Jan 272019
 

Dansatgas MPU Konga Letkol Cpm Sony Yusdarmoko menambahkan, bahwa dalam latihan bersama ini, dirinya menerjunkan 2 tim yang bergabung dengan pasukan Lebanese Armed Forces.

Lebanon Selatan, Jakartagreater.com – Tugas Satgas MPU (Military Police Unit) Kontingen Garuda XXV-K/Unifil mengamankan lokasi pertempuran di Lebanon Selatan. Hal tersebut disampaikan Dansatgas MPU Konga Letkol Cpm Sony Yusdarmoko, S.H.,M. Si.(Han), dalam rilisnya, pada Sabtu 26-1-2019.

Disampaikan Letkol Cpm Sony Yusdarmoko, tugas satuannya tersebut saat terjadi pertempuran yang melibatkan pasukan UNIFIL PBB di Lebanon Selatan pada Hari Jumat 25-1-2019. “Skenario latihan yang diberikan disesuaikan dengan tugas, peran dan fungsi masing-masing,” ungkapnya.

“Latihan bersama ini juga pada dasarnya untuk menguji prosedur pelaporan, penyebaran informasi, koordinasi antar satuan dan pengendalian operasi yang terintegrasi guna meningkatkan interoperabilitas antar satuan jajaran UNIFIl,”jelas Letkol Cpm Sony Yusdarmoko.

Dijelaskan Letkol Cpm Sony Yusdarmoko, dalam latihan tersebut di skenariokan telah terjadi serangan kelompok bersenjata terhadap patroli PBB di wilayah Lebanon Selatan, dengan korban satu orang prajurit asal Perancis terluka dan dievakuasi menggunakan Helikopter.

“Insiden itu merupakan salah satu skenario dalam latihan bersama Reserve Integration Exercise (RITEX 01-19) dari Komando Sektor Timur UNIFIL. Dalam latihan ini, selain dari Satgas MPU, Kontingen Garuda yang ikut terlibat dalam latihan yaitu Task Force Bravo Indonesia sebagai Sector Mobile Reserve,” tutur Letkol Cpm Sony Yusdarmoko.

Kembali ke alur cerita, Letkol Cpm Sony Yusdarmoko melanjutkan, Satgas MPU yang dipimpinnya merupakan bagian dari Komando Sektor Timur segera diterjunkan untuk mengamankan dan mengendalikan lalu lintas di lokasi-lokasi yang menjadi insiden kontak tembak antara Force Commander Reserve, satuan pemukul asal Perancis dengan kelompok bersenjata.

“Pengerahan Satgas MPU lebih diarahkan untuk menjamin Freedom of Movement dari pasukan yang terlibat pertempuran, serta mengamankan lalu lintas masyarakat yang berada di sekitar daerah tersebut,”jelas Letkol Cpm Sony Yusdarmoko.

“Sedangkan pasukan-pasukan reaksi cepat, baik yang berada di bawah Komando Markas Sektor Timur UNIFIL maupun Batalyon jajarannya pun segera bereaksi sesuai tugas dan sektornya”jelasnya.

Letkol Cpm Sony Yusdarmoko menambahkan, dalam latihan tersebut, dirinya menerjunkan 2 tim yang bergabung dengan pasukan Lebanese Armed Forces. “Selain itu, markas Sector East Military Police Unit (SEMPU) di UNP 7-3 juga menjadi pangkalan aju bagi FCR yang menggelar Posko Lapangan guna Pengendalian Operasi,”pungkasnya.

“Selain Task Force Bravo Indonesia dan Force Commander Reserve, peserta latihan lainnya adalah Battalion Mobile Reserve asal Serbia sebagai pelindung Mako Sektor,”tegas Letkol Cpm Sony Yusdarmoko. Selain itu, menurut lulusan Akmil 2000 dan mantan Dandepom Solo ini, pada latihan tersebut dilengkapi juga dengan helikopter untuk evakuasi medis korban tempur.

“Latihan di tengah penugasan ini, sangat bermanfaat bagi seluruh kontingen UNIFIL. Apalagi kita baru bergabung, tentu perlu penyegaran dan penyamaan persepsi, seperti yang disampaikan oleh Staf G5 Kosektor Timur dalam After Action Review tadi,” pungkas Dansatgas MPU Konga Letkol Cpm Sony Yusdarmoko. (tniad.mil.id)