Nov 042018
 

Siswa yang menempuh pendidikan di BSprA Jerman dengan komposisi 80% merupakan personel Tentara, Polisi, Hakim dan instansi Jerman lainnya, sedangkan 20% lainnya siswa internasional.

Jakarta Pusat, Jakartagreater.com   –   Angkatan Darat Jerman dan Perancis memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada prajurit TNI Angkatan Darat untuk belajar bahasa Jerman di Bundessprachenamt di Hurth, Cologne (Sekolah Bahasa Federal, Jerman) dan belajar bahasa Perancis di Kantor Atase Pertahanan RI di Paris.

Hal tersebut disampaikan Paban II/Bindik Spersad Kolonel Arm Budi Eko Mulyono, S.Sos.,MM, pada Jumat 2-11-2018 di Mabesad, Jakarta. Paban II/Bindik mengatakan, kesempatan ini diperoleh saat Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad) Mayjen TNI Heri Wiranto, M.M., M.Tr.(Han) berkunjung ke Jerman dan Perancis akhir Oktober 2018 lalu.

Ketika itu Aspers Kasad melaksanakan kunjungan ke Jerman dan Perancis dari tanggal 24 s.d. 28 Oktober 2018 dalam rangka kegiatan Pengendalian dan Pengawasan Pendidikan LN (Dalwasdik LN) yang diikuti Personel TNI AD disana.

Paban II/Bindik mengatakan, pendidikan yang dilaksanakan Bundessprachenamt (BSprA) Jerman maupun di Perancis pada dasarnya terbuka kepada seluruh Personel TNI AD, namun demikian dikarenakan jumlah alokasi yang terbatas maka dilaksanakan seleksi secara ketat baik dari aspek Jasmani, Akademik, Kesehatan serta kemampuan berbahasa asing.

“Selain itu, kriteria yang tidak kalah pentingnya adalah keselarasan jenis pendidikan dengan jabatannya. Ini penting, supaya kelak setelah selesai mengikuti pendidikan, yang bersangkutan bisa langsung menerapkannya di lingkup kerjanya secara langsung,” jelas Kolonel Arm Budi Eko Mulyono, S.Sos.,MM.

Lebih lanjut dijelaskan, Siswa yang menempuh pendidikan di BSprA Jerman dengan komposisi 80% merupakan personel Tentara, Polisi, Hakim dan instansi Jerman lainnya, sedangkan 20% lainnya siswa internasional.

“BSprA memiliki 450 jurusan pendidikan yang sesuai dengan animo dari instansi/negara pengirim dan penyelenggaraan pendidikannya dapat dilaksanakan dengan kelas besar, kelas kecil maupun kelas privat. Setiap tahunnya, mereka mendapat kurang lebih 400.000 permintaan kursus,” terang Budi Eko.

“Metode pengajaran yang diterapkan di BSprA adalah aplikasi bersosialisasi dengan masyarakat sipil di segala bidang kehidupan sehari-hari,” sambungnya. Sementara itu, menurut Kolonel Arm Budi Eko Mulyono, S.Sos.,MM, pendidikan di Perancis banyak yang berafiliasi dengan institusi pendidikan/universitas, baik yang terkait dengan pendidikan Perwira maupun Bintara.

“Hal tersebut bertujuan agar personel yang tidak melanjutkan karier di militer memiliki kesempatan untuk berkarya di lingkungan sipil, walapun tidak ada aturan yang memprioritaskan mantan anggota militer dalam hak mendapatkan pekerjaan,”sambungnya.

“Dari hasil kunjungan ke Jerman dan Perancis tadi, pada dasarnya peluang pendidikan ke luar negeri sangat terbuka luas, namun itu juga tergantung kepada kualitas SDM dari anggota kita, baik dalam rangka pendidikan militer maupun pendidikan umum setingkat S2 bahkan S3, sehingga kedepannya kita optimis jika TNI AD akan dapat diisi oleh personel yang unggul dan profesional dan berkelas dunia,” pungkasnya. (tniad.mil.id)

  5 Responses to “Sekolah di Jerman dan Prancis Terbuka Lebar bagi Prajurit TNI AD”

  1.  

    waduh ke depan byk jendral baru lulusan Pendidikan Militer AS dan NATO

  2.  

    Studi Gender pasti masuk kurikulum xaxaxa

  3.  

    kalian para warjeger daftar ke unhan sj gratis, syaratx lulusan S-1, ane mau daftar

 Leave a Reply