Selain Su-35, J-20 Akan Hadir di “Pulau Induk” Buatan China

29
16
Jet tempur siluman Chengdu J-20 dalam Zuhai Airshow 2016. Β© Alert5 via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Jet tempur siluman Chengdu J-20 China salah satu dari sedikit jet tempur generasi kelima di dunia, telah dikirim ke Laut China Selatan dan di persenjatai dengan persenjataan aktif untuk melaksanakan patroli di perairan yang disengketakan, seperti dilansir dari Sputnik.

“Kami baru saja menerima sebuah grup jet tempur [Su-35] dari Rusia dan meresmikan Chengdu J-20 tahun lalu, dan kini kami dapat memasukkan mereka ke dalam misi tempur yang sesungguhnya di Laut China Selatan”, kata Xu Guangyu, penasihat senior dari China Arms Control dan Asosiasi Perlucutan Senjata pada hari Jumat.

Pada bulan Januari 2018, kapal perusak Angkatan Laut AS berlayar sedikit terlalu dekat ke sebuah pulau di Laut China Selatan yang dipersengketakan oleh China dan Filipina.

Analis mengatakan Chengdu J-20 mungkin memiliki dampak terbatas pada situasi di Laut China Selatan, menurut Asia Times, karena jet tempur siluman itu tak dirancang untuk melaksanakan patroli maritim namun lebih kepada superioritas udara diwilayah yang dikuasai oleh musuh.

Selain “tersendatnya” produksi yang membatasi jumlah total dari Chengdu J-20, suhu tinggi, kelembaban dan korosi air garam di sana akan membuat “lapisan siluman” J-20 tidak efektif setelah terpapar lama di lingkungan semacam itu.

Jet tempur J-20 dan Su-35 dapat ditempatkan pada koleksi “pulau induk” yang dibuat oleh China sebagai bagian dari upaya konstruksi dan reklamasi di Laut China Selatan, termasuk pembangunan fasilitas bandar udara dan hanggar.

“Chengdu J-20 juga akan mengubah sejarah angkatan udara di kawasan Asia Pasifik. Di masa lalu, hanya AS dan sekutu Jepang yang boleh memiliki jet tempur siluman, tetapi sekarang, monopoli mereka di wilayah ini telah dipatahkan oleh J-20 China”, kata pakar militer Song Zongping.

29 KOMENTAR