Nov 132016
 

Jet-Tempur-Sukhoi-TNI-AU

Solo – Pengoperasian pesawat Sukhoi untuk patroli udara ataupun misi lainnya membutuhkan biaya operasional yang tinggi. “Untuk menerbangkan pesawat sukhoi satu jam biayanya sekitar 500 juta,” ujar Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogjakarta, Letkol AU Sus Yuto Nugroho saat memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret UNS Solo, (11/11/2016) di gedung dr. Prakosa UNS.

Menurutnya, ancaman illegal visit, dan pelanggaran perbatasan bukan hanya terjadi di wilayah lautan ataupun daratan tetapi juga di wilayah udara.

Alutsista canggih untuk melakukan patroli udara sangat penting meski operasionalnya untuk mengejar dan denda tidak imbang. “Misal mencegat pesawat asing, itu terbang satu jam 500 juta, tapi dendanya ke pesawat yang dicegat hanya 60 juta,” ujarnya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi masalah demi menjaga wibawa Indonesia. “Jangankan biaya , jiwa raga dikorbankan,” tegasnya.

Keberadaan angkatan udara sangat penting untuk menjaga Indonesia berada dalam wilayah yang sangat luas. Total daratan dan lautan mencapai sekitar 7,9 juta km, sehingga rentan terhadap berbagai ancaman. TNI sejauh ini berupaya merangkul dan melibatkan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi ancaman yang bertujuan merapuhkan integrasi bangsa.

Sumber : Solo.tribunnews.com

Bagikan:

  183 Responses to “Satu Jam Terbang Sukhoi Rp 500 Juta”

  1.  

    Uang segitu g ada apa2nya dibanding dgn keamanan bangsa & negara di atas segala2nya.Lanjutkan Sukhoi Indonesia,berjaya diudara.Goooooo…..

    •  

      Ada efeknya bung, biaya lainnya terpaksa mengalah
      seperti beli Rudal medium NASAMS ditunda
      beli kapal real frigat iver ditunda
      bahkan bisa bisa biaya kesejahteraan prajurit dipotong

      Ada yang jauh lebih murah dan hemat.
      dengan efek gentar diatas si kacang Sukro dan jauh lebih canggih

    •  

      peraturan denda di revisi …

    •  

      Untuk melihat cost agak aneh jika melihatnya dari per jam.
      Apalagi kita sekarang sudah akrab dengan Uber/Grab/Go/Bluebird yang menghitung cost berdasarkan per KM.
      Dan tentunya faktor yg lain adalah MUATAN/LOAD.
      Ibarat kata membandingkan bebek Mio dimuati 2 orang kecepatan maximal 100 km/jam paling jauh ke bekasi, … melawan GLpro dimuati 2 orang+1 anak, maximal 140 km/jam paling jauh sampai cikampek.

      Ayooo sama-sama kita lihat data yang ada :

      Rafale biaya fuel cost per nM = 9.4 USD
      Berat konsong 10 ton,
      Bawa muatan 15 ton
      Berat maximal 25 ton
      mesin nyantai : 5000 kgf x 2 , mesin ngegas : 7650 kgf x 2

      Typhon biaya fuel cost per nM = 4.3 USD
      Berat konsong 11 ton,
      Bawa muatan 16 ton
      Berat maximal 23 ton
      mesin nyantai : 5800 kgf x 2 , mesin ngegas : 9000 kgf x 2

      SU35 biaya fuel cost per nM = 13 USD
      Berat konsong 18 ton,
      Bawa muatan 25 ton
      Berat maximal 34 ton
      mesin nyantai : 8800 kgf x 2 , mesin ngegas : 14000 kgf x 2

      SuperHornet biaya fuel cost per nM = 21 USD
      Berat konsong 14 ton,
      Bawa muatan 21 ton
      Berat maximal 29 ton
      mesin nyantai : 5800 kgf x 2 , mesin ngegas : 10000 kgf x 2

      Ga usah banyak cincong udah pasti Superhorny paling boros duit dan tidak sesuai dengan muatannya. Buat trek-trekan juga mesinnya bakal kedodoran jika dibanding dengan bodynya yang kegendutan.

      Nah yg menarik tinggal Typhon dan Su35. Rafale saya nilai sebagai “normal parameter = ditengah-tengah”
      Typhon murah , tetapi cuma muat 5 ton. Buat trek-trekan juga bukan nomer satu. Belum termasuk range dan rate climb dan ketinggian.
      Su35 biaya 3x Typhon, muat 7 ton. Buat trek-trekan paling kenceng. parameter range, rate climb dan ketinggian juga relatif paling kuat.

      Dengan kata lain, jika mau ngajak berantem sekalian sewa Mike tyson, … buat mastiin unggul.
      Memang makannya banyak, vitaminnya mahal. Lihat bodynya ajah udah pada takut masuk pagar.
      Jika mau cuma nyatpam sekitar rumah, sewa ajah jacky chan. Makan dikit, vitamin ga pake karena pake Herbal sinshe. Tapi klo berantem lumayan lah tekniknya, minimal sama-sama bonyok ketika ada preman masuk.

      •  

        wah ternyata di bawah pada omongin Gripen lagi ?? hadehhhhhh ….. apalagi lawan IFX , … bosen ga mudeng-mudeng dijelasin.

        Gripen fuel cost per nM = 2.7 USD (C/D) klo NG ada yang bilang : 3.2 USD
        Berat konsong 8 ton, (NG)
        Bawa muatan 12 ton (NG)
        Berat maximal 16 ton (NG)
        mesin nyantai : 5800 kgf x 1, mesin ngegas : 9000 kgf x 1
        (NG)
        Murah iya , hampir sama dengan Typhon, tapi cuma muat 3 ton. Buat trek-trekan dll … apaagi lari jauh .. udah ga usah dibahas. Emang yg ini klo dibandingin ama F16, FA50, Mig35, Sulfur, Tejasbaru agak nyambung.

        Apalagi dibandingin KFX/IFX …. ?? yg suka maki-maki orang sampe sunat 100 x juga ga mudeng-mudeng dijelasin

        •  

          Walah bung Senopati ….
          terlalu jauh anda jelasinnya

          pendeknya artikel ini dibuat agar Su tidak boleh terbang dan ronda , ada golongan sakit hati maupun pesanan agar beralih pakai dan beli kelanjutan milik Barat ,

          nih paling juga opini pribadi grup penyuka barang barat, dan kamparadornya
          bagaimana kalau f-16 wara wiri di langit ? apakah pernah dihitung , dan juga nyinyir dinaikkan artikel ???
          yang pasti biaya operasional f-16,hawk dll pastinya pun juga leih dari 10 juta ( bayar crew lemburnya 10 orang untuk hidupkan mesin maupun yg lain )
          show must go on,

          kedaulatan lebih nyata ketimbang pesawat dielus-elus saja

        •  

          Haibat sekali penjelasannya

          Pesawat baling baling kejar dg sukhoi haight coast

          Kah kah kah

        •  

          @pakcik senopati

          Boleh tanye wak gogle
          Yg tertutup terbatas hrs ada id
          rekom tak boleh masuk

          Soal ilmu di mana saja sama
          Penguasaan dan pernerapannya itu penting….

          @askar phower milisi lembik

          kah kah kah penjelasannya bisa muaskan tawa saya

          •  

            Lihat realita nya saja bro, indonesia atau malaysia yang lebih disegani saat ini. Fakta bisa terlihat dan tidak bisa dipungkiri. Walau banyak omong segudang. Tapi kenyataannya bagaimana?

        •  

          Ane juga YESS,,, untuk penjelasan bung senopati. Jelas, logis dan bisa dicerna.

      •  

        “Memang makannya banyak, vitaminnya mahal. Lihat bodynya ajah udah pada takut masuk pagar”

        Nah..statement ini yg paling ane demen..
        Ulasan nya simple padat dan tepat sesuai perbandingan antara speed, maneuver, payload dan jarak.

        Sukhoi semakin didepan…xixixi

    •  

      @senopati pmungkas

      YESSS…saya 100% setuju dg bung @SP !!!

      Sekalian aja dibandingkan usia airframe dan MTBF dari masing-masing pespur…monggo

      •  

        Nah ini saya suka diskusi ama Bung Uling masalah ini.
        Dariii dulu memang terjadi tarik-tarikan doktrin pembelian fighter ini.
        Ada yang pengen awettttt wetttt sampai 20 tahun, ..atau yang cukup 10 tahun saja.
        Harga Jelas, klo pilih yang 20 tahun lebih mahal, lihat saja harga-harga produk barat pasti lebih mahal daripada Timur.
        Produk timur paling umur 10 tahun juga udah ngap-ngap minta di overhoul. Harga pembelian awal murah.

        Tinggal kita kepentingannya apa saat ini?

        Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini, apakah cocok yang umur panjang dengan risiko akan tertinggal teknologinya nanti dan useless juga akhirnya 15-20 tahun yg akan datang.

        Sedangkan kita punya MIMPI IFX yang akan secara total merubah doktrin pembelian pespur kita di masa datang.

        Ingat performance pespur yang extrim pada dasarnya bisa saja ditingkatkan lifetime metalurginya, cuma pertanyaannya SeMAHAL apa dan BUAT APA jika memang ditargetkan cukup 10 tahun dan kita bisa mencari alternatif yang baru menyesuaikan dengan ancaman ?

        •  

          @senopati

          Hehehehehe…abang atur aja gimana baiknya.

          Kalo mesin yang umure pendek dah mati tinggal ganti sama yang awet….sayang kita tidak tinggal dinegeri “doraemon”

        •  

          @Senopati Pamungkas : Ada yang terlewatkan dari ulasannya, yaitu life time pespur Sukhoi dapat beroprasi lebih lama dengan jika konsumennya mengukutijejak negara Rusky.
          Kita dapatmencontoh dari varian SU-24 yang masih beroprasi hingga kini di sebabkan sekema upgrade dari pihak pabrikan Sukhoi.
          Jika hanya mengikuti buku manual, pasti Indonesia akan bernasib sama seperti negara Belarusia.

      •  

        @senopati P

        Nah ketika abang menyenggol IFX…abang ini dg sesadar2nya menjawab pertanyaan abang sendiri ttg pilih mana: airframe yang umurnya 10 tahun atau 20 tahun.

        •  

          Hahaha, Bung saat ini saya pilih UMUR PENDEK tapi BUAS…. cepet mati cepet mati dech tapi ga ada berani ganggu kita.
          Biar Aman itu Baby IFX lahiran 10 tahun lagi udah pada terbang gantiin Si Buldog umur pendek … hahaha

      •  

        wow apa iya (airframe) pespur rusia sedemikian pendek usia produktif lalu pensiun dini?

        mig-21 au india yang dibuat ketika teknik metalurgi dan material sciences belum semaju saat ini, mampu mengabdi selama 62 tahun (diproyeksikan hingga 2025) !

        https://in.rbth.com/economics/2013/10/09/india_will_continue_to_operate_the_mig-21_fighters_until_2025_30019

        •  

          yaelahhh maaf bung Ubed, …. namanya juga cuma kasih gambaran klo pilih Barat ama Timur ?

          Terus terang saya tidak fanatik apa-apa , cuma Goal saya satu utk NKRI : Kita sukses melahirkan IFX dan semua analisa dan effort saat ini adalah untuk IFX.

          Kita sudah cekak duit, ehh pada usul ini itu TOT Gripen NG laaa, Typhon dll ? Percaya saya , itu habisin resources kita dan mengancam IFX.

          Klo punya ide support IFX, bisa dilakukan partial TOT misalnya LEN dengan Thales, Lapan dengan Saab utk RBS …. bukannya malah ngusir-ngusir / jelek-jelekin IFX seperti beberapa sales tukang maki-maki….

          Tul gak Bung ?

          •  

            yak tul bung !.

            sebenernya juga gpp fanatik ke salah satu ‘blok’ asal alasannya obyektif-kuantitatif 🙂

        •  

          @ubed

          Komen anda yang panjang sangat tepat….tapi tidak menjawab ttg usia airframe.

          Sementara pabriknya sendiri menyatakan usia airframe mesin generasi mig-21 sangat pendek

        •  

          @ubed

          Pengen tau usia air fame mesin mig-21….gampang, cukup browsing ke website pabriknya

          •  

            @Uling Putih, airframe mesin maksudnya?

            klo airframe, technical life mig-21 3000 hrs, wajar jika dibandingkan dengan f-16 yang 8000 hrs, mengingat mig-21 teknologinya 20 tahun lebih tua..

      •  

        @ubed

        Mig-21 india jumlahnya berapa ratus bang….apa iya semuanya diterbangin bareng2?

        Bergantian kale…

        Trus sudah pernah ganti mesin berapa kali?

        •  

          bergantian terbangnya pasti, tapi jam terbang pespur negara yang punya 100 skuadron pespur dengan negara yang hanya punya 5 skuadron kurang lebih sama?

          karena ada kaitannya dengan fighter pilot proficiency / fighter pilot flight hours per year per country (walau masing2 negara bervariasi angkanya)
          untuk setiap pilot pespur yang ada.

          ganti mesin pastinya udah sangat sering, tapi fokusnya disini lebih ke airframe?

          ada faktor plus, ternyata mesinnya masih diproduksi setelah 60 tahun (dan sepertinya bukan oleh HAL)

          •  

            fighter pilot flight hours per year per country belum termasuk latihan gabungan internal negara tsb atau latihan dengan au negara lain..

          •  

            selain (angka minimum) fighter pilot flight hours per year per country, ada faktor lain seperti geopolitik, seberapa ‘mesra’ kehidupan bertetangga suatu negara, misal pakistan-india-china.

            ini pasti berpengaruh ke jam terbang pespur dalam bentuk penerbangan patroli

      •  

        YESSS…bang @SP pilih mesin yang usianya panjang !!!

        #mimpi IFX

      •  

        @ubed

        Langkah singkat utk mengetahui usia airframe…cukup browsing ke situs pabrikannya.

        Disitu dijelaskan kumplit-plit-plit bung

    •  

      Wah makin rame aja nih..
      Seru..Ga ada habisnya nge-gosipin sukhoi.

      Izin nyimak..

  2.  

    Grippen aja

  3.  

    uang segitu mah sdikit bgt bagi negara, klu bagi pribadi beda lg.. yg jadi pertanyaan itu biaya bahan bakar apa ada biaya yg lain.? maaf blm tau.

  4.  

    Issue itu trus yg dihembuskan. Semua pesawat tempur yg menggunakan teknologi canggih pasti biaya operasionalnya tinggi. Yg murah hanya pesawat Tukino saja. Kalo selalu berkutat di biaya operasional yg tinggi, ujung2 nya alutsista canggihnya hanya dikandangkan saja spt tetangga yg katanya jaguh punya, yg pilotnya cuma ditugaskan ngelap pesawat biar kinclong nanti jika digunakan pada parade hari kemenangannya setahun sekali. Halaahhh….dalaalaaahhh.

  5.  

    untuk patroli cocoknya pesawat grippen . tapi untuk misi misi khusus yaa boleh diturunkan sukhoinya . lumayan tuhh perbandingannya antara sukhoi dan grippen biaya jam terbangnya. grippen : 4000$ sedangkan sukhoi 40.000 $ .

  6.  

    bagi fanboy su 35 mungkin akan bilang begitu , krna itu yg dipake uang rakyat bukan uang nya…masyarakat jg berhak tau info ini mah. Memang itu nyatanya mau bilang apa? Hehehe

  7.  

    vote Gripen E, saatnya beralih ke Swedia

  8.  

    Biar mahal yg penting gahar

  9.  

    Untung indonesia blm py kapal induk
    Mgkin kl sudah punya digunakan untuk nangkepin kapal nelayan kali ya…

    Itu jendral sekolahnya dulu pasti di Indonesia…

    Kah kah kah

  10.  

    Ada harga pastinya ada kualitas.
    dan harga ga pernah bohong.
    demi kedaulatan NKRI, apapun akan dilakukan

  11.  

    Jika ada yang mengatakan dari pada Sukhoi SU-27/30/35 lebih baik Gripen c/D-N/G berarti dia gagal paham apa artinya pesawat tempur heavy fighter…!
    Jika ingin irit kenapa harus membeli pespur Gripen?
    Jika ingin irit suruh saja pespur Tucano yang terbangnya, saya jamin irit.
    Jika ingin lebih irit lagi, yang patroli Tucano di dukung radar darat yang berfrekuensi rendah dengan kualitas terbaik berikut dengan S-400 Triumph.
    Sukhoinya di stand by di hanggar saja, di terbangkan hanya untuk intersepct pespur dari negara tetangga seperti Singapura dan Australia.
    Kalau pespur Malaysia langsung kita test dengam S-400 Triumph.

    •  

      hahahahaha
      Faktanya Gripen C/D Thailand mengalahkan Su-27 5:0
      BACA BERITA CUK !!!!

      Dalam hal Manuver Su-27 kalah dengan Gruipen C/D

      Manuver Patukan Kobra ?????
      Si Mbahnya Gripen ; Saab 35 Draken buatan tahun 1950 sudah bisa !!!

      https://www.youtube.com/watch?v=jqiDEcfSnXs

    •  

      Pada dasar TNI AU membutuhkan pesawat multirole mau itu medium fighter atau heavyfighter.. user membutuhkan pesawat multirole karena lebih efesien bisa digunakan dlm segala fungsi, mau sebagai pesawat pemukul, serang darat, serang antigerilya, pengebom, atau pencegat.. user sendiri ga pernah bilang utk beli pesawat heavy fighter..

      Makanya keluar banyak opsi mulai dari F-16, Gripen NG, rafale, typhoon sama su-35.. sekarang tinggal user yg sesuaiin kebutuhannya yg pasti disesuain sama budget.. kalau memang kebutuhannya urgent sebagai penyeimbang dikawasan monggo pilih su-35 terutama ancaman udah semakin memanas seperti yg trjadi sama vietnam,, tp dgn catatan TOT WAJIB.. kalo masih dlm keadaan kondusif dan meminimalisir budget sebagai patroli dan intercept ya tinggal bandingin aja gripen, F16 sama typhoon dan WAJIB TOT.. sukhoi ane kagak masukin dikriteria yg ke-2 jng marah loh bung,, karena ga masuk kriteria..

      Bagaimana pun indonesia masih butuh banyak pesawat multirole utk mengcover daerahnya.. jadi ga perlu sukhoi ngejar2 pesawat ilegal dari ujung ke ujung.. itu yg bikin ga efesien dan boros..

      Mengenai su-35 ente ga usah kuatir bung,, tinggal beberapa tahap deal.. justru yg dipikirin. Setelah su-35 deal,, indonesia masih membutuhkan pesawat sebagai penambahan dan pengganti yg udah uzur.. tuh salah satu kontestannya udah dihitung sama bung@TN,Phd..

      Deal yah bung@WK??xixixixixixixi

  12.  

    pokoe tetep su 35 kudu nongkrong di indonesia masalah jam terbang mahal bisa diatur , kan indonesia sudah banyak koleksi pespur cupu lah itu yg buat keseharian buat patroli biar ngirit,, untuk su 35 untuk penggebuk misi khusus sesuai ketangguan kemampuan sukoi…

  13.  

    kalo mau irit bin murah meriah, utk patroli cukup pake cessna single engine diisi 1 pilot & 1 navigator + 1 tukang kéker pake teropong.
    atau tunggu sampai ada N219 … dijamin irit tuh.

  14.  

    Coba mau pilih mana. Mahal tapi berhasil melaksakan misi. Murah operasinal tapi mo nyergap eh malah disergap. Kayak kejadian f16 vd f18 us.

  15.  

    Mesinnya ganti honda beat pasti irit

  16.  

    Informasinya masih abu2 kira2 apa ada yang tahu kita harus beli berpa unit gripen baru bisa dapat TOT dari Saab

  17.  

    padahal yg bicara begitu sudah dari prajurit TNI AU, masih saja mengkambing hitamkan sales grip[en yg ini yg itu ..awokkoawkoakoakokoa fanboy su 35 memang lucu ekkekekekekekkeke

  18.  

    Konsumsi bahan bakar su 30/27 sama gak ya sama konsumsi su 35..sepertinya mesin su 35 lebih boros lagi..

    •  

      Betul…..
      Di Iklannya Mesin AL-31F umurnya bisa 1.500 jam
      Nyatanya TNI-AU dan Pemakai lainnya mengganti mesin nya di 1.000 jam

      Bandingkan dengan mesin F-16, malah bisa di per panjang lagi
      Contohnya F-16 52ID milik TNI-AU

  19.  

    mungkin beli su 35 bisa kapan saja isa ditunda ndan, mengingat sebenarnya belum begitu mendesak memang nya mau perang dengan siapa……. su 35 terbukti kurang cocok guna mendukung tugas patroli dan program poros maritim….. tar paling ada yg balas komen “sales gripen” dah hekekekekekekekekek

    •  

      Nah Salesman Gripen detected…wkwk

    •  

      Jadi Bung Tojo sebenarnta ngikuti dan mudeng ga sich maksud dan tujuan dibelinya 24 F16 bekas secara instant dan cepat????

      Ya itu lah untuk mengisi Gap dan keperlun nge ronda ??

      Klo SU 35 itu tugas nya lain bung. Dia buat antidot F18 superhornet disekeliling kita + F35 yang masu datang.
      SU 35 lagi jagain si bayi IFX sampai 2025 an nanti kita lihat hasilnya, apakah tugas bodyguard NKRI sudah bisa diwariskan ke IFX.

      Type buatan Rusia memang begitu Bung, …. Maximal buat berkelahi, tapi cepet pensiun, yaa gimana lagi itu pilihan? Mirip Atlet laaa, efektif dan kuat tetapi umur 35an sudah pensiun. Bandingin (maff) ama satpam ….. fit sampai umur 50 tahun.

      Tapi anehnya SU24, SU25 dan Berbagai Mig di dunia masih dines , mungkin dipaksain.

  20.  

    Kalau buatan Rusia sering dibohongi bung….HAHAHAHA

  21.  

    mending beli su 35.. walau boros tp bisa bikin negara tetangga ketakutan..Buat apa beli pesawat tempur yg irit bahanbakar..tapi gampang dikalahin sama musuh dan NKRi akan terus dihina…kalo pengen ngirit beli aja lagi 1000000000000000000unit super tukiman..

  22.  

    sekali sukhoi tetap sukhoi…. baik SU 27/30 dan yg akan datang SU-35 mantap….

    kalo gripen c/d mending FA-50 dibeli deh untuk patroli

    karena gripen E bsru pruksi 2018 keatas

  23.  

    KALO PENGEN IRIT KAYA HONDA..BELI AJA SUPER TUKIJO BUAT GANTI F5..1000 UNIT

  24.  

    Heavy Fighter tetap Sukhoi Family SU 27/30 dan yg segera datang SU-35 mantap abis,,,,

    untuk patroli mending FA-50 daripada gripen c/d karena gripen E masih lama untuk produksi.

  25.  

    minta lisensi produksi FA50 golden eagle

  26.  

    Sudah kuduga hmm, pasti banyak bermunculan sales gripen di counter dengan sales sukhoi. Ga ada sales lainnya yg menggunakan pesawat 1 engine ya? f-16 viper? Atau sales JF-17 sulfur?

  27.  

    Sebagai solusi harusnya denda pesawat asing jangan 60 juta, terlalu sedikit dibanding harga pesawat yg mencapai milyaran. Naikkan 10x lipat, biar penyusup juga mikir 10x mau masuk wilayah indonesia.
    Btw untuk patroli dan intercept pesawat komersial, ane dukung pesawat 1 engine. (Gak nyebut merek lho) apalagi katanya ada suatu merek pesawat yg tipe next generation dengan 1 engine, tapi bisa supercruise (katanya lho).

  28.  

    Walaupun boros tetep Ditambahi kog jumlahnya…hehehehe..

  29.  

    beli…beli….beli….ndak usah khawatir mau 500 juta mau 1 milyard biaya per jam terbang gak masalah, semua pesawat tempur emang gitu koq jadi tidak kita sendirian penting kalau sudah dianggarkan gak masalah artinya kita mampu dan bisa, besok saya buatkan deh pesawat tempur yang tangguh sangat kuat bisa muat banyak, multi purpose, bisa vertical take off, terbang seperti helikopter, mendarat bisa dimana saja, bisa berhenti diudara kayak sea harrier, tahan badai, mampu menahan tembakan meriam, dll dll oke?…..penting gak usah ribut masih suasana hari Pahlawan….semua ingin membela Nusantara tercinta dan ibu Pertiwi yang kita sayangi…..

  30.  

    kalo mau irit, harus nya sukhoi dan pesawat tempur TNI AU lain nya di back up dengan NASAMS dan s40q10 . .. Apa nggak terkencing-kencing tuh pilot malingsial dan singaporn masuk sembarangan
    … wkwkwkkk
    ..

  31.  

    500 juta per jam itu sudah dihitung semuanya (bbm, oli, spare part, biaya servis, pengiriman pesawat untuk diservis pulang pergi).

    Mengapa mahal ? Sebab Sukhoinya sedikit dan harus menempuh jarak jelajah yang luas serta harus gas puoll untuk kejar pesawat pelanggar.

    Mau irit ? Banyakin sukhoinya, buat manufaktur seluruh spare partnya di sini, buat bengkel perbaikannya di sini. Pasti jadi lebih murah.

    Mengapa Gripen Swedia murah ?
    Swedia wilayahnya seuprit hanya 453.000 km2 tapi gripennya 96 unit. Swedia mau usir pesawat pelanggar tanpa gas puoll pun si pesawat pelanggar sudah tercegat. Pabriknya ada di situ. Bengkel servisnya juga di situ.

    Semakin sempit luas wilayah maka semakin singkat jam pemakaian. Semakin banyak unitnya semakin banyak logistiknya semakin irit pemakaiannya. Apalagi kalau di situ ada pabrik dan bengkelnya.

    Jadi solusinya ? Seperti langkah India. Cari perusahaan pesawat tempur yang mau dirikan pabriknya di RI sehingga RI bisa buat ratusan pespur sendiri dengan lisensi dari perusahaan itu.

    •  

      Setuju om, tapi tidak bisa dipungkiri single engine lebih irit dibanding dual engine. Bahkan negara adidaya seperti mamarika juga memikirikan biaya operasional. Salahsatu alasan mamarika mempensiunkan F-14 dan digantikan dengan F-18 karena F-18 lebih irit operasional.
      Kalau dilihat dari komentar om TN.phd, sepertinya mendukung typhoon nih xixixi

    •  

      @tukang ngitung irit

      Ehhh….itungan 500 juta itu perjam terbang lho, mau wilayahnya luas atau seuprit, perjam terbangnya tetep sama

    •  

      “500 juta per jam itu sudah dihitung semuanya (bbm, oli, spare part, biaya servis, pengiriman pesawat untuk diservis pulang pergi)” sekali jalan langsung service berat dong bung?? Pisss..

      pesawat rusia knp long rangenya paling superior karena doktrinnya memang untuk mengcover negaranya yg luas.. memang cocok sih buat indonesia,, tp masalahnya budget kita bisa sekuat Rusia kah?? Dgn budget pas2an memang ga cocok buat patroli atau intercept pesawat komersil.. sukhoi bisa jd penyeimbang kalo yg nylonong itu F-18, F-15, F-35 sama sukhoi tetangga..

      Ane setuju bngt kalo ada pabrikan pesawat tempur yg sampe buka jalur produksi dimari..

  32.  

    Tumben sepi kagak ada yg komen

  33.  

    2025 Indonesia baru punya sebuah pesawat contoh ifx.
    yang dibutuhkan sekarang sesuai jangkauan.
    gripen juga dibutuhkan utk cover wilayah lokal(barat, tengah, timur), nah klo sukro dibutuhkan utk lintas wilayah ( barat ke tengah, timur ke tengah, atau sebaliknya). nah trus duitnya sapa? jalan tengahnya ya pinjeman bung… sori klo salah… wong cumen belajar ngetik

  34.  

    kalo mau irit, harus nya sukhoi dan pesawat tempur TNI AU lain nya di back up dengan NASAMS dan s400 . .. Apa nggak terkencing-kencing tuh pilot malingsial dan singaporn masuk sembarangan
    … wkwkwkkk
    ..

  35.  

    terjadi hujat menghujat antara pendukung sukhoi dan pendukung gripen ( Sales ) masing2 pihak paling benar saking benarx di antara mereka terjadi caci maki sumpah serapah,

  36.  

    Ya ampun, baiayanya mahal banget.

  37.  

    Mesinnya 2, body besar, biaya operasi besar pula, kata india suku cadang sukhoi tidak cepat tersedia. Mantap sukhoi serba besar.

  38.  

    tes maro tes

  39.  

    Beli Gripen+ToT, buat jaga-jaga program KFX, sapa tau di jegal Trump.

    Katanya dia mau meninjau kembali hubungan kerjasama/bantuan pertahanan ke Jepang, Korsel, sm sekutu AS lainnya. Karena merugikan AS.

  40.  

    Dan Begitulah
    Aktifitas Warga di Media Jakartagreather.com
    Kembali Normal Seperti Sedia Kala.
    Senang Melihat Tanpa Ada Komentar Hate Speach.
    Hacker Says ” the real is Betwen Hate Speach Agreement Death Note With Devil so when Devil take out Live Hate Speach ”

    Meskipun Terpinggirkan,Utang Di Warung Kopi Belum Bayar,
    Ini Palsu ups sory Ayah 60ng’s blog

  41.  

    Maju terus su 35..bener kata bung tukang ngitung..Sukhoi nya hrs diperbanyak biar daya jangkau tiap Sukhoi jd lbh sedikit..kl sukhoi nya sedikit malah jangkauan nya hrs luas gaspol jd nya boros..

  42.  

    Biar bisa Irit ya udah beli aja 1 Sqa JAS 39mGripen dan 1 Sqa MIG 35 SM kalau dipersenjati max kan sama2 mematikan dan biaya operasional sangat irit…namaun 1 Sqa Su 35BM jg tetep dibeli sebagai back up detterent efect

  43.  

    Iya iya aparatur haibat haibat

    Shga menjadi negara terjaguh se alam raya…

    Kah kah kah

    •  

      kami bukan nak tunjuk jaguh pakcik,bila ada yg mengganggu teritory kami macam di natuna kemarin kami akan lawan habis2an walaupun senjata kami tak modern pakcik….bukan macam negara pakcik tuh yg konon katanya SU30MKMnya paling modern dikawasan,tapi nak hadapi kapal coast guard china di beting alipun tak de kuase kah kah kah

  44.  

    @welleeehh : erusahaan Volvo Aero ditunjuk oleh anak perusahaan dari LIG Group yaitu LIG Nex 1 yang untuk membuat bahan komposit AB-ACAB yang akan dikembangan sebuah radome yang memiliki kemampuan siluman untuk prototipe pesawat KFX.

    ACAB sendiri diakui sebagai salah satu perusahaan terkemuka Eropa untuk memasok komponen komposit canggih untuk peralatan militer. Antara lain, ACAB digunakan khusus untuk teknologi radome modern, termasuk teknologi generasi terbaru. ACAB sendiri telah mendukung dan memasok peralatan untuk SAAB lebih dari setengah abad untuk teknologi radome dalam program pesawat tempur SAAB. ACAB sendiri merupakan pemasok utama radome pesawat tempur Gripen.

    Sumber : http://googleweblight.com/?lite_url=http://mik-news.blogspot.com/2012/02/acab-ditunjuk-lig-nex1-untuk-membuat.html?m%3D1&ei=90O4Vgoo&lc=id-ID&s=1&m=956&host=www.google.co.id&ts=1478883185&sig=AF9NedmJ8Pw9SOO8uoP8bSbnM7Gazu0HbA

    •  

      Ini ACAB yg punya garis kuning biru loh bung kata bung@uling putih.. Saab yg punya jg yg punya garis kuning biru..

      Sekarang LIG Nex1 minta berguru sama yg punya garis kuning biru.. jd secara ga langsung anda mengakui kehebatan produk garis kuning biru..xixixixxixi

      Hadeuuhh,, gara2 si uling.. ane jd ikut2..

    •  

      @welleeeh

      Itu mah SAABenih….teman seperguruane bang Ji”ih

    •  

      @welleeehh : AIG Nex 1 dengan SAAB adalah mitra.
      Dalam hal ini AIG Nex 1 lebih bersifat IT untuk komponen radar.
      Jika pengembangannya untuk SAAB Gripen mereka (AIG Group) mempunyai teknologi lebih untuk komponen radar.
      Hal tersebut dapat bung @welleeehh lihat dari kaprang KDX dan kerjasama AIG Nex 1 dengan PT Len…
      Btw saya nonton motoGp dahulu ya…

  45.  

    @wlleeehh : Aduh…
    Bung welleeehh ini bagaiman sih?
    Dalam sekema TNI AU itu terbagi 2, yaity second layer dan 1st layer.
    Untuk pespur lapis legit ke 2, dalam hal ini user / TNI AU lebih cendrung kepada medium fighter seperti F-16 (dibawah Block 60) F-50 dan lainnya…
    Oleh karena itu Indonesia lebih menitik beratkan jumlah yang lebih banyak untuk 2nd layer untuk armada patroli.
    Lalu untuk 1st layer / ujung tombaknya, Indonesia memiliki Sukhoi SU-27/30 dan berencana melengkapinya dengan SU-35 (lengkap).
    Indonesia / TNI AU dalam menjembatanu Gap dari medium – heavy berencan memasukan pespur 4.5 KFX/IFX untuk mendukung oprasional murah dan mahal.
    Karena user / TNI AU menyadaru bahwa ketika IFX sudah di produksi dapat mengcover F-16 yang sudah memasuki masa tua.
    Anyway pada dasarnya Indonesia tidak menganut paham multiroll, karena IFX memiliki 2 mesin yang masuk kelas medium fighter atau bahkan heavy fighter, karena spek tujuan sementaranya 4.5 atau saya pribadi lebih cendrung menyebutkan KFX/IFX adalah versi Asianya F-18 Super Hornet.

    Will see…

    •  

      @Weka

      Oom bisa diperjelas maksud RI tidak menganut paham multirole dan IFX pun bukan termasuk multirole…?

      Mulai dari F-16 s/d SU-30 adl pespur multirole…bahkan IFX pun didesai sbg multirole !!

      Itu diperut IFX ada targeting pod (salah satu teknologi kunci yang tdk diberi ijin TOTnya oleh usa)….pesawat air superiority tidak perlu membawa targeting pod

    •  

      @Uling Putih : Multirole kan bahasa Amerika untuk merubah pandangan yang sebelumnya.
      Dalam hal ini Amerika menciptakan pespur dengan multi fungsi (F-35) untuk menggantikan peran F-15,F-16,F-18 dan F-22.
      F-35 di klasifikasikan mewakili F-22 dan pespur F-15,F-16 dan F-18.
      Hal tersebut dikarenakan F-35 adalah pespur gen 5 (seperti F-22) dan lebih di di fokuskan untuk membomb sasaran darat atau laut (F-15 dan F-18) dan tetap dapat menjaga superioritas di udara, meskipun dengan 1 mesin (F-16).

      Sedangkan pihak Indonesia (MenHan) menyebutkan bahwa pespur KFX/IFX direncanakan masuk katagori 4.5 (heavy fighter) akan tetapi karena belum ada spek lebih untuk hard pointnya, setidaknya dapat di lihat dari 2 mesin racikan General Electricdapat mencirikan bahwa pespur KFX/IFX diciptakan untuk kinerja maksimal akselerasi ataupun beban yang akan di cantelkan di hard pointnya.
      Btw mengenai Targeting Pod adalah termasuk barang baru, Indonesia harus memiliki sekema pembelian Acecoris dari Eropa / Rusia ataupun KorSel jika ingin melengkapinya.
      Tentu saja tanpa harus ada embel-embel beli prspur di bawah spek KFX/IFX.
      Jika kita membeli pespur di bawah spek KFX/IFX untuk 10 tahun kemudian maka bersiap-siaplah mengeluarkan biaya rukar tambah (jika bisa).
      Karena pespur Indonesia untuk kelas medium fighter masih banyak yang harus di up grade, contohnya F-16.
      Anyway saya lebih cendrung F-50 untuk second layer, karena selain safety, murah, teknologi mendekati F-16, dapat di upgrade, persenjataan yang sama dengan F-16 dan IFX dan sebagainya seperti yang pernah di sebutkan @Tukang Ngitung, Phd.

      Lebih irit mana?
      Untuk ToT, Indonesia dapat meminta minimalnya 1 komponen penting untuk mendukung pespur IFX kita nanti.

      Semuanya kembali kepada masing-masing…
      Hanya saja, dalam hal ini saya berpola pikir irit untuk di kemudian hari serta berkesinambungan…

      Btw MotoGp live jam berapa?

    •  

      @WK..
      “Indonesia tidak menganut paham multiroll, karena IFX memiliki 2 mesin yang masuk kelas medium fighter atau bahkan heavy fighter”??

      Coba di cek lg bung@WK,, pesawat multirole tuh kaya gmana.. sedikit td ane udah jelasin.. kalo emang heavy fighter yg anda sebut dimauin sama TNI AU,, knp F-16 sama Gripen NG bisa ngajuin tender?? Hayoo dijawab..xixixixi

      IFX yg bener medium fighter atau heavy fighter bung?? IFX knp dibilang super hornetnya ASIA bung?? Jng2 cuma gara2 mesinnya aja lg yg sama..xixixxiixi

      Pisss ya bung@WK..

    •  

      @welleeeeh

      Pokoknya bukan multirole…bukan multirole….titik !!!

      Alasannya belakangan….ini lagi dicari linknya…kemana sih linknya, xixixixixi

    •  

      Bukannya paham yg di anut Indonesia/kemenhan/TNI adalah multirole? Lihat saja di AL kapal yg dibeli baru mulai tahun 2000an semuanya multirole, mulai dari diponegoro class, bung tomo class, hingga martadinata class. Di AU ada F-16 dan SU-30 yg multirole, dan SU-35 pun yg nyaris dibelipun multirole.
      Lagipula di zaman modern seperti sekarang ini sudah bias untuk membedakan air superiority dan multirole. Jadi baiknya gak penting buat dibahas.
      http://jakartagreater.com/air-superiority-fighters-vs-multirole-fighters/

  46.  

    Super tukimin lebih irit lagi cuma mesti isi ulang beberapa kali buat nyamain daya jelajah sukhoi.

  47.  

    pengalaman dan sejarah perang mayoritas selalu menjadi kuburan pesawat2 buatan rusia / sovyet, kasus INA vs Aussie sih latihan bro……

  48.  

    @posumah : Memang benar bung…
    Pespur Uni Sovyet / Rusia memiliki life time yang lebih pendek dari Amerika dan Eropa.
    Akan tetapi pespur Uni Sovyet / Rusia adalah anti dot daei pespur Amerika dan mengenai life time pespur Uni Sovyet / Rusia jika para konsumennya dapat mengikuti perkembangan UpGrade dari perusahaan pembuat produk tersebut, sudah pasti pespur tersebut masih layak tempur, contoh : MIG-29 dan SU-24.
    Sebenarnya ini adalah kamuflase bahasa sales, hal tersebut jika saya mencontohkan F-16 hibah dari Amerika yang di terima oleh Indonesia.
    F-16 bekas tersebut di UpGrade mesinnya menjadi Block 52id.
    Coba perhatikan kembali, statmen dari pihak Indonesia, ” F-16 hibah yang Indinesia terima adalah pesawat bekas serasa baru.”
    Anyway jika konsumen tidak dapat mengikuti perkembangan UpGrade karena dana atau pun embargo atau lain sebagainya, mungkin F-16 Indonesia sudah tidak layak terbang, atau setidaknya jauh dalam teknologi.
    Lalu bagai mana dengan pespur Uni Sovyet / Ruusia?
    Cobalah kita menoleh ke aetikel yang sudah di muat mengenai kuburan pespur di Belarusia.
    Lalu bagai mana dengan Eropa?
    Indonesia pernah di embargo oleh salah satu negara di Eropa dan jika saya tidak salah, Eropa tetap akan tunduk dengan kepentingan Amerika.
    Karena sumber penghasilan no 1 Amerika adalah hak paten penjualan alutista.

    •  

      bung @wangsa seharus IFX di buat 2 tipe yaitu tipe ekspor (AESA) & tipe yg tdk di ekspor (PESA) anti dotx siluman

      •  

        @tukang tebak : Menurut saya pribadi, pespur hanyalah perantara untuk lebih mendekatkan muatan (rudal) ke tujuan.
        Jika berbicara anti dot, biaya yang paling murah adalah radar darat dan rudal SAM.
        Oleh karena itu Amerika, Rusia, China dan Eropa berlomba mengembangkankomponen radar dengan frekuensi rendah untuk menditeksi pespur siluman / gen 5.

  49.  

    kesimpulan nya

    1.anti dot pesawat USA/NATO ya sukhoi , karena jika mau melawan kekuatan udara USA dan NATO percuma jika hanya mengandalkan F16 jeni apapun..karena sejak tahun 1990 , pesawat standart USA/NATO adalah F16 yang merupakan urutan paling bawah dari kasta pesawat tempur USA/NATO….

    2.harga mahal wajar kok… mercy masa mau di bandingin sama avanza.
    dobel engine jgn sama kan dengan single engine..

    3.jika mau murah ya satu satu jalan perbanyak anti misil anti serangan udara jarak jauh pasang di titik terluar pulau.maka hemat karena misil tidak perlu avtur buatpatroli..cukup radar yg bekerja.

    4.kedaulatan tdk bisa di nilai dengan uang berapa pun…makanya perlunya kemandirian bangsa untuk mengejar ketingalan dengan negara lain dalam hal teknologi.

    5.jika ingin damai siaplah berperang,jika ingin menang perang perbanyak lah latihan..jika banyak latihan maka banyak biaya keluar.

    •  

      Ini paparan yg cerdas sekali,saya setuju dengan anda 1000 %,apalagi dengan poin no.3 diatas.

      •  

        Kalau ane malah gak setuju no.3
        Pesawat untuk patroli dan intercept tetap dibutuhkan. Gak mungkin pesawat asing yg nyelonong masuk ke wilayah RI langsung di rudal xixixixi

        •  

          @Sigma Lover : Seminimnya kita butuh 1 Skuad untuk pespur heavy fighter dengan kelengkapan rudal yang bervariasi.
          Setelah itu kita jug butuh pespur medium fighter dengan flexibelitas yang tinggi, contohnyadari rudal dapat dipakai oleh pespur dengan seri yang beda (F-15, F-16, F-18, FA-50, IFX, dll)
          Minimalnya untuk patroli.

          Tidak dapat dipungkiri juga bahawa negara luas seperti Indonesia membutuhkan radar yang kualitas baik serta payung udara dengan rang jauh berkualitas terbaik sebagai alat pengamandan terakhir negara kita.

          Saat ini kan masih banyak tumpang tindih untuk fungsi pespur kita.
          Banyak diantara warjag yang sulit membedakan antara pespur ujung tombak (1st layer) dengan pespur second striker (2nd layer)

          Oleh sebab itu mereka hanya berteriak irit tanpa mengetahui fungsinya.
          Jika ingin irit, No Pespur..!

          Only Radar and SAM.

          Di jamin kita tidak akan bicara oprational yang kangkung genjer ini itu.

          Ada sedikit cerita ketika armada laut kita kesulitan mengejar kaprang negara tetangga kita, ataupun ketika F-16 mengintersepct F-18 USAF.

          •  

            F-16 vs F-18 US Navy yg di bawean tahun 2003 ya? Wah itu cerita masa lalu yg sangat miris.
            Tapi semenjak kita beli sukhoi di tahun yg sama, sampai dengan sekarang sepertinya mereka tidak berani mengulanginya lagi.

          •  

            @SL : Menurut hemat saya, yang utama adalah alatnya (pespurnya) minimalnya kita harus punya kelas heavy fighter + variasi untuk di cantelkan di hard pointnya.

            Mereka (Amerika, Rusia, Inggris, Australia, China dan lainnya) mempunyai sekema agresi militer untuk kepentingan “Minyak.”

            Banyak kejadian aneh dahupu dan sekarang, contoh : Perang antara Iran vs Irak, dahulu Iran adalah cs Amerika, sekarang?
            Lalu Australia dengan Timor Leste, bersengketa lahan minyak.
            China menginvasi LCS hanya untuk unsur alam dan salah satunya minyak.

            Masih ingat pesan Ir Soekarno dan Panglima TNI akan kekayaan alam Indonesia?

            Lalu apa hubungannya dengan pespur?

            Kekayaan sumber apam Indonesia tidak akan habis oleh oprasional 1 juta jam pespur heavy fighter…!

            Indonesia hanya krisis kepercayaan diri untuk mengelola sumber alamnya dengan berbagai macam ancaman seperti embargo.

            Negara sekelas Korea Utara dan Iran buktinya dapat berkembang dalam alutista militernya dan bahkan melebihi Indonesia.

            Oleh karena itu dengan adanya sekema ToT adalah cara paling bijak untuk mencapai Indonesia mandiri.
            Karena Indonesia sangat menghargai hasil riset, waktu, dedikasi untuk loyalitas, biaya dan sebagainya dari prodak yang dimiliki luar.

            Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan tenaga ahli, meskipun terbatas.
            Contoh : Ada orang WNI yang menciptakan teknologi LED dan hak paten dia dan perusahaannya adalah 40 persen dari teknologi LED yang ada di dunia ini.
            (Nama orangnya saya lupa, tapi dia pernah tampil di acara Kick Andy)

  50.  

    saya setuju. ayo rakyat indonesia, semuanya vote ke gripen E , the adaptable smart fighter. jembatan menuju kemajuan pertahanan nasional.

    •  

      Sales gripen detected!
      Saya tetep vote SU-35, nanti kalau udah kebeli 8/9/10 SU-35, baru deh saya dukung beli Gripen, tipe NG tapi yah

    •  

      @eki kalsel : Saya pernah baca komentar dari bung @eki, bahwa pespur Gripen dapat mengalahkan Sukhoi SU-27, jika boleh tahu dari mana sumber beritanya?
      Jika dari yotube, mohon maaf jika saya kurang percaya, karena besar kemungkinan hanya berupa hoax belaka.
      Karena saya coba mencari beritanya tidak ada.
      Maaf, mungkin saya kurang informasi, hingga SU-27 dapat di patahkan Gripen.

      Mohon pencerahannya…

  51.  

    pake tejas aja plus rudal dari iran dijamin irit

  52.  

    Ini yang harus jadi pertimbangan kita……keseimbangan ALUTSISTA buatan barat dan timur, untuk mengantisipasi jika ada salah satu blok MENG EMBARGO lagi TNI tidak loyo spt saat Amerika dan konco2nya melakukan embargo. Senjata2 barat juga tetap hrs kita miliki…..nah dari kedua teknologi persenjataan tersebut anak anak bangsa bisa berkreasi dan meningkatkan kemampuan penguasaan teknologinya….

  53.  

    Tes

  54.  

    Boros banget ya bos? Kayaknya Gripen bisa jd alternatif untuk efisiensi biaya patroli udara sekaligus mendukung kemandirian Indonesia, Krn proposal yg diajukan Gripen memang sangat menarik untuk dipertimbangkan pemerintah.

 Leave a Reply