Jun 302014
 

Jakarta -Pada 9 Juli nanti Indonesia akan menentukan presiden baru periode 2014-2019. Bagaimana nasib program strategis nasional yang bersifat jangka panjang, seperti pengembangan jet tempur canggih bernama Indonesian Fighter Xperiment (IFX)?

Program pesawat ini dimulai dan dirancang sejak tahun 2010, dan direncanakan memasuki fase produksi massal mulai tahun 2022.

Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim menyebut, program pengembangan jet tempur canggih IFX sangat bergantung terhadap Presiden baru. Namun meski tergantung, Silmy menyebut Indonesia harus memiliki kemandirian di dalam penguasaan dan produksi pesawat tempur canggih.

“Kalau kemandiriannya berapa lamanya, itu tergantung keputusan kepala pemerintahan,” kata Silmy saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (27/6/2014).

Silmy menjelaskan, program jet tempur IFX generasi 4.5 tersebut sangat menguntungkan Indonesia. Bila pesawat ini tercipta, maka bisa menghemat devisa karena pemenuhan peralatan tempur canggih dipenuhi dari industri pertahanan dalam negeri.

“Ini penghematan, kalau beli di luar negeri ya yang menikmati luar negeri,” sebutnya.

Sebelumnya Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia (persero) Budiman Saleh menjelaskan, pengembangan proyek pesawat tempur KFX/IFX akan terus berlanjut, meski presiden di Indonesia maupun di Korea Selatan telah berganti.

“Itu masuk blue print pemerintah, akan diteruskan oleh siapapun presidennya,” kata Budiman.

Untuk versi Indonesia, jet tempur jenis pesawat IFX akan diproduksi di markas PTDI di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan Korea Selatan akan memproduksi KFX. Produksi massal dimulai pada tahun 2022.

Saat diproduksi bersama, KFX/IFX akan diproduksi sebanyak 150 unit. Dengan rincian Angkatan Udara Korea Selatan memperoleh 100 unit (KFX) dan Angkatan Udara Indonesia mendapatkan 50 unit (IFX). Sementara untuk pembiayaan, sebanyak 80% ditanggung oleh pemerintah Korea Selatan dan 20% oleh pemerintah Indonesia. (finance.detik.com)

Diproduksi 50 Unit, Jet Tempur Made In RI Saingi Jet Rafale dan F-18

https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2014/06/27/1036/152938_jet.jpg?w=695

JakartaIndonesia dan Korea Selatan sedang mengembangkan jet tempur canggih. Kedua negara sepakat merancang burung besi canggih untuk keperluan perang. Pesawat tersebut masuk generasi 4.5.

Program tersebut bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX/IFX). Seri KFX/IFX sendiri setara dengan jet tempur tipe F-18 Super Hornet, Eurofighter Typhoon, hingga Dessault Rafale. Pesawat generasi 4.5 mulai dikembangkan pada dekade 1990-an. Pesawat generasi 4.5 ini masih diproduksi hingga kini, meskipun pengembangan jet tempur telah memasuki generasi 5 dan 6.

Untuk versi Indonesia atau IFX, prototype akan diluncurkan pada tahun 2020. Selanjutnya 2 tahun berikutnya atau tahun 2022, IFX akan diproduksi secara massal di Indonesia. Produksi pesawat disesuaikan dengan kebutuhan TNI dan kondisi geografis TNI.

“Untuk buat pesawat terbang militer itu normal 8 tahun. Apalagi skala fighter kalau pesawat kecil biasa cuma 4 tahun. Produksinya 2022. Prototype harus terbang pada tahun 2020. Itu sudah terbang. Itu untuk 2 negara,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Budi Santoso kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Saat diproduksi bersama, KFX/IFX akan diproduksi sebanyak 150 unit. Dengan rincian Angkatan Udara Korea Selatan memperoleh 100 unit (KFX) dan Angkatan Udara Indonesia mendapatkan 50 unit (IFX). Sementara untuk pembiayaan, sebanyak 80% ditanggung oleh pemerintah Korea Selatan dan 20% oleh pemerintah Indonesia.(finance.detik.com)

  53 Responses to “Semoga Presiden Baru Dukung Jet Tempur Made In RI”

  1. pertamax

    • Numpang bung desperado…masalah pesawat KFX/IFX, Apakah spesifika dsn kemampuanx akan di buat sama antar 2 negara atau bagaimana…maaf klo pertanyaanx sederhana.

  2. lho … pertamakah

  3. hadir

  4. Berita mengenai tahapan up to date malah yang gak ada..kira2 dah sampai tahap apa yaaa sekarang?

  5. lanjutkan…

  6. PERTAMAXX

  7. 20 besar

  8. 15 besar

  9. Amin. Smoga lancar dan mafia import kita kelak dapat naik kelas menjadi mafia-mafia eksport hohoho 😀

  10. mdah mdahan presiden RI berikutnya merupakan sosok yang tegas dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan industri Hankam…tidak mudah di dikte oleh asing…

  11. katanya malah korsel yg sebenarnya belajar sama Indonesia tentang buat pespur ini…….
    berarti kita bisa mandiri dong…. lagian apa untungnya sih kerjsa sma buat pespur sama korea?

  12. Wah…telat maning2….

  13. Mantap…. IFX kandidat pengganti F 16

  14. siapapun yang ke pilih RI, semoga pilihan semetara Jet Figter SU-35

  15. siapapun yang ke pilih RI 1, semoga pilihan semetara Jet Figter SU-35

  16. :))

  17. Siapapun presidenya fak-pa pilihan terbaik utk mengimbangi sonotan dan antek2 nya

  18. absen dulu…

  19. Berhubung artikelx ttg pesawat tempur, sy mau tanya kira2 bagaimana solusix apabila seorang pilot pesawat tempur kebelet ingin maaf “buang air kecil” dalam keadaan bertugas di udara? Terima kasih.

  20. dan apa kata bj habibie soal ifx, kalo beliau ikut mendukung, pasti lebih wow lagi

  21. menyimak aja

  22. Selamat berbuka puasa all bagi yg menjalankanya..!!! Orang INDONESIA tuh sebenernye pinter” cuman kurang dukungan sama biaya nya az dari pemerintah…yg pernah ane denger nih malah f35 nye asu az masih terkendala beberapa point dg teknologinye ..ygbisa ngerjainye malah orang” INDONESIA..Padahal ahli” asu udah pusing tujuh keliling buat ngatasinye…mungkin ada yg tau para warjager tentang beritanye mohon diperjelas karena kurang ter ekspose ma media trims..!!

    …NKRI HARGA MATI…

  23. gk cuma presiden barunya….
    orang2 pembisik d belakang juga harus dukung IFX / LFX

  24. Ass wr wb. Selamat Sore dan salam sejahtera bagi kita semua, Selamat berbuka. Semoga ibadah puasa hari ini diterima Allah SWT. Amin.
    Siapapun yang terpilih jadi Presiden/RI 1 mau tidak mau, suka tidak suka harus memodernisasi alutsista TNI 3 MATRA yaitu darat, laut dan udara, memaksimalkan. Produksi alutsista dalam negeri. Selain itu juga harus mendampingi produk alutsista dalam negeri dengan alutsista lusr negeri seperti. Pespur SU 35, SU 24, RAFAEL, Bomber jarak jauh, lontong semur sekilo, akula, borey, rudal. SA 300, SA 400, DESTROYER sekelas MARSHAL SAPHOSNIKOV, LONTONG DARI
    Nenek Eli klass neng astute, . Ini semua adalah untuk menyikapi konflik LCS. Maaf pd para sesepuh WARJAG Ini permohonane wong deso

  25. Canada dulu juga punya project pespur nasional tapi dijegal habis oleh mamarika. Terpaksa deh Canada ambil Hornet. Kalau ada yg jegal itu pihak asing memakai pion lokal

    • dari AVRO ya bung, alasan amrik waktu itu, lagi pengembangan rudal patriot generasi pertama. kalo Amrik pasang di perbatasan, trus ada rudal sovyet yang masuk, ditembak, maka jatuhnya tuh rudal ke wilayah canada. takutlah PMnya waktu itu….

      ada tuh filemnya, tumben holywood memfilemkan kisah nyata yang membusukkan presiden amrik 🙂

  26. Jangan banyak gembar-gembor dulu … Langsung direalisasikan saja…semoga sukses ! Maaf analisa penjual Sayur yang ga sabar Indonesia bisa buat pesawat tempur sendiri, pasti hambatan dari negara ASU pasti ada baik secara langsung maupun tidak langsung, banyak ular dengan mulut berbau dollar di sekeliling kita dengan berbagai kedoknya untuk menggagalkan Indonesia jadi negara besar dan mandiri..semoga para GarudA mampu melindungi Ibunya..

  27. Nyimak dulu ah

  28. Ijin nyimak…btw mohon pencerahan para sesepuh gimana ni progres KFX/IFX di korea….dan gmna speknya apa masih bertahan dng 2 mesin ato dah diganti dng konsep 1 mesin dan apa kah KFX menggunakan internal weapon system mengadopsi system F-22 raptor kah? Terima kasih

  29. Mendoakan aja smg program kmandirian pespur brjalan lancar.

  30. Bung diego katanya kita dh buat pesawat tempur sama tiongkok dan dah uji terbang pesawatnya di berinama bango. Yg pabrinta terletak di juanda.

  31. KFX/IFX

    Korea masih belum memutuskan, apakah model 1-engine KAI KFX-E, atau 2-engine ADD C103.

    Kalau KFX-E, kira2 akan sama dengan advanced F-16. Kalau ADD C103 kira2 sekelas dengan Rafale/ Eurofighter. Fitur stealth mungkin reduced observables pada produksi pertama Block 1.

    Block 2 akan membawa internal weapons, conformal antennas, dan sensors yang terintegrasi Akan ada tambahan radar absorbing coating pada canopy, dan struktur pesawat. Katanya ………………

  32. Harapannya mudah”an pespur KFX/IFX bener” jadi prototipe nya di th 2020 dan tdk ada kendala dijegal bos nya korsel (amrik). Tapì kalo ampe diundur lagi ama korsel, jadinya yo wis bablas angin ne …

  33. hari ini di berondong bertubi-tubi artikel cetar membahana……bingung, bengong akhirnya duduk di pojokkan sambil ngupi item plus rokok

  34. dengan IFX menuju INDONESIA JAYA

  35. siapapun preidennya, IFX kudu jadi

  36. Bung@plasma secara teori ilmuwan kita mungkin lbh baik dari korsel tetapi pt di tdk mempunyai infrastruktur untuk pembuatan pespur lain hal korsel mereka memiliki infrastruktur untuk pembuatan pespur .yg kedua biaya praktek buat pespur cukup besar.jadi untungnya kita bisa pakai infrastruktur biaya yg ditanggung bersama.

  37. IFX sebagai workhouse pengganti F16. Sekaligus sekalian spek dibuat meladeni F35 baik BVR maupun WVR. Lebih kecil urusan daya jelajah dan jumlah rudal karena mesin lebih kecil tak masalah, karena kekurangan itu bisa dinetralisir dengan diperbanyak pesawatnya dan jaraknya dari si Upil juga sejengkal saja. Jadi dibuat pesawat dengan T/W lebih besar dari F35 dan kecanggihan setara. Jadi akan mikir dua kali si Upil, sebab BVR setara, sama silumannya, tapi close combat menang IFX.

  38. Mungkin sebaiknya Indonesia bekerjasama langsung dgn Prancis utk mempercepat pembuatan pespur IFX/LFX yg konon katanya pihak Dassault Rafael mampu dan mau membantu agar pespur IFX bisa mengudara prototipenya hanya dalam tempo waktu satu tahun saja … mantaf.
    Jadi kalo ada jalan pintas utk mandiri kenapa mesti mencari jalan yg berliku …

 Leave a Reply