Apr 022018
 

720th Special Tactics Group (STG) Angkatan Udara AS (USAF). © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata AS dan Korea Selatan telah memulai latihan gabungan tahunan mereka, “Foul Eagle”, tanggal 1 April 2018 (hari ini). Pentagon juga menyelenggarakan banyak latihan gabungan diseluruh dunia setiap tahun, tetapi tidak semuanya berjalan dengan lancar.

Berikut ini kami telah merangku sejumlah latihan perang yang berakhir dengan kacau, dan bahkan terkesan konyol ketika latihan perang yang dilaksanakan tersebut tidaklah berjalan sesuai seperti yang direncanakan.

Siapa sih yang membutuhkan amunisi? Berikan aku Beatbox!

Suksesnya latihan perang tidak hanya bergantung pada pelatihan militer, kerja tim atau skenario pertempuran menyeluruh. Logistik juga penting. Namun militer Republik Mali jelas melupakan komponen itu saat mereka mengorganisir latihan perang pada tahun 2013 yang lalu.

Belakangan muncul sebuah video, yang menggambarkan banyak prajurit dengan wajah pejuang sejati, menembak sasaran simulasi dengan amunisi yang tak kalah ampuhnya dan didukung dengan semacam “beatbox” untuk meniru bunyi tembakan.

Ternyata karena tergesa-gesa menuju tempat latihan tembak sehingga senjata malah tidak dilengkapi dengan amunisi. Dan tampak juga bahwa beberapa pimpinan militer dengan pintar memutuskan untuk tidak membuang waktu yang berharga menunggu kiriman amunisi, mereka berinisiatif melakukan latihan perang tanpa amunisi.

Lagipula, siapa juga yang butuh amunisi ketika Anda mempunyai tentara yang rajin.

Ketika alam menentang Anda

Dalam sebuah militer yang modern, peralatan dan kendaraan yang tepat juga penting dan tidak terkecuali latihan perang. Pasukan NATO mengetahui bahwa jalan yang sulit selama latihan “Trident Juncture” tahun 2015.

Militer AS dan juga Portugis harus mendarat di pantai, menggunakan “hovercraft” dan terlibat dengan simulasi musuh. Mereka beruntung itu hanyalah simulasi, kalau tidak mereka pasti akan berada dalam masalah besar.

Pada awalnya, kerajinan “hovercraft” gagal memasuki garis pantai pada upaya pertama karena kuatnya gelombang malah mendorong kedua perahu mereka kembali. Tetapi ketika mereka akhirnya berhasil melakukan pendaratan, roda Humvee malah terjebak di pasir tanpa sedikit pun harapan untuk dapat menyelesaikan tugas militer mereka.

Untungnya, militer AS dan Portugis mempunyai dua kendaraan lapis baja LAV-25 yang berhasil keluar dari pantai dan menyelamatkan mereka pada hari itu. Yah, sudah pasti pasukan musuh yang sesungguhnya tidak akan memberi pasukan NATO banyak waktu untuk memperbaiki kesalahan mereka tersebut, kecuali mereka tertawa sampai mati.

Zubr alias Pomormik tiba-tiba muncul

Militer Rusia juga pernah menghadapi kejutan yang tidak menyenangkan dari waktu ke waktu selama melaksanakan latihan perang. Para wisatawan yang sedang asik berjemur dipantai Rusia pasti terkejut ketika “hovercraft” kelas Zubr, NATO menyebutnya sebagai “Pomornik” meluncur di pantai dekat Kaliningrad pada bulan Agustus 2013.

Untungnya tidak ada yang terluka dalam kejadian tersebut dan para wisatawan dengan cepat mulai mengambil foto dari “tamu” yang tak diundang tersebut. Tak satu pun dari kejadian tersebut membingungkan militer Rusia, dengan terus melaksanakan tugasnya sambil menjaga para wisatawan disaat yang sama.

Menenggelamkan Tank Amfibi? Sudah pernah, belilah kaosnya!

Ada banyak hal yang bisa bermasalah dalam pelatihan militer dan malfungsi kendaraan adalah salah satu masalah yang paling sering terjadi. Seperti misalnya, Korps Marinir AS berhasil menenggelamkan tank amfibi dalam latihan perang tahun 2016, saat mereka menyeberangi sungai.

Mula-mula kendaraan itu tampaknya menjalankan semua tugas-tugasnya, akan tetapi beberapa waktu kemudian, entah dikarenakan kegagalan fungsi atau karena kesalahan manusia, tank mulai tenggelam, bersama dengan penumpangnya, yang berhasil keluar tepat waktu.

Hujan Humvee, Haleluya!

Suatu yang tampak jelas sebagai kesalahan manusia atau “human error” adalah insiden yang terjadi adalam latihan perang NATO di dekat markas militer Hohenfels, di Jerman pada tahun 2016. Tim Brigade Tempur Linud ke-173 AS sedang melakukan serangan udara baik dengan pasukan dan kendaraan, yaitu rantis Humvee.

Setelah penurunan yang sukses, para prajurit menyaksikan suatu pemandangan langka dimana tiga unit Humvee jatuh dari langit satu demi satu menghujam ke tanah Jerman yang menyambutnya, hal tersebut terjadi karena ketiga Humvee tidak terikat dengan baik ke parasutnya.

Setidaknya para prajurit tersebut bisa bersenang-senang, karena militer AS pasti tidak merasa sesenang mereka karena masing-masing kendaraan Humvee tersebut dibeli dengan harga sekitar $ 200.000.

Artikel diatas pertamakali muncul di laman Sputnik dengan judul: Best Military Drill Screw-Ups: Beatbox Ammo, Zubr on the Beach and Raining HMV

Berbagi

  5 Responses to “Sejumlah Latihan Perang Yang Berakhir Kacau”

  1.  

    kurang makan samyang

  2.  

    Wtf? Lupa bawa amunisi?

  3.  

    Klu negara kecil melakukan kesalahan dlm latihan masih maklum karena minim pengalaman dan anggaran, nah negara besar seperti AS yg militernya sdh kenyang perang dan anggaran besar untuk latihan rutin masih melakukan kesalahan jd lucu mengengarnya.he3

  4.  

    Sepertinya Indonesia sudah mulai mengembangankan batalyon MEKANIS LINUD dengan membuat ANOA atau KOMODO yang bisa dilepas dari udara.

    Yon ARMED pun sudah bisa di buat demikian dengan dengan LIG 105 karena lumayan ringan.

 Leave a Reply