May 152017
 

Drone tempur Saqr 1 Angkatan Udara Arab Saudi. © Saudi Press Agency

Saqr 1, drone tempur Medium Altitude Long Endurance (MALE) pertama yang di produksi Arab Saudi, menunjukkan pengaruh kuat China dalam desainnya dan di persenjatai dengan rudal dan bom pintar buatan China, seperti dilansir dari China Topix.

Drone tempur tersebut akan terlihat melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman yang saat ini sedang berperang melawan koalisi Sunni yang dipimpin Arab Saudi.

Drone Saqr 1 pertama kali diungkap ke publik beberapa hari yang lalu di King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST) di Riyadh. Presiden KACST, Pangeran Turki bin Saud bin Mohammed mengatakan bahwa drone tempur Saqr 1 tersebut dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit Ka dengan teknologi pencitraan dan pengawasan termal untuk memandu senjata.

Drone tempur Saqr 1 Arab Saudi. © RSAF

Drone tersebut memiliki jarak tempuh 2.500 km dan bisa mencapai ketinggian rata-rata lebih dari 6.000 meter. Pesawat nirawak ini bisa terbang tanpa henti selama 24 jam menggunakan mesin Rotax 914 (95 hp).

Memiliki panjang 9,2 meter dan lebar sayap 18 meter. Dalam wujudnya, Saqr 1 menyerupai UAV CH-4 (Cai Hong-4) buatan China yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF).

Sama seperti Saqr 1 Arab Saudi, CH-4 buatan China merupakan UAV MALE dan keduanya sama-sama dipersenjatai dengan amunisi buatan China. Persenjataan tersebut adalah peluru kendali laser semi aktif AR-1 dan bom pintar FT-9.

Rudal AR-1 dapat digunakan untuk melawan tank dan kendaraan lapis baja, dan juga efektif dalam memberikan penetrasi terhadap bangunan. Bisa menembus pelat lapis baja setebal 1.000 mm. Dengan jangkauan efektif 8 km dan tingkat kesalahan (CEP) hanya 1,5 meter.

Di sisi lain, bom pintar FT-9 berbobot 50 kg dan menggunakan pemandu inersia (GPS/INS). Drone Saqr 1 ini memiliki dua cantelan untuk muatan hingga 250 kg. Drone tempur ini bisa meluncurkan senjata dari jarak 10 km dari sasarannya.

CH-4 adalah drone kelas Cai Hong (Rainbow) dan terlihat sangat mirip dengan Reaper MQ-9 Amerika Serikat yang dibangun oleh General Atomics. Beberapa ahli Amerika percaya bahwa kemiripan yang mencolok tersebut merupakan hasil dari suksesnya mata-mata China yang mencuri informasi di dunia nyata.

Alasan terkenalnya drone tempur CH-4 di Timur Tengah dan Afrika adalah karena harganya. CH-4 hanya seharga US $ 1 juta jauh lebih murah dibandingkan dengan harga Reaper MQ-9 buatan AS yang mencapai US $ 30 juta.

  34 Responses to “Saudi Arabia Ungkap “SAQR 1”, Drone Tempur Produksi Dalam Negeri”

  1. Salahsatu hasil kunjungan Sang Raja?

  2. Mudah2an kita sdh pesan untuk menghajar pembalak hutan dan pembakar lahan ….yg belum kapok beroperasi.

  3. arab kerja sama dengan china apakah bisa di indikasikan raja pro komun1z!!!!hanya cabe cabean dan terong terongan yg suka mengait kaitkan muhehehehehe

  4. keren ya drone nya
    uda gak usah lama2 beli dua dan jiplak habis2 an samapi kering.karna kalau riset sendiri lama dan banyak dana.
    jadilah negara jiplak karna dengan jiplak negara akan kuat.
    asu dan rusia aja dulu jiplak setelah bisa buat baru riset karna uda punya uang banyak.tiru cina jiplak tekno jual murah setelah dapat uang baru riset dan buat yg lebih gahar.dan dijual lalu buat baru lagi yg lebih gahar,dan bila ada barang baru dari negara lain dan mereka belum bisa buat pasti mereka beli dan jiplak habis2,setelah itu jual dan jual terus.
    emang cina peduli sama hak paten dan hak cipta gak kale…
    jaman sekarang jaman main kasar bro,main curi tekno melalui ciber,bukan jaman alay…….
    percuma beli alutsista tapi gak dijiplak,rugi besar bro.kalau mengharapkan tot sampai kiamat gak akan bisa mandiri yg ada akan tot terus dan jadi konsumen terus,sudahlah berhenti jadi negara manis senyum sana sini tapi jadilah negara agresip alias negara kasar sedikit aja pun gak apa2 demi kemandirian alutsista.jika sudah dijiplak jual murah bro bila perlu beli dua gratis satu dan murah meriah,yg penting laku dan bisa dapat uang dan semua produk jiplak dan hanya namanya aja yg buat beda,jika ini diterapkan maka produk nkri akan menguasai pasar,seperti produk cina jiplak semua produk dan sekarang mereka menguasai pasar internasional karna apa? karna mereka menjiplak dan terus menjiplak dan menjiplak sampai
    dan akan dan terus menjiplak.lihat lah 96 % persen produk cina hasil jiplak bukan riset,dan terbukti berhasil dan buat cina maju.stop kata borong tapi jiplak ok.

  5. Apa jii, Kw jii….

  6. Scan Mesin dan Pernika nya pake printer 3 D ….
    Kayak bikin komponen mesin mobil …. he he

  7. Wah..Gile nieh ndrone…hehe

  8. Indonesia-Kita? ini ada kesan terlalu jujur…
    ada pameo model kyk org sok punya prinsip punya etika + sopan-santun…

    tp ujung”x jd koruptor juga ( ter’gantung individu + ng’gak semua )…

    Jd sampai kpn bisa mandiri dlm hal alutsista…
    Tiru-meniru jiplak-men’jiplak itu hal biasa…

    Yg ng’gak boleh itu ketika jual” brg jgn sampai pakai merek & spec yg sm dgn merek” dagang yg sdh ada & produksi org/negara lain…

    Hak intelektual + patent itu semua hsl politik produk” negara barat/hegemoni & Monopoly yg di’jd’kan dasar hukum international…

    Ujung”x utk kepentingan” negara Barat itu sndr…
    Biar negara” ber’kembang tdk bisa maju” & tetap jd negara” jajahan mereka…

    Spt hal’x Indonesia-Kita beli pespur/alutsista..
    Utk utak-atik harus dpt restu & sowan dulu ke’negara asal…

    Hrs’x kalo sdh beli & byr , itu brg sdh sepenuh’x jd hak pembeli ( mau utak-atik, mau di’jual lg )…
    Yg ada skrg negara” pemakai & pembeli terlalu takut & tunduk dgn negara” produsen…

  9. Itu lah pentingnya etika politik luar negeri, alias ilmu hub internasional supaya kita semua tidak boleh cepat2 ngambek dan iri bila ada negara sahabat lebih besar investasi di negara lain di bandingkan disini, mari kita introspeksi diri kita menjadi lebih baik.

  10. Langsung buat nyerang Yaman.. ?

  11. Juragan minyak kok gak borong2 barang USA lg.

  12. Good…

 Leave a Reply