Seluruh WNI Dilepas Abu Sayyaf, Yang Lain Masih Disandera

Zamboanga City – Empat orang Indonesia dibebaskan oleh penculiknya Abu Sayyaf di Sulu pada Rabu sore, 5/11/2016.

Kepala Polisi kota Jolo, Inspektur Junpikar Sittin, mengatakan keempat orang Indonesia itu diturunkan (drop) di luar rumah Gubernur Sulu Abdusakur Tan II, Rabu, 15:00 waktu setempat.

Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bautista Station Teodulfo di Barangay Bus-Bus di Jolo, untuk medical check-up.

Inspektur Sittin mengatakan, sejumlah sumber mengungkapkan bahwa Samsula Adju, kepala urusan politik Front Pembebasan Nasional Moro, melakukan negosiasi untuk melepas korban penculikan, dan dana 50 juta Peso telah dibayarkan sebagai tebusan.

Mereka yang dibebaskan adalah : Moch. Ariyanto Misnan, Lorens M.P.S, Dede Irfan Hilmi dan Samsir. Mereka diculik oleh kelompok bandit Abu Sayyaf di perairan Tawi-Tawi pada 15 April.

Pada tanggal 1 Mei, sepuluh orang Indonesia juga dibebaskan dan ditinggalkan di luar rumah Tan oleh penculik Abu Sayyaf di Sulu. Para korban adalah awak kapal tunda yang diculik dari perairan Sulu pada tanggal 28 Maret.

Pada tanggal 25 April, korban penculikan asal Kanada John Ridsdel dipenggal oleh penculiknya Abu Sayyaf yang menuntut 300 juta Peso sebagai uang tebusan.

Tiga sahabatnya sesama warga Kanada, yakni : Robert Hall, Norwegia Kjartan Sekkingstad dan Filipina Maritess Flor masih tetap berada di tangan Abu Sayyaf. Mereka dibawa dari marina di Pulau Garden City of Samal di Davao del Norte pada 21 September tahun lalu.

Mereka yang masih di tangan penculik adalah warga Malaysia : Wong Teck Pang, Wong Hung lagu, Wong Teck Chi dan Johnny Lau Jung Hien, yang diambil dari Sarawak pada 1 April.

Para korban penculikan lainnya yang berada di tangan kelompok bandit Abu Sayyaf adalah warga Jepang pemburu harta karun Toshio Ito, yang diculik di Pangutaran, Sulu pada bulan Juli 2010; birdwatcher Belanda Ewold Horn, yang ditawan pada bulan Februari 2012 di panglima sugala, Tawitawi.

Warga negara China, Yahong Tan Lim, yang diculik di Isabela City Mei 2014; pedagang ikan Filipina Hajan Perong dan Joshuan Bani yang diculik di Bongao, Tawi-tawi pada tanggal 2 Juni 2014; dan pengusaha Filipina Dennis Cabadunga, yang diambil di Labason, Zamboanga del Norte Mei 2015.

Sumber : Globalnation.inquirer.net

Tinggalkan komentar