Sep 082018
 

Sistem Rudal Patriot Arab Saudi. (Qrmoo3 via commons.wikimedia.org)

Riyadh, Arab Saudi, Jakartagreater.com – Arab Saudi mencegat 2 Rudal balistik yang ditembakkan oleh anggota milisi Al-Houthi pada Selasa 4-9-2018, ke arah Kota Jazan di perbatasan, demikian laporan stasiun berita Al-Arabiya, dirilis Antara.

Gerilyawan Syiah Yaman Al-Houthi telah meningkatkan serangan Rudal terhadap Arab Saudi dalam beberapa bulan belakangan ini. Pada Senin 3-9-2018 koalisi pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam perang di Yaman mengumumkan anggota milisi Syiah tersebut telah menyerang kerajaan itu dengan 186 Rudal sejak awal perang Yaman pada tahun 2015.

Koalisi tersebut telah meminta masyarakat internasional menanggulangi krisis di Yaman dengan menentang peran Iran dalam mendukung milisi Al-Houthi dengan senjata dan Rudal untuk merusak kestabilan wilayah itu, kata Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, pada Rabu pagi 5-9-2018.

Serangan Rudal gerilyawan Al-Houthi adalah reaksi dari serangan udara koalisi militer yang ditujukan ke daerah yang mereka kuasai di Yaman. Pada Senin 3-9-2018, milisi Al-Houthi menyatakan mereka menembakkan satu Rudal balistik ke sasaran wilayah ekonomi di Jizan.

Yaman telah terlibat dalam perang saudara sejak penghujung tahun 2014, ketika gerilyawan Al-Houthi menguasai sebagian besar wilayah negeri tersebut dan merebut semua Provinsi di bagian Utaranya, termasuk Ibu Kota Yaman, Sana’a.

Arab Saudi memimpin koalisi militer Arab yang telah ikut-campur dalam perang Yaman sejak tahun 2015 untuk mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang hidup di pengasingan.

Perang Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 10.000 orang warga di negara itu, kebanyakan warga sipil, dan membuat sebanyak 3 juta orang lagi meninggalkan rumah mereka.

  One Response to “Saudi Cegat 2 Rudal yang Ditembakkan ke Kota Jazan”

  1.  

    Kalo ada yang tanya, kenapa kok tank dan lapis baja Arab Saudi gampang hancur?? Itu karena mereka tidak mempersiapkan strategi dg baik, manajemen yg buruk, tak punya recon dan intelijen yg mumpuni serta real time. Makanya gampang rusak.

    Kok tank leopard Turki bisa hancur sama ATGM Turki?? Karena Turki juga tidak mempersiapkan strategi dg baik. Masak tank disuruh maju sendirian tanpa payung udara, gak pake heli serbu???

 Leave a Reply