Battle of Midway

USS Yorktown ditenggelamkan Jepang
USS Yorktown ditenggelamkan Jepang

Sekilas Titik Balik di Pasifik – “Battle of Midway”

Setelah Jepang melancarkan gelombang serangan kejutan di Pearl Harbor, yang menghancurkan armada pasifik AS dan menyebabkan tidak sedikit kerusakan infrastruktur di Pangkalan itu, kejadian itu memaksa AS terlibat dalam Perang Dunia ke II dan menempatkan konflik baru kepada Jepang secara frontal.

Fasilitas AS terus mengalami kemajuan dan terus tumbuh selama perang berlangsung. Dari markas besar di Pearl Harbor, ‘Admiral Chester Nimitz’ memastikan bahwa kapal perang AS tetap dalam kondisi bertempur selama konflik. Ia membawa kembali kehebatan AS di Pasifik hingga menuju kekalahan Jepang.

Commanders at the Battle of Midway:
US Navy (AL Amerika) :
Laksamana Chester Nimitz, Panglima Komandan Armada Pasifik AS
Laksamana muda Frank J. Fletcher, Task Force 17 (Komandan Taktis Senior)
Laksamana muda Raymond Spruance, Task Force 16

Imperial Japanese Navy (AL Kekaisaran Jepang) :
Laksamana Isoroku Yamamoto, Panglima Komandan Armada Gabungan AL
Laksamana Madya Chuichi Nagumo, Komandan Armada Udara Pertama


MidwayBattleSite

Sekilas Awal Cerita…

Bulan Mei 1942, Jepang mengalami kekalahan cukup telak dalam sebuah pertempuran “Battle of Coral Sea”, memaksa Laksamana Isoroku Yamamoto menyusun rencana untuk menarik Armada Pasifik AS ke dalam pertempuran di mana Ia bisa menguasai dan menghancurkannya. Untuk mencapai hal ini Ia telah merencanakan invasi ke “Midway Island” yang dapat dijadikan sebuah pangkalan untuk menyerang Hawaii. dengan memanfaatkan dekripsi melalui penyadapan radio Jepang, Laksamana Chester Nimitz mampu untuk melawan balik serangan. Pada tanggal 4 Juni 1942, pesawat AS yang meluncur dari kapal induk USS Enterprise, USS Hornet, dan USS Yorktown, menyerang dan menenggelamkan 4 kapal induk Jepang, memaksa Yamamoto untuk mundur. “The Battle of Midway” menandai titik balik dari Perang Dunia II (AS-Jepang) di Pasifik.

….The full stories…. “The Battle of Midway”

Yamamoto’s Plan
Setelah kekalahan pada Pertempuran Laut Koral (4-8 Mei), komandan Armada Gabungan Jepang, Laksamana Isoroku Yamamoto, menyusun rencana untuk menarik kapal-kapal yang tersisa dari Armada Pasifik AS ke dalam pertempuran di mana mereka bisa dihancurkan . Untuk mencapai hal ini, ia berencana untuk menyerang Midway Island, yang terletak 1.300 km sebelah barat laut Hawaii. Yamamoto mengetahui bahwa AS akan mengirim sisa kapal induk mereka untuk melindungi pulau itu. Dengan kepercayaan AS hanya memiliki 2 Kapal induk yang beroperasi, Yamamoto berlayar dengan 4 kapal induk, ditambah armada besar kapal perang dan kapal-kapal penjelajah.

Nimitz’s Response
Di Pearl Harbor, Laksamana Chester Nimitz telah diperingatkan mengenai serangan yang akan datang oleh Letnan Komandan Joseph Rochefort. Setelah berhasil memecahkan kode sandi AL Jepang, JN-25. Rochefort mampu memberikan informasi garis besar rencana serangan Jepang serta para pasukan dan armada yang terlibat.

USS Enterprise
USS Enterprise

Untuk menuai ancaman ini, Nimitz memerintahkan Laksamana muda Raymond Spruance dengan kapal induk USS Enterprise dan USS Hornet menuju Midway dan berharap untuk mengejutkan Jepang. Diikuti dua hari kemudian oleh Laksamana muda Frank J. Fletcher, dengan kapal induk USS Yorktown setelah kerusakan dalam pertempuran di Coral Sea itu mengalami perbaikan dengan cepat.

Attack on Midway
Pukul 04:30 tanggal 4 Juni 1942, Laksamana Madya Chuichi Nagumo, memerintahkan kapal induk Jepang, untuk meluncurkan 108 pesawat tempur untuk menyerang Midway Island, beserta 7 pesawat intai untuk melacak keberadaan armada AS. Menyapu dari sisi pulau itu dengan kekuatan kecil sejumlah pesawat Jepang menggempur instalasi-instalasi di Midway. Saat kembali ke kapal induk, pemimpin serangan itu merekomendasikan serangan kedua. Sebagai tanggapan, Nagumo memerintahkan pesawat cadangan yang telah dipersenjatai dengan torpedo untuk dipersenjatai kembali dengan bom. Dalam proses mempersenjatai ulang, sebuah pesawat pengintai telah melaporkan posisi armada AS.

The Americans Arrive
Setelah menerima laporan itu, Nagumo kembali memerintahkan kru mempersenjatai ulang pesawat. Akibatnya, geladak hanggar kapal induk Jepang penuh dengan bom, torpedo, dan selang bahan bakar karena kru darat yang kocar kacir bergegas untuk mempersenjatai ulang pesawat.

Pesawat pertama dari Fletcher tiba dan terbang di atas armada Jepang. Berbekal laporan dari pesawat pengintai, Fletcher segera meluncurkan pesawat tempurnya pada pukul 07:00. Skuadron pertama adalah pembom torpedo TBD Devastator dari Hornet (VT-8) dan Enterprise (VT-6). Menyerang pada level kekuatan kecil mereka gagal dan hanya meninggalkan kerusakan sedikit.

Dive Bombers Strike the Japanese
war2part

Meskipun VT-8 dan VT-6 tidak berhasil melakukan kerusakan yang besar, AS melancarkan serangan kembali ditambah dengan kedatangan dari VT-3, memancing pesawat tempur udara Jepang keluar dari posisi, meninggalkan armada induk Jepang sangat rentan serangan. Pada 10:22, pesawat pembom torpedo ‘SBD Dauntless’ mendekat dari arah barat daya dan timur laut menyerang kapal induk Kaga, Soryu, dan Akagi. Dalam waktu kurang dari enam menit mereka berhasil mengurangi jumlah kapal-kapal Jepang dan membuat menjadi bangkai kapal yang terbakar. Sebagai reaksi, kapal induk Jepang yang tersisa Hiryu, melancarkan serangan balik yang dilakukan dalam dua gelombang serangan itu berhasil mengalahkan Yorktown. Sore setelah penyerangan itu pesawat pembom AS berhasil menemukan kapal induk Hiryu dan menengelamkannya, untuk melengkapi kemenangan.

Kapal Induk Hiryu, Jepang
Kapal Induk Hiryu, Jepang

Hasil Akhir…
Malam hari tanggal 4 Juni, kedua pihak tidak lagi menyusun rencana berikutnya. Pada 02:55, Yamamoto memerintahkan armadanya untuk kembali ke pangkalan.

Pada hari-hari berikutnya, pesawat pembom AS menenggelamkan kapal penjelajah Mikuma, sementara kapal selam Jepang I-168 mentorpedo dan menenggelamkan Yorktown. Kekalahan telak di Midway mengoyak tulung punggung armada kapal induk Jepang dan mengakibatkan kehilangan personel udara yang tak ternilai harganya. Hal ini juga yg menandai berakhirnya inisiatif misi penyerangan utama Jepang ke AS dan sebagai titik balik AS di pasifik.

Kerugian dan Korban pertempuran di Midway:
Pihak Armada Pasifik AS
• 340 korban jiwa
• Kapal induk USS Yorktown
• Destroyer USS Hammann
• 145 pesawat

Pihak Armada Kekaisaran AL Jepang
• 3.057 korban jiwa
• Kapal induk Akagi
• Kapal induk Kaga
• Kapal induk Soryu
• Kapal induk Hiryu
• Kapal penjelajah Mikuma
• 228 pesawat


Sekilas Berakhirnya Perang Dunia ke II….
Pada tanggal 6 dan 9 agustus 1945,  bom atom dijatuhkan di dua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Dua bom atom yang dijatuhkan tersebut dinamakan “Little Boy & Fat Man” dan dinilai menjadi “pahlawan” sehingga menyebabkan Jepang terpaksa menyerah tanpa syarat kepada AS & Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945, serta mengkebiri Jepang di asia dan pasifik saat itu, sekaligus mengakhiri perang dunia ke-2. (Maka dengan menyerah nya Jepang kepada AS & Sekutu saat itu, bangsa Indonesia dapat dengan segera memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945).

“Little Boy” merupakan senjata nuklir pertama yang digunakan dalam masa perang, yang merupakan sebuah bom uranium dan menjadi ledakan nuklir buatan manusia di dalam sejarah. Bom ini dijatuhkan dari “Enola Gay” yaitu nama julukan pesawat pembom B-29 Superfortress (yang ternyata diambil dari nama ibu sang pilot).

Pada ketinggian 580 meter bom diledakan menggunakan sistem peledakan gun-type yang pada dasarnya menembak batang uranium untuk memicu reaksi nuklir dan dalam hitungan detik awan gas super panas terbentuk di atas Hiroshima, diikuti oleh gelombang tekan yang amat kuat. “Little Boy” sebenarnya lebih lemah dari “Fat Man”, dengan kekuatan diperkirakan sekitar 15 kiloton TNT.

Dampak yang ditimbulkan dan ditinggalkan dari kedua bom atom tersebut adalah ratusan ribu nyawa melayang, terjadi pemanasan hingga jutaan derajat yang berlangsung dalam hitungan detik, dalam radius 1 km semuanya menjadi abu, sedangkan pada radius 4 km bangunan dan manusia terpanggang api, pada radius 8 km manusia dan bangunan mengalami luka bakar parah. Setelah itu, muncul gelombang ledakan dengan kecepatan 1000 km/jam pada radius 2 km dan menghancur leburkan meluluh lantahkan semua bangunan.

Sekian tahun kemudian ratusan ribu manusia menyusul tewas karena penyakit-penyakit akibat radiasi, luka bakar stadium tinggi dan leukimia, dan lain-lain. (dampak radioaktif mencapai 20 km dari lokasi jatuhnya bom tersebut).

Penggunaan senjata nuklir di masa perang belum pernah terjadi sebelum “Little Boy” meledak di Hiroshima. dan dilihat dari dampak bom yang begitu mengerikan, banyak timbul reaksi dan kritik secara global terhadap penggunaan nuklir sebagai senjata dan digunakan dalam perang.

Namun pada kenyataannyaaaa… penelitian senjata nuklir terus berlangsung hingga sampai saat ini dengan bentuk, racikan, serta bumbu yang lebih modern dan berbeda yang memiliki kekuatan jauh lebih dahsyattt bahkan lebih cetarrr menggelegarrr dibandingkan dengan si “Little Boy” dan si “Fat Man”. (by PapaAugusta)

Sumber: militaryhistory

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar