May 052016
 

Ada sesuatu yang mengejutkan ketika, DCNS Prancis menyatakan akan bekerja sama dengan Indonesia untuk membuat kapal selam. Kapal selam itu varian S1000. Informasi itu tidak terdengar sebelumnya, dan tiba tiba saja, muncul akhir-akhir ini.

Apa yang terjadi ?.

Informasi ini, muncul di sela pemberitaan bahwa kapal selam pertama pesanan Indonesia ke Korea Selatan, Chang Bogo, class, segera melakukan uji laut di Korea Selatan. Sementara kapal selam kedua, sedang dikerjakan. Rencananya, kedua kapal selam ini diserahkan ke Indonesia paling lambat tahun 2018.

Setelah pembuatan kedua kapal selam itu, kapal selam ketiga dari Chang Bogo class ini, akan dibuat di Indonesia.

Yang menjadi persoalan adalah, seberapa besar transfer of technology yang akan diberikan DSME Korea Selatan kepada Indonesia. Apakah teknologi inti dari kapal selam, seperti modular supply system juga diberikan kepada Indonesia. Apakah teknisi-teknisi dari PT PAL maupun TNI AL, ikut menyaksikan dan terlibat dalam pembuatan modular-modular strategis dari Kapal Selam Chang Bogo ini ?. Informasi sedetil ini, belum kita dapatkan.

Lalu, dengan membuat hanya 3 kapal selam Chang Bogo, berapa persen teknologi yang ditransfer oleh DSME kepada PT PAL Indonesia. Saya tidak tahu.

Yang jelas, di saat momen-momen kristis ini, terdengar kabar, DCNS Prancis sepakat dengan Indonesia, untuk membuat kapal selam varian S1000. Beberapa hari ke belakang, kita juga sempat mendengar, Yunani menawarkan kerja sama pembangunan kapal selam dengan Indonesia. Apakah Yunani sudah punya informasi, apa saya ToT yang diterima Indonesia, sehingga mereka, maju menawarkan diri.

Asumsi saya, dibukanya kerja sama kapal selam dengan DCNS Prancis atau tawaran kerja sama dari Yunani, karena proses transfer teknologi kapal selam dari Korea Selatan, masih sangat terbatas, pada persoalan kulit semata. Pihak Indonesia tidak dilibatkan dalam pembangunan modular modular penting dari kapal selam Chang Bogo. Bagaimana menurut Anda ?. (JKGR).

  97 Responses to “Sejauh Mana ToT Kapal Selam Chang Bogo Class ?”

  1.  

    Namanya jg TOT tentulah ada proses bertahap yg dijalani. Bukan semudah membuat sarapan mie Instant, tinggal rebus mie campur bumbu matang tuang kepiring lalu disantap.
    Bukankah dulu pernah dijelaskan bahwa dlm pembuatan CBG 1&2 teknisi dr Indonesia hanya disuruh liat & amati. Kemudian pd CBG 3 – 5 proses jahit di PT. Pal. Kalo sdh pinter jahit dan ternyata hasilnya baik, bisa nyelem dan bisa ngapung gak spt kapal selam tetangga sono yg cuma bisa ngapung takut kebablasan nyilem.

    Nah pada kapal selam yg ke 6 dan seterusnya ini yg sudah mulai buat sendiri dng bimbingan DCNS Perancis. Agar bisa buat kapal selam model CBG rasa Scorpene, yg bisa luncurin rudal VLS punya AIP. Karena spek yg diminta user sangat tinggi.
    Jd prosesnya belajar menjahit dulu lalu belajar membuat pola barulah ke tahap designer. Masa baru bisa jahit sudah mau jadi designer. Sama seperti pembuatan LPD dr korsel. Jd jng berharap semua2 mau instan. Perlu proses dan kesabaran utk mandiri kawan…..(edisi Menjahit.com)

  2.  

    siapa sebenarnya yang buatin akun bocoran togel singapor ini sebenarnya xxixixiiixixxi

  3.  

    Kalo buat banyak KS sparepartnya dari mana coba ?? Buat sendiri belum mungkin mau mencuri terlalu beresiko, terus Itu kenapa perancis dan yunani tawarin..sparepart sparepart lagi. Itu intinya. Jangan sampe baut sampe import.hehehe

 Leave a Reply