Nov 252018
 

ilustrasi: Nomad TNI AL. (credit: puspenerbal.tnial)

Surabaya, Jakartagreater.com – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si., meresmikan Satuan Udara Koarmada II (Satudkoarmada II) dan melantik Komandan Satuan Udara Koarmada II (Dansatudkoarmada II) Letkol Laut (P) Henoch Nasarius V., S.E., M. Tr (Han), dalam suatu upacara Militer, pada Jum’at, 3-11-2018 bertempat di Dermaga Madura, Mako Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam amanatnya Pangkoarmada II menyampaikan upacara peresmian satuan udara koarmada II merupakan realisasi dari kebijakan pemimpin TNI tentang gelar satuan, sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pembinaan kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam gelar kekuatan TNI Angkatan Laut secara keseluruhan.

Pembentukan Satuan Udara Koarmada II, didasarkan kepada analisa kebutuhan pelaksanaan tugas pokok Koarmada dengan beban wilayah kerja yang luas ditinjau dari pelaksanaan fungsi pertahanan yang menyangkut aspek penegakkan kedaulatan dan hukum di laut, maupun dalam rangka beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis.

Pangkoarmada II, Laksda TNI Mintoro Yulianto meresmikan Satuan Udara Koarmada II (Satudkoarmada II)

Lebih jelas Pangkoarmada II menjelaskan ada dua pertimbangan pokok yang mendasari terbentuknya satuan udara koarmada II, yaitu pertama, perkembangan lingkungan strategis dan wilayah tugas koarmada yang sangat luas serta kompleksitas permasalahan yang dihadapi perlu diantisipasi dengan baik.

Kedua, dinamika perkembangan organisasi dan tuntutan reformasi birokrasi pemerintah serta untuk mewujudkan visi pemerintah Indonesia sebagai poros maritim dunia, dirasakan perlu adanya validasi organisasi sebagai salah satu mekanisme untuk melakukan revitalisasi kedudukan, tugas dan fungsi yang disesuaikan dengan tuntutan tugas, dimana pembentukan satuan udara yang dimaksud bukan semata- mata sebagai pengembangan kekuatan, akan tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan peran komando dan pengendalian sehingga satuan gelar ke depan dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pembentukan satuan udara Koaramada II merupakan kebutuhan yang diharapkan mampu menunjang kepentingan pertahanan di laut. Tak lupa pula Pangkoarmada II mengucapkan selamat atas kepercayaan pemimpin TNI Angkatan Laut sebagai Komandan Satuan Udara Koarmada II kepada Letkol Laut (P) Henoch Nasarius V., S.E., M. Tr (Han).

Pangkoarmada II berharap kepada Komandan Satuan Udara Koarmada II pengamanan dan latihan di wilayah kerja Koarmada II akan lebih optimal, sehingga dapat menjamin penggunaan laut untuk kepentingan sendiri dan mencegah penggunaan laut oleh lawan atau untuk kepentingan lawan, serta dapat menegakkan kedaulatan dan hukum di laut.

Tugas satuan udara koarmada II diharapkan untuk mampu mengkoordinasikan, menyiapkan dan mengendalikan kesiapsiagaan tempur pesawat udara (pesud) TNI Angkatan Laut yang di BKO kan dalam fungsi peperangan intai taktis, anti kapal selam (aks), anti kapal permukaan (akpa), pasukan pendarat (pasrat) lintas helikopter, dukungan logistik cepat, dan pengamanan laut wilayah koarmada II sebagai komponen sistem senjata armada terpadu (ssat) dalam rangka mendukung tugas koarmada II.

Hadir dalam acara tersebut Danpuspenerbal, Asisten Pangkoarmada II, Pater Sahli Pangkoarmada II, Kasatker Mako Koarmada II, Komandan Unsur pangkat Kolonel yang berada di Pangkalan Surabaya. (Dispen Koarmada II).

Bagikan:

  5 Responses to “Satuan Udara Koarmada II Resmi Dibentuk”

  1.  

    Ane berharap Indonesia mau beli Kawasaki P-1 buat tandem CN-235/295 MPA. Kalo Drone beli Global Hawk aja yg udah paten. Btw CN-235 MPA kita apa bisa dipasang torpedo atau Exocet?? Kalo bisa bakal ngeri banget tuh. Hhhhhhhhhhh

  2.  

    kyknya masih pakai slot milik bank ternama , kan pernah diulasbank tersebut memberikan 3 slot ( kl g salah ) untuk pemerintah ,
    anyways masih tunggu satelit buatan boeing yang memenangkan tender pemerintah pula
    rencana orbit thn 2019

  3.  

    nomad SAJA isi nya kah ???

  4.  

    S3 Viking….24 biji aja ex US Navy tapi disimpan di gurun (Ada 87 unit disimpan di gurun karena saat itu ada budget cut di Amrik)

    Kemampuan :

    1. Per unitnya masih ada sisa umur lebih dari 9000 jam terbang lagi, jika 1 tahun dipakai 300 jam, bisa dipakai 30 tahun lagi sampai (2019 + 30 = 2049), bandingkan dengan Su35 yang hanya punya umur terbang 6000 jam.

    2. Bisa bawa 60 sonobuoy (CN235 ASW Turki hanya bisa bawa 10 sonobuoy).

    3. Bisa bawa 4 torpedo ringan di weapon bay (CN235 ASW Turki tak punya weapon bay).

    4. Bisa bawa 2 rudal antikapal seukuran harpoon di sayap (di CN235 ASW Turki yang di sayap hanya 2 torpedo ringan).

    5. Bisa terbang loitering 10 jam terus menerus.

    6. Dua sayap bisa dilipat sehingga hemat tempat di hanggar (CN235 sayapnya tak bisa dilipat).

    7. Mesin jet (CN235 mesin baling2).

    8. Bisa sebagai pesawat tanker untuk menyusui (memberi bbm) kepada pesawat tempur (CN235 belum bisa menyusui pesawat tempur lain).

    9. Butuh 4 crew dan masing2 crew ada ejection seatnya (kursi lontar) sehingga memberi peluang lebih besar bagi crew untuk selamat bila pesawat jatuh saat terbang (CN235 ASW Turki tak punya ejection seat).

    10. Mampu lepas landas di landasan jarak pendek seperti kapal induk.

    Bisa diakuisisi sebagai pengisi gap karena PTDI sangat sibuk dan baru mampu memproduksi pesawat 11-12 unit per tahun all varian baik helikopter maupun fixed wing (order n219 saja lebih dari 80 unit, belum lagi order yang helikopter).

 Leave a Reply