Apr 092017
 

Sebuah pesawat Su-30MKI Angkatan Udara India yang terjatuh. © News18

Untuk sebuah negara yang berada dalam urutan lima besar dunia dalam hal belanja pertahanan, personil angkatan bersenjata yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan dan rusaknya peralatan militer adalah ironi yang sangan mencolok bagi India.

Sebanyak 48 pesawat militer dan 21 helikopter telah hilang dalam kecelakaan sejak tahun 2011 dimana tercatat 79 orang tewas, menurut pemerintah kepada Lok Sabha seperti dilansir oleh Defence News hari Sabtu.

Menjawab sebuah pertanyaan, Menteri Pertahanan India, Subhash Bhamre menyebut bahwa semua insiden dan kecelakaan tersebut telah diselidiki secara menyeluruh dan tindakan pencegahan telah diambil berdasarkan laporan penyelidikan tersebut.

Angka-angka tersebut seperti tertera dalam sebuah laporan oleh panel ad-hoc parlemen yang mencuat pada pendekatan ‘kasual dan lesu’ dari pemerintah dalam mengalokasikan jumlah yang memadai untuk anggaran pertahanan Angkatan Bersenjata India.

Komite Tetap Parlemen bidang Pertahanan mengatakan bahwa alokasi [anggaran] yang sedikit akan memukul rencana modernisasi dan merusak kesiapan pertahanan India serta moral angkatan bersenjata.

Menyoroti keprihatinan angkatan bersenjata berkaitan dengan penambahan kapasitas, panel, yang dipimpin oleh BC Khanduri, mencatat bahwa Angkatan Darat India hanya menerima 60 persen dari dana itu dan telah berusaha untuk melakukan modernisasi dalam anggaran 2017-2018.

Angkatan Laut dan Angkatan Udara India, pada gilirannya, mendapat masing-masing 67 persen dan 54 persen.

Dari total pengeluaran pertahanan US $ 42,6 miliar, hanya US $ 13,45 miliar yang disiapkan untuk modernisasi, dengan sebagian besar pengeluaran modal ini digunakan untuk pembayaran “kewajiban berkomitmen” dari kontrak senjata sebelumnya dan bukan untuk proyek-proyek baru.

Angkatan Laut misalnya, telah mengalokasikan US $2,8 miliar sebagai anggaran modal terhadap kewajiban berkomitmen sebesar US $ 3,42 miliar untuk tahun 2017-2018.

Bertentangan dengan rencananya untuk pengadaan 212 unit kapal perang dan 458 unit armada pesawat tahun 2027, Angkatan Laut India saat ini hanya memiliki 138 unit kapal perang dan 235 unit pesawat tempur, dengan sebagian besar dari mereka sudah tua.

Pada Angkatan Udara India, Komite berbicara menyebutkan tentang penundaan kontrak yang berkaitan dengan pesawat tempur Rafale, Upgrade Helikopter Angkut Medium, Pesawat Transportasi bersama dengan peralatan terkait sebagai pengganti Avro, tambahan helikopter Mi-17 V5, Manoeuvrable Expendable Aerial Targets (MEAT) dan persenjataan untuk helikopter ringan canggih dan lain sebagainya.

Angkatan Udara India juga hanya memiliki sebanyak 33 skuadron tempur dibanding persyaratan minimal 42-44 skuadron agar mampu mengatasi ancaman dari China dan Pakistan.

Komite mengatakan bahwa jumlah skuadron akan turun menjadi 19 pada tahun 2027, dengan pensiun progresif dari armada MiG-21, MiG-27 dan MiG-29, dan selanjutnya dapat berkurang menjadi 16 skuadron pada tahun 2032.

Bhamre pada hari Sabtu mengatakan di Parlemen bahwa ada rencana untuk memanfaatkan Light Combat Aircraft (LCA) Tejas sebagai pesawat contoh untuk merancang dan mengembangkan pesawat tempur tak berawak siluman.

Dia mengatakan bahwa Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) telah melakukan studi kelayakan untuk mengkonversi helikopter Chetak menjadi demonstrator teknologi tanpa awak. Badan Pengembangan Aeronautical (ADA) juga telah merencanakan untuk mengembangkan drone tempur siluman futuristik.

Menteri Pertahanan India, Arun Jaitley, membalas permintaan lain, mengatakan ADA juga sedang mengembangkan versi Tejas MK-II dari LCA untuk Angkatan Laut India dengan daya dorong mesin yang lebih tinggi daripada yang digunakan pada Tejas MK-I.

“Ijin Operasional Akhir (FOC) dari LCA Tejas MK II Angkatan Laut kemungkinan akan diperoleh pada tahun 2023 untuk induksi di Angkatan Laut India dan FOC untuk LCA Tejas MK II Angkatan Udara mungkin akan diperoleh bulan Desember 2025”, katanya.

Membalas permintaan terpisah, Bhamre mengatakan bahwa Angkatan Laut India telah menonaktifkan sebanyak 11 unit kapal perdang sejak bulan Januari 2015. Menteri Pertahanan India juga mengatakan bahwa tidak ada insiden UAV India yang ditembak jatuh oleh Pakistan.

Bagikan Artikel:

  32 Responses to “Sejak 2011 “79 Tewas, 48 Pesawat dan 21 Helikopter” Hancur Karena Kecelakaan di India”

  1. pertamak di amankan

    • Itu belum termasuk tentara yang tewas bunuhdiri. Alutsista canggih kalo tidak dibarengi mentalitas yang tangguh dan profesional maka lebih mudah dikalahkan musuh.
      Dan penanganan teknis yang kurang cermat sedikit saja bisa sangat berbahaya. Kapal di bengkel pun tiba-tiba bisa tersungkur terkapar.

      • sdh sy agak,kusus india akan jadi demikian jadinya,negara itu tdk jauh2 amat dgn kita, ilmu seftynya msh cacamarba,petinggi2nya india cenderung lebih mengutamakan pamer alutsista.

        • Maintenance alutsistanya buruk, bung.
          Ditambah gaji prajurit India itu dianggap masih rendah (oleh kalangan orang India itu sendiri)

          Padahal dulu saat teknisi kita kesulitan cari sucad Sukhoi pernah melirik ke India (kita dulu senasib dengan Malaysia) sebagai pengguna Sukhoi dengan jumlah banyak, ada kerjasama intens dengan Rusia dan dianggap lebih berpengalaman, untungnya para petinggi TNI-AU kita menyadari “ada yang tidak beres” dengan perawatan di India dan mencari alternatif lain.

      • Sebagian besar kasus prajurit stress dan bunuh diri di India disebabkan masalah keluarga yang timbul saat ditinggalkan bertugas.
        Lebih bijaksana orang Indonesia: Jika ada masalah di lingkup keluarga sebisa mungkin diredam sampai prajurit pulang dari tugas untuk diajak berunding sehingga tidak mempengaruhi kinerjanya selama bertugas. Sepertinya mulut orang India terlalu ember tanpa memperhitungkan situasi dan kondisi.

  2. Om tes oom

  3. Oom tes oom

  4. Parah juga manajemen perawatan dan pemeliharaan alutsista India

  5. Wajarlah..Pesawat India kan banyak…Diantara ribuan pesawat yg beroperasi pasti ada satu dua yg jatuh.

  6. sdh sy agak,kusus india akan jadi demikian jadinya,negara itu tdk jauh2 amat dgn kita, ilmu seftynya msh cacamarba,petinggi2nya india cenderung lebih mengutamakan pamer alutsista.

  7. Org India itu pemberani, . . latihan saja sudah kayak perang beneran. Salut sama India.

    • hampir sama dgn bangsa kita la bung, klu sekarang kita merasa tak berani , terbukti dulu kita bisa menang perang dan merdeka.

    • hubungannya apa pesawat jatuh sama penberani? lah jatuhnya karena mesin rusak, itu sukhoi yang mesinya dua saja masih sering jatuh coba kalau tejas sudah full operasional, siap siap julukan widow maker pindah dari mig 21 ke tejas wkwkwk

    • kecelakaan jatuh karena mesin mati om, itu saja sukhoi dual engine masih sering jatoh. ga ada hubungannya sama berani.

  8. Tes

  9. Ada jet tempur sliweran di atas Jakarta hari ini Ono oppo ini?

  10. berani dan mental bagus harus diimbangi alutsista yg bgus, anti embargo, produk dlam negri. jadi ada semacam rantai makanan yg terus beputar yg saling membutuhkan. semoga ketiga matra solid dg partner inhannya masing2. sekali lg negara yg berdaulat dan bermartabat adl negara yg bs mandiri.

  11. Budayanya hmpir sma dngan kita…ngampangke…kta orang jwa..

  12. tetap waspada India juga berpotensi mengincar SDA negara2 asia tenggara dgn kebijakan asia timur mereka

    China dan India sama rakusnya

    • di sini kalau belum kejadian, belum pada sadar, banyak yang tidak tahu india dan indonesia punya perbatasan. antara nikobar dan pulau rondo. Mereka sering terbang ke wilayah perbatasan sedangkan kitanya tenang tenang saja. Suatu saat ada kejadian baru deh pada ribut.

  13. bukan hanya maintenance yang buruk akibat korupsi yang akut di india, bahkan prajurit di perbatasan juga kelaparan karena ransum mereka di jual kepasar umum oleh atasannya..

    https://m.youtube.com/watch?v=ffVd0kM1x6g&fulldescription=1&gl=ID&hl=en&client=mv-google

  14. pesawat jet india sering jatuh itu sudah jadi pengetahuan umum, bahkan mig 21 india di beri julukan “Widow maker” dan “flying coffin” oleh pilot mereka.

    https://www.quora.com/What-is-wrong-with-the-MiG-21

  15. bung anu@ benar apa yg anda katakan,selain usa dan gengnya, china dan india jg harus di waspadai dlm konteks cita2 memperluas authority ke negara asia tenggara, singkat sj kita ini kadang terlalu baik dlm memberi hak warganegara(?) ke pd pasangan yg di dpt pekerja wanita kita di luar negeri,

    • saya kok sering mendengar ini pekerja wanita kita menikahi pekerja bangladesh dan india di luar
      emangnya disini kurang laki2 baik2 apa
      pasti karena faktor televisi
      ditambah lagi orang2 india kebanyakan berotak mesum
      mohon pemerintah lebih berhati2 utk pernikahan antar negara

  16. mayoritas pekerja wanita kita yang keluar negri itu dari gol pedidikan rendah, kurang paham wawasan, ditambah brainwash bollywood movie. aktor macam sahrul khan salman khan amir khan bukanlah wajah umum di india. dari wajah dan namanya (khan) . mereka itu orang pakistan yang tinggal diindia. mayoritas orang india berkulit hitam gelap. sama dengan bangladesh dan sri langka.

 Leave a Reply