Nov 172017
 

Satgas Terpadu TNI-Polri, Berhasil Evakuasi Warga di Tembagapura, Papua, 17/11/2017. (foto : Divisi Humas Polri)

Timika. Jakartagreater.com – Anggota Satuan Tugas Terpadu dari TNI-Polri berhasil mengevakuasi warga sipil yang ada di perkampungan Tembagapura antara lain di kampung Banti dan Kimbeli di wilayah distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Jumat, 17/11/2017.

Evakuasi warga yang sebelumnya dikuasai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Ayub Waker berhasil dievakuasi oleh satgas terpadu yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Papua, Kombes Pol Mathius D. Fakhiri, sekitar pukul 09.30 WIT.

Sebelumnya upaya evakuasi yang dilakukan sempat mendapat perlawanan dari pihak KKB. Namun anggota yang diterjunkan tersebut berhasil menguasai wilayah yang diduduki KKB.

Setelah wilayah berhasil dikuasai, personel beserta rombongan pasukan lainnya langsung menuju lokasi ditahannya warga sipil, selanjutnya melakukan proses evakuasi secara bertahap.

Hingga Jumat siang, informasi yang berhasil dihimpun menerangkan, rombongan bus yang mengevakuasi warga sipil sebanyak empat unit telah tiba di Sport Hall Tembagapura Mile Point (MP) 68.

Warga sipil yang dievakuasi sementara ditampung di Sport Hall, Kota Tembagapura sambil menunggu proses evakuasi yang berjalan secara bertahap. Rencananya warga yang dievakuasi selanjutnya akan dibawa ke Timika.

Di Timika sendiri, Pemerintah Kabupetan Mimika bersama dengan TNI dan Polri telah menyediakan tiga tempat untuk para warga yang dievakuasi. Tempat yang telah disediakan antara lain di Gedung Eme Neme Yauware, gedung Tongkonan jalan Sam Ratulangi dan Sekretariat Kerukunan Jawa Bersatu yang beralamat di jalan Budi Utomo Ujung.

Pemkab Siap Tangani Pengungsi

Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menyatakan siap menampung dan mengurus seribuan lebih warga pengungsi dari beberapa kampung sekitar Kota Tembagapura yang kini diduduki oleh kelompok kriminal bersenjata/KKB.

Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang kepada Antara di Timika, Jumat, 17/11/2017 mengatakan pemerintah daerah dan masyarakat setempat melalui paguyuban suku masing-masing siap menampung para pengungsi dari Tembagapura itu.

“Sewaktu-waktu kalau ada evakuasi warga dari Banti, Kimbeli dan Utikini, maka kami siap mendukung dan membantu aparat keamanan. Sudah tentu bukan hanya Pemda, masyarakat yang lain terutama paguyuban suku-suku masing-masing sudah siap untuk itu, yang terpenting masyarakat segera dievakuasi dari kampung-kampung itu,” kata Bassang.

Informasi yang dihimpun Antara di Timika, sejak Jumat pagi aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Terpadu Operasi KKB Papua telah masuk ke Kampung Utikini, Kimbeli dan Banti untuk menyelamatkan sekitar 1.300 warga yang selama lebih dari dua pekan terisolasi karena KKB menduduki tempat pemukiman mereka.

Hingga Jumat siang, upaya evakuasi seribuan warga sipil itu masih terus berlangsung dibawah tekanan dan ancaman tembakan oleh kelompok separatis bersenjata yang selama beberapa pekan terakhir secara masif menyerang aparat keamanan, fasilitas dan kendaraan milik PT Freeport maupun warga sipil.

Wakil Bupati Mimika menegaskan meski kewenangannya terbatas, dengan segala sumber daya yang tersedia maka para pengungsi dari Tembagapura itu dipastikan akan ditangani secara baik.

Bassang berjanji akan berkoordinasi dengan sejumlah paguyuban seperti Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB), Kerukunan Keluarga Bugis, Ikatan Keluarga Toraja, Kerukunan Keluarga Buton Sulawesi Tenggara dan lainnya yang warganya selama ini terjebak atau terisolasi di Banti, Kimbeli dan Utikini Lama.

“Kalau warga pendatang saya kira tidak ada persoalan. Yang perlu dipikirkan bagaimana dengan warga asli Papua dari kampung-kampung itu. Ini yang perlu penanganan khusus,” jelasnya.

Siapkan rumah pribadinya Bahkan Bassang menyiapkan rumah pribadinya dan rumah jabatan Wakil Bupati Mimika untuk dapat digunakan menampung pengungsi jika mereka tidak memiliki sanak saudara atau keluarga di Timika.

“Kalau memang ada yang tidak punya keluarga, sebagian bisa ditampung di rumah saya atau di rumah jabatan Wabup. Saya tidak setuju kalau ditampung di satu lokasi karena nanti mereka kesulitan air bersih, makan-minum, belum lagi kesehatan mereka. Sebaiknya mereka langsung ditangani oleh pengurus kerukunan keluarga masing-masing,” ujarnya.

Sesuai rencana awal, para pengungsi yang akan dievakuasi dari Tembagapura akan ditempatkan pada beberapa lokasi di Timika seperti di Gedung Eme Neme Yauware, Gedung Tongkonan dan Sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu/KKJB di Jalan Budi Utomo ujung.

Sejak akhir pekan lalu, Pemkab Mimika telah mengirim dua kontainer bahan kebutuhan pokok untuk disalurkan ke warga yang bermukim di kampung-kampung sekitar Tembagapura yang dikuasai oleh KKB.

Bahan pokok tersebut disediakan di dekat Kantor Polsek Tembagapura lantaran aparat tidak berani masuk ke kampung-kampung tersebut untuk menyalurkannya.

Wabup Yohanis Bassang berharap permasalahan yang terjadi di Tembagapura itu segera teratasi dengan cara-cara persuasif yang mengedepankan persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan agar di kemudian hari tidak muncul masalah baru. (Antara).

  43 Responses to “Satgas Terpadu Berhasil Evakuasi Warga di Tembagapura”

  1. Ada korban kah dari pihak KKB?

    • lucu juga ya..teroris kok dibilang kkb..seperti singkatan kita keluarga berencana wkwkwkw

      • jngan skeptis knpa.. itu agar tidak terlalu diekspose dunia luar.. terutama PBB, Amerika, Australia, Inggris, Belanda. OPM (Organisasi Papua Merdeka) dengan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) menurut kamu yg paling wahh yg mana. ???

        • ngawur anda..mau sembunyikan tindakan teroris dengan menggunakan alih fungsi nama..anda kira PBB dan negara luar bodoh seperti #”’ malahan kita terlihat bodoh..yang jelas tindakan teror tak dinamai teroris tapi yang ikut pengajian dan teriakan Takbir malah di tuduh teroris..Capek DEH!!!

          • Mereka itu bukan terrorist… Walaupun KKB OPM itu kejam sekali Dan jelas separatist..
            Sebab …mereka itu bukan orang Islam Dan Tidak jenggot an…plus Tidak sholat .sebagian…..suka bakar masjid juga dll….
            Mungkin itu yang dimaksudkan oleh Orang2 pintar itu .
            Tidak…KKB OPM itu bukan terrorist…
            Sebagai tambahan bukti …LSM2 pendukung HAM Dan separatist itu juga diam saja kok…

      • Teroris itu kalau operasional luas seperti isis, al qaeda dan ira, jika kita menyebut teroris maka pasukan asing akan bebas masuk, emang kamu suka Indonesia diobok2 oleh asing?

        • Boomerang..gitu ya!..banyak belajar lagi lah anda..masa teroris aja anda tidak tau..teroris itu diambil dari kata teror om..dan orang yang melakukan tindakan tersebut maka disebut teroris..Si OPM ini melakukan pembunuhan, mengancam negara, dan teror kepada warga..jadi masih anda sebut bukan teroris..?..

          Negara lain masuk..emang semudah itu om..punya prosedurnya bos..bukan sembarang..ini negara berdaulat..entahlah..kalau kebalikannya

          • Sepertinya anda menyampaikan, tapi anda tidak menyampaikan apa itu ris

            Hahhaahaaaa

          • adoh telmi juga anda rupanya Halata HUha wkwkwk..kata teror itu serapan dari bahasa inggris yaitu terror dan pelakunya terrorist..tak pernah belajar bahasa indonesia tentang kata serapan ya! kasian banget wkwkwkw

          • Itu kan menurut mu, dan menurut mu itu tidak punya power sama sekali kecuali utk kaum radikal dan anak kecil.

            Jadilah presiden amerika atau russia lalu kamu doktrin cuci otak seluruh dunia agar yg disebut teroris hrs sesuatu opini dan asumsi mu, oke dek? Setuju?

          • Gue sebutkan devenisi terorris: teror itu kan artinya ancaman, blm berarti sudah trjadi, masih bersifat ancaman, kalau ris persamaan katanya ras yg artinya golongan, bisa itu golongan agama, suku, kulit & golongan2 lainya.
            Jadi terorris itu artinya ancaman golongan, yg sering diberitakan itu sperti teroris isis menyekap gp, hari s, agato & lainnya utk menari nari, mau itu latar atau telanjang dada.
            Disitukan ada disebutkn terorris isis, yg artinya ancaman golongan isis

            Mudah2an ini komen kagak nyangkut digigimu LD, sekiranya nyangkut? Minum air broo

            Hahhaahaaaa

          • Halata Huha..ngakak gua lihat komen lu..dah tau lu artinya ancaman..tu OPM bukan ancaman..?..jangan2 micin yang nyangkut di otak lu wkwkwkwk

          • Bomerang..Tak perlu sejauh itu OM..mau jadi presiden AS pula atau Rusia..definisi teroris sudah jelas. apalagi ini berkaitan dengan kedaulatan bangsa..Tinggal mau dipakai atau enggak aja..

            untuk kasus Teroris OPM kayaknya masih malu2 kucing tapi kalau untuk pengajian..tanpa babi bu..langsung deh…mudah anda paham Om!

          • Anda masih ngawar ngiwir yaaa

            OPM itu bukan disebut terorris

            Hahhaahaaa

      • Pemerintah menamakan kkb krn dengan maksud tertentu..slah satunya krn kkb itu y opm..dan opm bukan teroris.kalau pemerintah menamakan teroris atau opm secara terbuka kepada dunia luar..pasti akan lebih wahh pemberitaan dimedia luar..dan sebagai org yg punya otak..harusnya lo cerdas dalam mengomentari suatu berita…

        • lu yang ngak cerdas…kkb itu cuma akal2 an dari pihak tertentu agar TNI tidak bertindak tegas dan membatasi gerak TNI terhadap teroris OPM itu..dengan alasan mereka hanya gerombolan kriminal biasa..dan hanya perlu di tangani oleh pihak keamana biasa..ini politik bos..melek dikit kenapa?

    • kalau pun ada pasti disembunyikan bung.. operasi senyap seperti itu biasanya urat lehernya putus.. hahahaa..

  2. Aku kok malah pengen lihat wajah para pasukan khusus yg melakukan operasi senyap.. bayangkan jam 4 subuh.. pasti gelap gulita dan hawa dingin yg sangat menusuk. Pasti pakai night vision itu..

  3. Just info….

    *Perihal: Kronologi Jam “J” Penyerbuan oleh Pasukan TNI Pada Pemukiman Kimberly dan Utikini*

    1. Diperkirakan sekitar pukul 04.17 Wit para Pasukan Khusus Indonesia (Kopassus) sebanyak 13 org dibantu pasukan Raider 751/ 30 org bergerak cepat masuk ke daerah sasaran utk menyerbu/ menguasai perkampungan Kimberley, & 2 Tim dari Taipur Kostrad bertugas masuk sasaran dan menguasai Pemukiman Banti.

    2. Pada waktu yang di koordinasi pada Jam “J” Pada jam 07.00 Wit Para Pasukan TNI dengan gerak cepat langsung masuk ke sasaran dan melakukan pendudukan, setelah Kimberley berhasil dikuasai Pangdam VII/Cen Perintahkan untuk bergerak menguasai Pos 2 pengamanan Separatis TPN OPN . Kurang dari 2 Jam seluruh Medan Camp TN OPM berhasil dikuasai Pasukan TNI. Para Pemberontak/ Separatis berhamburan melarikan diri ke Hutan dan gunung.

    3. Belum dapat dipastikan apakah kelompok separatis TN OPM ada yang korban karena saat penyerbuan cuaca berkabut sangat tebal.

    4. Setelah seluruh wilayah kedudukan Separatis TN OPM di kuasai Pasukan TNI dan situasi dinyatakan Aman, Pangdam XVII/Cenderawasi berkoordinasi dengan Kapolda agar segera mengirimkan Tim Evakuasi.

    5. Tidak terlalu lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan Evakuasi.

    6. Sekitar 14.00 Wit Proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban Sandera Separatis 347 orang terdiri dari warga pendatang dan pribumi.

    7. Sementara penduduk Asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dri Aparat TNI dan dukungan logistik dri Pemda Mimika.

    8. Saat ini pasukan Pengaman tetap tinggal di lokasi Pemukiman Kimberly & Utikini utk mengamankan korban dari pengaruh Pok Separatis TN OPM sebagai umpan selama ini.

    9. Demikian di laporkan.

  4. 1: jgn tinggalkan jejak sersan
    2: siap ndan,semua sudah tak tersisa..dan tak ada jejak satupun

  5. Hebat bebasin sandera 1300. Pilm hollywood yg judulnya “tangisan matahari” kalah kayanya.

    Bravo TNI lah… ga perlu robot robotan, ga perlu alutsista aneh aneh dan mahal.

    Negara mana yg bisa kaya gini coba???

  6. Pengamat teroris dari CIIA Ustadz Harits Abu Ulya berpendapat bahwa aparat TNI tidak bisa berbuat banyak saat Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sejatinya juga adalah teroris namun hanya dilabeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
    “Selama OPM dilabeli KKB maka TNI tidak bisa berbuat banyak,” kata pengamat teroris Harits Abu Ulya di akun Twitter-nya @HaritsAbuUlya01.
    Kata Harits “KKB” dimensinya “kriminal”, kalau “teroris” masih juga mirip “ekstra ordinary crime”, kalau “separatis” dimensinya “kedaulatan”.
    “Publik mulai cerdas mengeja ada kerancuan “politik keamanan” di NKRI, karena Kompleksitas kepentingan opurtunis & ego sektoral,” ungkapnya.
    Menurut Harits, dalam menghadapi teroris OPM TNI menunggu keputusan dan sikap politik Presiden dan juga DPR.
    “Simple tapi dibuat ruwet karena para sengkuni dengan kantong penuh daftar kepentingan?” tambahnya.
    Untuk itu ia meminta pemerintah untuk segera menindak secara tegas teroris OPM karena untuk menjaga kedaultan NKRI.
    “Tolong keberaniannya untuk mengambil keputusan libas Teroris OPM.Kedaulatan NKRI sudah tercoreng! Yangvgak ada kapasitas agar tahu diri,” pungkasnya.

  7. Dari Lensa Drone, Ini Video Saat KKB Dipukul Mundur TNI-Polri – https://20.detik.com/detailvideo/171118002/
    Ini menggunakan drone jenis apa yach ??? apakah UAV heon atau wulung yach?

  8. Komen ente berbau pornographi. Jd kena sensor admin. Makanya jng punya pikiran mesum mulu….xixixi

  9. KAPOLDA PAPUA maksudnya!

    • Mereka pasti berusaha menutup mata dan telinga kita, kalau disana tidak ada aparat terbunuh, tidak ada senjata, tidak ada yg di sandera, tidak ada negosiasi, tidak ada yg nantang aparat.

      Trik LSM ya gitu, yg nama nya abrasi laut pun ditolak tidak ada kenaikan air laut dan penurunan tanah gaya tsb sdh dipakai sejak 1990, dan sekarang pesisir pantai banyak hilang bahkan di daerah demak hampir 1 kecamatan kehilangan tanah darat.

  10. masyarakat irian jaya(papua) jangan mau di akali oleh orang2 australia dan gengnya mereka itu rajanya perampas tanah bangsa lain.ini fakta!!!

 Leave a Reply