Feb 272019
 

Dansatgas Yonmek 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra menjelaskan, bukan hanya BBM, senjata api, serta amunisi yang digelar, namun  juga menggelar barang bukti lainnya, seperti mobil, pakaian bekas import 5 karung dan beras sebanyak 150 kg serta mie rebus sebanyak 2 Dus.

Atambua, NTT,  Jakartagreater.com   –   Prestasi yang telah diukir Satgas Yonmek 741/GN ini, Satgas tidak hanya mengamankan wilayah perbatasan juga turut membantu kesulitan masyarakat dan pemerintah secara nyata.

Hal tersebut disampaikan Danrem 161/WS Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos saat melakukan kunjungan kerja pada Selasa 26-2-2019 ke Mako Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat Eban. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengecekan barang bukti hasil Penggagalan Penyelundupan dan hasil penggalangan yang dilakukan Satgas selama 4 bulan di daerah penugasan.

Danrem 161/WS yang juga selaku Dankolakops Satgas Pamtas RI – RDTL, berharap prestasi yang didapat dapat harus terus ditingkatkan sampai purna tugas. ’’Dan ini semua tidak mungkin bisa dicapai tanpa bantuan semua unsur-unsur di wilayah termasuk Babinsa dan rekan-rekan dari Kepolisian.” Ungkapnya, di hadapan media.

Sementara itu Dansatgas Yonmek 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra menjelaskan bahwa selama 4 bulan bertugas sebagai Satgas Pamtas (RI-RDTL) telah berhasil mengamankan berbagai barang berbahaya (senjata dan munisi) dan barang ilegal.

“Barang bukti BBM illegal yang berhasil kita ungkap selama ini sebanyak 2.150 liter, dengan rincian bensin 900 liter, solar 1120 liter, dan minyak tanah 130 liter,” ungkapnya.

Dansatgas Yonmek 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra mengungkapkan, senjata api yang  diamankan adalah :

  1. Sejumlah 55 pucuk dengan rincian senjata organik 2 pucuk, Springfield 47 pucuk dan rakitan 6 pucuk.
  2. Berikut 1 buah granat dan 1 buah magazen.
  3. Sebanyak 473 amunisi juga berhasil diamankan, diantaranya Munisi Kal 12,7 mm sebanyak 90 butir, Kal 7,62 mm sebanyak 301 butir, Kal 5,56 mm sebanyak 78, dan Kal 3,8 mm sebanyak 3 butir, serta 1 buah Shotgun.

Lebih lanjut dikatakan bukan hanya BBM, senjata api, serta amunisi yang digelar, namun kita juga menggelar barang bukti lainnya. ’’Seperti kendaraan roda empat, pakaian bekas import sebanyak 5 karung, dan beras sebanyak 150 kg serta mie rebus sebanyak 2 Dus,’’ jelasnya.

Alumni Akmil 2002 ini menuturkan bahwa daerah perbatasan memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi terhadap tindak kriminal seperti penyelundupan Narkoba, aktivitas illegal, diantaranya Logging, Minning, Traficking, termasuk pelintas batas secara illegal.

Sebagaimana tugas yang menjadi tanggung jawab kami, terang Mayor Inf. Hendra Saputra, salah satunya adalah menjamin barang-barang illegal tersebut tidak masuk ke dalam wilayah NKRI,” tegasnya.

Kita berharap untuk kedepannya warga perbatasan lebih taat terhadap hukum serta bersama-sama Satgas menjaga keamanan dan ketertiban di Republik ini,’’pungkas Dansatgas Yonmek 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra. (tniad.mil.id)