Semarak Peringatan Hari Pahlawan

40
61
jkgr73
Kemeriahan Peringatan Hari Pahlawan di Kota Surabaya (all photos; Ari, Biro Surabaya).

Surabaya – Gelora hari Pahlawan begitu kuat terasa di Surabaya, saat saya menapaki jalan jalan dan terasa mereflksikan semangat penduduk tertanam dalam, untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Perjuangan mereka dulu tidak sia-sia karena rakyat Surabaya terlihat terus membawa semangat perjuangan Pahlawan untuk terus disemai di kota ini, 9/11/2014.

Berbagai elemen masyarakat menyiapkan diri, termasuk dengan baju layaknya pejuang kemerdekaan, tanpa banyak dikordinir. Suasana semakin meriah karena Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, ikut lebur dalam acara yang antara lain bertemakan, “Parade Juang”. Dengan rute Tugu Pahlawan hingga Balaikota, mereka berjalan melewati Jalan Tunjungan dan Hotel Majapahit.

jkgr72

Kegiatan Parade juga diikuti oleh tokoh tokoh Surabaya. Ada 23 kelompok yang ikut meramaikan Parade juang dengan jumlah ribuan orang. Diantaranya dari Komunitas Roode Brug Soerabaia, Drumband Taruna AAL, Drumband Taruna Akademi Pelayaran, Organisasi Masyarakat dan Pelajar sekolah menengah pertama serta sekolah menengah atas.

jkgr74
Kemeriahan Peringatan Hari Pahlawan di Kota Surabaya (all photos; Ari, Biro Surabaya).

Parade Juang kental dengan Nuansa Perjuangan dan Militer dengan ditampilkannya Perlengkapan militer diantaranya Panser Anoa, Panhard dan lain lain. Parade ini juga dilengkapi aksi teatritikal diantaranya penyoobekan Bendera Belanda dari merah putih biru menjadi Merah Putih di hotel Yamato (Majapahit) yang dilakukan oleh komunitas masyarakat dan pelajar, dilengkapi dengan suara tembakan dan petasan.

jkgr75

Antusias Masyarakat Suroboyo tampak memenuhi yang membuat kota Surabaya serasa memasuki waktu 69 Tahun yang lalu di mana masyarakat bersatu padu melawan Sekutu yang mencoba menduduki Kota yang dihuni Para Pejuang.

Serasa hanyut dalam suasana perang 10 November1945 walau hanya lewat bidikan Kamera. (by Ari , Biro Surabaya).

40 KOMENTAR

  1. Dimakassar Ga’ Ada yang Meriah seperti di Surabaya , jadi ingat waktu sy di Serang (sekarang jadi ibu kota Provinsi Banten) ada acara pawai obor dan makan nasi daun beralaskan daun jati ( mirip nasi jambLang di kota Cirebon ) Rindunya suasana di SERANG. πŸ™

  2. Itu senapannya M14 buatan ASU tahun 50an…pasti pinjeman dr gudang senjata kodam :mrgreen: padahal pejuang surabaya pake senapan arisaka jepang dan Lee enfield rampasan inggris…kalo di lampung lee enfielg masih di piara loh sm korem sering dipamerin…

  3. Pahlawan kita yang masih hidup :

    1. BJ. Habibie, Mantan Presiden RI ke 3
    Seorang Insinyur kapal, ahli aeronautika jebolan Jerman memiliki kewarganegaraan kehormatan dari pemerintah jerman. Mantan Dirut PT IPTN yang kemudian dipercaya Pak Harto menjadi salah seorang pembantunya di Kementerian Ristek. Di masa emas kepemimpinan beliau, Indonesia berhasil menunjukan kelas teknologi yang bukan main. N250, hasil rekayasa enjinering di PT IPTN ( PT DI sekarang), buah karya anak-anak bangsa Indonesia asli yang sangat patut mendapat acungan jempol dengan nilai sempurna.

    Menduduki kursi kepresidenan setelah “lengser keprabonnya” Jendral besar Soeharto sang Presiden 32 tahun akibat Krisis ekonomi, dengan warisan utang yang segede gaban, nilai tukar rupiah yang nyaris menyundul puncak gunung Salak (Rp.16.000/1 USD), dengan tangan dingin yang sangat cekatan beliau berhasil tekan diangka 6 ribu dalam jangak waktu 6 bulan saja… ( prestasi beliau belum dapat disamai oleh presiden-presiden selanjutnya).

    2. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)

    Diakui ataupun tidak, beliau adalah salah satu pemimpin negeri ini yang paling lama menerima mandat rakyat Indonesia, ya 10 tahun, alias dua periode pemerintahan.

    dibawah kepemimpinan beliau, Indonesia setidaknya berhasil mengukir banyak sekali prestasi, terutama dalam bidang ekonomi dan pembangunan, salah satu indikatornya adalah APBN RI yang pada masa awal kepemimpinan beliau hanya berkisar diangka 1000-1600 Trilyun rupiah, berhasil menyentuh angka hampir 3000 trilyun diakhir masa kepemimpinannya.

    Utang Indonesia kepada IMF Lunas, (sayangnya BLBI semakin gak jelas penyelesainnya). UU Minerba ( sayang juga baru dikeluarkan dipenghujung Pemerintahan), Indonesia berhasil naik peringkat ekonomi dunia menjadi urutan ke 15, dan sepertinya tinggal masalah waktu untuk mencapai rangking 8 dunia.

    demikian juga dengan perkembangan demokrasi di tanah air, dibawah kepemimpinannya demokrasi semakin menemukan ruhnya, meskipun masih jauh jika dikatakan sempurna, tapi minimal fondasi besarnya telah berhasil dibangun, kebebasan berbicara dan berpendapat di ranah media sama sekali bebas bahkan terkesan vulgar.

    3. Dahlan Iskan
    Satu-satunya lulusan Madrasah Aliyah yang bergelar Prof. Doktor (HC) dari univesitas-universitas dalam dan luar negeri.

    Mantan “orang sakit hati” yang dipercaya menjadi pembantu dekatnya Presiden RI ke 6 SBY, menangani BUMN yang sejumlah 142 perusahaan dengan asset nyaris 4000 trilyun.

    dengan jurus “pukulan tangan es” ( saking dinginnya tangan beliau), BUMN yang berkatagori mayat hidup, pocong, zombie berhasil dihidupkan kembali, PT IKI Makassar, PT DI, PT Prinus dan lain lain mulai bisa berjalan lagi, bahkan sebagian bisa berlari kencang.

    tidak itu saja, pemikiran, ide dan terobosan-terobosan beliau dalam hal ketahanan energi dan pembangunan infrastruktur berbasis kedaulatan bangsa wajib untuk terus dikembangkan oleh pemerintah selanjutnya, contoh ide beliau yang diadopsi dalam pemerintahan Jokowi : Pendulum Nusantara yang bermetamorfosa menjadi Tol Laut, ketahan energi berbasis sumber daya baru terbarukan dan Mobil listrik.

    Sebenarnya masih ada beberapa pahlawan lagi yang berhak masuk di list ini, berhubung terbatasnya alinea yang daku miliki, ( termasuk juga pengetahuannya tentu). maka sementara ini hanya beliau bertigalah yang bisa diriku tuliskan.

    Masih banyak hal hebat lainnya yang dapat kita korek dan kita teladani dari sosok pahlawan-pahlawan kita diatas, tinggal berpulang kepada kita kedepan, apakah nama dan gagasan para pahlawan diatas akan kita teladani, kita lestarikan, kita lanjutkan, atau malah kita simpan di musium untuk suatu saat kelak kita hanya mampu mengatakan kepada anak cucu kita..” … ini looh.. para pahlawan kita !”.