Selama 2 Hari, Jet Tempur dan Kapal China Bermanuver dekat Taiwan

Jakartagreater.com – Di saat militer Taiwan terlibat dalam latihan tembakan (live firing) yang melibatkan arsenal rudal jarak jauhnya pada Rabu pagi (9 September 2020), beberapa jet tempur Angkatan Udara Pembebasan Rakyat (PLAAF) menembus Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan, mendorong Angkatan Udara Taiwan mengeluarkan 24 peringatan untuk mengusir pesawat-pesawat tempur China, dirilis Taiwannews.com.tw, 09-09-2020.

Dari pukul 7:07 hingga 9:30 pada Rabu pagi, ketika Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST) Taiwan mulai menguji rudal pertahanan udara atau rudal balistik taktis, beberapa pesawat tempur PLAAF menembus ADIZ Taiwan dari barat daya beberapa kali. Jet-jet itu termasuk Sukhoi-30 (Su-30) dan Chengdu J-10, menurut Kementerian Pertahanan Nasional (MND).

Jet-jet itu terlihat memasuki ADIZ pada ketinggian 1.500 meter, 2.500 m, 4.000 m, 4.500 m, 7.000 m, dan 9.000 m, lapor Liberty Times. Angkatan Udara Taiwan mengeluarkan total 24 peringatan kepada pesawat tempur China sebelum akhirnya keluar dari ADIZ, menurut laporan itu.

Kementerian pertahanan Taiwan pada Kamis malam mengutuk manuver yang dilakukan oleh militer China dalam dua hari terakhir di dekat pulau itu. Menurut media lokal, ada sekitar dua lusin pesawat dan tujuh kapal perang Tiongkok di dekat Taiwan.

“Tindakan militer ini telah mengguncang Taiwan secara serius dan mengancam stabilitas dan perdamaian regional,” kata Wakil Menteri Pertahanan Chang Che-ping pada konferensi pers tersebut.

Sistem deteksi ancaman Taiwan merespons secara real time dan menjaga keamanan Taiwan.

Dalam konferensi yang diselenggarakan pada waktu yang sama oleh Kementerian Luar Negeri, juru bicara Joanne Ou menyatakan bahwa “pemerintah China bertanggung jawab atas ketidakstabilan situasi di kawasan” dan bahwa “komunitas internasional harus memperhatikan intensifikasi tindakan agresif ini.”

Unjuk kekuatan oleh militer China di perbatasan Taiwan bukanlah hal baru dan tidak jarang terjadi, namun aktivitas dalam dua hari terakhir dilakukan dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya.

Tinggalkan komentar