Sejak 2011 “79 Tewas, 48 Pesawat dan 21 Helikopter” Hancur Karena Kecelakaan di India

29
3
Sebuah pesawat Su-30MKI Angkatan Udara India yang terjatuh. © News18

Untuk sebuah negara yang berada dalam urutan lima besar dunia dalam hal belanja pertahanan, personil angkatan bersenjata yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan dan rusaknya peralatan militer adalah ironi yang sangan mencolok bagi India.

Sebanyak 48 pesawat militer dan 21 helikopter telah hilang dalam kecelakaan sejak tahun 2011 dimana tercatat 79 orang tewas, menurut pemerintah kepada Lok Sabha seperti dilansir oleh Defence News hari Sabtu.

Menjawab sebuah pertanyaan, Menteri Pertahanan India, Subhash Bhamre menyebut bahwa semua insiden dan kecelakaan tersebut telah diselidiki secara menyeluruh dan tindakan pencegahan telah diambil berdasarkan laporan penyelidikan tersebut.

Angka-angka tersebut seperti tertera dalam sebuah laporan oleh panel ad-hoc parlemen yang mencuat pada pendekatan ‘kasual dan lesu’ dari pemerintah dalam mengalokasikan jumlah yang memadai untuk anggaran pertahanan Angkatan Bersenjata India.

Komite Tetap Parlemen bidang Pertahanan mengatakan bahwa alokasi [anggaran] yang sedikit akan memukul rencana modernisasi dan merusak kesiapan pertahanan India serta moral angkatan bersenjata.

Menyoroti keprihatinan angkatan bersenjata berkaitan dengan penambahan kapasitas, panel, yang dipimpin oleh BC Khanduri, mencatat bahwa Angkatan Darat India hanya menerima 60 persen dari dana itu dan telah berusaha untuk melakukan modernisasi dalam anggaran 2017-2018.

Angkatan Laut dan Angkatan Udara India, pada gilirannya, mendapat masing-masing 67 persen dan 54 persen.

Dari total pengeluaran pertahanan US $ 42,6 miliar, hanya US $ 13,45 miliar yang disiapkan untuk modernisasi, dengan sebagian besar pengeluaran modal ini digunakan untuk pembayaran “kewajiban berkomitmen” dari kontrak senjata sebelumnya dan bukan untuk proyek-proyek baru.

Angkatan Laut misalnya, telah mengalokasikan US $2,8 miliar sebagai anggaran modal terhadap kewajiban berkomitmen sebesar US $ 3,42 miliar untuk tahun 2017-2018.

Bertentangan dengan rencananya untuk pengadaan 212 unit kapal perang dan 458 unit armada pesawat tahun 2027, Angkatan Laut India saat ini hanya memiliki 138 unit kapal perang dan 235 unit pesawat tempur, dengan sebagian besar dari mereka sudah tua.

Pada Angkatan Udara India, Komite berbicara menyebutkan tentang penundaan kontrak yang berkaitan dengan pesawat tempur Rafale, Upgrade Helikopter Angkut Medium, Pesawat Transportasi bersama dengan peralatan terkait sebagai pengganti Avro, tambahan helikopter Mi-17 V5, Manoeuvrable Expendable Aerial Targets (MEAT) dan persenjataan untuk helikopter ringan canggih dan lain sebagainya.

Angkatan Udara India juga hanya memiliki sebanyak 33 skuadron tempur dibanding persyaratan minimal 42-44 skuadron agar mampu mengatasi ancaman dari China dan Pakistan.

Komite mengatakan bahwa jumlah skuadron akan turun menjadi 19 pada tahun 2027, dengan pensiun progresif dari armada MiG-21, MiG-27 dan MiG-29, dan selanjutnya dapat berkurang menjadi 16 skuadron pada tahun 2032.

Bhamre pada hari Sabtu mengatakan di Parlemen bahwa ada rencana untuk memanfaatkan Light Combat Aircraft (LCA) Tejas sebagai pesawat contoh untuk merancang dan mengembangkan pesawat tempur tak berawak siluman.

Dia mengatakan bahwa Hindustan Aeronautics Ltd (HAL) telah melakukan studi kelayakan untuk mengkonversi helikopter Chetak menjadi demonstrator teknologi tanpa awak. Badan Pengembangan Aeronautical (ADA) juga telah merencanakan untuk mengembangkan drone tempur siluman futuristik.

Menteri Pertahanan India, Arun Jaitley, membalas permintaan lain, mengatakan ADA juga sedang mengembangkan versi Tejas MK-II dari LCA untuk Angkatan Laut India dengan daya dorong mesin yang lebih tinggi daripada yang digunakan pada Tejas MK-I.

“Ijin Operasional Akhir (FOC) dari LCA Tejas MK II Angkatan Laut kemungkinan akan diperoleh pada tahun 2023 untuk induksi di Angkatan Laut India dan FOC untuk LCA Tejas MK II Angkatan Udara mungkin akan diperoleh bulan Desember 2025”, katanya.

Membalas permintaan terpisah, Bhamre mengatakan bahwa Angkatan Laut India telah menonaktifkan sebanyak 11 unit kapal perdang sejak bulan Januari 2015. Menteri Pertahanan India juga mengatakan bahwa tidak ada insiden UAV India yang ditembak jatuh oleh Pakistan.

29 COMMENTS

      • Maintenance alutsistanya buruk, bung.
        Ditambah gaji prajurit India itu dianggap masih rendah (oleh kalangan orang India itu sendiri)

        Padahal dulu saat teknisi kita kesulitan cari sucad Sukhoi pernah melirik ke India (kita dulu senasib dengan Malaysia) sebagai pengguna Sukhoi dengan jumlah banyak, ada kerjasama intens dengan Rusia dan dianggap lebih berpengalaman, untungnya para petinggi TNI-AU kita menyadari “ada yang tidak beres” dengan perawatan di India dan mencari alternatif lain.

  1. berani dan mental bagus harus diimbangi alutsista yg bgus, anti embargo, produk dlam negri. jadi ada semacam rantai makanan yg terus beputar yg saling membutuhkan. semoga ketiga matra solid dg partner inhannya masing2. sekali lg negara yg berdaulat dan bermartabat adl negara yg bs mandiri.

    • di sini kalau belum kejadian, belum pada sadar, banyak yang tidak tahu india dan indonesia punya perbatasan. antara nikobar dan pulau rondo. Mereka sering terbang ke wilayah perbatasan sedangkan kitanya tenang tenang saja. Suatu saat ada kejadian baru deh pada ribut.

  2. bung anu@ benar apa yg anda katakan,selain usa dan gengnya, china dan india jg harus di waspadai dlm konteks cita2 memperluas authority ke negara asia tenggara, singkat sj kita ini kadang terlalu baik dlm memberi hak warganegara(?) ke pd pasangan yg di dpt pekerja wanita kita di luar negeri,

    • saya kok sering mendengar ini pekerja wanita kita menikahi pekerja bangladesh dan india di luar
      emangnya disini kurang laki2 baik2 apa
      pasti karena faktor televisi
      ditambah lagi orang2 india kebanyakan berotak mesum
      mohon pemerintah lebih berhati2 utk pernikahan antar negara

  3. mayoritas pekerja wanita kita yang keluar negri itu dari gol pedidikan rendah, kurang paham wawasan, ditambah brainwash bollywood movie. aktor macam sahrul khan salman khan amir khan bukanlah wajah umum di india. dari wajah dan namanya (khan) . mereka itu orang pakistan yang tinggal diindia. mayoritas orang india berkulit hitam gelap. sama dengan bangladesh dan sri langka.

LEAVE A REPLY