Saudi-Prancis Setuju Usaha Patungan Produksi Kapal Perang

JakartaGreater.com – Saudi Arabian Military Industries (SAMI), perusahaan pelat merah Arab Saudi, pada hari Minggu telah meneken perjanjian pendahuluan atau “preliminary agreement” dengan Naval Group, Prancis tentang pembuatan usaha patungan untuk pembangunan kapal perang di Arab Saudi, seperti dilansir dari laman Sputnik pada hari Senin.

“Perusahaan patungan akan merancang, membangun dan memelihara kapal perang yang akan memberikan kontribusi yang signifikan pada perluasan kemampuan lebih lanjut dan kesiapan tempur Angkatan Laut Kerajaan Saudi”, menurut Andreas Schwer, CEO SAMI mengomentari kesepakatan itu.

Schwer juga mencatat bahwa SAMI akan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan patungan itu. Upacara penandatanganan perjanjian, yang mengatur pembangunan kapal perang, fregat dan korvet ini diadakan di sela-sela pameran pertahanan IDEX-2019 di Abu Dhabi.

SAMI didirikan pada tahun 2017 untuk mengembangkan industri militer Saudi, dan bertujuan memproduksi sebagian senjata yang dibutuhkan oleh kerajaan tersebut di dalam negeri pada tahun 2030, sesuai dengan rencana pengembangan ekonomi kerajaan yang diprakarsai oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Setelah pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi pada Oktober di konsulat Saudi di Istanbul, sejumlah negara Uni Eropa telah menangguhkan ekspor senjata ke Kerajaan, menuduh kepemimpinan negara itu berada di balik kasus ini.

Menurut majalah Spiegel, Prancis dan Jerman telah menyetujui pendekatan umum untuk ekspor senjata yang telah mereka bangun bersama. Kesepakatan tersebut dilaporkan tercapai pertengahan Januari yang melengkapi pakta umum tentang hubungan bilateral yang ditandatangani di Aachen akhir bulan itu. Secara khusus, dokumen tersebut memberi Prancis banyak kelonggaran dalam memilih pembeli senjata setelah kedua negara Uni Eropa sebelumnya berselisih soal ekspor ke negara ketiga.

Leave a Reply