Sea Naval Solutions Ungkap Versi MCM untuk Belanda-Belgia

JakartaGreater.com – Pada 31 Januari, Sea Naval Solutions, sebuah konsorsium antara “Chantiers de l’Atlantique”, Socarenam, EDR dan juga Thales Belgia, telah mempresentasikan proyek untuk program Penanggulangan Ranjau (MCM) kepada Belgia dan Belanda, menurut Navy Recognition.

Sebagai pengingat, 2 konsorsium lain yang bersaing untuk kontrak ini termasuk konsorsium Damen Schelde serta Naval Group dan ECA Robotics atau Naval & Robotics.

Proposal Sea Naval Solutions mencakup kapal induk (belum disebutkan namanya) yang dilengkapi dengan Sistem Peluncuran dan Pemulihan (LARS) yang digunakan untuk meluncurkan dan memulihkan kapal-kapal MCM yang lebih kecil atau UUV. Kapal induk ini (panjang 92 meter) akan memiliki mesin diesel-listrik dan dapat mencapai kecepatan hingga 15 knot.

Adapun toolbox, akan didasarkan pada pengalaman Thales yang diperoleh selama program MMCM Prancis-Inggris. Kemudian akan mencakup USV 12m yang mampu meluncurkan sonar T-SAM (dilengkapi dengan antena SAMDIS) atau beberapa MuMNS yang dikendalikan dari jarak jauh melalui kendali Saab (ROV) yang mampu menetralkan hingga 3 ranjai dalam satu misi. USV ini juga akan dapat membawa beberapa AUV (drone kapal selam) untuk mendeteksi dan juga mengidentifikasi ranjau.

Seluruh misi dioperasikan dari kapal induk, diruang Operasi Kontrol besar. Tetapi inovasi utama yang diusulkan oleh Sea Naval Solutions bukanlah kapal induk itu sendiri, atau penggunaan kendaraan tak berawak, itu sebenarnya LARS.

Sistem ini didasarkan pada gantry dan keranjang pemulihan yang memungkinkan induk untuk menyebarkan USV ke WMO Sea State 5 (Laut Kasar), hingga dalam kondisi yang lebih buruk daripada dengan kemampuan peralatan tradisional.

Sharing

Tinggalkan Balasan