Mar 202019
 

MiG-35 memulai uji terbang © United Aircraft Corp.

JakartaGreater.com – Mesir memiliki kesepakatan senilai US$ 2 miliar dengan Rusia untuk pembelian lebih dari 20 pesawat tempur multiperan Su-35 Pengiriman akan dilakukan pada tahun 2020-2021. Pembelian ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Udara Mesir.

Menurut harian Kommersant, mengutip dua manajer tinggi di industri pertahanan Rusia, kontrak tersebut mencakup pengiriman lebih dari 20 pesawat tempur Su-35 serta suku cadangnya.

Jika melihat dari total nilai transaksi yang sebesar US$ 2 miliar kemungkinan jumlah Su-35 yang dibeli Mesir sekitar 24 unit, karena pada Februari 2018 Indonesia melakukan kontrak 11 pesawat tempur Su-35 dengan harga US$ 1,14 miliar. Tercatat sejak tahun 2017, Mesir menyatakan minatnya untuk membeli setidaknya 12 pesawat tempur Su-35.

Menariknya, pengiriman Su-35 pertama untuk Kairo akan bertepatan dengan finalnya kontrak perjanjian yang dilakukan pada tahun 2014 untuk pembelian 46 jet tempur MiG-35 pada 2017-2020.

Setelah kudeta militer, pergantian kekuasaan dan penangguhan pasokan perlengkapan dan bantuan militer dari Amerika pada Oktober 2013, Mesir secara signifikan mendekati Rusia, dan memesan sejumlah besar persenjataan dari Moskow.

Sudah pada tahun 2014, sebuah paket kontrak telah ditandatangani untuk pengiriman berbagai sistem pertahanan udara (sistem anti-rudal Antey-2500 dan Buk-M2E), artileri, senapan ringan dan jenis peralatan dan persenjataan lainnya dengan nilai total sekitar US$ 3,5 miliar.

Ini adalah sinyal pertama mulai membaiknya kerja sama militer-teknis antara Kairo dan Moskow sejak tahun 1972, dimana saat itu penasihat militer Soviet meninggalkan Mesir atas permintaan Presiden Mesir Anwar Sadat.

Su-35 adalah pesawat tempur multiguna buatan Rusia, dan dimasukkan sebagi pesawat tempur generasi 4 ++. Su-35 dilengkapi dengan avionik terbaru, dengan radar modern M035 Irbis-E. Pabrikan Sukhoi menyatakan radar itu memungkinkan Su-35 untuk melacak simultan hingga 30 target di udara, 4 target didarat, dan menyerang 8 target paling potensial.

Su-35 dilengkapi dengan mesin dengan daya dorong vectoring, dan jangkauan terbang hngga 3,6 ribu km, dan dapat ditingkatkan hampir tanpa batas dengan kemampuan pengisian bahan bakar diudara.

Su-35 dapat mencapai kecepatan lebih dari 1,5 Mach dan ketinggian langit-langit 15 ribu. meter, menggotong hingga 8 ton persenjataan pada 14 pylon dibawah sayap dan badannya. Ini mencakup berbagai macam bom, rudaludara ke udara dan rudal udara ke darat.

Su-35 saat ini sudah memperkuat Angkatan Udara Rusia, juga diekspor ke China, dan menungu pengiriman pesawat pertama ke Indonesia.

Defence24

 Posted by on Maret 20, 2019