Jul 032016
 

Bicara tentang pesawat terbang, kadang terasa miris di hati. Ketika BJ Habibie akan mengangkat bangsa Indonesia ke tataran yang lebih tinggi dengan pesawat N250, maka di situlah awal petaka terjadi. Ekonomi Indonesia ambruk oleh Krisis 1998. Presiden Soeharto pun, akhirnya menuruti saran dari IMF untuk menghentikan proyek prestisius tersebut. Pegganti Presiden Soeharto adalah BJ Habibie. Namun dia mendapatkan negara dalam kondisi ekonomi yang porak poranda. Tentu tidak ada waktu bagi dia untuk menghidupkan kembali pesawat N-250 yang sudah terbang, melainkan sibuk merecovery perekonomian Indonesia yang ambruk.

Kisah pesawat terbang Indonesia itu, semoga menjadi pelajaran ke depan, terkait kerjasama pembangunan pesawat tempur KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan.

Tampaknya membuat pesawat terbang memang tidak mudah. Banyak aral melintang yang harus dilalui. Kecerdasan bukan satu satunya modal, melainkan diperlukan juga kecerdikan dalam lobby-lobby tingkat tinggi, selama Anda belum menguasai semua ilmu pembuatan pesawat tersebut.

India kita kenal telah menjadi negara dengan kemampuan teknologi dan kedirgantaraan yang mumpuni. Namun meski demikian mereka harus menungu 30 tahun, sebelum pesawat tempur ringan buatan dalam negeri Tejas, bergabung ke jajaran Angkatan Udara India, 1 Juli 2016.

pesawat tejas india 2

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Pesawat Tejas India dimulai dibangun pada tahun 1985 dan direncanakan bergabung dengan Angkatan Udara pada tahun 1994. Namun proyek itu kemudian tertunda akibat berbagai hal dan baru terbang perdana tahun 2001. Meski telah terbang, Angkatan Udara India tidak mau menggunakannya karena dianggap tidak memenuhi kualifikasi dasar yang dipatok India, alias masih lemah dan didera berbagai masalah.

India akhirnya mendapatkan pertolongan dari Israel untuk urusan radar multi mode Elta 2032, penargetan sasaran yang advanced, pod laser dan rudal udara ke udara Derby. Namun kesadaran itu mereka dapatkan setelah 25 tahun bergelut mengutak atik pesawat tempur HAL Tejas.

Setelah 30 tahun berlalu, India memutuskan 18 pesawat tempur Tejas akan bergabung dengan IAF pada tahun 2018, walau sejauh ini baru dua pesawat yang diserahkan. Pada tahun 2022 ditargetkan menggantikan armada pesawat MiG India.

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Karena waktu untuk memproduksinya selama 30 tahun, maka bisa dikatakan, pesawat ini lahir sudah sangat terlambat. Pesawat dengan single engine ini, bisa dikatakan lebih menyerupai pesawat latih atau light fighter. Namun India tampaknya ingin merampungkan apa yang telah mereka mulai, untuk pesawat Tejas ini.

Untuk itu tidak heran, India kini juga sedang berusaha terlibat kerjasama dengan Rusia, dalam membangun pesawat tempur generasi kelima FGFA, yang merujuk pada basis PAK FA T-50 Rusia. Namun pembangunan pesawat ini juga masih bermasalah. PM India sempat mengeluarkan kritiknya, Rusia hanya mau uangnya tanpa mau membagi teknologi pesawat generasi kelima tersebut kepada India. Apakah nasib pesawat Gen 5 India, akan mirip dengan Tejas ?.

pesawat tejas india 5

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Pesawat Tempur Ringan Tejas India

Indonesia dan Korea Selatan kini, telah memulai pembangunan pesawat Gen 4,5 yang akan terus dikembangkan menjadi Gen 5, untuk pesawat KFX/IFX. Proyek pesawat itu pun sebenarnya telah mengalami keterlambatan. Untunglah dalam beberapa tahun terakhir kedua negara menguatkan kembali komitmennya, untuk membangun pesawat ini. Model pesawat KFX/IFX telah menjalani proses wind tunnel. Radar dan mesin pesawat juga telah dipilih. Rencananya, prototype pertama diperkenalkan ke publik tahun 2019-2020. Dan pada tahun 2020, pesawat ini akan diproduksi di Indonesia.

Semoga proyek pesawat komersial N-250 PTDI dan HAL Tejas India, menjadi pelajaran dari proyek prestisius Korea Selatan-Indonesia ini.

Bagikan :

  63 Responses to “Sejarah Pembangunan Pesawat Tempur India”

  1.  

    gk lah

  2.  

    1

    •  

      #Rencananya, prototype pertama diperkenalkan ke publik tahun 2019-2020. Dan pada tahun 2020, pesawat ini akan diproduksi di Indonesia.#
      setelah di perkenalkan lalu uji coba sekitar 5 thn..
      yang benar sih menurut aku di produksi thn 2025 atw 2028 di ndonesia..

  3.  

    Ketika BJ Habibie akan mengangkat bangsa Indonesia ke tataran yang lebih tinggi dengan pesawat N2150, maka di situlah awal petaka terjadi. Ekonomi Indonesia ambruk oleh Krisis 1989. Presiden Soeharto pun, akhirnya menuruti saran dari IMF untuk menghentikan proyek prestisius tersebut.

    selamat ya kepada para pendukung negara barat, kita pernah di acak-acak mereka, dan masih sampai sekarang,
    karena masih banyak kroni mereka di Republik ini.

    •  

      entah apa hubungannya dengan C295, karena N2150 adalah pesaing utama C295. klu ada yg tahu tolong kasih pencerahan

      •  

        N 250 = gatotkaca Klo Ga Salah
        Pesaing utama dgn perusahaan Boeing yg notabene produk andalan ASU dan pemegang IMF
        Krn ketakutan Boeing akan product N 250 Inilah negeri kita di intervensi ASU
        Mungkin itu yg bisa saya jelaskan bung Tukang kritik Mungkin ada senior yg lbh tau silahkan

      •  

        Betul bung, IPTN belum punya produk yang bersaing dengan Boeing dan Airbus.
        Saingan terdekat N-250 adalah ATR-42 dan ATR-72 produk kerjasama Italia-Prancis.
        Tapi saat itu memang progres IPTN memang sedang moncer-moncernya, jadi sorotan pemerhati teknologi dirgantara dunia. Sebagai pabrikan yang masih pemula ternyata IPTN sudah menghasilkan N-250, pesawat propeler yang pertama menerapkan teknologi fly by wire. Sebelumnya hanya Boeing dan Airbus yg menggunakannya, itu pun untuk pesawat jet.
        IPTN terkesan sangat ambisius ketika itu, apalagi dengan rencana projek N-2130 yang sangat mungkin akan sukses jika dibiarkan berlanjut. Dan seperti biasa, ada pihak-pihak yang tak suka akan kemajuan IPTN yang begitu mencengangkan itu.
        Maka kalau sekarang ada produsen pesawat yang sangat gencar menawarkan produk dan ToT nya yang sangat menggiurkan, apalagi dengan iming-iming diikutsertakannya 1000 orang Indonesia untuk ikut terlibat proses produksinya, harap jangan keburu terperangah dulu. Apalagi sampai mupeng segala.
        Ditelaah dulu, cermati! jika kebanyakan ahli kita disibukkan dengan produksi pesawat berbagai negara lain, lalu bagaimana usaha kita untuk menggarap program kita sendiri bersama Korsel KFX/IFX? Tentu fokusnya akan terganggu. Dan tentu akan kekurangan tenaga untuk mengerjakan PR kita sendiri: N-219, N-245, R-80. Padahal PTDI pun saat ini sedang disibukkan untuk NC-212i dan CN-295. Bisa jadi N-2140 hanya akan jadi angan-angan tanpa terwujud.
        Itukah yang diinginkan mereka-mereka yang tidak sudi melihat Indonesia maju?

    •  

      Krisis ekonomi = krismon istilah bekenya itu terjadi 1997 yg mengakibatkan suharto turun di tahun 1998.dan lagi ” ASU di Belakang itu semua ( silahkan di koreksi Fakta n sejarah hingga timor ” lepas )
      Hanya koreksi bung Tukang kritik

  4.  

    lancrotkan…..

  5.  

    indonesia pasti bisa.optimis aja

  6.  

    mudah”an lancar dn sukses tu program kfx/ifx….

  7.  

    30 tahun bukan waktu yg sebentar…itupun baru sebatas pespur ringan…

  8.  

    Sudah dikoreksi. Thanks

  9.  

    Belajar dr pengalaman India

  10.  

    N2130 atau N2150???

  11.  

    Engine pesawat ini masih dinilai lelet oleh AU India dan belum sesuai dengan yang dipatok. Performa mesin akan terus ditingkatkan. Single engine dengan performa yang kuat, kayaknya memasang susah didapat ya.

    Tejas juga belum dapat Final Operational Clearance dari AU, India. Artinya pesawat ini masih dianggap bermasalah.

  12.  

    1989 atau 1998…???

  13.  

    Comment:mungkin utk bisa cepat maju pesat industri dirgantara kita harus meniru industri perkapalan militer tanah air,yg bisa di buat swasta utk prototipe dan di pasarkan,dan penjualan lanjutannya utk versi eksport di pesan negara sbg pihak yg memiliki wewenang menjual ke pihak lain,dan akan bisa mempercepat kemandirian alutsitas dan mempercepat pemasukan devisa negara dari sektor produk mahal ini,bukan bgitu?ada yg setuju

  14.  

    karna blok barat ekonomi kita jadi amberadul

  15.  

    Krismon th 1989 , ngarang kaleeeeeee bukanya th 1997-1998 krismon era soeharto

  16.  

    Comment: Wo men yao bhin fan tue can ceng

  17.  

    30 thn hanya untuk pesawat kuno…weleeeh…weleeeh.smoga bangsa ini samakin cerdas serta cerdik melihat kenyataan yg terjadi pd india…amiiin

  18.  

    Semoga TNI AU jadi membeli 12 FA-50 , agar hubungan dgn Korsel semakin baik

  19.  

    namany juga manusia kang mas..tempatnya lupa….wajar to

  20.  

    Mau komen dari sisi Ekonomi…

    Krismon Indonesia 98 dan IMF, 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Terlepas penyebab Krismon saat itu siapa, misal 98 dulu Indonesia tidak ditolong Kredit dari IMF. Apakah sekarang masih akan ada yg namanya Indonesia???

    Yang jelas, karena saat itu ditolong IMF, Indonesia perlahan bisa bangkit bahkan kreditnya IMF lunas. Dan bahkan saat ini menjadi Negara Maju lagi, setidaknya di ASEAN.

    •  

      Pertanyaan anda:
      “, misal 98 dulu Indonesia tidak ditolong Kredit dari IMF. Apakah sekarang masih akan ada yg namanya Indonesia???”
      Jawaban saya:
      Tanpa IMF pun Indonesia akan tetap berdiri.
      Seandainya dana dari IMF ketika itu langsung digelontorkan utuh mungkin krisis akan dapat teratasi lebih cepat. Nyatanya dana bantuan dari IMF dicairkan secara bertahap, sedikit-sedikit, tentu saja menyulitkan pemerintah untuk memulihkan keadaan.
      Jangan2 IMF memang sengaja mempermainkan Indonesia dengan bantuan yang diberikan secara ‘sak kicrit – sak kicrit’ agar ekonomi Indonesia tetap megap2. Dengan pemberian bantuan seperti itu pemanfaatannya jadi kurang optimal. Jadinya bantuan itu malah hanya membebani Indonesia. Mereka membantu tapi seperti tidak benar2 niat membantu.
      Dan bahwa akhirnya Indonesia berhasil mengatasi krisis, itu bukan semata karena jasa IMF. Tapi karena potensi yang dimiliki Indonesia.
      Sekali lagi, Tanpa IMF pun Indonesia akan tetap berdiri. Bahkan lebih tegap.

    •  

      Wah… berarti menurut bung pemo penyelamat Indonesia waktu krisis 98 itu IMF yah….? Emang berapa dana yg di kasih ke Indonesia waktu itu bung….? 🙂

    •  

      @Bung Patih dan Klowor

      Oke gpp Bung kalo ada berpendapat sperti itu, toh cm sekedar diskusi. Tapi kalo menurut saya, waktu itu semua lg krisis dan yg “mau” membantu hanya IMF, yg lain sibuk masing2 mengamankan negaranya dr Krisis.

      Total hutang luar negeri Indonesia saat itu USD 138 milyar, yg jatuh tempo taun 98 sebesar USD 20 milyar. Cadangan Devisa Indonesia hanya USD 14 milyar, saya tidak tau gimana caranya kalo Bung Patih bilang Indonesia bisa selamat tanpa bantuan pinjaman modal.

      Bantuan IMF waktu itu USD 5 milyar (koreksi kalo salah). Mengenai proses cairnya lama yah gimana yah, Indonesia waktu itu rusuh besar, ketauan boroknya negara korup, Timor lepas pula, rasanya wajar bagi Pemberi Kredit sedikit was2 tidak menggelontorkan uangnya smua.

      Jangankan IMF, coba kalo kita sendiri punya uang trus ada teman bangkrut minta duit, jangankan proses cairnya ribet, mungkin bahkan tidak mau ngasih kredit.

      Yang jelas sebelum Krismon, Kurs sekitar USD 1/Rp4.800. Pas Krismon Kurs USD 1/Rp17.000. Waktu IMF cairkan kreditnya Kurs kembali meningkat menjadi USD 1/Rp8.000.

      Bukan saya fans IMF lho yah, hanya diskusi objektif, bukan subjektif.

  21.  

    Harus diam2 tanpa banyak mata dan telinga yg tau,karna ada yg iri dengki takut tersaingi..

    Talk less do more..

  22.  

    IMF yg ditolong indonesia,duitnya IMF berasal dari indonesia..

  23.  

    entut..

  24.  

    Mngkin pemerintah jg hrs mnggandeng perusahaan militer swasta nasional untuk mmpercepat proses IFX…

    Bagi tugas dari hal yg terkecil sampe yg inti..
    Yg sdh on the track kita kawal dan dukung…yg melenceng kita kritisi…

  25.  

    Pemerintah kita sebaiknya juga harus mempertimbangkan tawaran dari SAAB,mengingat transfer tehnolgi yg di tawarkan kepada kita bila mana kita membeli pesawat mereka.. Semoga kementrian pertahanan bisa mempertimbangkan tawaran dari SAAB.
    Supaya bangsa ini bisa mandiri dalam pengembangan dan produksi alutsista khususnya pesawat terbang..
    Tetapi harapan saya pembelian diadakan setelah SU-35 ya hehehe.. Salam

  26.  

    Nyimak.

  27.  

    WKWKWKKWKWKWWK ente tau aje LON, ya begitu dah lon kenyataannye.

  28.  

    Beda india dengan indonesia…
    Beruntung lah indonesia mempunyai Mr.bj habibie…perjuangan beliau membuka mata engineer indonesia untuk maju teknologi dn beruntung lah kiblatnya teknologi kedirgantaraan indonesia adalah dengan Jerman….kalo g salah…kiblatnya teknologi India adalah inggris dn perancis…yg Kalo g salah juga..negara yg rewel sharing teknologi…Di eropa…memang Jerman selalu mlakukan persaingan atau perang mreka dengan duet inggris-perancis…hehehehehe…bisa kita liat dah hasil persaingan antar teknologi mreka….
    Jadi…sepak terbang indonesia menguasai teknologi dirgantara membuat bangsa eropa trutama inggris-perancis Dan india-singapur tdk rela dn bersama sama menghancurkan kemajuan indonesia dengan berbagai cara salah satunya crisis economic wave 1997….
    Boleh dicatat…ketika launching n250…hangar iptn telah membuat blue print light fighters made in Indonesia…coba bayangkan…seandainya tdk Ada krismon 97 dn program n250 sukses…dlm jangka waktu 8 tahun stlah n250…iptn akan punya mock up light fighters sekelas hawk 200 minimal pd saat itu dn lebih canggih dr f14 atau f5…hehehe…
    Jd apa yg dilakukan oleh pt.di skr hanya meneruskan dendam kesumat penghancuran iptn oleh pihak musuh akan penguasaan teknologi dirgantara dn brusaha menggandeng partner agar terjadi percepatan pembuatan pesawat tempur made in Indonesia…
    Apakah IFX akan bernasib spt Tejas??85% akan berhasil dn sukses…Melihat roadmap yg Ada…kenapa skr britanya tdk sebrisik brita su35…semata mata usaha pengalihan mencegah terjadinya nasib sial yg terjadi pd n250…kurang lebih menghindari terulang kasus dibakar nya klewang atau brita sepinya pembangunan changbogo surabaya yg dibuat miror nya di teluk jakarta…hayoooo…hoax sih…tp mungkin terjadi….wkwkwkwk
    Saat ini cukup britanya pembuatan anoa dn medium tank pindad dn Sigma 1035…pespur dn kasel simpen dlm gentong beras…hehehehe

  29.  

    ambil hikmah dan pengalaman yang dialami oleh india..

  30.  

    asumsi asum pribadi yang liar dan panjang2 tulisan tapi tanpa fakta yg jelas mengelikan sekali2 kenapa debat di kasih fakta2 yg jelas bukan asumsi saja…………

  31.  

    Aamiin….Semoga kerja sama pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 KFX / IFX Antara Indonesia dan Korea Selatan berjalan mulus dan semoga pesawat yg dihasilkan menjadi pesawat yg dapat diandalkan untuk menjaga langit udara NKRI ,….jangan lupa setelah pesawat IFK /KFX sudah mengudara segeralah mengembangkan pesawat tempur generasi ke 5 , agar pesawat yg dihasilkan lebih berkesinambungan dan teknologinya cepat dikuasai oleh kefua negara…..kalau perlu Indonesia membeli teknologinya ke RUSIA…..Jayalah negeriku….

  32.  

    Comment:

    bukanya bela imf presiden pinjam uang ke imf untuk mendanai bumn – bumn. hal yang lumrah bila imf menginvertensi bumn yang kurang menguntungkan. pt di yang jadi korban. sebenarnya bisa saja di lanjut kan oleh presiden di kala itu bj.habibie namun keadaan krismon dan konflik intern(gam, rms, dan timor leste). imho…

  33.  

    mangtap diskusinya.yg saya tahu saat itu birokrazi kita kurang transparan dan banyak yg korup seandainya bantuan imf sekaligus trs langsung habis dikorup wah .bise tmbah hancur nkri.saya setuju kalo imf itu hanya cari untung saja dari keterpurukan indonesia.melihat dari pengalaman yg lalu kita harus dpt mandiri dari segi ekonomi.indonesia makmur tidak hanya rakyat yg beruntung.tp kita juga akan dpt membantu negara lain.dgn prinsip saling ikhlas dan saling menguntungkan.sebenarnya banyak negara lain yg butuh bantuan.tapi para neo kolonialis hanya menjadikan mereka sapi perahan.

  34.  

    Indonesia Kita ini terpuruk, slh satu’x krn msh ada & bnyk cecunguk” dlm negeri yg mau di’hasut & di’jadi’kan kambing congek oleh negara” luar….

  35.  

    yang jangan ditiru dari tejas india,itu waktu buat bikinnya,,light fighter jet dengan single engine dibangun selama 30 tahun,(kelamaan kaka),,tapi yang perlu ditiru adalah ide,semangat,fokus dan yg paling juara adalah,,india itu DIE HARD,,bro.biar kata si tejas masih lemot tapi sudah bukan hanya sebuah konsep dikertas,atau file di komputer,,ibaratnya si tejas itu bayi yang udah lahir tapi karena salah makan atau salah kasih vitamin,atau bisa juga salah kasih dosisnya, jadi dia perkembangannya telat,so dia baru bisa BELAJAR TERBANG di usia 30 tahun,sementara pespur negara lain di usia segitu sudah bisa jungkir balik,sambil ngepot bahkan beranak pinak ,,,simoga ifx gak senasib atau lebi apes dari tejas india,,,Selamat Mudik,bagi yang mudik hati2 dijalan,,semangat

  36.  

    Tidak ada negara manapun yang mau berbagi teknologinya kepada negara lain,meski itu dibayar sekalipun,negara negara besar seperti usa dan blok barat mendapat teknologi itu setelah jerman kalah dan insinyur bahkan teknologi mereka dirampas sebagai hasil hadiah perang

  37.  

    Belajar dari Pengalaman itu penting, tantangan masih banyak yang dihadapi, bawa kita dikompori atau diintervensi pihak lain itu pasti, maka sadarilah dan berjuanglah untuk maju

  38.  

    Comment: tdk ada yg salah dg india walaupun di kadalin rusia tp akhirx mereka punya PAKFA berbeda dg kita SU-35 sj mesti tarik ulur pembelianx krn T.o.T dan juga IFX walaupun punya roadmad jelas tp asu pasti akan menggagalkan segala cara mulai dr 4 inti teknologi utama F-35 & kita hrs siap dg kartu asu yaitu mesin GE yg sewaktu2 bisa di perlambat asu pengiriman contohx molorx pengiriman F-16 block 52 oleh ASU, jd tdk ada yg salah dg india krn satelit kita saja numpang sama roketx

  39.  

    tejas bbmnya pakai kencing sapi, irrrit sekali hihihi….

  40.  

    Wah ini artikel yg sangat menyesatkan, harusnya kita malu sama india yg bisa mengembangkan pesawat buatan dlm negeri sendiri sehingga bs dijadikan patokan dasar utk pengembangan ke tahap selanjutnya tanpa harus meminta persetujuan asing utk bongkar pasang tuh pesawat dlm hal penelitian.
    Kalau soal bbrp inti teknologi dikembangkan bersama asing adalah hal yg wajar mengingat lompatan teknologi pesawat tempur utk merespon keadaan saat ini. Mereka (india) dapat menjalankan 2 hal (mengembangkan pesawat gen4 scr mandiri dan bekerja sama dgn vendor luar negeri dlm hal teknologi pendukung) secara bersamaan. Jd di bagian mana kita gk perlu belajar dr tejas india ? Kfx/ifk? Apa yg bisa diharapkan dari urunan dana yg gak sampe 20%? Apa betul program pesawat yg dilaksanakan korsel sesuai dgn kebutuhan bangsa kita dan mendukung kemandirian kita ? Atau apakah dlm hal pertahanan pun kita sudah mengadopsi prinsip sepakbola tanah air, cari naturalisasi aja yg penting eksis.. yg lebih miris, komentator dan suporter ngalahin pemain dan pelatih .

    •  

      ngawur ente, 70%komponen penting, mesin, radar, avionik, kursi lontar, rudal import utuh, praktis cuma cat doang yang buatan india, kalau pakai cara mereka indonesia juga bisa, beli sub unit dari luar negri, bayar konsultan luar untuk integrasinya.

 Leave a Reply