Jul 152017
 

Korea Selatan akan menyelesaikan rancangan jet tempur canggih KF-X pada paruh pertama tahun depan, ungkap Defense Acquisition Program Administration (DAPA). Selain itu Korea Selatan juga tengah mengembangkan radar AESA untuk melengkapi pesawat tempur Project KF-X.

Korea Selatan merencanakan akan mengganti armada pesawat tempur tua F-4 dan F-5, dan secara resmi meluncurkan program KF-X senilai 8,8 triliun won (US$ 7,7 miliar) pada awal 2016, dengan Indonesia sebagai mitra junior yang berbagi 20 persen dari total biaya pengembangannya.

DAPA akan menyelesaikan pengembangan pesawat tempur pada tahun 2026 diikuti dengan dua tahun uji operasi. Total Korea Selatan akan membangun sekitar 120 pesawat tempur KF-X.

“Kami sedang mengerjakan desain bentuk, akan dilakukan pada Juni 2018,” kata seorang pejabat DAPA. “Ini akan menjadi final, kemungkinan ada sedikit perubahan.”

Korea Selatan juga berfokus pada pengembangan radar AESA asli, elemen inti untuk pesawat tempur generasi 4.5.

Pada tahun 2016, Agency for Defense Development (ADD) menandatangani kontrak dengan Hanwha System, perusahaan pertahanan dalam negari, untuk pembuatan radar AESA. ADD memiliki kesepakatan terpisah untuk mendapatkan bantuan dari Elta Systems Israel untuk menguji prototipe radar.

Hanwha menyatakan telah menghasilkan prototipe radar pertama yang menunjukkan perusahaannya dapat melanjutkan pengembangan sistem yang sesuai untuk jet tempur KF-X.

Korea Selatan juga berusaha membeli sistem senjata utama untuk pesawat tempur KF-X, seperti rudal udara-ke-udara dari AS atau Eropa.

Namun menurut bebrapa pejabat Korea Selatan, AS enggan memberikan informasi mengenai beberapa senjata yang berkemampuan tinggi.

Yonhap

  110 Responses to “Selain Radar AESA, KF-X Sulit Dapatkan Senjata Canggih AS”

  1. Ayoo..oppa kamu bisaaa..

  2. Saya dukun penuh korea.krn saya pencinta cewek korea

  3. “Apakah.. proyek KFX/IFX ini akan berjalan lancar sesuai jadwal? Mari kita ikuti terus perkembangannya..”
    [ harap dibaca dengan logat Fenny Rose membawakan acara setajam silet! ].

  4. dasae asu pelit, sm kawan sendiri pake itung2an..ntar klo pedang yg bantu kan kawan2nya jg…asu tetaplah asu yg jahat, pelit dan arogan!!!

  5. masalah belum diizinkan beli senjata rudal canggih itu gpp itukan masalah belakangan yang penting jet tempur nya siap diproduksi dulu saja..

  6. Modelnya keren dgn fitur yg canggih,,OK go ahead pantang mundur bos.

  7. knpa nama Ifx gk pernah tercantum ..??

    • karna Indonesia hanya menyumbang dana 20% saja dari keseluruhan kerjasama dalam proyek IFX ini..
      Coba kalau Indonesia nyumbang lebih banyak lagi minimal 60% pasti nama IfX bakal diulang-ulang terus dalam penyebutannya.. Asal ada DUIT gan semua nya beres dah… tapi tenang Indonesia tetap kebagian proyek kok dapat 50 unit jet IFX nantinya 🙂

    • mnurut opini gw..
      indonesia dlm proyek ini cm dpt Tot ngrakit doank gk lebih dari itu..
      beda dgn korsel yg mmg dapat tot dari As atas skema pembelian f35 yg jmlhnya 48 unit..
      seandainya progamnya gagal korsel masih dpt f35 sdgkn indonesia gk tau dpt apa..
      kecuali cari patner lagi

    • ya semoga tdk gagal tp mslhnya sampe skrg progamnya diundur2 trs gk tau sampe taun berapa?? pdhl proyek kfx ifx ini lebih dulu ketimbang proyek punya jepang ATDX tp jepang sdh mngeluarkn prototipe bahkn sdh diujicoba dan skrg mulai diproduksi….klo indonesia cm dpt tot ngrakit y gpp itung2 bljr tp klo utk kmandirian indonesia prlu mitra lg….sama sprti krjsama ks changbogo dlm krjsama ini indonesia nanggung mknya indonesia krjsama turki krn turki sdh mnguasai system AIP sdgkn korsel masih tahap pengembangan

  8. Radar AESA sudah kerjasama sama elbit system kemungkinan sudah ada, tinggal IRST, Internal bay weapon sama mesin jet yang masih belum ada kemajuan

  9. Sudah kubilang dari dulu, IFX mulai diproduksi tuh baru di tahun 2026.

    Makanya RI butuh Gripen dan FA-50.

    48 unit FA-50 untuk pengganti Hawk (pengadaan FA-50 dicicil sampai 2026 tak apa)

    32 unit Gripen C/D MS20 untuk kohanudnas.

    48 unit Gripen E/F atau disebut juga Gripen NG untuk skuadron baru.

    RI adalah negara netral seperti Swedia. Juga RI beli alutsista hanya untuk mempertahankan diri (DEFENSE : Pertahanan) bukan untuk blok-blokan seperti Belgia.

    Jadi Swedia mau jual alutsistanya kepada RI karena Swedia berpegang teguh pada prinsipnya yaitu netral.

    • SWEDIA NETRAL TP CONDONG KE BLOK BARAT. SEPERTI VIETNAM DAN REPUBLIK ISLAM IRAN RAYA NETRAL TP CONDONG KE BLOK TIMUR (RUSIA).

      • ya condong ke barat wong russia sering melanggar perbatasannya…

        ks russia juga sering ngintip pantai-pantai swedish dan norway…

      • Tukang Ngitung PHD@ Swedia Netral? Sejarah Netralitas Swedia pada perang Dunia Ke-II itu sekarang menjadi topik yg kontroversial, karna tidak bisa dipungkiri Swedia adalah salah satu sekutu rahasia Nazi.

        Berikut kutipan artikel nya :
        However, when it came to trade with the Nazi regime, the Swedes, for a period of time, accommodated themselves to the Reich to an even greater extent than the Swiss did. The Swedish economy was, for a number of years, almost fully integrated into the Nazis’ New Order; the country supplied Germany with high-grade iron ore (30 percent of that used by the German armaments industry), as well as ball bearings, foodstuffs, wood, and many other raw materials. In matters of finance, the Swedes cooperated with Germany by providing credit, which allowed the delivery of vast quantities of military equipment to the Wehrmacht. Moreover, after the war, the Swedish central bank, the Riksbank, “examined gold it had received from the Nazis in payment for exports and returned about 13 tons that presumably had been stolen [from] Belgium and the Netherlands.”
        https://www.adl.org/news/op-ed/neutrality-in-europe-world-war-ii

        Swedia itu hanya negara kecil dan tidak bisa netral, bagaimana bisa netral ketika musuh bebuyutan Swedia satu2 nya adalah Rusia? Sejak 1994 Swedia itu tidak bisa dilepaskan dari NATO sudah banyak latihan militer NATO di wilayah kedaulatan Swedia. Bagaimana tidak ikut mengembargo ketika banyak teknologi USA di setiap senjata yg diproduksi dan dijual Swedia??

    • Awas loh bung ada yg bilang 2022..xixixixixi
      Bikin pesawat tempur dari awal itu minimal 15tahun.. Beda sama upgrade.. Indihe aja yg dananya no limit ga kelar2 hampir 30thn.. Apalg KFX ini keterlibatan indonesia sangat minim.. KFX diproduksipun kita cuma kebagian ngerakit.. Industri dlm negeri ga dilibatin di program KFX,, jd jangan ngarep bisa langsung dpt TKD 40-50%.. Gep selama puluhan tahun itu harus diisi dgn ilmu tambahan yg bisa membantu industri komponen pespur dlm negeri berkembang,, bukan cuma sekedar akusisi..

      • Hahaha, para follower GI n DR paling seneng klo denger IFX ada masalah, … ayuk pada Kumpul dimari para pesimistis,
        Kalian klo tahu status gripen brasil, jangankan ngejek IFX, baca berita nya ajah Udah mual

        • Saya nggak ngejek IFX lho bung.

          Saya hanya bilang IFX itu baru tahun 2026 diproduksinya.

          Kalau mesti harus nunggu IFX jadi bisa kedodoran kita.

          Bangga terhadap produk sendiri sih OK saja.

          Tetapi mesti harus realistis juga dengan kekuatan udara yang masih senen kemis.

          Jadi daripada patrolinya hanya senen kemis, mengapa tidak ditambah dengan alutsista baru sambil menunggu yang kita impikan menjadi kenyataan.

      • Nongol juga bung@SP..xixixiixixi
        Tinggal si ubed nih jarang nongol..

        Ane bukan follower GI,, gak kaya bung jimmy yg sales sukhoi.. Sikap pesimisnya dimana bung@SP?? Kayanya udah jelas,, banyak bngt pernyataan IFX kapan produksi.. Justru ane masih realistis sama kaya bung@PHD.. Dan Sangat2 mendukung IFX bukan KFX yah.. Xixixixixixi

        Karena ini proyek jangka panjang,, gimana juga kita harus punya plan B.. Toh ga ada ruginya kita dapet TOT dari negara lain sambil menunggu IFX selesai.. Mau itu KFX jd apa gak, ane sih masa bodo teuing.. Yg penting IFX tetep jalan..xixixixixixixi

        • Njir… saya Di Bilang Pengikut GI… ???? Saya Bukan Gripen Lovers Pak Jadi Buat Apa Buka GI…

        • Bung Welleh,
          Kapan KFX/ifx diproduksi sudah banyak referensinya. Beberapa orang meyakini 2026, waktu itu dikaitkan dengan kegagalan mendapatkan AESA.
          Target awal sebenarnya di 2023.
          Berita terbaru tentang AESA Hanwa Thales prototype jelas jauh melampau target awal.

          • Sebenernya bukan berita baru bung@SP sudah lama.. Seperti yg anda bilang dari awal system AESA diambil Hanwa Thales udah banyak yg prediksi program AESA KFX bakal brjalan lambat, karena LIG Nex1 yg udah riset radar AESA dari thn 2008 malah didepak..

            Pernyataan ini pun diperkuat dari pihak DAPA dan KAI kalo proyek ini bakal mundur.. Jd bukan segelincir orang seperti yg anda sebut.. Silahkan bung@SP search di google,, banyak bngt referensinya.. Salah satunya ya di artikel ini.. Kalo bung inget, ane dulu udah kasih linknya ke bung@SP.. Dan anda tetap bilang IFX thn 2023 produksi masal.. Kalo ane realistis aja bung,, ga mungkin dari Pihak DAPA sama KAI asal kasih pernyataan di depan publik dan brdasarkan historycal pembuatan pespur kurang dari 10thn udah bisa produksi hal yg amazing..xixixixixixi
            Kecuali KFX dikasih blue print yg punya pesawat trus disuruh kembangin.. Mungkin bakal beda ceritanya..

          • Dan intinya teknologi Radar AESA sudah jelas arahnya.
            Jd tak ada kata pesimif lg dong soal KFX/IFX?

            Patut dicatat soal target DAPA tsb saya rasa realistis karna bkn hanya Radar AESA tp juga 3teknologi lain.
            2026 sesuai kata bung @Seno saya rasa wajarlah secara kita “hampir” Nihil Ilmu soal Jet Tempur.

            Intinya DR itu HOAX wkwkwkwk
            (*Dendam kesumat dgn DR si Hoaxyah)

          • Dari awal (2011) kandidat nya aesa LigNex1, Kenapa kemudian diganti Hanwa Thales bukan karena tanpa sebab.
            LigNex1 Aesa adalah untuk FA50, diameter yang diharapkan dibawah yang disyaratkan utk F33/KFX.
            Aesa Kfx sendiri mengambil referensi kemampuan Aesa F35, hanya Raptor sajalah yang bisa mengalahkan kemampuan Aesa F35 dan Hanwa Thales ditunjuk untuk target itu.

            “Sebenernya bukan berita baru bung@SP sudah lama.. Seperti yg anda bilang dari awal system AESA diambil Hanwa Thales udah banyak yg prediksi program AESA KFX bakal brjalan lambat”

            BERITA BARUNYA ADALAH Aesa Hanwa Thales sudah berhasil prototype 2017 ini, jauh lebih cepat dari prediksi Dapa sendiri tahun 2023.

            Jadi kenapa masih pesimis dengan proyek ini ?

          • Didepaknya LIG Nex1 karena ada unsur politik bung,, Hanwa dibawah samsung merupakan perusahan terbesar di korsel.. Banyak orang hanwa yg dekat dgn pemerintah korsel.. Kasusnya hampir sama dgn Sukhoi dan Mikoyan.. dibilang ukurannya lebih kecil ga juga.. Orang prototypenya udah lebih dulu ada dan udah disesuaikan dgn desain KFX..

            “BERITA BARUNYA ADALAH Aesa Hanwa Thales sudah berhasil prototype 2017 ini, jauh lebih cepat dari prediksi Dapa sendiri tahun 2023.” trus peRnyataan dari DAPA PRODUKSI 2026 anda bilang pesimis?? Itu dari yg buat sendiri loh yg bilang.. Itu namanya realistis bung bukan pesimis.. Coba diberita tahun 2016 sampe skrng DAPA ada bilang 2023 KFX bakal produksi???

          • Hebat bung Welleh ini, bisa secara dalam melihat bahwa SAMSUNG lebih dekat ke pemerintah daripada LG. Ini dua merk dan group industri yang kuat di Korsel. Dan yang jelas HANWA bukan dibawah Samsung, HANWA lah malahan yang mengakuisi 20persenan Samsung techwin untuk mendukung produksi radar nya.
            LIGNEX sendiri adalah rekanan utama ADD dalam pengadaan peralatan militer produk dalam negeri Korsel, kurang dekat apa dengan DAPA/ADD ?

            AESA LIGNEX adalah untuk FA50 NG bung.
            Dan KFX membutuhkan spek yang lebih tinggi dari itu dan Thales ada di belakang Hanwa

            Kata Bung Welleh sudah disesuaikan ke KFX ??
            Bagi Awam, 2 hal yang membedakan kemampuan AESA satu dengan yang lain adalah Diameter dan Modul. Dan ini sangat sulit dilakukan. Bisa dicek varian dari AESA Selex atau AESA APG 77-81 Northrop.

            Mengenai PESIMIS, saya bukan menilai DAPA. Saya berkomentar terhadap warjager sendiri. Mengenai target awal 2023 KFX (seperti statemen saya) dpt dicek di Wiki.

            https://www.flightglobal.com/news/articles/seoul-sets-timeline-for-indigenous-kfx-aesa-develop-428366/
            Link ini menunjukan progres AESA KFX saat ini jauh lebih cepat dari target DAPA prototype di tahun 2020

    • ah jangan gitu lahh bung Phd, kami khan bukan anak-anak ….
      1. walo bukan nato dan disebut netral, tetapi semua elemen gripen adalah produk Nato , silakan cek dari ujung sayap sampe ujung kolor pilotnya
      2. jika khawatir dipake operasi tempur negara lain, kenapa jualan pespur ? Jika RI beli untuk melawan Auise misalnya, apakah nanti akan dilarang juga ? atau bagaimana sih cara berpikirnya orang swedia masalah ini ?
      3. apakah jika Malaysia memakai Mig29 melawan Indonesia F16 berarti Rusia mendukung Malaysia dan Amerika mendukung Indonesia ?
      4. Berarti policy jualan swedia lebih parah dari policy embargo amerika??? Kita beli gripen ga boleh untuk menyerang negara lain tapi untuk bertahan saja?? Ngapain dibeli??

      • Lho gripen untuk kohanudnas itu untuk kejar2 black flight pesawat yang masuk RI itu berarti bertahan toh.

        Trus gripen untuk penambahan skuadron sebagai skuadron work horse alias untuk patroli itu juga untuk upaya bertahan toh.

        Striking balik musuh yang nyata-nyata serang kita itu juga upaya bertahan toh.

        Striking duluan alutsista musuh yang mau serang kita itu juga upaya bertahan toh.

        Striking kapal nelayan pencuri ikan itu juga upaya mempertahankan sumber daya pangan kita toh.

        RI tidak akan berpikir untuk menyerang negara lain kecuali mereka nyata-nyata mau ancam serang kita dan mereka tidak mau cara diplomasi untuk berdamai.

        • Itu Gripen kan pesawat kerupuk, masa iya berharap black flight dgn pesawat kerupuk..
          KSAU maunya pesapur Superior, dari trackrecord pespur gen 4,5 itu hanya SU-35 yg pantas di akuisisi untuk memenuhi keinginan TNI AU yg sangat butuh Pespur Superior Udara yg setidaknya bisa disesuaikan dgn budget..

        • Gimana mau menjamin kita akan strike Negara lain Bung PHD??
          Gimana bisa regim TNI AU kita menjadi semakin rumit jika Gripen dibeli.
          Jika strike kita hanya bias pake SU, F16
          Klo untuk pertahanan kita hanya pake Gripen

          Jualan normal saja Gripen harus pontang-panting , ehhh ini masih juga dibatasi dengan Policy Negara Netral.
          Baru kali ini saya denger Negara jualan alat perang khusus untuk Negara Netral dan Digunakan Hanya Untuk bertahan, .. yaaa dari Gripen saja Konsep ini.

          • Bung seno, dlm perjalanan tender awalnya Belgia tdk mencatutkan adanya poin proposal Request For Information (RFI).
            Yang didalamnya tertulis Dukungan teknis ekstensif dimaksud tentu mengacu pada dukungan teknisi maupun peralatan apabila Gripen digelar ke medan pertempuran.
            Secara tdk langsung Proposal tsb mengacu Swedia ikut berperang jika Gripen dipakai untuk berperang.
            Maka dr itu Gripen menolak..

          • Bukan strike negara lain lho bung.

            Saya bilangnya strike alutsista musuh yg mau masuk wilayah RI.

            Kalo soal tetangga usil itu sudah biasa. Kita pun bisa balik ngusilin mereka tanpa pakai alutsista tapi pakai aturan dan kebijakan ekonomi yg menyangkut produk mereka.

          • Bung Chaplin,
            Apakah ini juga menjelaskan kegagalan Gripen dijual di Denmark, Belanda dan Norwegia yg notabene Negara kanan kiri Swedia ??

            Mengenai Requirement Belgium bisa dilihat di sini :
            http://www.vandeput.fgov.be/sites/default/files/articles/Request%20for%20Government%20Proposal_0.pdf

            .

          • Bung @seno, besar juga ya datanya 5mb 😀

          • – Untuk Belanda & Norwegia itu bukan ditolak Gripen melainkan Ditunjang kwdua negara tsb karna lbh memilih program JSF (F-35) jd bukan soal masalah Blok2an.

            – Untuk Denmark Gripen yg mengundurkan diri krn Denmark mengajukan persyaratan yg menurut Gripen ya memang juga syarat tendernya dirancang sdh condong ke F-35.
            Bukan soal blok juga. (*Terbukti beli)

            Soal belgia sepertinya udah sangat jelas diatas.

            Poin yg saya komentari itu anggapan bung seno yg ada kutipan “Hanya menjual ke negara Netral dan untuk bertahan saja”,

            Permasalahannya bukan Fungsi ini pespur mau bertahan atau tidak, melainkan saat Pengoperasian-nya nanti jd jika Belgia perang pun Swedia ikutan walaupun sekedar operator khusus Pespur yg dijual ini, itulah syarat yg ditolak gitulhoo intinya.

            Dr dokumen bung seno diatas pasti ada karna itu Resmi kan?

          • Bung Chaplin,
            Dokumen tersebut resmi.
            Semua pre-bid untuk tender a to z disebutkan disitu.
            Mungki saya yang kurang teliti, tapi sama sekali tidak disebutkan “military Swedia” untuk mendukung Negara Buyer.
            Secara umum disebutkan “teknikal support dan logistic/part” agar “kesiapan tempur” dapat tercapai.
            Disebutkan juga kerjasama “training dan exercise” kedua belah negara.
            Mungkin Hal-hal ini yang tidak sesuai dengan Hukum Netralitas di Swedia.

            Repot juga yaaa, kita mau beli alutsista tetapi harus mempelajari ‘Hukum-hukum” yang berlaku di negara vendor ??
            Misalnya kita yang salah “pemahaman dan pengertian” mengenai Hukum di Swedia, bisa saja di tengah jalan kita dilarang untuk menggunakan alutsista tersebut ?

          • Bung Seno,
            ” tapi sama sekali tidak disebutkan military Swedia untuk mendukung Negara Buyer. ”

            Secara tdk langsung, bung seno sudah tau jawaban yg di bagian tulisan anda sendiri tulis..

            ” teknikal support dan logistic/part” agar “kesiapan tempur” dapat tercapai. ”

            Istilahnya begini,
            – Anda beli pespur ya saya ajarin cara pakai dan memperbaiki-nya.
            – Anda silahkan pakai itu pespur untuk berperang sm musuh anda.
            – Anda juga bisa beli Spare Part nya dr saya.

            Nah tp anda tdk boleh memakai Orang saya ke negara anda untuk stand by memperbaiki pespur tsb saat perang berlangsung.
            Itu jelas sekali anda mendukung saya ikut campur diperang tsb..
            Sedangkan negara saya dgn negara musuh anda berteman.
            Tp jika perang anda berdua (2 pihqk berperang) sama2 teman saya.
            Jd istilahnya jika musuh anda (teman saya) bertanya knp pasok spare part ya karna pespurnya dr saya sebelum perang, jd saya bisa jawab ke musuh anda (teman saya) begini : “Saya juga saya bisa pasok ke anda jika anda beli pespur saya”

            Contoh nyata itu : – Qatar – Negara Koalisi Arab. Dalam halnya teman keduanya USA.
            USA pasok pespur ke Qatar saat Kolaisi Arab memusuhi itu negara tp gk ada kan Perjanjian yg isinya “Saat perang
            ” orang saya (McDonell D, Boeing,dll) stand by di negara anda saat perang membantu menyiapkan Pespurnya? Melainkan itu sdh saya ajarkan di “training dan exercise” dan Spare Part akan saya kirim karna itu Pespur produk saya.

            Ini imho saya soal Gripen dan Belgia..

          • Bung Chaplin,
            Dalam document tersebut tidak muncul ayat satupun/kata satupun yang menyatakan keikutsertaan negara Seller dalam “war/conflict” buyer/belgia. Asumsi yang menyatakan “menyeret Swedia” ke medan peperangan Belgia adalah analisa penulis/komen2 di atas saja.
            Dukungan teknikal/part untuk kesiapan tempur, latihan dan kerjasama exercise , sangat wajar diminta buyer apalagi Konsep TOT yang selalu diandalkan oleh SAAB.

            Merujuk ke dalam komen Bung Chaplin sendiri.
            Ambil contoh TOT Swedia ke Brasil (atau Indonesia misalnya). 100 orang lebih insiyur SAAb ada di Embraer atau PT. DI.
            Dan terjadilah konflik Brasil vs Kuba atau Indonesia vs Ausie. Apakah ini berarti 100 orang insiyur Gripen tersebut melanggar prinsip “netralitas” Swedia ??
            Dan bagaimana status TOT jika ditengah jalan terjadi konflik yang melibatkan pespur Gripen menghadapi pesawat lawan, jika dikaitkan kembali dengan prinsip “netralitas” swedia ?

      • Padahal Swedia Itu Pro Barat Loh Pak Dan Netral Itu Cuma Embel-2 Coba Saja Jika Swedia Memang Netral Apakah Mau SAAB Jual Gripen Ke Negara Yg Bersahabat Dgn Blok Timur Contohnya Vietnam Dan Alzerbaijan…

        Note

        Biasanya Negara Netral Klau Jual Alutsista Gk Pilih-pilih

        • Lho Indonesia juga bersahabat dengan Rusia dan China, walaupun Indonesia sering diakali kedua negara itu, dipromosikan ini alutsista hebat eh ternyata begitu sampai di tangan ternyata kaleng kerupuk berbentuk pespur dan rudal.

          Nasib, nasib. Mau beli alutsista canggih malah dikirimin kaleng kerupuk.

          Xixixixi

          • Coba pak Cari Info Lagi… Setelah ORLA Kita Lebih condong Ke Barat Apa ke Timur Dan Saya Sudah Wajar jika Gripen Fansboy Suka Menjelek-Jelekan Produk Lain Tanpa Melihat Fakta…

          • @Jimmy S
            Husshh,, “Saya Sudah Wajar jika Gripen Fansboy Suka Menjelek-Jelekan Produk Lain Tanpa Melihat Fakta”
            Apa bedanya sama ente kalo gitu bung..xixixixixixixi

            Belajar realistislah,, jng trlalu idealis.. Xixixixixixixi

          • Ya Bedalah pak … Saya Menjelekan Barang Itu Dgn Fakta&Di Dlm Batas Lho Pak?… Misal F-35 Saya Bilang Pesawat Mahal Dan Banyak Masalah Dan Nyatanya F-35 Memang Benar Mahal Dan Banyak Masalah (Ambil Saja Slh Satu Contoh ‘Hipoksia’)…

        • Jimmy Sullivan@ Rusia dan Swedia itu bermusuhan bukan satu dua dekade, bukan pula karna banyak nya pelanggaran udara yg dilakukanRussia, tetapi sudah ratusan tahun mereka bermusuhan, ya paling tidak sejak Raja Swedia Charless XII menginvasi Russia pada tahun 1708-1709, atau bahkan lebih lama lagi sejarah permusahan diantara mereka. https://en.wikipedia.org/wiki/Swedish_invasion_of_Russia

          • Dah Tau Pak… Makannya Saya Bilang Swedia Itu Lebih Pro Barat…

          • bung jim, kita spt nya dl udah sepakat klo disini bahasa nya jika menyebutkan orang pake Bung aja bung jim, jgn pake Pak ahj..ga enak di dibaca..ente kyk org baru aja dimari pake bahasa Pak…lama2 ente nyebelin jg ya ternyata,,,,¡

          • Hahaha… Itu Kebiasaan Nyales Yg Kebawa Kebiasaan Bung…

      • Dengan pertanyaan2 anda bung@SP,, apa kabarnya IFX dgn supporting 21 komponen AS,, sisanya dari eropa loh.. Kalo pemikiran anda seperti itu,, IFX hanya sebatas pajangan dan berarti anda yg pesimis dong??xixixixixixixi

        Sejauh ini kita bukan negara agresor bung,, jd memang alat yg kita gunakan utk bertahan.. Kalo mau pakai menyerang negara lain,, indonesia harus kluar dari sikapnya kalau bukan negara non blok..

        • Bung Welleh
          JAwaban saya itu adalah komen kepada Bung PHD terutama pada artikel “gripen mundur dari Belgia fighter”
          Dimanna Bung PHD beralasan Gripen ga laku di Belgia karena Gripen hanya untuk Negara NETRAL dan Swedia adalah Negara NETRAL, sedangkan BELGIA adalah Nato so Gripen tidak dijual ke NATO ??
          Kenapa dari awal Gripen tetap ikut di kompetsisi Belgia klo sdh tahu belgia NATO.
          Ini yg sangat lucu mengenai reason Bung PHD mengenai Gripen kalah di Belgia.

          • Hahaha… Maaf bung2 semua tapi kalau ngomongin IFX sebenarnya Gripen itu
            Tidak ada hubungannya, IFX hasil kerja sm korsel dan indonesia dan dibelakangnya itu asu yg ternyata punya kuasa akan project ini… Swedia emang apa hubungannya? kalau toh niat untuk beli pespur dng alasan agar IFX lancar maka pilihannya itu Yah beli FA 50 dan F16 viper block 70 yg ditawarin asu sambil nunggu IFX bukannya Gripen… Emang asu senang kalau kita ambil gripen? Ya sy rasa sih daripada su 35 mereka labih senang kalau kita ambil gripen… Tapi senangnya sedikit president asu pun yg sekarang semboyannya AMERICAN FIRST.. Jadi pastinya lebih senang kalau kita ambil pespur mereka… Jadi kalau begitu pilihan demi IFX itu FA 50 dan si Viper block 60 bukan gripen karena swedia ga da hubungannya sm hal ini termasuk juga rusia (ehem maaf yah bung jimmy tapi emang rusia gada hubungannya dng IFX sih ) gara2 bw gripen sy juga ikut ngomong gripen wkkkk lebih baik kalau bahas soal gripen di thread baru su35 atau gripennya sendiri nanti xixixi…

          • Maaf bung@SP,, saya menanggapi pertanyaan bung@SP karena itu berlaku dgn KFX/IFX juga, kaya yg ane bilang.. Komponen IFX berasal dari AS dan eropa.. Jd kalo anda pesimis dgn komponen yg gripen punya dgn kata embargo.. Hal itu otomatis berlaku dgn IFX..

            Utk masalah Gripen mundur di belgia,, bung@Chaplin udah jelasin diatas..

          • Bung Fnc,
            Gripen memang tidak ada hubungannya dengan Kfx/Ifx secara langsung.
            Kenapa jika ada berita Kfx/Ifx si Gripen juga ikut ribut ya alesannya karena SAAB ini begitu dendamnya dengan Kfx. Setiap program sales Gripen selalu dikaitkan dengan usaha digagalkannya Kfx.

            Dendam ini berawal tahun 2007 dimana saat memulai program Kfx terdapat skandal suap antara SAAB dengan pejabat korea.

            Kfx sendiri benar-benar mulai adalah MOU Indonesia dan Korea tahun 2011.

          • Setuju sekali sm bung senopati… Kok gripen dibawa – bawa apa hubungannya sm swedia lucu… IFX ini teknologi utamanya dari barat kan Yaitu si asu… Dan hasil kerja sm kita dan korsel, jadi pantas sih kita harus nyenengin mereka biar proyek kita… Beli FA50 pasti korsel senang…lah beli gripen sapa asu senang emang? Mereka aja nawarin pespur jadi aneh kalau kandidatnya FA50 dan Gripen yg bikin senang korsel dan asu kandidatnya mustinya yah FA50 dan F16 viper block 70 kok si gripik swedia dibawa –
            bawa hahaha… Lagian yg punya kuasa embargo IFX kita pun asu jadi bikin senanglah om asu ini dng beli pespur mereka kok bawa-bawa swedia pespur mereka juga teknologinya dari asu.
            Wah kalau itu sy baru tahu bung Saab punya dendam toh sm kfx… pantesan…

          • Bung @fnc & @seno, Tentu saja Gripen dan kepentingan Ifx kita ada hubungannya,
            Karna diperdebatan ini ada yg memancing kata “Embargo”.

            Bagian ini saya gak ikutan ahahahahaahaaa
            Jd menarik melihat perdebatan embargo ini,
            Padahal gk perlu takut…
            – Toh ada Perjanjiannya.
            – Toh target kita Ilmunya.
            – Toh emg nya kalau diembargo kita gak bisa bikin lg gtu? Wong teknologi2 itu isinya beli semua, kita dpt ilmu perakitan dasar jd “bisa aja” Ifx bentuk sama tp teknologi berbeda buktinya Iran.
            – Toh kita dlm posisi mantap dimata Internasional beda tahun dibawah 2005.

            Toh toh tohh lah pokoknya..

          • Hahaha… Berarti sy termasuk tersangka dong bung soalnya dibawah ada post sy dng kata itu…yah karena banyak yg sebut2 gripen sy juga ngomongin gripik, Setelah itu baru sadar ini kan berita tentang IFX wkkkk… Tapi juga kalau bicara tentang EMBARGO IFX ini kan sudah jelas yg punya embargonya siapa yg jelas intinya swedia tidak punya hak dan kuasa buat embargo IFX… Jadi yg perlu diwaspadai itu yg punya hak embargo ngapain yg gak punya hak di bawa – bawa… Tapi pasti ada yg nyeletuk kok itu tadi ada bw rusia juga… Rusia pun juga gak punya kuasa sm IFX, Tapi kita sekarang punya sukhoi mereka punya kuasa akan hal itu… jadi kalau kalau bicara kata embargo mereka punya kuasa juga kan… Tapi yah bukan IFX pastinya

  10. Buat ka atau cuman ngerakit

  11. Emang bikin pespur itu susah ya..
    Apalg ini ada silumannya…
    Banyak belajar aja…dan sabar..
    Semoga ilmuan nkri bisa…

  12. Saingan rafale yg akan akan dan akan dibeli malaysia ni

  13. memang teknologi itu mahal ..Benar sekali kata eyang Habibie ..bangsa yg maju adalah bangsa yg bisa menguasai Teknologie… katena Teknologi itu mahal dan sulit

  14. jangan jangan bener isu yang bilang as memaksa kemampuan kfx/ifx tetap dibawah f 16v dan f 18 e/f

    • Korsel membina KFX buat ganti F4 dan F5 bung.
      KFX bukan utk ganti F16 ato F15 yg tetep jd pesawat handalan walaupun KFX telah siap operasional 2030 nanti.

      Soal kemampuan KFX tetep dibawah F16 dan F18 itu emang hal yg harus berlaku bung..
      Mana mungkin asu membiarkan KFX bisa lebih tangguh dari F16/15/18 .
      Itu bisa merugikan boieng ,lockheadmartin yg udah menguasai pasaran dunia.
      Soal spek IFX lebih rendah dari KFX ..
      Itu pun udah pasti bung.
      Mana mungkin asu benarkan IFX utk guna radar easa buatan mereka ato Israel.
      Korsel coba bina sendiri radar easa yg pastinya dibawah spek yg asli.
      Itu pun belum tentu sukses dan masih ditahap coba utk bisa membuat.
      Andai siap mungkin yg buatan korsel inilah yg cocok buat IFX karna utk bisa guna buatan asu/israel pasti gak dibenarkan.

      Pogram KFX ini emang sukses buat korsel karna ianya buat ganti F4 dan F5 aja.
      Korsel masih punya pespur lain yg lebih tangguh saperti yg kalian udah tau.

      Pogram IFX buat Indonesia sebetulnya pogram gagal total dan merugikan.

  15. jangan terlalu berharap
    mungkin kita hanya dapat pesawat + isi nya
    tp kita tak mungkin di bolehin tau Apa isi pesawat itu,

  16. Semoga Cepat Terlaksana buat Indonesia,Dan Semoga Ada yang Menawarin Pembuatan Pesawat Tempur Bersama dari Negara lain(dapat Tot 100 Persen,Pembuatan di Indonesia)

  17. Ini kan berita kemaren?
    Wkkkkk…. Fansboy gripen pada kumpul toh fufu
    Sy juga sebenarnya gak keberatan sm gripen, tapi liat sikap salesnya apalagi kalau soal ifx itu yg bikin eneg… Kalau yg bikin keberatan sm gripen apa yah? Ahh iya embargo!!

    Swedia anti embargo emang? Kata siapa? Lah arap aja diembargo duitnya banyak padahal apalagi indonesia, masih ingat dulu TNI kelimpungan gara2 embargo asu tapi giliran TNI pindah haluan ganti alustsista rusia Jeng… Jeng…. Langsung dicabut tuh embargo kenapa? bukan berarti Rusia juga ga pernah embargo indonesia sih, itu bomber legendaris kita sm mig buktinya… Tukang embargonya ada 2 jadi yg patut diwaspadai mereka berdua kalau asu bilang embargo bisa swedia nolak? Lah gripen teknologinya dari mana swedia asli?

    • Nah Lho… Semua Teknologi Inti Gripen Itu Dari Amerika&Israel… Sekali AS Bilang Embargo Indonesia Kita Langsung Modar Gk Bisa Apa-2 Dan Dulu Saat Tsunami Aceh Hercules Tdk Bisa Apa-2 Karena Herculesnya Tinggal 1 Biji Dan spare Partsnya Abis Gara2 Kanibalisasi…

      • Rusia juga pernah embargo kita.

        Saat Mig mau kita gunakan eh ternyata rusak dan suku cadang yang diberikan ternyata tidak pas dengan spesifikasinya.

        Akhirnya Mig kita banyak yang benar2 jadi kaleng karatan.

        Sebaliknya US sudah beri 21 jenis teknologi pembuatan pespur. Tinggal bikin sendiri 4 teknologi yang lain.

        • “Suku cadang yang diberikan ternyata tidak pas dengan spesifikasinya.”

          Sejak kapan pernyataan diatas bisa disamakan dgn kata Embargo?
          Ini bukan Embargo bung, dimasa itu Anggaran kita yg gak ada mungkin hihi

      • Ini dia nih sales yg anti IFX berarti.. Jelas2 IFX komponennya dari ASU sama Israel juga.. Ini masuk kriteria pesimistis ga yah?? Xixixixixixixi

        India knp sampe brpaling dari rusia bung utk proyek fighter Gen 5nya yah? Xixixixixixixi

        • Ini dia nih sales yg anti IFX berarti.. Jelas2 IFX komponennya dari ASU sama Israel juga.. Ini masuk kriteria pesimistis ga yah??

          ————————

          Lho Coba Klau Saya ANTI IFX Jelaskan Buktinya Dimana… Dan Bilang ‘Embargo’ Dari Negara Tertentu Itu Sudah Biasa Di Lakukan Para Sales Karena Itu Cuma Sebuah ‘Strategi’ Dlm Nyales…

          • “Lho Coba Klau Saya ANTI IFX Jelaskan Buktinya Dimana… Dan Bilang ‘Embargo’ Dari Negara Tertentu Itu Sudah Biasa Di Lakukan Para Sales Karena Itu Cuma Sebuah ‘Strategi’ Dlm Nyales…”

            Jawab ga yah?? Xixixixixixixi
            Itu artinya ente hanya mikirin barang jualan ente bung.. Yg artinya ga mikirin IFX.. Hanya mikirin Yg penting barang jualan ente laku.. Xixixixixixixi

            Kalo anda menjelekan produk lain dgn embargo gimna nasib IFX bung jimmy.. Itu IFX produk AS & Israel juga loh.. Yg secara ga langsung jelekin IFX dan optimis IFX gagal gara2 embargo.. Piyee tohh bung..

          • Lho Emang Saya Bilang IFX Gagal Gara2 Embargo Gitu?. Enggak tho Dan Lagian pernyataan Saya Tentang Embargo Tiba-2 dikaitkan Dgn IFX…

  18. Mengapa saya lebih suka FA-50 dan Gripen ?

    1. Indonesia, Swedia dan Korsel punya persamaan yaitu ada perbatasan laut dan ada perbatasan darat.

    2. Swedia sering dirusuhi wilayah udara dan lautnya oleh Rusia. Korsel pun juga sering dirusuhi Korut.
    Indonesia sering dirusuhi wilayah laut di Natuna juga oleh China, Vietnam dan Malaysia di Ambalat. Semua negara ini punya alutsista pespur dari Rusia sehingga jika dibiarkan mereka juga akan merusuhi wilayah udara dari ZEE kita di Natuna maupun Ambalat. Masakah jeruk makan jeruk ? Maksudnya, masakah pespur bikinan Rusia akan dihadapi dengan pespur bikinan Rusia juga.

    3. Singapore dan Australia bukanlah musuh tetapi mereka justru takut pada kita sebab Singapore justru menumpuk alutsista karena takut diserang kita dan Australia membangun Jindalee untuk mengawasi pergerakan pesawat kita. Bagi kita, hubungan antara Indonesia dengan Singapore dan Australia itu mirip hubungan antara Swedia dengan Norwegia, Finlandia dan Denmark atau antara Korsel dengan Jepang.

    4. Jadi situasi kita mirip dengan Korsel dan Swedia.

    5. Baik Swedia maupun Korsel sudah berhasil mandiri merancang dan membangun pespur walaupun beberapa isinya adalah dari US. RI butuh keahlian seperti itu walaupun pertama-tama hanya merakit saja. Jadi belajarlah RI kepada mereka. Swedia juga menawarkan join desain alutsista kepada RI. Alutsista yg mana ? Mbuh ora ngerti. Kita pun juga patut berterima kasih kepada US sebab sudah memberikan 21 jenis teknologi pembuatan pespur. Dari 25 teknologi hanya 4 yang tidak diberikan ya terserah yang mau ngasih dong. Daripada nggak diberikan satu pun teknologi seperti si Rusia pelit yang overhaul dan upgrade pun harus dibawa ke sono.

    6. Saat ketrampilan itu kita dapatkan maka dalam pandangan saya, sesudah IFX jadi selesai diproduksi, kemungkinan besar mulai tahun 2035 akan ada pengembangan dari IFX. Mungkin dengan jeroan gado2 juga dari US, British, Perancis, Jerman, Korsel, Swedia, Israel dan lokal.

    • Australia dan singapur bukan musuh?
      Masih membekas di ingatan ini soal timtim yg lepas dari kita akibat tuduhan si aus ini kpd indonesia yg akhirnya didukung asu, mereka juga ngotot mengirim pasukan buat dikirim ke sana yg bahkan prajurit TNI ada yg meninggal ditembak mereka karena salah paham si prajurit aus… Begitupun dng si upil waktu jaman embargo pespur2 mereka dbg sengaja masuk indonesia seakan nantangin… Mereka suka membully negara ini Sikap mereka baru berubah ketika alutsista kita menguat tapi terutamanya itu karena sifat agresif cina di LCS

      • Ditambah kalau mengingat kejadian ini : https://indomiliter.wordpress.com/2009/03/10/menyibak-misteri-lock-sukhoi-tni

        Miris sekali dibilang bukan musuh..

      • Memang bukan musuh bung@FNC,, tp sebuah ancaman.. Kalo musuh udah ga ada lg yg namanya hubungan bilateral.. Dan ga ada lg yg namanya bentuk kerjasama apapun..

        Poin penting dari komentar bung@PHD justru ada di No. 6..

        • Ancaman itu berarti musuh potensial toh? Yah kalau poin nomor enam bisa terwujud itu bagus sy ikut mendukung… Sekali lagi sebenarnya sy ga keberatan sm gripen sih, Yg tidak sy dukung itu seperti keinginan seperti lapak sebelah beli gripen dan membatalkan project IFX beda cerita kalau beli gripen dan mempermulus IFX xixixi…

        • Musuh potensial kan, baru berpotensi tp belom jd musuh bung.. Piye tohh..

          Kalo udah jd ancaman ya ga ada salahnya di waspadai.. Namanya juga udah terancam.. Xixixixixixi

        • Huehehehe bung @Welleh..
          Maka dari itu jelas hukum alamnya jika mereka musuh Potensial maka Alutsista kita diimbangi dgn mereka.
          Dalam hal ini Australia sdh memakai F-35,
          Dan mengaharapkan Gripen jujur saja itu Tidak Logis.

          Perbandingan SU-35 Vs F-35 kita sudah sering dengar,
          Nah Gripen Vs F-35 ? Saya rasa udh pada taulah..

          So jgn diperjanjang, yg namanya musuh potensial itu memang harus kita imbangi dr segi alutsista toh kan ente sendiri blg gak ada salahnya..

          Dah gak sanggup itung lah pokoknya Tegang2an soal Australia-Indonesia.

          Jgn kan bilateral, Duta Besar saja pernah ditarik belum lama kan kejadiannya?
          Kalau gk ada Duta Besar artinya gk ada hubungan apa2..

          • Ane kira bung chaplin ngerti.. Xixixixixi

            Kan udah ane bilang,, itu bisa jd plan B.. Utk ngisi kekosongan.. Itu F-35 kapan datangnya sih? Dgn sisa MEF 2 & 3 kita msh punya kesempatan utk mengakusisi banyak pesawat, menambah ilmu dan ngembangin industrin dasar pesawat tempur.. Sayang itu yg diatas udah keburu alergi sama sales saab yg over sama kaya sales yg atu lg disini.. Xixixixixi

            Saking alerginya lupa kalo IFX komponennya darimana..

            Ya emang harus di waspadain tp bukan juga phobia.. Trus 16 su-35 vs 72 F-35 udah imbang bung? Tetep aja kagak imbang.. Itu kalo udah lempar2an pensil kaya korut,, ane yakin indonesia masih sanggup lngsung beli 60 SU-35 buat ngimbangin AUS.. Dgn pembelian gripen bukan berarti kagak beli Air superiority macam su-35.. Kan masih ada 2 periode, tinggal mana yg mau diduluin.. Piye tohh

            Masa cuma gara2 phobia sama alergi,, jd kagak mau belajar..

          • Wah bung Welleh punya plan B toh? Baru tehek saya soalnya gk ada tuh diatas huehuehue..

            Soal embargo saya gak ikut2 mknya saya diemin aja karna memang bkn itu menurut saya masalah Gripen yg menurut saya jangan dulu “Sekarang”..
            Jd biarlah urusan Embargo bung2 senior mikirin karna saya gak mikir itu embargo huehuehue

            Saya bkn phobia lho bung welleh tp musuh potensial ya memang pantas toh diimbangi?
            Lho kalo nunggu sesi mef2 dan 3 itu rencana pembeliannya su-35 aja dh dr 2013 bung ditambah masa produksi lg, pembelian 16 bkn untuk imbangi 60 pespur F-35 tp lbh ke Plan-nya.
            Kita tau negara kita gak bisa beli sprti Australia sekali getok 60an ekor, mknya kalau bukan sekarang nyicilnya kapan lagi?
            Masa nunggu 60ekor F-35 nyampe baru kita getok palu 11 ekor Su-35 penghabisan mef 1?
            Jadi di mef 2 yg kita nunggu masa 5thn nego + masa produksi lg?
            Itu kacaw plan namanya
            Huehuehue

          • Utk ngisi kekosongan.. Itu F-35 kapan datangnya sih? Dgn sisa MEF 2 & 3 kita msh punya kesempatan utk mengakusisi banyak pesawat, menambah ilmu dan ngembangin industrin dasar pesawat tempur.. Sayang itu yg diatas udah keburu alergi sama sales saab yg over sama kaya sales yg atu lg disini.. Xixixixixi

            ——————

            Njir Gua Di Samain Sama DR Dan Coba Sebutkan Di Mana Overnya Saya Masa Cuma Bilang ‘Embargo’ Di Bilang Over Padahal Banyak Orang Yg Bilang Embargo Lho Dan Bilang Embargo Bukan Berarti Pesimis Akan KFX/IFX Yg Teknologi Intinya Berasal Dari AS&Israel…

            ——————

            Ya emang harus di waspadain tp bukan juga phobia.. Trus 16 su-35 vs 72 F-35 udah imbang bung? Tetep aja kagak imbang.. Itu kalo udah lempar2an pensil kaya korut,, ane yakin indonesia masih sanggup lngsung beli 60 SU-35 buat ngimbangin AUS.. Dgn pembelian gripen bukan berarti kagak beli Air superiority macam su-35.. Kan masih ada 2 periode, tinggal mana yg mau diduluin.. Piye tohh

            ——————

            Lho Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati Lagian Australi Dah Kedatangan F-35 Tahun Depan http://googleweblight.com/?lite_url=http://m.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/17/03/03/om8l4i366-jet-f35-muncul-perdana-di-pameran-dirgantara-australia&ei=y4Yen3zC&lc=id-ID&s=1&m=635&host=www.google.co.id&ts=1500299231&sig=ALNZjWnzCCqGd6CMJy9PL4RwrwBFDxy8wg

            ——————

            Masa cuma gara2 phobia sama alergi,, jd kagak mau belajar..

            ——————

            Lah Coba Ilmunya Banyakan Mana Belajar ‘Ngerakit’ Atau ‘Buat’ Sayap…

      • Timtim ?

        Sejak awal yang jadi bagian RI adalah seluruh Nusantara yang menjadi jajahan Belanda.

        Timtim itu jajahan Portugis.

        Jadi itu bodonya si Jendral yg suka senyum2 sendiri itu mau2nya dia disuruh US untuk aneksasi Timtim.

        Soal Timtim lepas itu berarti lepas pula tanggungan RI atas orang2 tak tahu berterima kasih yg ada di sana.

        Sesudah lepas mereka baru tahu rasanya mereka tak didukung lagi. Sampai saat ini keadaan mereka jauh lebih buruk jika dibanding saat bersama RI.

        • Tapi jng lupa bung OPM pun sekarang punya kantor di selandia baru dan australia jng sampai tragedi yg sm berulang

        • Wah jawaban anda kog kayak gini..kasihan dong prajurit2 TNI yg jaga tim2 dikala itu…saya yakin dikala itu tidak ada sama sekali lepasin tim2..kalo tidak kita diposisi terjepit…lihat aja operasi seroja..berapa nyawa TNI…yg hilang..

          • Indo Elite@ Saya baru mau bilang yg senada, trims.

            Selain itu @PhD lupa kalau ada isu komunisme dan elemen yg bersebrangan dengan Freitelin dari dalam Timor Timur yg menginginkan invasi tersebut.

            https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-gesitnya-kopassus-serbu-penjara-buat-kagum-para-tawanan.html

          • Tugas tentara itu adalah taat pada perintah panglima.
            Salah atau benar, si tentara harus taat.

            Saat itu yang jadi panglima tertinggi adalah si Jendral yg suka senyum2 sendiri.

            Jadi keputusan si Jendral yg suka senyum2 sendiri untuk nuruti kemauan US itulah yg patut dipersalahkan.

            Soal membendung pengaruh Fretilin supaya jangan masuk ke NTT cukup bangun tembok sepanjang perbatasan, toh panjangnya perbatasan NTT dan timtim itu tidak sepanjang tembok china.

            Jadi keputusan Pak Habibie untuk lepaskan Timtim melalui referendum itu sangatlah tepat.

          • Patut dicatat setiap keputusan Panglima tertinggi itu berdasarkan laporan bawahan dan laporan Intelijen jd setiap putusan itu bukan karna Ego semata tp juga Harga Diri Bangsa kita.
            Termasuk kejadian pemutusan hub Militer dgn Australia itu krn sepele memang tp terbukti AJARAN Militer Australia dibina berdasarkan Penghinaan ke Indonesia.
            https://m.tempo.co/read/news/2017/01/04/120832607/ini-materi-pelatihan-militer-australia-yang-hina-indonesia

            Jd YA kalau pertanyaannya Wajib Mengikuti Perintah Komandan.
            Tapi jawabannya TIDAK kalau ente menuduh semua Jendral itu egois dalam menerapkan Keputusan.

            Australia MUSUH POTENSIAL.

    • Sy pikir kalian semua sudah benar,, kita ini pancasila, bukan marksisme atau liberal atau lain2,
      Apa salahnya jika ilmu kita ambil dari blok barat ataupun timur, dan bisa jadi dari kedua blok, masalah embargo itu sudah hak si pemilik, karna kita hanya pengguna,
      Untuk saat ini kita hanya sebagai negara pengguna, yg berkeinginan kuat menjadi negara pemilik,
      Mungkin anak cucu kita nanti yg mendeklarasikan sebagai negara pemilik pespur.
      kaum pemuda di thn 1945 adalah pencetus kemerdekaan,
      Dan bisa jadi kaum pemuda saat ini adalah pencetus kemandirian,

  19. Ingat, Senjata rifle SS1? Itu awalnya kita cuma ngerakit dan lisensi dari FN. Baru ketika Pindad dah jago ngerakit SS1, muncullah SS2 hingga SS2 V5 yg keren dan bisa membuat kita bangga karena dgnya TNI bisa juara Lomba menembak tingkat dunia ngalahin yg pake M16, AK47, Styr Aug, dsb. Lihat aja, dari awalnya ngerakit dan lisensi CN235 dan LPD akhirnya bisa ekspor bahkan kita dah bisa buat pesawat penumpang sendiri pake mesin baling2 dg fly by wire pertama di dunia. Kalo gak ada Krismon, kalah tuh ATR, Embraer, ama Bombardier.

    • + Optik Bidik Trijicon ACOG (Advance Combat Optical Gunsight) TA031NSN.
      (Optik Khusus buatan USA untuk Pasukan Khusus Amerika)

      Jd memang awalnya SS yg dipakai TNI 100% buatan Pindad, tp dlm perjalanannya setiap ada kompetisi coba cek Optik apa yg dipakai TNI tsb dh diganti dr awalnya Optik KISS Buatan Pindad.

  20. Untuk pendapat Om TN PhD saya setuju kita pake FA50 atau Gripen karena kita butuh pespur interseptor. Idealnya kita punya pespur interseptor yg kecil, lincah, mematikan, jangkauan lumayan, biaya operasi rendah, kesiapan tinggi dan mudah maintenance. Lebih bagusnya kalo dua jenis pespur itu dimasukkan dalam Kohanudnas agar tidak tumpang tindih operasi dg Koopsau. Jgn sampai pespur lagi dipake buat latihan militer tiba2 Kohanudnas juga butuh gara2 ada Lasa X nyelonong. Pespur Koopsau biar diisi yg sangar2 macam Sukhoi family sama nanti IFX aja buat kekuatan utama seperti doktrinnya AS dan Rusia.

    • Itu dia yang saya maksudkan :
      Interceptor beda dengan air superiority.

      Interceptor bisa gunakan pespur single engine mana pun yg berkecepatan lebih dari 1,5 mach. Interceptor untuk Kohanudnas.

      Air superiority itu untuk hadapi musuh yg mau masuk RI. Air superiority bisa gunakan pespur mana pun yg berkecepatan 2 mach atau lebih tidak soal single engine atau double engine.
      Air superiority untuk KOOPSAU.

      • Untuk Interceptor TNI sdh memiliki Su-27/30 & F16 (Untuk sementara).

        Jd pantas sekarang jika TNI ingin Air Superiority mengimbangi kawasan..
        Dalam hal ini Gripen tersingkir..
        Beda halnya nanti, saya dukung Gripen diakuisisi..
        Tp membahas Gripen saat TNI menginginkan pespur Air Superiority itu ibarat Dark Rider memaksakan Dagangan laku dgn cara menebar HOAX..
        Begitulah kura kura, wassalam..

        • Dark Rider siapa sih bung? Sepertinya kerap disebut-sebut di sini. Ada hubungan apa sama Kamen Rider?

        • Air superiority juga akan sudah dan akan dibentuk kok.

          Artikel saya seri terakhir sudah menghitung minimal 112 unit yang dibutuhkan.

          Single engine medium yg dibutuhkan juga sudah dihitung 80 unit.

          Single engine ringan juga sudah dihitung 112 unit.

          Jadi 112 heavy, 80 medium dan 112 light.

          Tetapi jika ternyata dibalik jadi 112 heavy dan 112 medium maka light hanya butuh 64 saja.

          Tahun 2026 seluruh Hawk sudah harus diganti. Hawk 109/209 tadinya 40 unit tinggal 23 unit. Total mau diganti 40-48 unit.

          Tahun 2029 seluruh F16 baik yg 52ID dan cadangannya dan seluruh F16 MLU sudah harus diganti. Tadinya 40 unit sekarang tinggal 38 unit. Total mau diganti 40-48 unit.

          40 + 40 = 80 unit pas dengan jumlah IFX.

          • Intinya fokus KSAD menginginkan Air Superiority dan itu jatuh ke SU-35 yg memang sampai saat ini Air Superiority untuk mengimbangi kawasan, Indonesia belum ada.
            Gripen itu bukan untuk Air Superiority melainkan kerupuk nanti dimakan setelah menu utama.

            Coba baca ulang pepesan anda diatas “Air superiority bisa gunakan pespur mana pun yg berkecepatan 2 mach atau lebih”.
            Ini kan lucu, mengandalkan kecepatan sedangkan teknologinya saja tak mempuni untuk di Cap Air Superiority.
            Hahahahaa
            Makan siang dulu bung saya laparr
            (Jangan lupa krupuknyaa..)

          • Kalo acuan kecepatan utk air superiority dan interceptor mungkin itu kurang tepat Bung TN. Mig 31 aja bisa lebih dari mach 2 tapi fungsi dan kegunaannya sbg interceptor ( doktrin Rusia adalah kecepatan dlm reaksi dan penyelesaian). Sebetulnya konsep interceptor sendiri sudah banyak ditinggalkan dan diganti dg multy role fighter. Lebih tepat bila pembagian ini dialihkan pada air defense dan air superiority.

  21. Wuih debatnya seru jd pgn ikutan komen. Berapa %kah nanti komponen dlm negri?

 Leave a Reply