Satu Persatu Pentolan Abu Sayyaf Digulung Militer Filipina

19
Militer Filipina di Zamboanga, ( U.S. Navy / Mate 1st Class Edward G. Martens.)

Manila – Pasukan Filipina menewaskan seorang anggota senior kelompok pemberontak Abu Sayyaf yang berperan besar dalam melancarkan pengeboman dan penculikan di wilayah selatan Filipina, ujar sumber militer, Sabtu, 29/4/2017.

Anggota senior Abu Sayyaf, Alhabsy Misaya, terbunuh dalam pertempuran dengan marinir pada Jumat di provinsi Sulu, yang merupakan salah satu wilayah benteng Abu Sayyaf.

Kelompok pemberontak itu berjaringan dengan kelompok IS bersenjata dan dikenal karena kerap melakukan penculikan dan membunuh para sanderanya jika permintaan tebusan mereka tidak dipenuhi.

Militer mengatakan Misaya telah terlibat dalam gerakan-gerakan kekerasan selama lebih dari 15 tahun dan “dianggap sebagai salah satu penculik paling jahat di Filipina selatan”.

Abu Sayyaf merupakan masalah besar bagi Filipina dan telah menunjukkan tidak akan berhenti melakukan penculikan. Sebagian besar target kelompok itu adalah para pelaut dari Indonesia, Malaysia dan Vietnam.

Abu Sayyaf juga telah menyandera sejumlah warga negara Barat dan tahun lalu membunuh dua warga Kanada serta, pada Februari tahun ini, seorang warga lanjut usia asal Jerman.

Pemerintah Filipina mengatakan sedang melancarkan serangan mendadak terhadap kubu pemberontak dalam upaya menangkap para penculik serta mencegah gerakan IS menancapkan akar di wilayah yang berdekatan dengan Indonesia dan Malaysia.

Antara/Reuters

24 KOMENTAR

      • No, karna kita juga punya masalah sendiri contohnya Papua yg blm selesai sampai akar. Mknya saya dukung pemerintahan jokowi yg fokus urusan bawah Jalan papua, Tol laut, Ambil alih Freeport agar tidak menjadi batu sandungan nantinya.
        Kita skrg bisa lega sedikit2 pemberontak OPM mau berdamai karna memang ada niat pemerintah pusat membangun papua. Saya dr Aceh juga merasakan itu saat GAM damai, hampir semua jalan, irigasi, mesjid hingga menasah di pelosok Aceh dibangun, itu yg membuat rakyat aceh jd respect. Dan saya harap jokowi bisa lakukan itu di Papua, tak perlu duit, karna duit bkn pemecah masalah, yg dibutuhkan ditempat konflik hanya pembangunan pasti pemberontakan hilang dgn sendirinya di jaman modern skrg.

      • Terlepas dari setuju dan tidak setuju, yg jelas sudah ada personel militer dari salah satu negara di ASEAN yg slonong boy ke Yaman….. tapi keberadaanya selalu di bantah oleh yg bersangkutan.

        yah….. layaknya seperti hantu, ada tapi tiada…. šŸ˜†

  1. Manila, ibu kota Filipina itu, berasal dari kata Fi Amanillah (B. Arab) yang berarti di bawah lindungan Allah? Tidak banyak yang tahu, memang, kalau kota pusat transaksi perdagangan bangsa Filipina itu dahulu kala menganut sistem pemerintahan Islam.

    • Ane juga berpikiran kesitu bung. Setelah penculikan wni yg heboh tempo lalu dan terdengar kerjasama pemberantasan terorisme. Penyerangan terhadap abu sayaf semakin intens dan tertata. Dari situlah mulai terdengar pihak abu sayaf berjatuhan (duren kalii). Xixixi
      Tidak seperti sebelum-sebelumnya pihak militer filipina yg selalu keteteran.