Saudi Arabia Ungkap “SAQR 1”, Drone Tempur Produksi Dalam Negeri

Drone tempur Saqr 1 Angkatan Udara Arab Saudi. © Saudi Press Agency

Saqr 1, drone tempur Medium Altitude Long Endurance (MALE) pertama yang di produksi Arab Saudi, menunjukkan pengaruh kuat China dalam desainnya dan di persenjatai dengan rudal dan bom pintar buatan China, seperti dilansir dari China Topix.

Drone tempur tersebut akan terlihat melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman yang saat ini sedang berperang melawan koalisi Sunni yang dipimpin Arab Saudi.

Drone Saqr 1 pertama kali diungkap ke publik beberapa hari yang lalu di King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) di Riyadh. Presiden KACST, Pangeran Turki bin Saud bin Mohammed mengatakan bahwa drone tempur Saqr 1 tersebut dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit Ka dengan teknologi pencitraan dan pengawasan termal untuk memandu senjata.

Drone tempur Saqr 1 Arab Saudi. © RSAF

Drone tersebut memiliki jarak tempuh 2.500 km dan bisa mencapai ketinggian rata-rata lebih dari 6.000 meter. Pesawat nirawak ini bisa terbang tanpa henti selama 24 jam menggunakan mesin Rotax 914 (95 hp).

Memiliki panjang 9,2 meter dan lebar sayap 18 meter. Dalam wujudnya, Saqr 1 menyerupai UAV CH-4 (Cai Hong-4) buatan China yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF).

Sama seperti Saqr 1 Arab Saudi, CH-4 buatan China merupakan UAV MALE dan keduanya sama-sama dipersenjatai dengan amunisi buatan China. Persenjataan tersebut adalah peluru kendali laser semi aktif AR-1 dan bom pintar FT-9.

Rudal AR-1 dapat digunakan untuk melawan tank dan kendaraan lapis baja, dan juga efektif dalam memberikan penetrasi terhadap bangunan. Bisa menembus pelat lapis baja setebal 1.000 mm. Dengan jangkauan efektif 8 km dan tingkat kesalahan (CEP) hanya 1,5 meter.

Di sisi lain, bom pintar FT-9 berbobot 50 kg dan menggunakan pemandu inersia (GPS/INS). Drone Saqr 1 ini memiliki dua cantelan untuk muatan hingga 250 kg. Drone tempur ini bisa meluncurkan senjata dari jarak 10 km dari sasarannya.

CH-4 adalah drone kelas Cai Hong (Rainbow) dan terlihat sangat mirip dengan Reaper MQ-9 Amerika Serikat yang dibangun oleh General Atomics. Beberapa ahli Amerika percaya bahwa kemiripan yang mencolok tersebut merupakan hasil dari suksesnya mata-mata China yang mencuri informasi di dunia nyata.

Alasan terkenalnya drone tempur CH-4 di Timur Tengah dan Afrika adalah karena harganya. CH-4 hanya seharga US $ 1 juta jauh lebih murah dibandingkan dengan harga Reaper MQ-9 buatan AS yang mencapai US $ 30 juta.

Tinggalkan komentar