Jun 282017
 

Pasukan Turki tiba di Qatar 23/6/2017 (Mohamed bin Khaled / @MbKS15)

Berlin – Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel 27-6-2017 menyeru semua pihak yang terkait krisis Qatar untuk melakukan pembicaraan langsung agar terhindar dari peningkatan ketegangan. Jerman juga mendesak Iran untuk memainkan peranan yang membangun.

“Semakin lama krisis Qatar berlangsung, konflik akan semakin dalam dan mengeras,” ujar Gabriel setelah selama 90 menit melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

“Kami berharap pembicaraan secara langsung akan segera terwujud di antara semua pihak yang terkait karena peningkatan krisis tidak akan menguntungkan siapa pun”, ujar Gabriel.

Ia menambahkan perjanjian tahun 2015, ketika negara-negara besar mencabut sanksi internasional terhadap Iran, sebagai imbalan atas kesediaan Teheran mengendalikan program nuklirnya, yang telah membantu mengendalikan kemungkinan konflik militer.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik perjanjian itu namun Gabriel mengatakan Jerman dan Eropa akan menentang upaya-upaya pembatalan kesepakatan tersebut.

Gabriel mengatakan Iran dan Jerman masih merupakan “dunia yang terpisah” terkait hak keberadaan Israel, yang disebutnya “tidak dapat diutak-atik”. Tetapi,  Gabriel mengatakan dia dan Zarif telah mulai membahas masalah tersebut dan banyak masalah lainnya.

Menlu Jerman itu mengatakan Presiden Iran Hassan Rouhani sedang berupaya membuat Iran lebih menarik bagi para penanam modal asing. Upaya tersebut merupakan bagian dari tujuan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Iran.

Gabriel mengatakan Iran sebetulnya juga bisa meningkatkan posisinya dengan membantu menurunkan ketegangan di kawasan.

Zarif mengatakan Iran tertarik untuk berupaya mencari penyelesaian politik dalam konflik dengan Qatar.

Qatar, tidak seperti negara-negara tetangga lainnya di kawasan Teluk, tetap menjalin hubungan baik dengan Teheran, dengan alasan bahwa “tekanan dan sanksi dan blokade” bukan merupakan jawaban.

Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain pada 5 Juni 2017 memutuskan hubungan dengan Qatar atas tuduhan bahwa negara itu mendukung milisi-milisi Islamis. Qatar membantah tuduhan tersebut.

Sejak memutuskan hubungan, keempat negara mengeluarkan 13 tuntutan, termasuk penutupan stasiun televisi Al Jazeera, pengekangan hubungan dengan Iran, penutupan pangkalan Turki dan agar membayar kerugian.

Gabriel mengatakan melihat daftar tuntutan itu sebagai “titik awal perundingan, tapi bukan akhir”.

Zarif mengundang Gabriel untuk berkunjung ke Iran di tengah upaya kedua negara memperluas hubungan bisnis dan perdagangan.

Antara/Reuters

Bagikan:

  2 Responses to “Semakin Lama Krisis Qatar, Konflik Semakin Mengeras”

  1.  

    bikin rame aja lah nanggung buar seluruh timteng ngerasain perang. abis itu merembet ke eropa xixixi

  2.  

    Isolasi Qatar tetap berujung pada kegagalan total..

    Saudi jd tersangka lagi..

 Leave a Reply