Des 072018
 

Rudal udara-ke-udara Fakour buatan Iran © Iran Project

JakartaGreater.com – Semua adil dalam urusan cinta dan perang, atau pun ketika Anda ingin melakukan sedikit menakut-nakuti. Reuters telah membunyikan alarmnya pada upaya Iran untuk meningkatkan jangkauan misilnya, sementara mereka benar-benar meleset mengenai rudal apa yang dimaksud.

Sebuah kisah yang disiarkan oleh kantor berita Reuters dihari Rabu mengutip Brigadir Jenderal Iran Aziz Nasirzadeh yang mengatakan: “Salah satu program terpenting kami adalah meningkatkan jangkauan rudal dan amunisi” dan “Kami tidak melihat batasan untuk diri kami sendiri di bidang ini”.

Kedengaran menakutkan bukan? Ya, tentu saja, karena, tambah Reuters, militer Iran mengatakan bahwa jangkauan rudal mereka adalah 2.000 km dan itu cukup untuk menargetkan “pangkalan militer AS di Afghanistan, Uni Emirat Arab, Qatar, ditambah kapal induk AS di Teluk”. Ini jelas menakutkan bahwa AS menganggap itu alasan yang bagus untuk menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

Hulu ledak dari rudal udara-ke-udara Fakour buatan Iran © Iran Project

Menurut analisis Ria Novosti, satu-satunya masalah dengan lompatan logika ini adalah bahwa Jenderal Nasirzadeh yang disebut oleh Reuters itu adalah Kepala Staf Angkatan Udara Iran dan dia berbicara tentang rudal udara-ke-udara Iran (pada pernyataan yang sengaja dihilangkan oleh Reuters). Rudal udara-ke-udara ditembakkan oleh pesawat tempur, bukanlah untuk menyerang “pangkalan di Afghanistan ataupun kapal induk di Teluk”.

Dan kebetulan bahwa Angkatan Udara Iran bukanlah bagian yang paling menakutkan dari militernya. Sebagian besar armada udara Iran terdiri dari pesawat buatan AS, dan diterima negara itu ketika dipimpin oleh Shah yang bersahabat dengan Washington.

Pencapaian besar tahun ini dalam hal persenjataan militer adalah bahwa sekarang Iran telah mampu memproduksi massal rudal udara-ke-udara jarak jauh Fakour-90.

Rudal itu adalah tiruan dari AIM-54 Phoenix buatan Amerika, dapat ditembakkan dari armada F-14 Tomcats buatan AS dan memiliki jangkauan operasional yang dilaporkan mencapai 150 km, dibandingkan dengan rudal asli yang memiliki jangkauan 190 km yang telah lama dipensiunkan bersama dengan platformnya lebih dari satu dekade lalu.

Kantor berita Iran, Fars News, mengutip pernyataan Jenderal Nasirzadeh.

“Hari ini, kami telah meningkatkan jangkauan rudal udara-ke-udara kami. Oleh karena itu, salah satu rencana terpenting kami adalah meningkatkan jangkauan rudal dan amunisi. Kami mengejar rudal dan amunisi Beyond-Visual-Range (BVR) dan mempertimbangkan tidak ada batasan dalam hal ini untuk diri kami sendiri karena Angkatan Udara harus meningkatkan kekuatan pencegahan bersama dengan Angkatan Bersenjata lainnya”, kata Jenderal Nasirzadeh.

Tentu, Iran pun memang mengembangkan rudal balistik dan berusaha meningkatkan jangkauan mereka. Namun pernyataan-pernyataan Jenderal Nasirzadeh tidak relevan dengan pelintiran Reuters ini. Hampir sehari setelah berita itu dipublikasikan, cerita menyesatkan dari Reuters pun tidak dikoreksi.

Bagikan:

  9 Responses to “Sebenarnya Misil Apa? Pemberitaan Soal Rudal Iran”

  1.  

    Kok sukanya pelantar pelintir berita ya??
    Dasar media bromocorah.

  2.  

    Reuters = muter muter.hihihi

  3.  

    Ini yg pakai sensor aktif kan ya?? 😕
    tpi belum combat proven, belum ada combat recordnya…
    jangan2 nanti pas combat ngomongnya ARH,tapi ga tahunya masih bisa dikibulin sama chaff 😆 berarti produk gagal ya 😀

  4.  

    hebat dalam waktu singkat setelah di sanksi USA justru iran tambah banyak buat rudal dan alustita tempur lainnya yg mumpuni

  5.  

    Melihat geliat Iran positif di tengah sangsi AS dan sekutunya, kusadar betapa “bodoh” nya kita dulu diperhadapkan dgn sangsi yg sama, sampai tertatih-tatih. Sampai saat ini mjd trauma yg dalam, selalu dibayang-bayangi ketakutan yg serupa.

    Kasihan…

  6.  

    Misil apapun itu? Amerika dlm keadaan gawat karna iran telah meluncurkn kapal silumannya
    😆 😆

  7.  

    Makin digencet semakin giat Iran memperkuat diri dan menanamkan pengaruh ideologinya ditimteng yg semakin kisruh.

 Leave a Reply