Aug 132017
 

Dok. Sana’a International Airport, Yaman (Konstantin von Wedelstaedt)

PBB/New York – Pengendalikan bandara udara utama Yaman, sesuai permintaan persekutuan Militer pimpinan Arab Saudi, ditolak PBB pada Jumat 11-8-2017 dengan memberi isyarat tidak akan bertanggung jawab.

Sekutu pimpinan Saudi, yang bertempur di Yaman, pada Kamis 10-8-2017 meminta PBB mengendalikan bandara udara utama di ibukota Sanaa, yang dikuasai musuh mereka, gerakan bersenjata Houthi, kata kantor berita SPA.

Keadaan di Yaman porak-poranda akibat perang saudara, pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan didukung sekutu pimpinan Arab Saudi berusaha melawan gerakan bersenjata Houthi dukungan Iran.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyerukan kepada pihak yang bertikai di Yaman, agar mengizinkan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Yaman,  melalui bandara udara.

“Bandar udara itu tidak berada di bawah kendali PBB,” ujar Stephane Dujarric kepada wartawan.

“Pihak yang bertikai dalam perang itu bertanggung jawab memastikan perlindungan warga dan jalan masuk bantuan kemanusiaan, termasuk melalui penggunaan wilayah udara dan bandara udara,” jelas Stephane Dujarric .

Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah di utara, sementara itu sekutu pimpinan Arab Saudi mengendalikan wilayah udara. Pembukaan kembali bandara udara akan membutuhkan sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak. Mereka saling menyalahkan atas terjadinya bencana di Yaman yang merupakan salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Kelaparan dan penyebaran penyakit menjadi akibat dari perang 2 tahun di Yaman, dengan PBB memperkirakan 10.000 orang tewas akibat bencana kemanusiaan di negara itu.

Stephane Dujarric mengatakan bahwa dia tidak mengetahui jika PBB menerima permintaan resmi dari sekutu pimpinan Saudi agar badan dunia itu mengendalikan bandar udara.

“Kami telah melakukan kontak dengan pemerintah Yaman dan sekutu pimpinan Arab Saudi untuk menyokong pembukaan kembali wilayah udara Yaman di sekitar bandara udara untuk penerbangan kemanusiaan,” ujar JuruBicara PBB.

Pada Maret 2017, sekutu pimpinan Arab Saudi mengusulkan agar PBB memantau pelabuhan strategis Hodeidah di Yaman, sesudah sebuah peristiwa penyerangan mematikan terjadi terhadap kapal yang mengangkut pengungsi Somalia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada saat itu bahwa pihak-pihak yang bertikai bertanggung jawab atas perlindungan warga sipil dan prasarana disana, bukan pihak lainnya.

Penyidik PBB bulan lalu menuduh sekutu Militer pimpinan Arab Saudi melakukan penyerangan terhadap kapal pengungsi Somalia.

Sekutu itu membantah menyerang kapal tersebut. Antara/Reuters

Bagikan Artikel :

  4 Responses to “Saudi Minta PBB Pegang Kendali Bandara Utama Yaman”

  1. Orang timteng sukanya ribut maunya menang sendiri padahal negara nya kaya minyak….jika damai btpa makmur nya negara mu….mkr

  2. Coba amerika yg brprng PBB gk akn berkutik… ….. bener kata pak sokarno PBB taman kanak2 alat orang barat dan yahudi.

  3. Timteng dan Afrika dr dulu jg menjadi tanah penuh kekacauan makanya dsn diturunkan para Nabi dan Rasul karena kekerasan hati masyarakatnya!

 Leave a Reply