Jun 062017
 

Presiden Joko Widodo menyerahkan 1.539 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa SD, SMP, SMA, SMK & program Keseteraan (3/6/2017), Malang, Jawa Timur. (Sekretariat Negara)

Makassar – Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan kebijakan 5 hari sekolah dalam sepekan mulai diterapkan Juli 2017.

“Kita rencanakan tahun ajaran baru 2017/2018 mulai berlaku atau mulai Juli 2017,” ujar Sumarna yang ditemui ANTARA, usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah SMA/SMK Sederajat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, Selasa, 6/6/2017.

Menurutnya, regulasi terkait kebijakan ini sedang digodok. Sementara terkait regulasi yang mengatur waktu kerja guru dan kepala sekolah, sudah ada PP No 19 Tahun 2005.

Dalam aturan tersebut, waktu kerja guru dan kepala sekolah mencapai 40 jam per pekan dengan waktu istirahat sekitar 30 menit per hari, atau waktu kerja aktif 37,5 jam per pekan.

“Jadi waktu kerja lima hari dari Senin sampai Jumat, sementara Sabtu dan Minggu untuk keluarga, termasuk untuk keluarga guru,” ungkapnya.

Dia berharap pada akhirnya kebijakan ini diharapkan juga akan mendukung tumbuh kembang sektor pariwisata.

“Kalau Sabtu dan Minggu libur kan biasanya digunakan untuk kumpul bersama keluarga dan berwisata,” ucapnya.

Dia optimistis kebijakan ini dapat berjalan dengan baik ke depan, sambil sekolah mempersiapkan fasilitas-fasilitas tambahan yang dibutuhkan.

“Sekarang sudah ada sekolah swasta yang sudah menjalankan, ke depan seluruh sekolah diharapkan akan melaksanakan kebijakan ini dengan melakukan penyesuaian seperti fasilitas kantin, dan ruang sholat,” jelasnya.

Senada, Gubernur Sulawei Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya siap jika kebijakan ini akan dilaksanakan.

“Penyesuaian-penyesuaian tetap dibutuhkan misalnya untuk tempat sholat atau kantin bagi siswa,” ujar Syahrul Yasin Limpo.

  13 Responses to “Sekolah 5 Hari Sepekan Mulai Juli 2017”

  1. kebanyakan guru2 skrg hanya mengajarkan… materi… jarang ada yg mendidik.. sopan santun dan tatakrama…

    murid2 nya juga lebay… di sentil kuping nya sedikit ngadu ke ortu…

    • Guru sekarang takut dijerat UU perlindungan anak.

      Padahal anaknya yg bandel karena ortunya malas mendidik, dimarahi sedikit saja gurunya dilaporkan ortu ke polisi.

      Dulu waktu SD kalau kuku panjang jarinya diketok pakai penggaris kayu sepanjang 1 meter. Kalau ribut di kelas dilempar pakai penghapus kayu. Kalau mbantah kata guru dijitak pakai cincin berbatu akik. Kalau nggak bikin PR disetrap suruh angkat salah satu kaki sambil jewer kuping sendiri.

      Waktu SMP kalau telat datang, dijemur di lapangan selama 2 jam sambil hormat bendera.

      Waktu SMA kalau telat disuruh push up.
      Kalau nggak bikin PR disuruh bersihin toilet.
      kalau ada kumis tipis dicukur paksa.
      Kalau gondrong, rambut digunting sembarangan sampai akhirnya terpaksa harus dicukur gundul.
      Kalau ketahuan bolos disuruh lari keliling lapangan bola 10x.

  2. traweh dlu sobat…

  3. Semoga ini kebijakan dievaluasi lagi..

  4. Setuju…

  5. hormat dan segan sm guru sudah hilang..terpapar radiasi sinetron alay.

 Leave a Reply