Feb 202019
 

Satgas Yonif 511/DY Brawijaya berhasil mengamankan 107 pucuk senjata api rakitan dan puluhan butir amunisi serta beberapa ons bubuk mesiu, Selama bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Entikong, Kalbar, Jakartagreater.com – Selama bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia, Satgas Yonif 511/DY Brawijaya berhasil mengamankan 107 pucuk senjata api rakitan, sekaligus puluhan butir amunisi dan beberapa ons bubuk mesiu.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 511/DY, Letkol Inf Jadi, dalam rilis tertulisnya pada Selasa 19-2-2019 di Entikong, Kalimantan Barat.

Diungkapkan Dansatgas, keberhasilan ini merupakan kerja keras yang ditunjukkan seluruh personel Yonif 511/DY dalam mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Sampai hari ini sudah 107 pucuk senjata rakitan yang berhasil diamankan dari hasil operasi. Ini merupakan suatu prestasi yang sangat bagus,”ujarnya ketika dihubungi melalui via selulernya.

Bahkan, kata Dansatgas, keberadaan personel Yonif 511/DY selama berada di wilayah perbatasan, dinilai mampu mewujudkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, khususnya dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di wilayah perbatasan itu.

“Ini merupakan keberhasilan Satgas Yonif 511/DY dalam melakukan pembinaan teritorial, sekaligus komunikasi sosial dengan warga perbatasan,” jelasnya.

Untuk diketahui, selain berhasil mengamankan ratusan pucuk senjata api rakitan, lanjut Jadi, Satgas Yonif 511/DY Brawijaya juga berhasil menunjukkan prestasinya dalam upaya melakukan pengamanan di wilayah perbatasan.

“Seperti Ilegal logging, Ilegal trading, penyelundupan Narkoba, hingga penggagalan WNA Ilegal asal Malaysia yang berupaya masuk melalui jalur darat Indonesia-Malaysia, tepatnya melalui Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat,” terang alumni Akmil 2000 ini.

Dijelaskan Jadi, hampir saban hari, ia menginstruksikan seluruh personelnya untuk menggelar kegiatan pembinaan teritorial secara rutin.

Tak hanya mampu mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat saja, upaya ini dinilai sangat mampu dalam mewujudkan jiwa nasionalisme dan patriotisme warga perbatasan.

“Setiap kali menggelar kegiatan sosial, kami selalu melibatkan warga sekitar. Warga di perbatasan ini, juga kami bekali wawasan kebangsaan,” sambungnya.

Memang, tutur Jadi, tak semudah membalikkan telapak tangan dalam menjaga wilayah perbatasan sepanjang kurang lebih 359,45 kilometer tersebut.

Bahkan, hampir setiap hari, ia menginstruksikan seluruh personel Satgas Pamtas Yonif 511/DY Brawijaya melakukan pengecekan rutin terhadap 2.366 patok perbatasan yang sudah tersebar di beberapa titik perbatasan.

“Maka dari itu, diperlukan peran maupun sinergitas dengan masyarakat, hingga instansi terkait di wilayah perbatasan guna mewujudkan keamanan dan kondusifitas,” pungkasnya. (tniad.mil.id)

Bagikan