Senapan Serbu Next-Gen Militer A.S. Akan Secanggih iPhone

JakartaGreater.com – Angkatan Darat A.S. atau U.S. Army sedang tak berburu “senapan serbu tua” apa pun untuk program Next Generation Squad Weapon – yang berusaha untuk memicu “revolusi” dalam senjata genggam setara dengan apa yang dilakukan iPhone terhadap konsumen elektronik, seperti dilansir dari laman Task & Purpose.

Setidaknya, begitulah tutur para pejabat Angkatan Darat di Pusat Penelitian, Pengembangan dan Rekayasa Persenjataan (ARDEC) di Arsenal Picatinny, New Jersey, Amerika Serikat. Menggambarkan soal tujuan mereka setelah perilisan Pemberitahuan Peluang Proyek Prototipe formal yang menyerukan kepada mitra industri untuk dengan cepat membuat dan menguji coba purwarupa platform baru.

“Bayangkan bahwa Steve Jobs dan para insinyurnya berusaha mengubah iPod Touch menjadi iPhone 3G pertamanya”, sebut Kolonel Angkatan Darat Elliott Caggins, Manajer Proyek Senjata Angkatan Darat. “Ada seribu teknologi yang bisa mereka masukkan ke iPhone pertama, tetapi mereka ingin mematangkan platform sebelum mereka benar-benar masuk ke sistem”.

Daripada memaksa untuk penambahan teknologi masa depan ke platform usang seperti program peningkatan M4A1 layanan saat ini, U.S. Army menginginkan kemampuan masa depan dimasukkan ke dalam NGSW sejak awal di “one end-all solution” untuk menggantikan senapan serbu otomatis M4 dan M249.

Konsep Senapan Serbu Next-Gen © U.S. Army

Menyebutnya sebagai efek untuk proses akuisisi; PON pertama ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data penting industri sebelum melangkah pada PON ke-2 untuk menyempurnakan persyaratan senapan serbu.

“Logika platform ini”, kata Caggins, tercermin dalam persiapan yang tidak biasa untuk PPON Januari. Pemberitahuan pada bulan Januari ini mengikuti rancangan pemberitahuan awal pada November 2018. Sementara itu beberapa kontraktor pertahanan sebelumnya menerima kontrak terpisah di bawah program NGSW, purwarupa-purwarupa itu tidak untuk dimainkan; itu “benar-benar dimaksudkan untuk menentukan apakah industri mampu menghasilkan dari sudut pandang kinerja dan manufaktur”, kata Caggins.

Pemberitahuan Januari lalu, disisi lain adalah “perjanjian tidak bercanda” yang sebenarnya, seperti yang dikatakan oleh Caggins – dan salah satu dari tiga perusahaan yang dipilih oleh U.S. Army ini pada akhirnya akan menyelesaikan kontrak untuk benar-benar memproduksi senjata dengan segala kejayaannya.

Slide dari presentasi Maneuver Center of Excellence tentang Senapan Serbu Next-Gen © U.S. Army

“Kami memiliki ratusan kemampuan yang dapat kami masukkan ke dalam sistem senjata ini, tetapi kami ingin melakukannya secara holistik menciptakan sistem yang mengambil keunggulan dari semua yang dilakukan dimasa lalu”, tambah Caggins. “Ini berarti kemampuannya akan tumbuh, seperti halnya iPhone”.

Kemampuan itu, menurut Arthur Fiorellini, pemimpin tim NGSW, meliputi:

  • Sistem kendali tembak yang secara khusus dirancang untuk meningkatkan probabilitas hit pada jarak yang diperluas
  • Dilengkapi Advanced Small Arms Ballistic System, sebuah prosesor onboard yang diperkuat terhadap serangan siber dengan meminiaturisasi dari sistem penentuan posisi dan range finder yang biasanya digunakan pada artileri
  • Suite sensor yang dirancang untuk mengakomodasi perubahan tekanan dan kepadatan menggunakan sistem pengintai multi-laser untuk memperkirakan kecepatan angin dan menyesuaikan posisi senapan.

“Operator, ketika membidik sasarannya, langsung mendapatkan titik tujuan dan sistem menyesuaikan balistik tanpa operator berusaha mencari tahu”, menurut Fiorellini. “Sebuah titik ditampilkan di optik yang hanya diletakkan oleh operator pada target dan semua hal lainnya diurus, prosesor mengambil semua informasi dan menampilkannya.