Jun 232018
 

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Selandia Baru, Ron Mark selangkah lebih dekat untuk membuat pengadaan pertahanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, seperti dilansir dari laman Stuff.co.nz.

Mark akan mengajukan usul untuk membeli hingga empat pesawat patroli maritim Boeing P-8A Poseidon dari Amerika Serikat kepada Administrasi Pemerintahan dan Komite Review Pengeluaran Negara pada hari Selasa.

Pesawat tersebut akan menggantikan armada patroli maritim P-3 yang kini telah pensiun, dengan perkiraan biaya hingga US $ 1,4 miliar dan ini akan menjadi salah satu pembelian paling signifikan, sejak upgrade fregat. Akan tetapi, Angkatan Bersenjata Selandia Baru mengatakan bahwa harga akuisisi mungkin kurang dari itu.

Begitu panitia Kabinet telah melihat proposal tersebut, ia harus pergi ke Kabinet, sebelum keputusan pembelian dibuat nantinya. Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk proposal dan kapan akan diajukan ke kabinet, tapi Mark mengatakan bahwa itu diperkirakan akan terjadi sebelum akhir Juli 2018.

Selama Audiensi Departemen Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan pada awal bulan ini, Mark mengatakan bahwa dia harus memulai “dari awal” pada rencana pengadaan itu, ketika menjabat sebagai menteri tahun lalu.

Ketika pemerintahan sebelumnya memulai proses tersebut, Mark mengatakan tidak ada bukti bahwa ada dokumen yang dibawa ke komite kabinet atau pun kabinet, dan dia pun tidak akan mendukung rekomendasi tanpa memahami proses pengambilan keputusan.

“Saya yakin sekarang bahwa rekomendasi yang akan saya bawa ke panitia Kabinet akan berakhir, bahwa itu kuat, itu dapat dibenarkan dan saya berada di tahapan di mana saya berkonsultasi dengan orang-orang”, katanya.

“Jadi komentar penutup dari saya, tidak bisa menilai terlebih dahulu apa yang mungkin akan dipilih oleh komite atau kabinet, karena bagi saya untuk meletakkan kasus ini, saya hanya akan mengatakan untuk menempatkan ponsel Anda dalam mode penerbangan, meletakkan nampan Anda, menunggu, hingga saatnya”, lanjut Mark.

Dalam pengarahannya kepada menteri yang datang, Angkatan Bersenjata Selandia Baru (NZDF) dan Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa armada enam P-3K2 Orion telah melakukan penempatan militer dan berkontribusi pada pengelolaan wilayah yang menjadi tanggung jawab maritim Selandia Baru selama 60 tahun terakhir.

“Pesawat dan sensor mereka telah di upgrade beberapa kali tetapi saat ini mereka telah berada pada batas peningkatan lebih lanjut”, terangnya.

Dalam Buku Putih Pertahanan tahun 2016 menyimpulkan bahwa Orion perlu diganti pada pertengahan tahun 2020-an.

Sementara itu, di surat resmi yang dirilis ke RNZ menemukan bahwa NZDF menghabiskan sekitar $ 360 juta untuk pemeliharaan dan perbaikan pesawat yang telah menua selama 10 tahun terakhir, itu dua kali lebih banyak daripada pada dekade sebelumnya.

Pada tahun 2008, perawatan pesawat menghabiskan sekitar $ 24 juta. Sedangkan pada 2 tahun lalu, biaya tersebut melonjak lebih dari $ 50 juta dan tahun ini tagihannya lebih dari $ 43 juta.

Mark mengatakan bahwa dia tidak ingin dikritik karena keputusan yang dia buat selama menjabat sebagai menteri, terutama mengingat personel NZDF harus berurusan dengan peralatan selama 30 tahun.

  4 Responses to “Selandia Baru Bermaksud Membeli Empat Unit P-8A Poseidon”

  1.  

    wah.. laris manis dagangannya 😀 mantab deh… (karena pake m)

  2.  

    AS nyaris tanpa lawan dlm hal penjualan mainan buatannya terutama kpd koalisinya!he3

  3.  

    Ini kenapa sih negara kampunya si Tazmania juga beli Poseidon? Emng mereka punya musuh ya?