JakartaGreater.com - Forum Militer
Aug 102017
 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, (Commons.wikipedia.org)

New York – Sehubungan dengan ketegangan di Semenanjung Korea, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu 9-8-2017 menyampaikan “keprihatinan yang mendalam”.

Antonio Guterres juga merasa “sangat terganggu dengan meningkatnya retorika konfrontasi” oleh Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) dan Amerika Serikat.

“Sekretaris Jenderal PBB tetap sangat prihatin dengan ketegangan di Semenanjung Korea dan terganggu oleh meningkatnya ucapan yang bersifat konfrontasi,” ujar Juru Bicaranya, Stephane Dujarric, kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Washington dan Pyongyang saling melontarkan kata-kata panas.

Mula-mula, DPRK mengancam akan melancarkan serangan Rudal ke daratan AS, sehingga Presiden Donald Trump menanggapi, “Korea Utara sebaiknya tidak mengeluarkan ancaman lagi kepada Amerika Serikat. Mereka akan dihadapkan dengan tembakan dan kemarahan yang tak pernah disaksikan dunia.” DPRK kemudian mengancam akan melaksanakan serangan tanpa provokasi terhadap pangkalan Militer AS di Guam, Pasifik.

Pernyataan Trump, yang dikeluarkan selama libur kerja di salah satu lapangan golfnya di Negara Bagian New Jersey, AS, mengundang reaksi negatif baik di Amerika Serikat maupun di tempat lain, kata Xinhua, yang dipantau Antara pada Kamis 10-8-2017 pagi di Jakarta. Para pengeritik Trump mengatakan tanggapan panas tersebut malah meningkatkan ketegangan, dan bukan mendinginkannya.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, sewaktu membela pernyataan Trump, pada Rabu 9-8-2017, mengatakan ia tidak melihat petunjuk bahwa tingkat ancaman dari Korea Utara sudah berubah. Rex Tillerson menambahkan rakyat Amerika mesti “bisa tidur nyenyak pada malam hari”.

Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal PBB tersebut menyambut baik komitmen Dewan Keamanan pada Sabtu 5-8-2017 pagi “penyelesaian damai, diplomatik dan politik” bagi krisis di Semenanjung Korea.

Juru bicara Sekjen PBB itu mengatakan Antonio Guterres menggaris-bawahi “kepentingan yang telah ditempatkan Dewan Keamanan pada usaha untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea dan di luar wilayah tersebut”.

“Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres  menyambut baik semua gagasan yang akan membantu menurunkan ketegangan dan menghasilkan kembali ke diplomasi,” ujar Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric. Antara/Xinhua-OANA

Bagikan:

  6 Responses to “Sekjen PBB Sesalkan Retorika Konfrontasi AS-Korut”

  1.  

    nah loh… apa kata ogud “retorika!”

  2.  

    Wah kalo yg ini mah pertikaian antara pemimpin, alias bos amrik ama korut pengen adu kuat posisi citra superiur negaranya. Pd umumnya rakyat palingan bs ngikutin hasrat mrk doang tuh. Bahkan malah warganya kerap jd korban (politik) lantaran anak bawang kerap dijadikan barisan tameng2 pion

  3.  

    Perang RETROTIKA antara Bung TNPHD dengan Bung Jimmy S juga takalah sengit, sampaikini skor masih 0.0 😀

  4.  

    Waduh, Kalau begitu bisa atau tidak PBB mendamaikan mereka ? Aliansi USA vs KORUT apa si pak sekjend cuma dibayar untuk ocehan dan membual ? sampai kini genosida ethnis myanmar masih jadi PR PBB, Genosida Palestina juga trus bagamana nasib afghanistan ?

    Nih sekjend PBB suka banget dengan pencitraan tapi NOL Besar dalam tugas nyata.

  5.  

    as ga akan berani dampaknya ekonomi as akan anjlok,.

  6.  

    Sekjen PBB hy boneka doag, tetap aja tdk fair dlm memuat keputusan!

 Leave a Reply